Wabah Pes Tewaskan Petugas Laboratorium Rusia, 200 Orang Dikarantina; Gedung Putih Turun Memantau

Setelah seorang petugas di sebuah laboratorium penanggulangan wabah pes di Siberia, Rusia, meninggal dunia akibat penyakit pes (Black Death), hampir 200 orang di wilayah tersebut terpaksa menjalani karantina. Kepala Badan Pengawasan Perlindungan Hak Konsumen dan Kesejahteraan Manusia Rusia (Rospotrebnadzor), Anna Popova, segera bergegas menuju wilayah tersebut. Seorang pejabat pemerintahan Gedung Putih Amerika Serikat pada Minggu (4 Oktober) mengatakan bahwa pemerintah AS sedang memantau dugaan wabah pes di Rusia.

EtIndonesia.com  Menurut laporan media lokal Rusia, termasuk Lyudi Baikala dan The Moscow Times, korban yang dilaporkan meninggal dunia adalah Daria Shipilova, asisten laboratorium berusia 28 tahun di Institut Penelitian Anti-Pes Irkutsk.

Menurut laporan, pada 25 September, perempuan tersebut secara tidak sengaja memecahkan sebuah tabung reaksi yang berisi patogen penyebab pes pneumonik. Pada Selasa, ia mengalami gejala pneumonia berat dan kemudian dirawat di rumah sakit di kota Shelekhov, wilayah Irkutsk. Setelah menjalani perawatan selama tiga hari, ia akhirnya meninggal dunia pada 2 Oktober dini hari.

Setelah korban dirawat di rumah sakit, pihak berwenang mulai melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang melakukan kontak dengannya. 

Hingga 1 Oktober, sekitar 90 orang yang pernah melakukan kontak dengan korban dikarantina di sebuah pusat yang sebelumnya digunakan untuk menampung pasien COVID-19. Pada 2 Oktober, jumlah orang yang dikarantina meningkat menjadi sekitar 200 orang.

Pihak berwenang membatalkan sejumlah kegiatan publik yang telah dijadwalkan di Irkutsk. Warga Shelekhov juga melihat orang-orang mengenakan pakaian pelindung, masker, dan sarung tangan di jalan-jalan. Menurut warga, masker juga mulai dibagikan di taman kanak-kanak.

Lyudi Baikala mengutip sumber yang mengatakan bahwa sejak 1 Oktober, personel Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mulai mengawal ambulans yang membawa orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan Shipilova untuk menjalani pemeriksaan.

Kepala Rospotrebnadzor Anna Popova juga terbang dari Moskow menuju wilayah Irkutsk, yang berjarak sekitar 2.600 mil (sekitar 4.180 kilometer).

Saluran politik Rusia Nezygar memperingatkan, “Ini mengingatkan kita pada peristiwa Wuhan (kebocoran laboratorium) pada masa lalu.” COVID-19 pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, dan kemudian menyebar ke seluruh dunia, menewaskan hampir 7 juta orang.

Namun, Gubernur Wilayah Irkutsk Igor Kobzev menyerukan kepada masyarakat untuk tetap tenang setelah bertemu dengan Kepala Rospotrebnadzor Anna Popova dan mengkoordinasikan langkah-langkah darurat untuk mencegah penyebaran penyakit.

Kobzev menulis di Telegram pada Jumat: “Semua orang yang telah dikonfirmasi melakukan kontak dengan pasien telah menjalani pemantauan medis. Hingga hari ini, tidak ada orang yang melakukan kontak tersebut menunjukkan gejala penyakit, dan hasil pemeriksaan laboratorium mereka semuanya negatif.”

Popova belum memberikan komentar publik mengenai laporan wabah tersebut. Namun, menurut The Moscow Times, ahli epidemiologi senior Rusia Mikhail Favorov mempertanyakan klaim bahwa infeksi terjadi akibat pecahnya tabung reaksi tersebut. Menurutnya, hal itu mungkin menjadi indikasi bahwa pihak berwenang berusaha menutupi kebenaran.

“Ini benar-benar konyol,” kata Favorov. “Orang-orang yang bekerja di Institut Penelitian Anti-Pes Irkutsk semuanya mengenakan pakaian pelindung. Jika Anda memecahkan sebuah tabung reaksi, kemungkinan terinfeksi sebenarnya sangat rendah.”

Favorov mengatakan bahwa keterlibatan langsung Popova menunjukkan bahwa situasinya cukup serius.

Pada Minggu, pejabat pemerintahan Trump mengatakan kepada media Axios bahwa Gedung Putih saat ini sedang memantau secara ketat laporan mengenai dugaan kasus pes di Rusia serta langkah-langkah karantina yang diberlakukan terkait kasus itu.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Terlalu Banyak Kegiatan Bisa Membebani Anak, Saatnya Menata Ulang Jadwal Mereka

Jadwal yang penuh tidak selalu berarti masa kanak-kanak yang penuh pengalaman jika hal itu justru menyisakan sedikit waktu untuk kehidupan keluarga yang paling berarti Annie...

Jangan Terjebak Lautan Nasihat Parenting, Percayalah pada Naluri Anda

Setiap orang, bahkan bibi mereka di Instagram, punya pendapat tentang cara membesarkan anak. Namun, tidak ada yang mengenal anak Anda seperti Anda sendiri Walker Larson Si...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine