Kasus Upaya Pembajakan Flydubai: Kopilot Diduga Berencana Menabrakkan Pesawat ke Gedung Pencakar Langit atau Bandara di Israel

EtIndonesia.com Kopilot berkewarganegaraan Oman, Hamam Al-Hamami, yang menyerang kapten pilot di dalam pesawat Flydubai, diduga semula berencana membunuh kapten tersebut, kemudian menerbangkan pesawat dan menabrakkannya ke gedung pencakar langit di pusat Kota Tel Aviv atau terminal Bandara Ben Gurion, dalam aksi teror yang menyerupai serangan “9/11”.

Hamam Al-Hamami, yang kini berusia 29 tahun, masih menjalani pemeriksaan oleh pihak berwenang Uni Emirat Arab (UEA). Detail lebih lanjut mengenai kasus tersebut mulai terungkap pada akhir pekan.

Menurut laporan The Times Inggris, penyelidik menemukan bahwa Al-Hamami semula berencana membunuh kapten pilot, kemudian menerbangkan pesawat seorang diri menuju Tel Aviv, Israel, dan menabrakkannya ke kompleks gedung pencakar langit Azrieli Center di pusat kota.

Media Israel, dengan mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan bahwa Al-Hamami juga mempertimbangkan untuk menabrakkan pesawat ke terminal Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv. Para penyelidik meyakini bahwa hal inilah yang menjadi alasan ia melancarkan serangan ketika pesawat hanya berjarak sekitar 10 menit penerbangan dari Israel.

Awal tahun ini, ketika Al-Hamami menerbangkan penerbangan menuju Tel Aviv, ia juga sempat berencana membajak dan menghancurkan pesawat tersebut, tetapi kemudian berubah pikiran. Salah satu kemungkinan alasannya adalah terdapat seseorang yang dikenalnya di antara para penumpang.

Al-Hamami juga mengatakan kepada penyelidik bahwa sebelumnya ia pernah mencoba bergabung dengan sejumlah maskapai penerbangan dan secara khusus mencari tahu maskapai mana yang memiliki rute penerbangan menuju Tel Aviv. Hal tersebut juga menjadi alasan mengapa ia memilih Flydubai.

Terkait informasi tersebut, pihak berwenang UEA dan Israel sejauh ini belum mengkonfirmasi maupun memberikan komentar.

Jaksa Agung UEA Hamad Al-Shamsi pada Sabtu lalu (3 Oktober) mengatakan bahwa Al-Hamami diduga menyerang kapten pilot menggunakan kapak darurat dan berusaha mengambil alih kendali pesawat. Ia menyebut insiden tersebut sebagai percobaan serangan teroris. Para penyelidik masih berupaya mengungkap seluruh fakta, motif, serta hubungan apa pun yang berkaitan dengan insiden tersebut, dan hasilnya akan diumumkan kepada publik.

Pada Rabu (30 September), sebuah pesawat Boeing 737 milik Flydubai yang membawa 174 penumpang dan terbang menuju Tel Aviv, diserang secara tiba-tiba oleh kopilot terhadap kapten pilot ketika pesawat mendekati Israel. 

Insiden tersebut menyebabkan pesawat turun secara darurat sekitar 16.000 kaki. Kapten pilot melakukan perlawanan dan berhasil membuka pintu kokpit, sementara para penumpang melumpuhkan kopilot tersebut. Pesawat akhirnya berhasil melakukan pendaratan darurat di wilayah Arab Saudi.

Saat ini, pihak berwenang Israel sedang menyelidiki bagaimana pilot tersebut dapat melewati pemeriksaan keamanan. Badan intelijen dan keamanan Israel biasanya melakukan pemeriksaan terhadap awak pesawat yang terbang menuju Israel. 

Untuk awak dari negara seperti Oman, yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, pemeriksaan dan pembatasannya biasanya jauh lebih ketat.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Terlalu Banyak Kegiatan Bisa Membebani Anak, Saatnya Menata Ulang Jadwal Mereka

Jadwal yang penuh tidak selalu berarti masa kanak-kanak yang penuh pengalaman jika hal itu justru menyisakan sedikit waktu untuk kehidupan keluarga yang paling berarti Annie...

Jangan Terjebak Lautan Nasihat Parenting, Percayalah pada Naluri Anda

Setiap orang, bahkan bibi mereka di Instagram, punya pendapat tentang cara membesarkan anak. Namun, tidak ada yang mengenal anak Anda seperti Anda sendiri Walker Larson Si...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine