EtIndonesia.com Pasukan koalisi Arab Saudi melancarkan serangan balasan besar pada 5 Oktober. Setelah melakukan serangan udara terhadap “sasaran militer” yang dikuasai kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran di wilayah pesisir Laut Merah, Hodeidah, kelompok Houthi menyatakan bahwa mereka telah melancarkan serangan udara terhadap ibu kota Arab Saudi, Riyadh, sebuah kilang minyak, serta sejumlah lokasi di wilayah selatan Arab Saudi.
Menurut laporan AFP, juru bicara kelompok Houthi, Yahya Saree, mengatakan bahwa gelombang serangan tersebut melibatkan drone, rudal balistik, dan rudal jelajah. Serangan tersebut menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Selain itu, yang turut menjadi sasaran adalah kilang minyak Saudi Aramco di Rabigh, serta pangkalan militer dan sejumlah bandara kecil di wilayah selatan Arab Saudi.
Menurut wartawan AFP, suara ledakan besar terdengar di Riyadh pada malam 5 Oktober. Wartawan dan warga setempat juga sebelumnya telah mendengar suara ledakan.
Pada 5 Oktober, koalisi Arab Saudi menyatakan bahwa mereka telah melancarkan serangan udara terhadap “sasaran militer” yang dikuasai kelompok Houthi di Hodeidah, di pesisir Laut Merah.
Juru bicara koalisi, Turki Al-Malki, mengatakan melalui platform X bahwa pasukan angkatan laut koalisi telah “menghancurkan gudang senjata serta fasilitas penyimpanan kapal yang dilengkapi jebakan peledak dan ranjau laut”, serta “menggagalkan serangan yang telah direncanakan terhadap jalur pelayaran di bagian selatan Laut Merah.”
Sumber : NTDTV.com


