SURABAYA – Digitalisasi pasar tradisional terus menjadi salah satu upaya untuk memperluas penggunaan transaksi nontunai di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mendukung langkah tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Regional Office Surabaya menghadirkan fasilitas WiFi di Pasar Keputran, Surabaya, guna mempermudah pedagang dan pembeli bertransaksi menggunakan QRIS BRI.
Fasilitas internet tersebut telah beroperasi sejak diluncurkan. Kehadirannya diharapkan dapat menunjang kelancaran pembayaran digital di tengah aktivitas perdagangan pasar yang menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat Surabaya.
Regional CEO BRI Surabaya, Reza Syahrizal Setiaputra, mengatakan penyediaan WiFi merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk mendekatkan layanan keuangan digital kepada masyarakat, termasuk pedagang di pasar tradisional.
“BRI ingin memastikan bahwa kemajuan teknologi dan digitalisasi layanan keuangan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pedagang di pasar tradisional. Melalui fasilitas WiFi yang kami hadirkan di Pasar Keputran, kami berharap transaksi menggunakan QRIS BRI dapat berlangsung semakin mudah, cepat, dan nyaman, baik bagi pedagang maupun pembeli,” ujar Reza, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Reza, digitalisasi pasar tidak hanya berkaitan dengan kemudahan pembayaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM. Dengan memanfaatkan QRIS, pedagang memiliki alternatif pembayaran selain uang tunai, sementara pencatatan transaksi usaha dapat dilakukan secara lebih praktis melalui layanan yang tersedia.
Bagi pedagang pasar tradisional, kemudahan akses internet menjadi salah satu faktor pendukung dalam memanfaatkan layanan pembayaran digital. Melalui penyediaan WiFi, BRI berupaya membantu menciptakan lingkungan transaksi yang lebih mendukung penggunaan QRIS dalam kegiatan jual beli sehari-hari.
Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi semangat “BRI Satu Bank untuk Semua”, yang menekankan perluasan akses layanan perbankan bagi berbagai lapisan masyarakat.
“Pasar tradisional merupakan salah satu penggerak utama ekonomi kerakyatan. Karena itu, BRI ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi juga sebagai mitra yang mendukung pertumbuhan usaha masyarakat. Semangat BRI Satu Bank untuk Semua kami wujudkan dengan menghadirkan kemudahan transaksi sekaligus mendorong peningkatan literasi keuangan bagi para pelaku UMKM,” tambah Reza.
Keberadaan fasilitas WiFi di Pasar Keputran diharapkan dapat mendorong kebiasaan bertransaksi secara digital, sekaligus mendukung aktivitas perdagangan yang lebih efisien dan inklusif. Meski demikian, penguatan ekosistem digital pasar juga membutuhkan peningkatan pemahaman pedagang mengenai penggunaan QRIS serta manfaat transaksi nontunai dalam pengelolaan usaha.
Melalui inisiatif tersebut, BRI Regional Office Surabaya melanjutkan perannya dalam mendukung pemberdayaan UMKM dan memperluas adopsi layanan keuangan digital di tingkat akar rumput.
Ke depan, BRI menyatakan akan terus menghadirkan solusi dan inovasi layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat daya saing pelaku usaha sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.


