EtIndonesia.com Menurut laporan NTD, gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Panama pada 9 Oktober waktu setempat. Setelah itu, tercatat lebih dari sepuluh gempa susulan yang kuat, termasuk satu gempa dengan magnitudo lebih dari 6,0.
Gempa tersebut memicu kepanikan di kawasan perkotaan ibu kota yang dipenuhi gedung-gedung tinggi. Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka. Presiden José Raúl Mulino menyatakan bahwa peristiwa ini merupakan “bencana besar”, sementara Kementerian Pendidikan mengumumkan penghentian kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah di negara itu.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi pada pukul 17.56 GMT atau pukul 01.56 dini hari tanggal 10 Oktober waktu Beijing. Episentrum gempa berada sekitar 10 kilometer dari kota kecil Pitaloza Arriba di wilayah tengah-selatan Panama, dengan kedalaman hanya 12,6 kilometer.
Presiden Panama José Raúl Mulino mengunggah pesan di platform media sosial X, menyerukan masyarakat agar tetap tenang dan mengumumkan bahwa peristiwa tersebut merupakan “bencana besar”.
Ia mengatakan, “Peristiwa ini tidak boleh dijadikan alasan untuk menimbulkan kepanikan dan kekacauan.”
Mulino tidak menjelaskan apakah gempa tersebut telah menimbulkan korban jiwa. Namun, ia telah meminta instansi terkait untuk melaporkan kondisi bencana. Kementerian Pendidikan Panama mengumumkan bahwa seluruh sekolah di negara itu diliburkan.
Pada 9 Oktober 2026, setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Penonomé, Panama, sebuah katedral (kiri) dan gedung kantor gubernur Provinsi Penonomé dilaporkan runtuh.
Menurut Badan Perlindungan Sipil Nasional Panama (Sinaproc), gempa dangkal tersebut berlangsung sekitar satu menit. Guncangannya dirasakan di berbagai wilayah negara Amerika Tengah yang berpenduduk sekitar 4,5 juta jiwa itu.
Di Kota Panama, yang berjarak sekitar 200 kilometer dari episentrum, warga bergegas menyelamatkan diri dengan keluar dari gedung-gedung pencakar langit.
Bandara internasional di Kota Panama ditutup sementara. Menurut otoritas penerbangan sipil, sejumlah penerbangan dialihkan ke bandara lain demi alasan keselamatan.
Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan air dari kolam renang di atap sebuah gedung bertingkat lebih dari 20 lantai meluap dan tumpah ke bawah.
Rekaman lainnya menunjukkan sebuah jembatan bergeser dan berguncang akibat gempa, tetapi strukturnya tetap berdiri dan kendaraan masih dapat melintas.
Menurut laporan AFP, gempa ini merupakan setidaknya gempa keempat dengan magnitudo di atas 7,0 yang mengguncang Amerika Latin sepanjang tahun ini.
Pada Juni, Venezuela dilanda dua gempa kuat berturut-turut dengan magnitudo 7,2 dan 7,5, yang menyebabkan kerusakan parah di ibu kota Caracas dan daerah sekitarnya. Pada Agustus, gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia.
Institut Geosains Universitas Panama mencatat lebih dari sepuluh gempa susulan yang kuat setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut. Salah satunya memiliki magnitudo lebih dari 6,0.
Seorang kasir toko berusia 38 tahun di Penonomé, kota di Panama bagian tengah, mengatakan kepada AFP:
“Sangat mengerikan. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini. Putri saya terjebak di sekolah. Syukur kepada Tuhan, kami semua selamat.”
Seorang pekerja pabrik di Santiago de Veraguas, kota lain di wilayah tengah Panama, mengatakan kepada AFP, “Saya masih sangat terguncang dan belum berhasil menghubungi keluarga saya.”
Seorang pekerja pabrik tepung lainnya mengatakan, “Kami semua berlarian keluar dari gedung. Kabel-kabel listrik bergoyang, dan semua orang tetap berada di luar.”
Gempa tersebut memicu peringatan tsunami di Panama. Peringatan gelombang laut yang lebih kecil, tetapi masih berpotensi berbahaya, juga dikeluarkan untuk negara-negara lain di Amerika Latin dan wilayah pesisir Pasifik Selatan.
Namun, Otoritas Terusan Panama menyatakan bahwa aktivitas pelayaran di Terusan Panama, jalur yang menghubungkan Samudra Pasifik dengan Samudra Atlantik, tidak terdampak. Operasional terusan tersebut dilaporkan “berjalan normal”.
Kerusakan tampaknya terkonsentrasi di Provinsi Herrera, kawasan Azuero, Provinsi Veraguas, dan Provinsi Los Santos di wilayah tengah Panama.
Rekaman yang dirilis media setempat menunjukkan retakan pada sebuah jalan di Provinsi Veraguas.
Video lainnya memperlihatkan sebagian bangunan sebuah hotel di Penonomé, sekitar 150 kilometer di sebelah barat daya Kota Panama, runtuh. Menurut laporan media setempat, sebuah gereja di kota tersebut juga mengalami kerusakan parah, sementara sejumlah bangunan lain mengalami keretakan.
Pada 9 Oktober 2026, setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Panama, warga dievakuasi dari Rumah Sakit Anak (Hospital del Niño) di Kota Panama.
Pada 9 Oktober 2026, sebuah bangunan yang runtuh dan mobil yang rusak terlihat setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Panama.
Sumber : NTDTV.com


