Di tengah mencuatnya kasus pedal rem mobil Huawei Maextro V800 yang dilaporkan patah, beredar kabar di internet bahwa sebuah mobil Aito M8 juga mengalami kecelakaan fatal baru-baru ini. Sebuah M8 di Kota Ningde, Provinsi Fujian, dilaporkan terbakar hebat setelah bertabrakan. Pengemudinya tewas terbakar karena pintu mobil tidak dapat dibuka.
EtIndonesia.com Video yang beredar di internet memperlihatkan sebuah SUV yang diduga merupakan Aito M8 berhenti di tepi jalan dengan bagian belakang menempel pada dinding. Bodi mobil yang berwarna abu-abu keputihan masih mengeluarkan asap, sementara bagian depannya hancur. Roda dan pecahan kendaraan berserakan di jalan di depannya. Kondisi di lokasi menunjukkan bahwa mobil tersebut diduga terbakar setelah mengalami tabrakan.
Menurut informasi yang diungkapkan sejumlah warganet, kecelakaan itu terjadi sekitar 28 September di Desa Fuyang (dahulu bernama Yangwei), Kecamatan Chengnan, Distrik Jiaocheng, Kota Ningde, Provinsi Fujian.
Pemilik mobil tersebut mengendarai Aito M8 yang baru dibelinya tiga hari sebelumnya. Ia dilaporkan tewas terbakar setelah kecelakaan. Karena pintu mobil tidak dapat dibuka, warga yang berusaha menyelamatkannya tidak berhasil menarik pengemudi keluar. Mereka hanya bisa menyaksikan pengemudi tersebut meninggal dalam kobaran api.
Mengenai identitas korban, sejumlah warganet mengungkapkan bahwa ia berasal dari Desa Liulin, Kecamatan Matou, Kota Nan’an, Quanzhou, Provinsi Fujian. Ia bekerja sebagai seorang insinyur di CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Limited), perusahaan baterai besar di Tiongkok. Setelah kematiannya, ia meninggalkan seorang anak laki-laki yang masih berusia belasan tahun.
CATL merupakan salah satu produsen baterai terbesar di Tiongkok daratan. Kantor pusatnya berada di Distrik Jiaocheng, Kota Ningde, tidak jauh dari lokasi kecelakaan.
宁德洋尾村一辆问界M8发生事故,增程器起火且车门打不开,人被烧没了。据说刚提新车三天,还是宁德时代工程师。这种牵扯到“华为”“问界”“车门打不开被烧死”关键词的肯定会被删的干干净净,流程很熟练了。 https://t.co/6Qd8GzXZXW
— 神盾局局长 (@mcudirector) October 9, 2026
Menurut informasi yang tersedia untuk umum, seluruh varian Aito M8 dilengkapi sebagai standar dengan paket baterai lithium ternary berkapasitas 100 kWh dari CATL.
Karena itu, sejumlah warganet menyindir kejadian tersebut dengan komentar seperti, “Insinyur CATL justru tewas terbakar oleh baterai buatan perusahaannya sendiri.” Ada pula yang berkomentar, “Sungguh ironis.”
Namun, sebagian warganet lainnya mengungkapkan bahwa kebakaran pada Aito M8 tersebut bukan disebabkan oleh baterai, melainkan oleh unit pemanjang jarak tempuh (range extender).
Yang disebut range extender adalah mesin bensin yang dipasang pada sebagian mobil listrik buatan Tiongkok dan dilengkapi tangki bahan bakar sendiri.
Berbeda dengan mobil hibrida konvensional, mesin tersebut tidak secara langsung menggerakkan roda kendaraan. Ketika daya baterai berkurang, mesin bensin digunakan untuk menghasilkan listrik guna mengisi atau memasok daya ke baterai, yang kemudian menggerakkan mobil melalui motor listrik.

Menurut informasi dari warganet Tiongkok, tidak lama setelah kecelakaan terjadi, video-video dari lokasi kejadian langsung diblokir dan dihapus dari internet.
Ketika kasus pedal rem Maextro V800 mencuat pada 8 Oktober, sejumlah warganet kembali mengangkat kasus Aito M8 yang dilaporkan terbakar hingga menewaskan pengemudinya. Namun, unggahan terkait kejadian tersebut kembali diblokir.
Maextro V800 dan Aito M8 merupakan kendaraan listrik yang dikembangkan melalui kerja sama Huawei dengan perusahaan otomotif lainnya.
Huawei dituding sebagai perusahaan yang terkait dengan aset Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan disebut-sebut sebagai salah satu entitas yang mendapat perlindungan khusus dari pihak berwenang.
Sejumlah kecelakaan fatal yang melibatkan kendaraan di bawah merek-merek terkait Huawei dilaporkan telah terjadi berulang kali. Namun, menurut laporan ini, pemberitaan mengenai insiden-insiden tersebut kerap dibatasi atau ditekan.
Sumber : NTDTV.com


