EtIndonesia.com Pada Sabtu (10 Oktober), Republik Tiongkok (Taiwan) merayakan Hari Nasional yang dikenal sebagai Perayaan 10 Oktober atau Double Ten. Upacara perayaan nasional digelar di alun-alun depan Istana Kepresidenan.
Acara tersebut mencakup pertunjukan pertahanan nasional serta demonstrasi penanggulangan bencana dan penyelamatan, yang menunjukkan tekad Taiwan untuk melindungi tanah airnya.
Tahun ini, lebih dari 4.000 warga Taiwan perantauan kembali ke Taiwan untuk turut merayakan hari bersejarah tersebut. Melihat Taiwan dari perspektif masyarakat yang tinggal di luar negeri, mereka tidak hanya merasa bangga, tetapi juga menegaskan pentingnya mempertahankan demokrasi dan kebebasan Taiwan.
Berikut laporan reporter NTD dari lokasi acara.
Reporter Zeng Xinmin: “Perayaan Hari Nasional Republik Tiongkok (Taiwan) kembali digelar setiap tahun. Di sinilah lokasi upacara perayaan nasional, tepat di depan Istana Kepresidenan Republik Tiongkok. Dalam upacara tahun ini, tema perlindungan pertahanan nasional dan ketahanan pertahanan seluruh masyarakat juga menjadi benang merah acara.”
Seorang warga Taiwan perantauan yang kembali dari Amerika Serikat mengatakan, “Saya sudah tinggal di Amerika Serikat selama 40 tahun. Karena itu, saya merasa sangat terhormat bisa kembali kali ini. Saya juga merasa Taiwan sangat hangat dan ramah. Jadi, saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Taiwan!”

Seorang warga Taiwan perantauan yang kembali dari Malaysia mengatakan, “Tahun lalu saya datang untuk mengikuti perayaan ini. Suasananya sangat meriah dan menyenangkan. Bisa mengikuti perayaan di depan Istana Kepresidenan benar-benar merupakan suatu kehormatan.”
Dalam upacara tahun ini, sepuluh tenaga sukarelawan yang terlatih dalam penanggulangan bencana diundang untuk memimpin menyanyikan lagu kebangsaan.

Pada saat yang sama, sebuah helikopter mengibarkan bendera nasional berukuran raksasa sepanjang 18 meter dan selebar 12 meter sambil melintas di atas Istana Kepresidenan.
Salah satu daya tarik utama lainnya dalam perayaan Hari Nasional tahun ini adalah pertunjukan udara.
Mulai dari parade udara, demonstrasi penanggulangan bencana dan penyelamatan, hingga manuver tim aerobatik Thunder Tiger yang melintas di atas lokasi acara, seluruh pertunjukan tersebut memperlihatkan kemampuan pertahanan nasional dan ketahanan sosial Taiwan.

Warga Taiwan perantauan yang telah lama tinggal di luar negeri dan kembali untuk mengikuti perayaan Hari Nasional juga menyampaikan harapan serta doa mereka bagi Taiwan.
Seorang warga Taiwan perantauan yang kembali dari Kanada mengatakan, “Menurut saya, kemampuan teknologi Taiwan secara keseluruhan merupakan salah satu hal yang paling patut kita banggakan saat ini. Tentu saja, saya berharap generasi muda dapat terus berusaha dan bekerja keras.”
Seorang warga Taiwan perantauan yang kembali dari Amerika Serikat mengatakan, “Saya berharap kita bisa terus mempertahankan keadaan saat ini, tidak hidup di bawah penindasan, dan menjadi yang terbaik di dunia. Kita harus melindungi Taiwan dengan teknologi.”
Warga Taiwan perantauan lainnya dari Amerika Serikat mengatakan, “Republik Tiongkok akan selalu ada di sini. Sekarang teknologi sudah sangat maju, semoga Taiwan selalu makmur dan berjaya.”
Masyarakat berharap Taiwan dapat terus menjadi tempat yang aman dan sejahtera bagi warganya. Namun, di tengah ancaman dari Partai Komunis Tiongkok (PKT), bagaimana pandangan mereka?
Seorang warga Taiwan perantauan yang kembali dari Amerika Serikat mengatakan, “Demokrasi dan kebebasan tidak boleh kita lepaskan.”
Warga Taiwan perantauan lainnya dari Amerika Serikat mengatakan, “Kita harus teguh mempertahankan demokrasi. Itu mutlak diperlukan. Tanpa demokrasi, tidak ada lagi yang perlu dibicarakan.”
Seorang warga Taiwan perantauan lainnya dari Amerika Serikat mengatakan, “Tantangan pasti akan selalu ada. Namun, jauh di lubuk hati, kita sangat memahami bahwa Taiwan dapat melangkah maju sedikit demi sedikit menuju panggung dunia berkat semangat demokrasi dan kebebasan. Karena itu, kita benar-benar harus membela demokrasi dan kebebasan kita.”
Reporter Zeng Xinmin melaporkan, “Pagi ini, cuaca di Taipei masih sedikit hujan. Namun, menjelang dimulainya upacara, sinar matahari mulai terlihat. Tahun ini diperkirakan lebih dari 4.000 warga Taiwan perantauan kembali ke Taiwan untuk mengikuti berbagai kegiatan perayaan dan bersama-sama merayakan ulang tahun ke-115 Republik Tiongkok (Taiwan).”
Laporan dari reporter NTD Chen Huimo dan Zeng Xinmin, yang meliput langsung di depan Istana Kepresidenan Republik Tiongkok (Taiwan).


