Pidato Hari Nasional “Double Tenth” Presiden Taiwan Lai Ching-te: Mencegah Perang dan Melawan Paksaan Melalui Kekuatan

EtIndonesia.com Republik Tiongkok (Taiwan) merayakan Hari Nasional ke-115. Upacara peringatan berlangsung meriah di depan Kantor Kepresidenan, dengan ratusan tamu undangan dari dalam dan luar negeri hadir untuk menyaksikan acara tersebut.

Presiden Lai Ching-te menyampaikan pidato Hari Nasional yang secara tegas menguraikan sikap Taiwan terhadap hubungan lintas Selat Taiwan dan situasi internasional. Ia menekankan bahwa penguatan pertahanan Taiwan sama sekali bukan tindakan provokatif. Ia juga menyambut baik dialog antara Amerika Serikat dan Tiongkok untuk mengelola persaingan kedua negara.

Dalam peringatan Hari Nasional Republik Tiongkok ke-115, Presiden Lai Ching-te menyampaikan pidato yang membahas berbagai hal, mulai dari kesejahteraan rakyat hingga tanggung jawab internasional. Ia berharap Taiwan yang demokratis dapat menjadi kekuatan yang berkontribusi terhadap stabilitas internasional.

“PKT terus memberikan tekanan melalui tindakan militer dan aktivitas di zona abu-abu, dengan tujuan mengubah status quo di Selat Taiwan. Dalam menghadapi ekspansi otoritarianisme, keteguhan Taiwan bukan hanya menyangkut kelangsungan hidup kami sendiri, tetapi juga menyangkut apakah masyarakat internasional masih percaya bahwa kekuatan militer tidak boleh mengesampingkan aturan, dan negara kuat tidak boleh merampas hak rakyat untuk menentukan masa depan mereka,” katanya. 

Lai kembali menegaskan sikap Taiwan mengenai perdamaian di Selat Taiwan. Ia menyambut baik dialog antara Amerika Serikat dan Tiongkok untuk mengelola konflik, menentang upaya PKT mendistorsi sejarah, serta menegaskan bahwa dialog lintas Selat Taiwan harus dilakukan atas dasar kesetaraan.

Lai Ching-te mengatakan: “Kami sama sekali tidak akan membiarkan sejarah Perang Dunia II diputarbalikkan, dan kami juga harus menghormati hak rakyat Taiwan untuk bertahan hidup. Kita harus menyatukan kekuatan bersama negara-negara demokratis di kawasan Indo-Pasifik agar status quo perdamaian dan stabilitas regional tidak diubah.

“Taiwan menghargai perdamaian, tetapi tidak akan menyerahkan kebebasan. Taiwan bersedia menjalin pertukaran, tetapi tidak akan menerima perlakuan yang merendahkan statusnya.”

Lai kembali menegaskan bahwa memperkuat pertahanan bukanlah provokasi dan bahwa dialog bukan satu-satunya syarat untuk mewujudkan perdamaian. Dalam pidato mereka, Presiden Lai dan Ketua Yuan Legislatif Han Kuo-yu sama-sama menitikberatkan pentingnya perdamaian di Selat Taiwan.

Ketua Yuan Legislatif Republik Tiongkok, Han Kuo-yu, mengatakan: “Jika kita melaksanakan empat tujuan utama dengan baik, kita dapat memperkokoh keamanan Taiwan. Saya berharap dapat menyerukan kepada seluruh rakyat untuk bersama-sama mewujudkannya.

“Pertama, berupaya sekuat tenaga membela dan melindungi Republik Tiongkok. Kedua, melindungi demokrasi dan kebebasan kita. Ketiga, menjaga hubungan Taiwan–Amerika Serikat. Keempat, memelihara perdamaian di kedua sisi Selat Taiwan.”

Delegasi perayaan dari berbagai negara serta para pejabat perwakilan diplomatik di Taiwan turut menyampaikan ucapan selamat atas Hari Nasional tersebut. Di antara para tamu yang hadir terdapat Raja Eswatini beserta permaisurinya. 

Sebanyak 140 tamu undangan menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Lai Ching-te, Wakil Presiden Hsiao Bi-khim, dan pejabat lainnya sebelum menyaksikan upacara.

Laporan Hu Zonghan, Lin Yutang, dan Liu Ziyin dari NTD Asia Pasifik, Taipei, Taiwan.

INSPIRASI ERABARU

Bukan Sekadar Sensasi Terbakar, Makanan Pedas Punya Sejumlah Manfaat bagi Tubuh

Makanan pedas sering digambarkan sebagai makanan yang “panas”, dan hal ini mungkin berkaitan dengan pengaruhnya terhadap tubuh. Ahli gizi Barat akan menjelaskan bahwa cabai bekerja...

Mengapa Anak Perempuan (Memang Sepantasnya) Menyukai Cinderella

Jauh sebelum kisahnya dilengkapi sepatu kaca dan ibu peri, Cinderella telah mengisahkan keberanian, keadilan, dan keluhuran budi. Walker Larson Saya dan istri mengizinkan putri kami menonton...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine