Beredar Kabar Wabah Pes Pneumonik dari Rusia Menyebar ke Tiongkok, Shanghai dan Chongqing Disebut Ikut Terdampak

EtIndonesia.com Rusia dilaporkan mengalami dugaan wabah pes pneumonik. Dalam beberapa hari terakhir, muncul sejumlah unggahan di platform media sosial X yang mengklaim bahwa wabah pes telah masuk ke wilayah Tiongkok, dengan kasus yang disebut-sebut terjadi di Henan, Mongolia Dalam, bahkan Shanghai dan Chongqing.

Di antaranya, pengguna X dengan nama “Wanjun Xie” dan “新聞調查” mengunggah klaim bahwa Henan telah mencatat tiga kasus infeksi pes pneumonik yang berasal dari Rusia. Kabar tersebut juga menyebutkan bahwa setelah pasien diisolasi, tenaga medis diperintahkan untuk menghindari penggunaan istilah “pes” dalam rekam medis dan menggantinya dengan “pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya” demi menutupi wabah.

Namun, klaim-klaim tersebut hingga kini tidak didukung bukti independen sehingga kebenarannya belum dapat dipastikan.

Mengenai wilayah perbatasan Tiongkok-Rusia, pengguna X lainnya, “aseouc888”, mengutip informasi yang beredar di internet dan menyatakan bahwa cabang Erlianhaote dari Rumah Sakit Afiliasi Universitas Kedokteran Mongolia Dalam telah menerima lebih dari 70 pasien pes. Dari jumlah tersebut, 40 orang dikabarkan meninggal setelah dibawa ke rumah sakit. Bahkan, disebutkan pula bahwa sejumlah tenaga medis ikut terinfeksi.

Kabar yang beredar itu juga menyebut Hohhot, Chifeng, Tongliao, dan Baotou sebagai wilayah yang diduga mulai mencatat kasus serupa.

Namun, otoritas resmi Mongolia Dalam telah membantah informasi tersebut. Mereka menyatakan bahwa rumah sakit di wilayahnya tidak menerima pasien pes dan menyangkal bahwa wabah tersebut telah menyebar di daerah itu.

Selain kawasan perbatasan, rumor di internet bahkan meluas hingga Shanghai dan Chongqing.

Akun media sosial “真相傳媒” mengutip seorang narasumber anonim yang mengaku bekerja di laboratorium P4 di Tiongkok. 

Narasumber tersebut mengklaim bahwa terdapat orang-orang yang diduga terinfeksi di Shanghai dan Chongqing. Ia juga menyebutkan bahwa dua pasien yang masuk ke Tiongkok dari Rusia dan menjalani pemeriksaan serta karantina meninggal dunia setelah lima hari.

Unggahan terkait juga mengklaim bahwa lembaga pengendalian penyakit menular Tiongkok pernah meminta informasi mengenai penyakit tersebut kepada pihak Rusia, tetapi permintaan itu ditolak. Unggahan tersebut kemudian berspekulasi bahwa wabah itu mungkin berkaitan dengan senjata biologis Rusia.

Seiring dengan terus menyebarnya rumor, sejumlah warganet juga khawatir bahwa otoritas PKT akan kembali menerapkan kebijakan pembatasan dan karantina seperti pada masa pandemi COVID-19. 

Mereka mencemaskan kemunculan kembali para petugas berjuluk “Da Bai” yang mengenakan pakaian pelindung dan bertugas menjalankan kebijakan penguncian wilayah. 

Bahkan, beredar pula klaim bahwa banyak warga Tiongkok yang panik dan melarikan diri dari Rusia untuk kembali ke negara mereka.

Perlu diperhatikan, sebuah unggahan di platform X menyebutkan bahwa akun resmi WeChat dari departemen pengendalian dan pencegahan penyakit di Chenzhou dan Yongzhou, Provinsi Hunan, telah menerbitkan imbauan pencegahan pes. Isinya menekankan bahwa pes dapat dicegah, diobati, dan dikendalikan, serta mengimbau masyarakat agar melakukan pencegahan secara ilmiah, tidak mempercayai rumor, dan tidak menyebarkannya.

Sementara itu, di Hong Kong, Departemen Kesehatan menyatakan kemarin bahwa Pusat Perlindungan Kesehatan sedang memantau situasi terkait dengan saksama dan telah mengambil langkah-langkah pencegahan serta pengendalian untuk mencegah masuknya kasus dari luar wilayah.

Hingga saat ini, otoritas resmi PKT belum mengonfirmasi adanya kasus pes pneumonik terkonfirmasi di wilayah Tiongkok.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Bukan Sekadar Sensasi Terbakar, Makanan Pedas Punya Sejumlah Manfaat bagi Tubuh

Makanan pedas sering digambarkan sebagai makanan yang “panas”, dan hal ini mungkin berkaitan dengan pengaruhnya terhadap tubuh. Ahli gizi Barat akan menjelaskan bahwa cabai bekerja...

Mengapa Anak Perempuan (Memang Sepantasnya) Menyukai Cinderella

Jauh sebelum kisahnya dilengkapi sepatu kaca dan ibu peri, Cinderella telah mengisahkan keberanian, keadilan, dan keluhuran budi. Walker Larson Saya dan istri mengizinkan putri kami menonton...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine