Seperti Ditempel dengan Lem? Layar Huawei Smart Screen Sering Terlepas, Keluhan Konsumen Terus Bermunculan

Raksasa teknologi Tiongkok, Huawei, belakangan ini terus diterpa berbagai kontroversi. Ketika kasus pedal rem mobil Zunjie V800 yang dilaporkan patah masih menjadi sorotan, kini beredar pula video layar televisi Huawei Smart Screen yang terlepas. Insiden tersebut menuai perhatian sekaligus ejekan dari warganet.

EtIndonesia.com Belakangan ini, sebuah video beredar di media sosial Tiongkok daratan. Video itu memperlihatkan layar depan sebuah televisi Huawei Smart Screen terlepas dari dinding. Layar tersebut terpisah dari unit utama dan menggantung di depan lemari ruang tamu, dengan bagian atas berwarna putih dan bagian bawah berwarna hitam. Pemandangan itu dinilai ironis oleh warganet.

Topik “Layar Huawei Smart Screen Terlepas” pun menjadi tren pencarian populer di internet Tiongkok.

Warganet dengan nama akun “老司機78427” yang mengunggah video tersebut menulis, “Televisi Huawei Smart Screen sampah. Layar depannya tiba-tiba jatuh pada tengah malam. Benar-benar produk sampah…”

Layar Huawei Smart Screen yang terlepas. (Gambar dari internet)

Insiden tersebut kemudian memicu banyak komentar dari warganet. Salah satu komentar bernada sindiran berbunyi, “Mengapa tidak menambah sedikit anggaran untuk membeli produk yang lebih bagus?” Komentar ini menyindir konsumen yang membeli produk Huawei karena sentimen terhadap merek nasional, tetapi akhirnya dianggap harus membayar mahal untuk kualitas yang mengecewakan.

Warganet lain di platform X juga melontarkan sindiran, seperti “Patriotisme tidak ternilai harganya”, “Layar lipat”, dan “Saya kira ini laptop berukuran raksasa”.

Layar Huawei Smart Screen terlepas; warganet menertawakan kejadian tersebut. (Gambar dari internet)

Kasus layar terlepas bukan kejadian pertama

Insiden terlepasnya layar Huawei Smart Screen sebenarnya telah terjadi beberapa kali sebelumnya.

Pada Agustus lalu, media Tiongkok daratan melaporkan bahwa layar depan televisi Huawei Smart Screen berukuran 65 inci di rumah seorang warga Shenzhen tiba-tiba terlepas dan jatuh ke area bermain anak-anak. Beruntung, kejadian itu berlangsung pada malam hari. Jika terjadi pada siang hari ketika anak-anak berada di dekatnya, akibatnya bisa sangat fatal.

Setelah kejadian tersebut, seorang konsumen bermarga Gao menghubungi layanan purnajual Huawei. Ia diberi tahu bahwa masalah layar depan yang terlepas pada model televisi tersebut bukanlah kasus tunggal. Namun, karena masa garansi tiga tahun telah berakhir, satu-satunya pilihan yang ditawarkan adalah membayar biaya tambahan untuk mengganti unit televisi baru.

Di platform pengaduan konsumen Tiongkok daratan, Hei Mao Tousu (Black Cat Complaints), terdapat lebih dari 800 keluhan terkait Huawei Smart Screen. Keluhan tersebut mencakup berbagai masalah kualitas, seperti layar hitam, layar terlepas, dan lapisan perekat yang terkelupas.

Huawei Smart Screen dapat dilepas. (Gambar dari web)

Di antara berbagai keluhan tersebut, masalah layar yang terlepas cukup menonjol. Dalam sejumlah kasus, insiden itu nyaris mencederai orang.

Pada 24 September tahun ini, seorang konsumen menulis: “Saya membeli televisi LCD Huawei Smart Screen V65 HEGE-560 berukuran 65 inci melalui Suning.com pada 8 April 2020. Televisi tersebut dipasang di dinding secara normal oleh pihak penjual. Namun, pada pagi hari tanggal 22 September 2024, panel LCD Huawei Smart Screen tiba-tiba terlepas tanpa sebab yang jelas. Seluruh panel LCD jatuh dan pecah.”

Pada 22 September, konsumen lain menulis: “Saya membeli sebuah televisi Huawei Smart Screen melalui saluran resmi yang biasa digunakan. Pada Maret 2026, ketika perangkat digunakan secara normal, muncul masalah kualitas serius berupa terlepasnya strip perekat layar dan ketidaknormalan pada sambungan layar. Ini merupakan cacat struktural dalam perakitan produk.”

Pada 15 September, seorang konsumen mengeluhkan: “Saya ingin mengajukan pengaduan terhadap Huawei! Televisi Huawei Smart Screen yang saya beli memiliki cacat desain. Layarnya tiba-tiba terlepas dan nyaris melukai seseorang. Sebelumnya saya percaya kepada Huawei dan membeli produk generasi pertamanya, Smart Screen V55i, karena mengira kualitasnya bagus. Tidak disangka, setelah digunakan beberapa waktu, layarnya tiba-tiba terlepas dan nyaris mencederai anak saya!”

Pada 4 September, konsumen lainnya menulis: “Saya membeli Huawei Smart Screen V65 pada 2020. Sejak dibeli, televisi tersebut selalu digunakan secara normal dan dipasang di dinding ruang tamu, tanpa benturan dari luar ataupun kerusakan akibat ulah manusia.

“Baru-baru ini, saya menemukan bahwa perekat di sekeliling layar telah terkelupas parah. Layar terlihat jelas terpisah dari bodi utama dan sewaktu-waktu berisiko terlepas seluruhnya. Layar televisi ini berbobot puluhan jin (satuan berat tradisional Tiongkok, sekitar setengah kilogram per jin). Jika terlepas, keselamatan anggota keluarga akan terancam secara langsung.

“Saya segera menghubungi layanan purnajual resmi Huawei, tetapi pihak perusahaan hanya menawarkan solusi seperti ‘merekatkan ulang’ atau ‘memberikan bingkai dekoratif’.”

Sebagian besar keluhan di atas berkaitan dengan televisi Huawei Smart Screen yang dijual pada 2020. Meskipun masalah tersebut telah berlangsung cukup lama, Huawei belum melakukan penarikan kembali terhadap produk yang bermasalah. Dalam banyak kasus, konsumen justru diminta membayar biaya tambahan untuk mengganti unit baru. Hal ini memicu ketidakpuasan konsumen.

Seorang konsumen mengatakan: “Saya membeli tiga televisi Huawei Smart Screen. Tepat setelah masa garansi berakhir, dua diantaranya mengalami kerusakan layar, yakni model Pro 86 inci dan model 55 inci. Setelah petugas layanan purnajual datang memeriksa, keduanya dinyatakan harus mengganti layar. Namun, biaya penggantian layar sangat mahal, hampir sama dengan harga membeli televisi baru.

“Setelah berulang kali berkomunikasi dengan layanan purnajual, satu-satunya keringanan yang diberikan adalah potongan sebesar 1.500 yuan untuk penggantian layar televisi 86 inci. Saya sendiri masih harus membayar lebih dari 4.000 yuan.”

Huawei, yang menurut laporan ini mendapat dukungan dari otoritas resmi Partai Komunis Tiongkok (PKT), ketika menghadapi keluhan dan pertanyaan dari konsumen maupun masyarakat mengenai kualitas produk, disebut lebih sering mengandalkan pengendalian opini publik, tekanan hukum, dan penghapusan video pengujian produk.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Bukan Sekadar Sensasi Terbakar, Makanan Pedas Punya Sejumlah Manfaat bagi Tubuh

Makanan pedas sering digambarkan sebagai makanan yang “panas”, dan hal ini mungkin berkaitan dengan pengaruhnya terhadap tubuh. Ahli gizi Barat akan menjelaskan bahwa cabai bekerja...

Mengapa Anak Perempuan (Memang Sepantasnya) Menyukai Cinderella

Jauh sebelum kisahnya dilengkapi sepatu kaca dan ibu peri, Cinderella telah mengisahkan keberanian, keadilan, dan keluhuran budi. Walker Larson Saya dan istri mengizinkan putri kami menonton...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine