Mengungkap Sisi Gelap Kompleks Penipuan Siber Milik Pengusaha Tionghoa di Kamboja, Deng Pibing

Pengusaha Deng Pibing, yang berasal dari Provinsi Hunan, Tiongkok, diduga terlibat dalam pengelolaan kompleks pengembangan pariwisata berskala besar di wilayah barat daya Kamboja yang menyembunyikan pusat-pusat penipuan daring, perjudian ilegal, dan aktivitas narkoba.

EtIndonesia.com Pada Sabtu (10/10) pekan lalu, program investigasi Al Jazeera, 101 East, merilis sebuah film dokumenter investigasi eksklusif yang mengungkap dugaan praktik ilegal di kawasan tersebut.

Deng Pibing, seorang pengusaha keturunan Tionghoa yang telah menetap di Kamboja selama lebih dari 20 tahun, memiliki proyek pengembangan pariwisata berskala besar di kawasan Changwan, Seven Star Sea, Provinsi Koh Kong. Kawasan tersebut mencakup area sekitar 45.000 hektare.

Meskipun dipromosikan sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang menggabungkan kawasan hunian, pariwisata, dan resor liburan, proyek tersebut diduga menyembunyikan pusat-pusat penipuan daring, perjudian ilegal, serta aktivitas narkoba.

Dalam penyelidikannya, para jurnalis menyamar sebagai anggota sebuah kelompok perjudian daring besar asal Filipina. Dengan dalih mencari lokasi baru untuk menjalankan bisnis, mereka menghubungi Deng Pibing, ketua perusahaan Zhengheng Co., Ltd., beserta mitra bisnisnya.

Hong Lei, asisten Deng Pibing, mengatakan kepada para jurnalis bahwa sebagian bangunan di kawasan tersebut dibangun oleh perusahaan milik negara Tiongkok, China Railway. Kawasan itu juga menyediakan fasilitas pendukung bisnis bagi pembeli lahan, dengan memungut biaya pengelolaan properti dan biaya perlindungan.

Para jurnalis investigasi menemukan bahwa sejumlah kompleks bangunan yang dipromosikan sebagai hunian mewah berada di bawah pengawasan ketat. Penghuninya tidak dapat keluar-masuk secara bebas.

Tempat-tempat hiburan di dalam kompleks tersebut diduga digunakan untuk memberikan hadiah kepada karyawan yang dianggap memiliki kinerja luar biasa. Fasilitas yang disediakan mencakup minuman beralkohol, layanan seksual, dan narkoba.

Deng Pibing dan orang-orang di sekitarnya juga berulang kali menyinggung hubungan dekat mereka dengan kepolisian Kamboja.

Deng bahkan mengakui kepada para jurnalis investigasi bahwa dirinya telah berteman selama bertahun-tahun dengan She Zhijiang, dalang di balik proyek Asia-Pacific New City yang telah diekstradisi ke Tiongkok. She Zhijiang sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa dirinya bergabung dengan Kementerian Keamanan Negara Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Pada 2023, pemerintah Inggris sebenarnya telah menjatuhkan sanksi terhadap salah satu perusahaan milik Deng Pibing. Perusahaan tersebut dituduh terlibat dalam praktik kerja paksa dan aktivitas penipuan daring di dalam proyek Changwan.

Sejak awal tahun ini, pemerintah Kamboja meningkatkan upaya pemberantasan penipuan siber di seluruh negeri. Pada awal tahun, aparat juga pernah melakukan inspeksi mendadak di kompleks Changwan.

Menurut Al Jazeera, Hong Lei kemudian menanggapi bahwa Deng Pibing telah menerima saran untuk meninggalkan Kamboja beberapa hari sebelum Chen Zhi, tokoh utama kriminal di balik Prince Group, ditangkap pada 6 Januari lalu. Hingga kini, keberadaan Deng Pibing tidak diketahui.

Laporan gabungan reporter NTD, Guo Yuexi.

INSPIRASI ERABARU

Bukan Sekadar Sensasi Terbakar, Makanan Pedas Punya Sejumlah Manfaat bagi Tubuh

Makanan pedas sering digambarkan sebagai makanan yang “panas”, dan hal ini mungkin berkaitan dengan pengaruhnya terhadap tubuh. Ahli gizi Barat akan menjelaskan bahwa cabai bekerja...

Mengapa Anak Perempuan (Memang Sepantasnya) Menyukai Cinderella

Jauh sebelum kisahnya dilengkapi sepatu kaca dan ibu peri, Cinderella telah mengisahkan keberanian, keadilan, dan keluhuran budi. Walker Larson Saya dan istri mengizinkan putri kami menonton...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine