Seorang Mahasiswi Doktoral Asal Tiongkok Ditangkap di Bandara AS, Ia Dituduh Meracuni Mesin Kopi dan Mencuri Hak Paten

Wang Aili seorang mahasiswi doktoral bidang mikrobiologi asal Tiongkok, diduga memasukkan zat beracun ke dalam minuman seorang rekan kerja dan mencuri penelitian terkait paten kanker. Baru-baru ini, ia ditangkap di Bandara Internasional Los Angeles ketika diduga berusaha melarikan diri ke Tiongkok.

EtIndonesia.com Menurut laporan Associated Press (AP) pada 13 Oktober, Wang Aili, 32 tahun, warga negara Tiongkok yang menempuh pendidikan pascasarjana bidang mikrobiologi di University of Wyoming, diduga memasukkan zat neurotoksik beracun, yaitu akrilamida (acrylamide), ke dalam mesin kopi yang digunakan rekannya untuk menyeduh teh. Tindakan tersebut diduga menyebabkan korban mengalami keracunan.

Wang ditangkap pada 6 Oktober di Bandara Internasional Los Angeles ketika bersiap untuk melarikan diri ke Tiongkok. Saat ini, ia ditahan di Los Angeles. Ia menghadapi dakwaan pidana berat atas penganiayaan yang diperberat, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda sebesar US$10.000.

Hasil penyelidikan jaksa dan dokumen pengadilan menyebutkan bahwa korban dalam kasus ini adalah seorang mahasiswa pascasarjana berprestasi asal Vietnam. Penelitiannya memanfaatkan bakteri untuk mengantarkan asam ribonukleat (RNA) ke dalam sel tubuh manusia. Penelitian tersebut membuka jalan bagi pengembangan teknologi pengobatan kanker, penyakit saraf, dan penyakit genetik. Penelitian terkait juga telah diajukan untuk memperoleh paten.

Wang Aili dan korban menggunakan laboratorium penelitian yang sama di kampus University of Wyoming di Laramie. Mahasiswa asal Vietnam tersebut menunjukkan prestasi penelitian yang menonjol. 

Sebaliknya, Wang gagal dalam ujian lisan disertasi doktoralnya untuk pertama kali. Dosen pembimbing mengungkapkan bahwa hubungan keduanya sehari-hari tidak harmonis dan bidang penelitian mereka juga tidak memiliki keterkaitan.

Wang diduga mungkin merasa iri terhadap hasil penelitian rekannya setelah gagal dalam ujian disertasi doktoral pertamanya.

Sejak Agustus tahun ini, korban mulai mengalami sejumlah gejala keracunan, antara lain mati rasa pada jari-jari tangan, kelemahan pada kaki, kelelahan ekstrem, dan insomnia. Ia juga menyadari bahwa teh yang diseduh menggunakan mesin kopi di atas meja kerjanya memiliki rasa dan bau yang aneh.

Istri korban bersama rekan-rekannya kemudian menguji air dari mesin kopi di kantor tersebut. Hasil pemeriksaan menemukan serbuk akrilamida berkonsentrasi tinggi dengan jumlah mencapai 63 miligram.

Selanjutnya, dengan didampingi petugas keamanan kampus, korban memasang kamera pengawas. Rekaman kamera tersebut diduga memperlihatkan Wang membolak-balik dokumen di meja korban dan memotret isi buku catatan eksperimen halaman demi halaman. Bahkan, pada 1 Oktober, Wang terlihat menuangkan cairan yang tidak diketahui ke dalam cangkir miliknya sendiri, kemudian membilas cangkir korban.

Pada saat yang sama, polisi juga menemukan bahwa Wang pernah dua kali membeli zat akrilamida melalui eBay. Setelah itu, ia diduga meminta agar akun tersebut dihapus.

Namun, ketika diperiksa oleh petugas keamanan kampus pada 5 Oktober, Wang bersikeras bahwa dirinya sudah bertahun-tahun tidak pernah bersentuhan dengan akrilamida. Keesokan harinya, ia justru membawa beberapa komputer jinjing, hard disk eksternal, dan sejumlah besar materi penelitian, lalu langsung menuju bandara untuk melarikan diri ke Tiongkok. Polisi menangkapnya di tempat.

Hakim di Negara Bagian Wyoming mempertimbangkan risiko Wang melarikan diri dan menaikkan uang jaminannya secara signifikan, dari US$200.000 menjadi US$1,5 juta. Uang jaminan tersebut harus dibayarkan secara tunai. Wang kini menunggu proses pemindahan kembali ke Wyoming untuk menjalani persidangan.

Dosen pembimbingnya mengatakan bahwa akrilamida merupakan zat neurotoksik kuat yang tidak dapat dinetralkan dan dapat langsung masuk ke dalam neuron serta membunuh sel-sel saraf.

Hingga kini, korban masih mengalami kesulitan berkonsentrasi dan mudah merasa lelah. Ia juga telah kehilangan sensasi pada tangan kirinya. Belum dapat dipastikan apakah korban akan pulih sepenuhnya. (***)

INSPIRASI ERABARU

Bukan Sekadar Sensasi Terbakar, Makanan Pedas Punya Sejumlah Manfaat bagi Tubuh

Makanan pedas sering digambarkan sebagai makanan yang “panas”, dan hal ini mungkin berkaitan dengan pengaruhnya terhadap tubuh. Ahli gizi Barat akan menjelaskan bahwa cabai bekerja...

Mengapa Anak Perempuan (Memang Sepantasnya) Menyukai Cinderella

Jauh sebelum kisahnya dilengkapi sepatu kaca dan ibu peri, Cinderella telah mengisahkan keberanian, keadilan, dan keluhuran budi. Walker Larson Saya dan istri mengizinkan putri kami menonton...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine