“In This Economy” Beratnya Kehidupan Kurir Makanan di Tiongkok: Seorang Anak Menangis Sendirian di Dalam Kotak Pengiriman pada Dini Hari

Kehidupan masyarakat Tiongkok semakin sulit, dan rakyat biasa menghadapi kondisi yang kian berat. Baru-baru ini, sejumlah video yang direkam warganet tentang para kurir makanan di Tiongkok membuat banyak orang merasa pilu. Ada penyandang disabilitas yang mengantarkan makanan menggunakan kursi roda, sementara ada pula kurir yang harus bekerja sambil mengasuh anak, sehingga terpaksa menempatkan anaknya di dalam kotak pengantaran makanan.

EtIndonesia.com Pada pukul 04.00 pagi, di sebuah jalan di Provinsi Yunnan, seorang anak kecil terlihat menangis keras di dalam kotak pengantaran makanan. Diduga orang tuanya sedang naik ke lantai atas untuk mengantarkan pesanan. Anak itu baru berhenti menangis setelah orang tuanya kembali.

Dilaporkan NTD pada 14 Oktober 2026, seorang warganet berkomentar, “Dalam sekejap, perasaan saya bercampur aduk.”

Baru-baru ini, seorang warganet di Shenzhen juga merekam seorang kurir penyandang disabilitas yang mengantarkan makanan dengan menggunakan kursi roda. Pemandangan tersebut mengundang simpati masyarakat sekitar. Beberapa pejalan kaki yang berhati baik dan pemilik toko bahkan membantunya mengambil pesanan makanan.

Tahun lalu, seorang warganet di Provinsi Zhejiang merekam seorang kurir penyandang disabilitas yang tetap mengantarkan makanan di tengah hujan. Video tersebut membuat banyak warganet terharu hingga menangis.

Salah seorang warganet meninggalkan komentar penuh empati, “Antarkan saja dengan pelan-pelan. Saya tidak keberatan menahan lapar sedikit lebih lama. Semoga Anda selalu selamat!”

Namun, baru-baru ini, otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT) justru berdalih ingin “mensejahterakan rakyat” dengan menggunakan “big data” untuk mengidentifikasi orang-orang yang belum membayar iuran jaminan sosial. Pemerintah mendorong penagihan iuran dengan alasan agar semua orang yang wajib menjadi peserta benar-benar terdaftar dan terlindungi.

Banyak orang menyindir kebijakan tersebut dengan komentar, “Tidak perlu dicari lagi, saya sudah keluar sendiri. Sekalian saja pemerintah membayarkan iuran saya!”

Warganet mengecam keras kebijakan itu. Mereka mengatakan bahwa rakyat kecil sudah kesulitan untuk sekadar bertahan hidup, tetapi masih dipaksa membayar iuran jaminan sosial demi membiayai aparat besar dalam sistem pemerintahan PKT, termasuk perangkat untuk mempertahankan stabilitas rezim.

Laporan gabungan Anqi dan Chen Qian, reporter NTD.

INSPIRASI ERABARU

Bukan Sekadar Sensasi Terbakar, Makanan Pedas Punya Sejumlah Manfaat bagi Tubuh

Makanan pedas sering digambarkan sebagai makanan yang “panas”, dan hal ini mungkin berkaitan dengan pengaruhnya terhadap tubuh.Ahli gizi Barat akan menjelaskan bahwa cabai bekerja...

Mengapa Anak Perempuan (Memang Sepantasnya) Menyukai Cinderella

Jauh sebelum kisahnya dilengkapi sepatu kaca dan ibu peri, Cinderella telah mengisahkan keberanian, keadilan, dan keluhuran budi.Walker LarsonSaya dan istri mengizinkan putri kami menonton...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine