EtIndonesia.com Sejak gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Panama pada 9 Oktober, dilaporkan telah terjadi lebih dari 400 gempa susulan. Pejabat setempat menyatakan bahwa seorang perempuan berusia 68 tahun meninggal dunia pada 14 Oktober akibat luka-luka yang dideritanya dalam gempa pekan lalu. Ia menjadi korban jiwa pertama dalam bencana alam tersebut.
Menurut pernyataan pejabat jaminan sosial Panama, korban bernama Elena Barria, warga Macaracas, Provinsi Los Santos, yang merupakan salah satu wilayah terdampak paling parah. Ia dilaporkan “mengalami luka berat akibat gempa bumi”.
Gempa dahsyat tersebut menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan sekitar 30 orang mengalami luka-luka. Sejumlah bangunan, jembatan, dan jalan mengalami kerusakan parah, sehingga beberapa jalur transportasi di wilayah tengah Panama terputus atau terganggu.
Menurut otoritas tanggap darurat, gempa pada 9 Oktober itu menyebabkan sedikitnya 27 orang terluka dan merusak hampir 900 rumah. Pihak berwenang memperingatkan bahwa jumlah korban terdampak dan kerusakan masih berpotensi meningkat seiring berlanjutnya penilaian kondisi di komunitas-komunitas terpencil.
Pemerintah setempat telah menetapkan status darurat nasional dan akan mengalokasikan dana sebesar US$100 juta untuk penanggulangan bencana.
Sumber : NTDTV.com


