Aksi Heroik Guru di Tengah Penembakan di Sekolah SD Oregon, AS: 4 Tewas, Pelaku Dijatuhkan dan Senjatanya Berusaha Direbut

Kepolisian Amerika Serikat pada Jumat (16 Oktober) menyatakan bahwa seorang pelaku bersenjata menerobos masuk ke sebuah sekolah dasar di negara bagian Oregon pada 15 Oktober. Pelaku kemudian melepaskan tembakan. Insiden tersebut menewaskan tiga anak dan seorang dewasa. Ketika ruang kelas diserang, seorang guru melemparkan ponselnya ke arah pelaku, kemudian menerjang dan bergulat dengannya, sehingga membantu menyelamatkan lebih banyak nyawa.

EtIndonesia.com Menurut laporan Reuters, sehari setelah penyelidikan atas insiden penembakan di sekolah terbaru di Amerika Serikat itu dimulai, polisi mengungkapkan rincian terbaru mengenai kejadian di sebuah ruang kelas pendidikan khusus di Silver Rail Elementary School.

Seorang mantan siswa berusia 16 tahun melepaskan tembakan dan menewaskan tiga murid berusia masing-masing 5, 8, dan 11 tahun, serta seorang guru.

Kepala Kepolisian Kota Bend, Mike Krantz, tidak mengungkapkan nama guru yang bergulat dengan pelaku. Namun, dalam konferensi pers, ia mengatakan bahwa guru tersebut melemparkan ponselnya ke arah tersangka, kemudian menjatuhkannya ke lantai dan berjuang untuk merebut senapan laras licin (shotgun) yang dipegang pelaku.

Krantz mengatakan, “Guru tersebut tidak terluka dalam insiden ini, tetapi tindakannya hampir pasti membantu mencegah jatuhnya lebih banyak korban.”

Ketika guru dan pelaku sedang bergulat, seorang orang tua murid masuk ke ruang kelas dan menembak pelaku hingga tewas.

Pejabat mengatakan bahwa orang tua tersebut melihat pelaku menembakkan senapan laras licin di luar lingkungan sekolah, lalu mengikutinya masuk ke dalam gedung sekolah. Polisi menyatakan bahwa petugas tiba di lokasi dalam waktu tiga menit setelah menerima panggilan darurat pertama. Saat mereka tiba, pelaku sudah meninggal dunia.

Sebelumnya, pelaku berusia 16 tahun itu menerobos masuk ke lingkungan sekolah dengan menembak hingga menembus pintu kaca yang terkunci. Ia kemudian membunuh empat orang dan melukai dua orang lainnya.

Mengenai keberanian guru yang menerjang pelaku dan orang tua murid yang menembaknya untuk menghentikan serangan, Krantz mengatakan, “Saya rasa kita tidak boleh meremehkan atau menganggap enteng keberanian seperti ini. Ketika seseorang bersedia mempertaruhkan nyawanya demi orang lain, kita harus memberikan penghargaan atas tindakan tersebut.”

Ia mengatakan bahwa tindakan orang tua murid yang berada di lokasi itu “tanpa diragukan lagi telah menyelamatkan lebih banyak orang.” Ia juga memuji guru yang “berani maju dan berjuang demi keselamatan anak-anak” sebagai sosok yang benar-benar heroik.

Krantz mengonfirmasi bahwa pelaku bernama Griffin J. John II. Saat melakukan serangan, ia membawa senapan laras licin kaliber 12. Ia melepaskan sekitar 15 tembakan di dalam ruang kelas dan masih membawa 44 butir amunisi tambahan.

Menurut laporan The New York Times, ibu dari orang tua murid yang menembak pelaku hingga tewas mengonfirmasi bahwa putranya adalah Kaylub Giamanco.

Dalam sebuah video yang diterbitkan oleh The New York Times, ibu Kaylub, Freeman, membacakan pernyataan singkat yang membenarkan bahwa putranya merupakan ayah dari dua anak perempuan yang bersekolah di tempat tersebut.

Freeman mengatakan, “Dia tidak mencari perhatian, tetapi ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada petugas pertolongan pertama, staf sekolah, dan masyarakat atas perhatian serta dukungan yang diberikan. Keluarga Giamanco, termasuk kedua putrinya yang bersekolah di tempat ini, memohon agar privasi mereka dihormati selama masa sulit ini. Untuk saat ini, keluarga tidak akan menerima wawancara.”

Kota Bend terletak sekitar 280 kilometer di tenggara Portland, Oregon, dengan jumlah penduduk sekitar 100.000 jiwa.

Pada Sabtu pagi waktu setempat, warga berkumpul di sekitar sekolah untuk mengenang para korban. Mereka meletakkan bunga dan lilin di luar garis polisi berwarna kuning yang membatasi lokasi kejadian.

Diadaptasi dari Kantor Berita Pusat Taiwan / Editor: Lu Yongxin

INSPIRASI ERABARU

Bukan Sekadar Sensasi Terbakar, Makanan Pedas Punya Sejumlah Manfaat bagi Tubuh

Makanan pedas sering digambarkan sebagai makanan yang “panas”, dan hal ini mungkin berkaitan dengan pengaruhnya terhadap tubuh. Ahli gizi Barat akan menjelaskan bahwa cabai bekerja...

Mengapa Anak Perempuan (Memang Sepantasnya) Menyukai Cinderella

Jauh sebelum kisahnya dilengkapi sepatu kaca dan ibu peri, Cinderella telah mengisahkan keberanian, keadilan, dan keluhuran budi. Walker Larson Saya dan istri mengizinkan putri kami menonton...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine