Home Blog

33 Tahun Kemudian, Pembantaian di Lapangan Tiananmen Masih Penting bagi Dunia

Dorothy Li

Tanggal 3 Juni 1989, adalah malam berdarah bagi para pengunjuk rasa mahasiswa pro-demokrasi. Kala itu, tank-tank meluncur menuju ke Lapangan Tiananmen, Beijing untuk memusnahkan orang-orang dan apapun di jalanan. Gas air mata dan peluru tajam membanjiri alun-alun.

Para pengunjuk rasa yang panik menyandarkan tubuh-tubuh yang lemas ke sepeda, bus, dan ambulans untuk mengangkut mereka pergi. Ribuan pengunjuk rasa tak bersenjata diperkirakan tewas.

Pembunuhan massal tersebut mengejutkan dunia. Sebagai tanggapan, kala itu Presiden AS George H.W. Bush mengutuk pembantaian tersebut. Kemudian menangguhkan pengiriman senjata ke Tiongkok dan memberlakukan beberapa sanksi.

“Tapi mereka segera beralih,” kata Li Hengqing, mantan pemimpin mahasiswa 1989 yang sekarang tinggal di Washington. Li menunjukkan bahwa sebagian besar sanksi langsung dicabut dan hubungan ekonomi kembali dilanjutkan.

“Kebetulan saya percaya bahwa kontak komersial telah memimpin, pada esensinya adalah pencarian lebih banyak terhadap kebebasan ini,” kata Bush pada konferensi pers yang diadakan sehari setelah pembantaian Tiananmen. 

“Saya pikir karena orang memiliki insentif komersial, apakah itu di Tiongkok atau  sistem totaliter lainnya, langkah menuju demokrasi menjadi lebih tak terhindarkan,” katanya. 

Teori itu digambarkan  “sangat konyol,” kata Yuan Hongbing, seorang cendikiawan Tiongkok yang kemudian diskors dari tugasnya karena berpartisipasi dalam aksi protes Tiananmen. Ia mengatakan kebijakan keterlibatan Washington dengan Tiongkok menguntungkan PKT. Bahkan, membantu rezim komunis mengumpulkan kekuatan ekonomi selama tiga dekade. 

“[Respon] Barat menguatkan PKT,” kata Chen Weijian, seorang komentator Tiongkok yang meninggalkan daratan Tiongkok ke Selandia Baru dua tahun setelah tindakan keras Tiananmen.

Setelah 33 tahun, “pembangunan ekonomi tak mengarah ke Tiongkok yang bebas,” kata Chen, yang merupakan pendiri majalah pro-demokrasi Tiongkok dan diselidiki karena mendukung demonstrasi 1989. Sebaliknya, PKT berusaha menggunakan kekuatan ekonomi untuk “mengubah aturan komunitas internasional” dan mengekspor model kontrol penindasannya ke seluruh dunia.

Chen mengutip percakapan antara Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden.

Selama pidato baru-baru ini di kelas kelulusan Akademi Angkatan Laut, Biden mengatakan bahwa Xi mengatakan kepadanya bahwa demokrasi akan jatuh dan “otokrasi akan menjalankan dunia.”

“Ketika dia menelepon saya untuk memberi selamat kepada saya pada malam pemilihan, dia mengatakan kepada saya apa yang dia katakan berkali-kali sebelumnya,” kata Biden pada 27 Mei, merujuk pada Xi. 

“Dia berkata, ‘Demokrasi tidak dapat dipertahankan di abad ke-21. Otokrasi akan menjalankan dunia. Mengapa? Hal-hal berubah begitu cepat. Demokrasi membutuhkan konsensus, dan itu membutuhkan waktu, dan Anda tidak punya waktu.’

“Dia salah,” kata Biden.

Disensor di Tiongkok

Hong Kong, sebagai tempat terakhir untuk memperingati para korban pembantaian 1989 di pulau yang dikuasai PKT, melarang peringatan massal sejak tiga tahun lalu, dengan alasan pandemi, di tengah pengekangan kebebasan Hong Kong yang lebih luas di tangan rezim komunis.

Para pemimpin kelompok di balik acara nyala lilin tahunan  ditahan setelah didakwa melakukan subversi di bawah undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan PKT. Mereka termasuk di antara lebih dari 150 orang yang  didakwa atau dihukum berdasarkan Undang-Undang kejam yang telah digunakan untuk menghapus perbedaan pendapat di pusat demokrasi yang pernah berkembang pesat.

Pada peringatan tahun ini, puluhan polisi berpatroli di Victoria Park, tempat acara penyalaan lilin tahunan  yang pernah digelar sebelumnya.

Di daratan Tiongkok, aksi protes Lapangan Tiananmen, sebuah gerakan dipimpin oleh pemuda yang mengadvokasi reformasi demokrasi, masih merupakan topik yang tabu. Sampai hari ini, rezim partai komunis Tiongkok tidak akan mengungkapkan jumlah atau nama mereka yang terbunuh akibat kekejamannya. 

Rezim mencoba untuk menghapus semua kenangan pembantaian berdarah dengan menghapus setiap penyebutan peristiwa dari internet negara. Lebih parah lagi, kerap menekan para kerabat korban untuk memastikan agar mereka tetap bungkam. Akibatnya, generasi muda Tionghoa tidak menyadari apa yang terjadi pada malam itu.

Meskipun rezim terus menekan kenangan pada hari itu, Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan Amerika Serikat akan “terus berbicara dan mempromosikan akuntabilitas atas kekejaman rezim Tiongkok dan pelanggaran hak asasi manusianya termasuk yang terjadi di Hong Kong, Xinjiang, dan Tibet.”

“Kepada rakyat Tiongkok dan mereka yang terus menentang ketidakadilan dan mencari kebebasan, kami tidak akan melupakan 4 Juni,” katanya dalam pernyataan 3 Juni.

Pandemi

Tahun ini, Lapangan Tiananmen dilockdown beberapa minggu sebelum 4 Juni, sebagai  langkah pencegahan pandemi di bawah kebijakan “nol-COVID” rezim. 

Pendekatan kejam, yang dimaksudkan untuk menghilangkan setiap kasus infeksi dalam komunitas dengan memberlakukan lockdown dan karantina wajib, menyebabkan terjadinya kekurangan makanan dan penundaan perawatan medis bagi jutaan orang yang dilockdown di seluruh Tiongkok. 

“[PKT] ingin mengendalikan virus melalui pendekatan yang tidak menghormati hak asasi manusia, yang sama seperti yang dilakukan pada 4 Juni,” kata Chen.

Bagi Chen, kasus Li Wenliang, seorang dokter yang termasuk orang pertama memperingatkan tentang wabah COVID-19 awal di Wuhan, adalah alarm bagi dunia tentang bagaimana penindasan PKT dapat mempengaruhi mereka. Dokter tersebut ditegur oleh polisi pada Januari 2020 ketika pihak berwenang meremehkan tingkat keparahan wabah. Li kemudian meninggal dunia karena virus.

Chen mengatakan pandemi saat ini akan berbeda jika rezim tidak menyensor whistleblower dan pihak lain yang mencoba membunyikan alarm. “Akhirnya dunia mulai memahami PKT sekarang.”

Luo Ya dan Eva Fu berkontribusi pada laporan ini.

Wanita Tinggal di Toilet Tempat Kerja untuk Menghemat Uang Sewa

EtIndonesia. Seorang wanita muda di Tiongkok menjadi viral di media sosial setelah memamerkan tempat tinggalnya yang tidak biasa – toilet seluas 2 meter persegi di tempat kerjanya yang hanya dia bayar 50 yuan (sekitar Rp 115 ribu).

Semua orang mencoba menghemat uang sewa, tetapi berapa banyak dari kita yang rela tidur di toilet sungguhan untuk melakukannya?

Seorang wanita muda dari Hunan, Tiongkok, baru-baru ini mengejutkan dunia setelah mengunggah foto tempat tinggalnya yang tidak biasa – toilet kecil yang tidak terpakai yang terletak di dalam pabrik furnitur tempat dia bekerja.

Wanita berusia 19 tahun itu menjelaskan bahwa dia berasal dari keluarga miskin dan tidak mampu membayar lebih dari 800 yuan (sekitar Rp 1,8 juta) untuk tempat tinggal yang layak, jadi dia bertanya kepada bosnya apakah dia bisa tinggal di sana.

Unggahannya menjadi viral, tetapi kebanyakan orang berkomentar bahwa dia hanya membagikan foto dan video untuk menarik perhatian karena tidak ada yang bisa hidup dalam kondisi seperti itu. Namun, bos wanita itu menggunakan media sosial untuk mengonfirmasi bahwa dia memang tidur di toilet seluas 2 kaki persegi di pabriknya.

“Dia bersikeras membayar saya tambahan 50 yuan untuk air dan listrik setiap bulan, tetapi saya tidak mau mengambil uangnya,” kata bos wanita itu, seraya menambahkan bahwa pabrik grosir furnitur itu berlokasi di kawasan industri terpencil yang tidak memberinya banyak pilihan untuk mendapatkan sewa yang terjangkau.

Wanita itu mengatakan bahwa bosnya mencoba membantunya mencari akomodasi yang lebih normal di dekat pabrik, tetapi sewanya berkisar antara 800 yuan – 1.000 yuan.

Saat ini, dia mendapatkan gaji bulanan di bawah 3.000 yuan, dan dia berusaha menabung sebanyak mungkin untuk membayar uang muka rumah, jadi dia pikir itu tidak sepadan.

Bosnya bahkan menawarkan untuk membiarkannya tinggal di kantor di pabrik, tetapi dia memutuskan bahwa toilet yang tidak digunakan menawarkan lebih banyak privasi.

“Bagi saya sekarang, memiliki tempat tinggal sudah cukup,” tulis wanita muda itu di media sosial. “Saya tidak ingin menghabiskan banyak uang untuk menyewa rumah. Saya jelas tidak sanggup menghabiskan 800 yuan untuk menyewa rumah.”

Setelah unggahannya menjadi viral, wanita itu mengungkapkan bahwa dia putus sekolah pada usia 16 tahun untuk membantu keuangan keluarganya, yang membuat pekerjaan ini jauh lebih penting baginya. Dia telah tinggal di toilet kecil itu selama sekitar satu bulan, tetapi bosnya saat ini sedang melakukan modifikasi di sebuah kantor, dan dia berharap untuk segera pindah ke sana.

Kondisi kehidupan yang tidak biasa dari wanita berusia 19 tahun itu mendapat reaksi beragam di media sosial Tiongkok, dengan beberapa orang mengagumi tekadnya untuk menghemat uang dan yang lainnya mengatakan bahwa kesehatannya lebih penting daripada uang dan tidak seorang pun boleh hidup dalam kondisi seperti itu kecuali mereka tidak punya alternatif lain. (yn)

Sumber: odditycentral

Vitamin D Bisa Menjadi Cara Efektif untuk Memperlambat Perkembangan MS

EtIndonesia. Peneliti dari berbagai lembaga di Prancis telah menemukan bukti klinis yang kuat bahwa suplemen vitamin D bisa menjadi pengobatan yang efektif untuk kondisi neurodegeneratif multiple sclerosis (MS).

Ditemukan dalam sejumlah kecil makanan seperti ikan berlemak, telur, dan jamur, vitamin D biasanya diubah dari senyawa lain dalam tubuh kita saat terpapar sinar matahari. Namun, bagaimana pun kita mendapatkannya, zat kimia tersebut memainkan peran penting dalam penyerapan kalsium dari usus, serta fungsi kekebalan tubuh, pertumbuhan sel, metabolisme, dan aktivitas neuromuskular.

Kekurangan vitamin D sebelumnya telah diidentifikasi sebagai faktor risiko MS, suatu kondisi di mana tubuh menyerang selubung pelindung yang mengelilingi sel-sel sarafnya sendiri. Jadi, para peneliti melakukan uji coba dengan 303 peserta yang didiagnosis dengan sindrom terisolasi secara klinis (CIS); suatu kondisi yang dalam beberapa hal mirip dengan, dan sering berkembang menjadi, MS.

Dengan memberikan lebih dari setengah relawan suplemen vitamin D (cholecalciferol) dosis besar dua minggu sekali dan setengah lainnya plasebo selama dua tahun, para peneliti menemukan bahwa mereka yang berada dalam kelompok vitamin menunjukkan lebih sedikit lesi pada otak dan sumsum tulang belakang.

Aktivitas penyakit diamati pada 60,3 persen kelompok vitamin D dan 74,1 persen kelompok plasebo.

“Uji klinis acak ini menunjukkan bahwa monoterapi cholecalciferol dosis tinggi yang dimulai dalam waktu 90 hari setelah diagnosis CIS yang sangat menunjukkan MS mengurangi aktivitas penyakit secara signifikan dibandingkan dengan plasebo,” tulis para peneliti dalam makalah yang mereka terbitkan.

Temuan tersebut dianggap cukup signifikan secara statistik untuk mengonfirmasi bahwa vitamin D dapat membantu mencegah setidaknya sebagian kerusakan yang disebabkan oleh CIS dan MS saat sistem kekebalan menyerang tubuh.

Para peneliti juga dapat mengidentifikasi peserta yang melihat peningkatan paling banyak: mereka yang mengalami kekurangan vitamin D yang parah (seperti yang Anda duga), mereka yang memiliki BMI normal, dan mereka yang tidak memiliki lesi tulang belakang pada awal uji coba.

“Secara keseluruhan, hal ini menunjukkan bahwa cholecalciferol dapat menjadi alternatif terapi yang murah, dengan risiko efek samping yang rendah, setelah CIS, terutama pada populasi dengan akses terbatas ke terapi pengubah penyakit,” tulis para peneliti.

Ini merupakan langkah maju yang menjanjikan bagi vitamin D sebagai pengobatan MS yang potensial, meskipun masih ada pertanyaan yang belum terjawab.

Kesimpulan sebagian besar didasarkan pada ukuran kerusakan yang terjadi pada sistem saraf pusat, seperti yang dideteksi oleh pemindaian pencitraan resonansi magnetik. Dalam hal gejala yang sesuai dengan MS, terdapat kesenjangan yang jauh lebih kecil antara kedua kelompok. Terlebih lagi, perbedaan tingkat kekambuhan antara kedua kelompok ditemukan tidak signifikan.

Para peneliti juga ingin melakukan pengujian lebih lanjut tentang seberapa efektif dosis vitamin D ini.

Lebih banyak pekerjaan juga perlu dilakukan dalam hal memahami mekanisme yang terlibat di sini dan potensi risikonya: kita tahu bahwa vitamin D dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara tertentu, dan bahwa MS disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang tidak berfungsi dengan baik, tetapi penelitian di masa mendatang akan diperlukan untuk mengetahui dengan tepat apa hubungannya.

Upaya terus dilakukan untuk menemukan cara menyembuhkan atau membalikkan MS, dan kemajuan terus dilakukan – dalam hal mengidentifikasi faktor risiko penyakit, membatasi kerusakan yang ditimbulkannya pada tubuh, dan memahami bagaimana penyakit ini dimulai.

“Hasil ini memerlukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk peran potensial vitamin D dosis tinggi sebagai terapi tambahan,” tulis para peneliti.

Penelitian ini telah dipublikasikan di JAMA. (yn)

Sumber: sciencealert

7 Hal yang Perlu Diketahui dari Penerapan Tarif Resiprokal Trump, Indonesia Dikenai 32 Persen dan Tiongkok Tertinggi

Presiden meluncurkan babak baru dalam perdagangan AS, memberlakukan tarif universal 10 persen terhadap mitra dagang dan tarif resiprokal yang lebih tinggi untuk beberapa negara tertentu.

EtIndonesia.  WASHINGTON—Hanya 72 hari setelah menjabat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 2 April mengumumkan perubahan besar dalam kebijakan perdagangan, memperkenalkan apa yang ia sebut sebagai “tarif resiprokal” untuk semua negara dan mendeklarasikan hari itu sebagai “Hari Pembebasan di Amerika.”

Selama beberapa dekade, Amerika Serikat mempertahankan hambatan perdagangan yang rendah, mendorong perjanjian perdagangan bebas dengan tarif minimal atau nol—setidaknya dari pihak AS. Namun, era itu kini sudah berakhir.

Dalam sebuah acara di Gedung Putih, Trump memperlihatkan bagan besar yang menunjukkan tarif dasar dan tarif resiprokal yang kini akan dihadapi mitra dagang, sebagai upaya menyeimbangkan hambatan perdagangan tinggi yang mereka terapkan terhadap barang-barang AS. Tarif tersebut mencakup bea masuk tetap sebesar 10 persen, ditambah tarif tambahan yang disesuaikan untuk mencerminkan hambatan perdagangan masing-masing negara terhadap Amerika.

Rezim tarif baru Trump dirancang untuk meningkatkan manufaktur di AS dan menciptakan lapangan kerja bagi warga Amerika, tetapi dampaknya terhadap inflasi serta konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang bagi ekonomi masih harus dilihat. 

Berikut tujuh hal utama dari pengumuman pada Rabu.

1. Tarif Universal 10 Persen

Trump menetapkan tarif dasar minimum sebesar 10 persen pada semua impor dari berbagai negara. Tarif ini akan mulai berlaku pada 5 April 2025 pukul 12:01 pagi.

“Negara-negara asing akhirnya akan diminta membayar untuk hak istimewa mengakses pasar kita—pasar terbesar di dunia,” kata Trump.

Presiden menerapkan langkah perdagangan terbaru ini dengan mendeklarasikan keadaan darurat nasional berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional tahun 1977, yang memberikan kewenangan kepada presiden untuk mengatur impor.

Tahun lalu, Amerika Serikat mengimpor barang dan jasa senilai sekitar $4,1 triliun. Gedung Putih memperkirakan bahwa tarif baru ini dapat menghasilkan triliunan dolar dalam periode 10 tahun.

2. Tarif Resiprokal Menargetkan Negara dengan Hambatan Tinggi

Selain tarif universal, Trump juga mengumumkan tarif resiprokal tambahan terhadap mitra dagang AS yang masuk dalam daftar “pelanggar terburuk”. Tarif ini lebih tinggi untuk mengimbangi hambatan perdagangan non-moneter yang diterapkan oleh negara mitra.

Gedung Putih mengungkapkan bahwa tarif baru yang tercantum dalam bagan presiden untuk masing-masing negara mencakup tarif dasar 10 persen serta tarif resiprokal tambahan. Tarif baru ini akan diterapkan di atas tarif yang sudah ada.

Tarif resiprokal tambahan ini akan mulai berlaku pada 9 April pukul 12:01 pagi.

“Kami adalah bangsa yang baik hati, sangat baik hati,” ujar Trump, seraya menekankan bahwa AS hanya akan mengenakan tarif resiprokal setengah dari tarif yang telah diterapkan negara mitra dagangnya.

“Saya menyebut ini sebagai tarif resiprokal yang baik hati. Ini bukan tarif resiprokal penuh.”

Menurut daftar tersebut, banyak mitra dagang utama AS kini akan menghadapi tarif yang signifikan, termasuk Uni Eropa (20 persen), Jepang (24 persen), Taiwan (32 persen), dan Korea Selatan (25 persen).

Kamboja akan menghadapi tarif tertinggi sebesar 49 persen. Vietnam akan dikenakan tarif resiprokal sebesar 46 persen, dan India sebesar 34 persen, di luar tarif dasar.

Presiden juga menerapkan pajak resiprokal sebesar 34 persen terhadap Tiongkok. Menteri Keuangan Scott Bessent mengonfirmasi kepada Bloomberg Television bahwa tarif 34 persen ini ditambahkan di atas tarif yang sudah ada, sehingga total tarif untuk Tiongkok menjadi 54 persen.

Bessent menunjuk pada berbagai kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah asing, seperti manipulasi mata uang, pajak pertambahan nilai (PPN), dan “kebijakan non-pasar.”

Dalam lembar fakta Gedung Putih, banyak hambatan non-tarif dijelaskan.

Sebagai contoh, India telah menetapkan persyaratan pengujian dan sertifikasi yang berulang dalam berbagai sektor, “yang membuat perusahaan Amerika kesulitan atau mahal untuk menjual produk mereka di India.” Jika hambatan ini dihilangkan, ekspor AS diperkirakan akan meningkat setidaknya $5,3 miliar per tahun.

Pejabat AS juga menyoroti bahwa beberapa negara seperti Tiongkok, Jerman, Jepang, dan Korea Selatan menerapkan sistem pajak regresif dan sanksi lingkungan yang rendah, yang “menekan daya konsumsi domestik warga mereka sendiri.” Hal ini, menurut dokumen tersebut, juga meningkatkan daya saing ekspor mereka.

Gedung Putih menjelaskan bahwa tindakan presiden berdasarkan Pasal 232 dari Undang-Undang Ekspansi Perdagangan tahun 1962 terkait barang-barang tertentu, seperti mobil, suku cadang mobil, dan aluminium, tidak akan dikenakan tarif resiprokal. Produk-produk ini akan mengikuti rezim tarif spesifik mereka sendiri.

Presiden juga berencana memperkenalkan tindakan Pasal 232 terhadap tembaga, kayu, farmasi, dan semikonduktor dalam waktu dekat, menurut pejabat senior pemerintahan. Mineral kritikal juga bisa menjadi bagian dari rezim tarif ini.

Selain itu, Rusia dikecualikan dari daftar ini karena sanksi  diberlakukan atas perang di Ukraina, yang pada dasarnya telah menghentikan perdagangan antara AS dan Rusia.

3. Tiongkok Menghadapi Kenaikan Tarif Tajam

Tahun lalu, AS mencatat defisit perdagangan tertinggi dengan Tiongkok, mencapai hampir $300 miliar. Selama bertahun-tahun, praktik perdagangan tidak adil Partai Komunis Tiongkok (PKT), termasuk transfer teknologi paksa, pencurian kekayaan intelektual, dan subsidi negara, dikritik oleh kedua partai politik karena mengancam bisnis dan pekerja Amerika. Selain itu, Tiongkok juga dituduh membanjiri pasar global dengan ekspor berharga murah yang tidak wajar.

Setelah menjabat, Trump memberlakukan tarif 20 persen pada semua barang yang dibuat di Tiongkok, dengan alasan keadaan darurat nasional terkait perdagangan fentanyl yang sedang berlangsung. Hingga kini, Tiongkok tetap menjadi sumber utama prekursor fentanyl, yang dikirim ke Meksiko dan Kanada untuk diproses menjadi obat ilegal dan diselundupkan ke AS.

Tiongkok kini akan menghadapi tarif AS sebesar 54 persen, termasuk tarif resiprokal 34 persen, yang mendekati tarif 60 persen yang pernah Trump ancamkan terhadap Beijing selama kampanyenya.

“Rakyat Amerika membayar harga yang sangat mahal,” kata Trump dalam pidatonya di Rose Garden pada 2 April, menegaskan bahwa Tiongkok telah “memanfaatkan Amerika secara luar biasa selama bertahun-tahun.”

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada wartawan bahwa Tiongkok menggunakan transshipment untuk menghindari tarif, dengan mengirimkan barang melalui negara-negara pihak ketiga seperti Kamboja, Indonesia, Thailand, dan Vietnam.

“Masalah dengan Vietnam bukanlah tarif mereka,” kata pejabat itu. “Masalahnya adalah semua yang mereka lakukan, termasuk membuka fasilitas bagi Tiongkok untuk mengirim barang ke AS.”

Sementara negara-negara lain mungkin akan menyerah, Beijing diperkirakan akan menentang kebijakan tarif baru Trump, menurut Frank Xie, profesor bisnis di Universitas South Carolina Aiken.

“Tiongkok adalah pusat globalisasi. Negara lain mungkin akan menyerah, tetapi Tiongkok tidak mungkin melakukannya,” katanya kepada The Epoch Times. “Ini memungkinkan Trump untuk menyelesaikan masalah dengan negara lain sebelum fokus pada Tiongkok.”

4. Kanada dan Meksiko Dikecualikan dari Daftar

Kanada dan Meksiko tidak termasuk dalam rezim tarif timbal balik yang baru. Menurut pejabat senior pemerintahan, kedua negara tersebut tetap tunduk pada keadaan darurat nasional yang sebelumnya diumumkan oleh Trump.

Tarif awal sebesar 25 persen terhadap barang-barang dari Kanada dan Meksiko, yang diberlakukan karena kekhawatiran terkait migrasi ilegal dan perdagangan fentanyl, akan tetap berlaku. Sebelumnya, pemerintahan Trump memberikan pengecualian untuk mobil dan barang lain yang mematuhi Perjanjian Amerika Serikat–Meksiko–Kanada (USMCA), tetapi pengecualian ini berakhir pada 2 April, dan tidak ada perpanjangan yang diumumkan.

“Saat ini, Kanada dan Meksiko masih tunduk pada keadaan darurat nasional terkait fentanyl dan migrasi, dan rezim tarif tersebut akan tetap berlaku selama kondisi ini berlanjut. Mereka akan tetap mengikuti rezim yang ada, bukan rezim baru,” kata seorang pejabat kepada wartawan sebelum pengumuman Trump.

Pengecualian saat ini untuk barang-barang yang dicakup oleh perjanjian perdagangan bebas USMCA, yang diberlakukan pada 6 Maret, juga tetap berlaku. Kanada sebelumnya juga menerima tarif yang dikurangi sebesar 10 persen untuk ekspor energinya, yang tetap tidak berubah.

Jika tarif fentanyl dan keamanan perbatasan dihentikan karena respons yang cukup dari Kanada atau Meksiko, kedua negara tersebut akan dimasukkan ke dalam rezim tarif baru, kata pejabat tersebut.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney, yang telah berjanji untuk memberlakukan tindakan balasan terhadap tarif otomotif Trump, mengatakan bahwa tarif timbal balik global akan “secara fundamental mengubah sistem perdagangan internasional.”

5. Trump Membenarkan Tarif Baru

Trump dan pejabat administrasinya membenarkan tarif ini dengan menekankan perlunya Amerika mengatasi ketidakseimbangan struktural dalam perdagangan global untuk “membuat Amerika kaya kembali” setelah “dirampok selama lebih dari 50 tahun.”

“Selama beberapa dekade, negara kita telah dijarah, dirampok, diperkosa, dan dirampas oleh negara-negara di dekat dan jauh, baik teman maupun musuh,” kata Trump dalam acara di Rose Garden Gedung Putih yang dihadiri oleh banyak anggota parlemen dari Partai Republik serta sebagian besar kabinetnya.

“Para penipu asing telah menjarah pabrik-pabrik kita, dan para pemulung asing telah merusak impian Amerika yang dulu indah,” tambahnya.

Langkah-langkah baru ini akan membantu mengembalikan industri manufaktur AS, yang telah hancur sejak perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), kata Trump.

“Lima juta pekerjaan manufaktur hilang, sementara kita mengalami defisit perdagangan sebesar $19 triliun,” katanya. “Itu adalah perjanjian perdagangan terburuk yang pernah dibuat karena kerugian besar ini.”

Defisit perdagangan yang berkepanjangan juga dikutip sebagai alasan untuk tarif ini. Kesenjangan perdagangan—ketika suatu negara mengimpor lebih banyak barang dan jasa dari negara lain dibandingkan dengan ekspornya—mencapai rekor $1,2 triliun tahun lalu.

“Defisit perdagangan kronis bukan lagi sekadar masalah ekonomi,” kata Trump. “Ini adalah keadaan darurat nasional yang mengancam keamanan dan cara hidup kita.”

Mengenai apakah negara-negara dapat bernegosiasi agar terhindar dari tarif baru ini, pejabat administrasi senior mengatakan kepada wartawan bahwa “ini bukan negosiasi.”

“Ini adalah keadaan darurat nasional,” kata pejabat itu. “Dan setiap negara yang berpikir mereka bisa lolos hanya dengan mengumumkan pengurangan beberapa tarif mengabaikan masalah utama, yaitu hambatan non-tarif yang besar dan sistem perdagangan mereka yang didesain untuk menipu Amerika.”

Jika negara-negara melakukan tindakan balasan, presiden memiliki fleksibilitas untuk merespons guna memastikan bahwa upaya ini tidak digagalkan.

William Lee, kepala ekonom di Milken Institute, sebuah lembaga pemikir ekonomi yang berbasis di California, mengatakan bahwa pendekatan Trump yang “baik hati,” yang menetapkan tarif timbal balik hanya setengah dari yang dikenakan negara lain, dimaksudkan untuk memudahkan negosiasi.

Jika negara lain melakukan pembalasan, Trump memiliki opsi untuk merespons dengan tarif yang lebih tinggi, kata Lee kepada The Epoch Times.

6. Peran Tarif dalam Rencana Ekonomi Trump

Para pendukung tarif baru berpendapat bahwa tarif ini tidak boleh dilihat secara terpisah dari kebijakan ekonomi lain yang diterapkan oleh pemerintahan Trump.

Lee melihat tarif sebagai alat strategis untuk meningkatkan pendapatan domestik dan mengamankan rantai pasokan.

Dia mengatakan bahwa efektivitas kebijakan tarif Trump, terutama tarif timbal balik, bergantung pada inisiatif Trump lainnya. Ekonom ini mengatakan bahwa kerangka perdagangan baru menarik manufaktur kembali ke Amerika Serikat, serta inovasi. Pengurangan regulasi dan pajak yang lebih rendah akan menjadi faktor utama penarik, dan bersama dengan dorongan dari tarif, hal ini akan menjadikan visi Trump untuk ekonomi Amerika yang kuat menjadi kenyataan, kata Lee.

Trump juga mengumumkan pembentukan kantor baru di bawah Departemen Perdagangan untuk mempercepat investasi di atas $1 miliar.

Xie mengatakan bahwa investasi tambahan, pengurangan pajak, dan pengembalian pajak yang diumumkan Trump dirancang untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi beban pajak bagi konsumen Amerika.

Ini seharusnya menghasilkan “daya beli yang lebih tinggi yang akan menetralkan kenaikan harga akibat tarif,” kata profesor bisnis itu.

7. Indikator Ekonomi yang Harus Diperhatikan

Pasar saham mengalami penurunan kuartalan terbesar sejak 2022, sebagian karena ketidakpastian yang terkait dengan tarif Trump. Indeks S&P 500 turun 4,6 persen pada kuartal pertama, dan NASDAQ turun sekitar 10 persen. Goldman Sachs mengatakan ada kemungkinan 35 persen ekonomi AS mengalami resesi dalam 12 bulan ke depan, naik dari 20 persen, dengan tarif menjadi salah satu faktornya.

Lee menawarkan perspektif berbeda, mengatakan bahwa penurunan pasar saham baru-baru ini dan tantangan ekonomi yang lebih luas “secara tidak adil dikaitkan” oleh media dan beberapa ekonom dengan kebijakan tarif Trump.

Dia mengatakan bahwa tarif Trump memang menciptakan ketidakpastian di pasar tetapi dampaknya dibesar-besarkan.

Lee menunjukkan bahwa ekspor AS menyumbang sekitar 11 persen dari PDB, dan impor, yang dikurangkan dari PDB, setara dengan sekitar 14 persen. Mengingat besarnya basis pajak baik untuk tarif AS atau tarif balasan dari negara lain, ekonom ini mengatakan bahwa kekhawatiran tentang resesi atau depresi global adalah “tidak masuk akal karena angka tersebut tidak cukup besar untuk menyebabkan itu.”

Ekonom Ian Fletcher berpikir bahwa resesi adalah risiko nyata, bukan karena ukuran ekspor atau impor AS, tetapi karena kejutan yang ditimbulkan oleh tarif timbal balik yang signifikan ini di pasar.

“Trump mungkin sangat percaya diri setelah apa yang dia lakukan pertama kali,” kata Fletcher kepada The Epoch Times, merujuk pada dampak ekonomi terbatas dari tarif yang dia terapkan selama masa jabatan pertamanya. “Tapi sekarang dia melangkah jauh melampaui apa yang dia lakukan sebelumnya.”

Fletcher berpikir bahwa rezim tarif yang diperkenalkan secara bertahap selama lima tahun akan memungkinkan pasar untuk bereaksi secara rasional. Ada kemungkinan bahwa Trump akan mengurangi tarif yang diumumkan, seperti yang dia lakukan sebelumnya tahun ini, tambahnya. Namun, Trump telah menciptakan ketidakpastian, yang menjadi dimensi tambahan yang perlu dipertimbangkan oleh bisnis dalam merencanakan investasi mereka.

Meskipun perbedaan dalam alasan mempengaruhi perbedaan dalam perkiraan ekonomi, indikator ekonomi akan mulai menunjukkan dampak nyata dari tarif ini ketika mulai berlaku.

Xie mengatakan bahwa dia akan melihat data ketenagakerjaan dan pertumbuhan pendapatan riil sebagai tanda awal dampak sebenarnya dari tarif Trump.

Sementara itu, Lee mengatakan bahwa dia akan fokus pada pangsa konsumsi domestik versus asing serta investasi di Amerika Serikat. “Itu adalah indikator utama bahwa orang berbicara dengan dompet mereka,” katanya.

Dia menambahkan bahwa jika setelah periode awal tarif ini harga tetap tinggi, maka risiko inflasi akan nyata.

Sumber : Theepochtimes.com

Sahara yang Dulunya Subur Menjadi Rumah bagi Sekelompok Manusia yang Unik

EtIndonesia. Saat ini merupakan hamparan pasir yang keras dan gersang, sulit dipercaya bahwa Sahara pernah dipenuhi dengan badan air berkilau yang menyuburkan sabana hijau yang subur. Namun, sisa-sisa penggembala manusia dan ternak mereka telah ditemukan di tempat perlindungan batu di wilayah tersebut.

Analisis genetik terbaru menunjukkan bahwa manusia yang menghuni Sahara sekitar 7.000 tahun lalu sebagian besar hidup dalam isolasi, secara genetis.

Antropolog evolusi dari Institut Max Planck, Nada Salem, dan rekan-rekannya mengurutkan DNA purba dari dua individu perempuan yang dikubur di tempat perlindungan batu Takarkori di tempat yang sekarang menjadi Libya barat daya.

Para wanita Takarkori berusia 7.000 tahun itu memiliki gen terbanyak yang sama dengan para pengumpul makanan berusia 15.000 tahun dari Maroko, yang menunjukkan bahwa populasi manusia yang lama dan stabil telah ada di Afrika Utara sebelum dan selama periode lembab Sahara.

“Bukti dari endapan danau purba, sampel serbuk sari, dan artefak arkeologi mengonfirmasi keberadaan manusia, perburuan, penggembalaan, dan pengumpulan sumber daya di wilayah gurun yang saat ini gersang,” jelas Salem dan tim dalam makalah mereka.

Garis keturunan manusia Sahara yang sama ini mengambil jalur yang berbeda dari garis keturunan di Afrika sub-Sahara sekitar waktu yang sama ketika manusia modern pertama kali meninggalkan benua itu lebih dari 50.000 tahun yang lalu.

Garis keturunan tersebut kemudian tetap relatif terisolasi selama ribuan tahun, dengan hanya sedikit jejak gen yang masuk dari wilayah Levant ke timur laut – termasuk beberapa dari Neanderthal.

“Temuan kami menunjukkan bahwa sementara populasi Afrika Utara awal sebagian besar terisolasi, mereka menerima jejak DNA Neanderthal karena aliran gen dari luar Afrika,” kata antropolog Johannes Krause, dari Institut Max Planck di Jerman.

Individu Takarkori memiliki lebih sedikit DNA Neanderthal daripada pengumpul makanan Maroko, tetapi jauh lebih banyak daripada mereka yang berasal dari Afrika selatan. Itu menunjukkan bahwa ada sesuatu yang membendung aliran gen dari Eropa agar tidak menyebar ke luar wilayah Sahara.

Bukti arkeologis menunjukkan bahwa masyarakat Takarkori adalah penggembala ternak awal, tidak seperti garis keturunan Maroko yang lebih tua yang merupakan pengumpul makanan. Fakta bahwa mereka mengadopsi praktik ini tanpa banyak pertukaran gen juga menunjukkan hal ini.

“Penemuan ini mengungkap bagaimana peternakan menyebar di Sahara Hijau, kemungkinan melalui pertukaran budaya daripada migrasi skala besar,” jelas Salem.

Menurut dugaan para peneliti, campuran ekosistem yang beragam, termasuk lahan basah dan pegunungan, mungkin telah menjadi penghalang selatan untuk migrasi.

“Dengan mengungkap masa lalu Sahara yang dalam, kami bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kami tentang migrasi manusia, adaptasi, dan evolusi budaya di wilayah penting ini,” simpul arkeolog Universitas Sapienza Savino di Lernia.

Penelitian ini dipublikasikan di Nature. (yn)

Sumber: sciencealert

2 Anjing dan Seekor Kucing Diselamatkan Setelah Bersatu di Jalanan

EtIndonesia. Kisah penyelamatan yang mengharukan seperti dalam film telah terungkap di Vermont, tempat tiga serangkai yang tak terpisahkan—sepasang anjing dan seekor kucing—telah menemukan jalan mereka dari jalanan menuju rumah yang penuh kasih sayang.

Central Vermont Humane Society membagikan kisah mengharukan tentang River, Rain, dan Reed, tiga hewan yang ditemukan berkeliaran di jalanan pada suatu malam, dan tidak pernah menjauh satu sama lain.

“Apakah Anda salah satu dari banyak orang yang menyukai film Homeward Bound? Temui tiga serangkai kecil kami yang bahagia yang mengingatkan kita pada kisah tentang ketahanan dan komitmen terhadap teman,” kata penampungan itu di media sosial.

Setelah diselamatkan, penampungan itu segera menyadari bahwa ketiganya tidak menerima perawatan yang layak selama beberapa waktu. Dengan cinta dan perhatian medis, River dan Rain, dua anjing itu, mulai berkembang pesat. Reed, si kucing, tetap menjaga jarak—sampai penampungan itu mempertemukannya kembali dengan teman-teman anjingnya.

“Sementara River dan Rain keluar dari cangkangnya dengan cepat, Reed si kucing tetap pemalu, dan tidak ingin berinteraksi dengan kami atau kucing lainnya,” tulis penampungan tersebut. “Sampai…kami membawa River dan Rain ke kamar koloninya untuk berkunjung, dan dia berseri-seri seperti anak laki-laki yang gembira!! Ketiganya saling memijat kepala, mengusap moncong, mendengkur, dan berpelukan!!”

Permohonan penampungan tersebut agar ada keluarga yang bersedia mengadopsi ketiganya menyentuh hati banyak orang. Tidak lama setelah penampungan tersebut membagikan kisah ketiganya di media sosial, sepasang suami istri menghubungi Central Vermont Humane Society, yang ingin mengadopsi ketiga hewan tersebut.

“Ketiganya telah bertemu dengan pasangan yang sangat istimewa, dan hari ini mereka akan memulai uji coba pengasuhan-untuk-adopsi di rumah!” penampungan tersebut berbagi dalam sebuah pembaruan. “Penting bagi semua orang agar jiwa-jiwa yang manis ini berada di lingkungan terbaik untuk kebutuhan mereka, jadi kami akan memberinya sedikit waktu untuk memastikan bahwa mereka telah menemukan kebahagiaan mereka, dan kemudian kami akan merayakannya dengan kalian semua!! Nantikan!!”(yn)

Sumber: sunnyskyz

Bagaimana Tarif ‘Liberation Day’ Trump Akan Membentuk Kembali Perdagangan Global

Presiden Trump akan mengungkapkan rincian yang telah lama dinantikan dari rencana tarifnya dalam sebuah acara di Rose Garden Gedung Putih, yang dijadwalkan berlangsung setelah pasar saham tutup.

EtIndonesia.  WASHINGTON—Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengumumkan penerapan tarif timbal balik untuk semua negara mulai 2 April 2025, tanggal yang ia sebut sebagai  ‘Liberation Day’. 

Perusahaan, pasar, dan pemerintah berada dalam ketegangan, mengantisipasi langkah ini yang diperkirakan akan mengguncang ekonomi global.

“Hari Pembebasan akan berdampak pada semua negara,” kata Trump kepada wartawan selama akhir pekan di dalam Air Force One. Namun, beberapa negara akan lebih rentan karena memiliki ketidakseimbangan perdagangan yang tinggi dengan Amerika Serikat serta hambatan perdagangan yang signifikan terhadap barang-barang Amerika, termasuk Tiongkok, India, Uni Eropa, Kanada, Meksiko, Inggris, Vietnam, Jepang, dan Korea Selatan.

Presiden akan mengungkapkan rincian rencana tarifnya dalam acara di Rose Garden Gedung Putih pada Rabu sore setelah pasar saham tutup.

Berbicara kepada wartawan dari Ruang Oval pada 31 Maret, Trump menyatakan bahwa tarifnya akan lebih rendah—dan dalam beberapa kasus, “jauh lebih rendah”—dibandingkan dengan tarif yang dikenakan negara lain terhadap Amerika Serikat.

“Kami akan sangat baik dibandingkan dengan apa yang mereka lakukan,” kata presiden. “Mungkin kami punya kewajiban terhadap dunia, tapi kami akan bersikap sangat baik, secara relatif. Kami akan sangat baik hati.”

Pada 13 Februari, presiden mengungkapkan konsep ini, menggambarkannya sebagai rencana perdagangan yang “adil dan timbal balik” dengan menaikkan tarif AS agar setara dengan tarif yang dikenakan negara lain terhadap produk Amerika.

Dia menginstruksikan timnya untuk menilai dan merekomendasikan tarif bagi negara-negara yang memberlakukan hambatan perdagangan signifikan terhadap produk AS, termasuk tarif, pajak pertambahan nilai, dan pembatasan non-tarif lainnya. Penilaian ini juga akan mempertimbangkan kebijakan nilai tukar negara mitra dagang Amerika.

Kebijakan tarif Trump diperkirakan akan berdampak lebih luas pada produk, industri, dan negara dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. Menurut perkiraan perusahaan konsultan PwC, langkah ini dapat meningkatkan pendapatan tarif AS dari $76 miliar per tahun menjadi hampir $697 miliar.

Salah satu tujuan utama di balik kebijakan tarif ini adalah membalikkan defisit perdagangan Amerika yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Amerika Serikat telah mencatat defisit perdagangan setiap tahun sejak 1976. Tahun lalu, kesenjangan perdagangan barang dan jasa AS melampaui $918 miliar—naik 17 persen dari tahun 2023.

Banyak faktor yang berkontribusi terhadap tren ini selama beberapa dekade. Misalnya, tingkat tabungan nasional yang rendah menyebabkan ketergantungan yang lebih besar pada modal asing untuk mendanai investasi. Keunggulan komparatif pasar luar negeri, terutama dalam bentuk biaya tenaga kerja yang lebih rendah, juga telah menyebabkan impor yang lebih murah untuk memenuhi konsumsi domestik yang tinggi.

Pejabat Gedung Putih, termasuk Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, percaya bahwa tarif dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi defisit perdagangan yang terus berlangsung.

“Salah satu pertanyaannya adalah seberapa besar defisit perdagangan yang kita inginkan, karena defisit perdagangan sebagian besar mewakili pekerjaan manufaktur yang telah berpindah ke luar negeri,” kata Greer kepada Komite Keuangan Senat pada Februari.

Dia juga mencatat bahwa ketidakseimbangan perdagangan yang semakin memburuk dengan negara-negara tertentu adalah “masalah besar.”

Pada tahun 2024, Tiongkok menempati peringkat pertama dengan defisit perdagangan AS mencapai $295 miliar, diikuti oleh Uni Eropa ($236 miliar), Meksiko ($172 miliar), Vietnam ($124 miliar), Taiwan ($74 miliar), dan Jepang ($69 miliar).

Para ekonom berpendapat bahwa perubahan kebijakan perdagangan yang luas dari pemerintahan ini akan berdampak besar pada industri yang selama ini menikmati tarif rendah atau nol. Akibatnya, industri-industri tersebut harus mengevaluasi kembali biaya dan manfaat—seperti logistik, tarif pajak, dan tarif impor—untuk memindahkan produksi ke Amerika Serikat.

Tahun lalu, negara yang paling banyak mengekspor ke AS adalah Meksiko, Tiongkok, Kanada, Jerman, dan Jepang.

Sektor yang Paling Terpengaruh oleh Tarif Baru

Kenaikan tarif akan berdampak pada berbagai sektor dan negara.

Industri manufaktur otomotif di Kanada, Jerman, Jepang, dan Meksiko diperkirakan akan terkena dampak paling besar. Industri otomotif harus menghadapi potensi gangguan akibat tarif timbal balik dan tarif impor yang lebih tinggi dari Trump terhadap baja, aluminium, kendaraan asing, dan suku cadang mobil.

Sektor minyak dan gas Kanada juga diperkirakan akan terpukul keras. Amerika Serikat mengimpor lebih dari 4 juta barel minyak mentah per hari—jumlah yang meningkat drastis dibandingkan 15 tahun lalu.

Sejak kembali ke Gedung Putih, Trump telah memberlakukan tarif terhadap Tiongkok atas kegagalannya menangani perannya dalam penyelundupan fentanyl ilegal ke Amerika Serikat. Sekarang, dengan diperkenalkannya tarif timbal balik, Tiongkok bisa menghadapi gangguan besar dalam ekspor teknologi ponsel pintar dan baterai lithium-ion, dua produk yang paling banyak dikirim ke Amerika Serikat.

Industri lain yang menghadapi dampak signifikan termasuk obat-obatan penting dan peralatan kesehatan, yang sebagian besar berasal dari India, Irlandia, dan Swiss.

Dampak pada Uni Eropa dan Pasar Negara Berkembang

Uni Eropa dan pasar negara berkembang bisa terkena dampak dari tarif timbal balik, kata Mary Park Durham, analis riset di JPMorgan Chase.

Pertama, Uni Eropa menyumbang sekitar seperlima dari total impor AS dan mencatat surplus perdagangan.

“Meskipun AS dan UE memiliki tarif rata-rata yang hampir sama, masing-masing 3,4% dan 4,1% untuk impor satu sama lain, perbedaan muncul pada tingkat produk tertentu,” katanya dalam sebuah catatan.

Pemerintah AS sudah  menyoroti pajak pertambahan nilai (VAT) Uni Eropa, yang dianggap sebagai bentuk tarif terselubung. VAT adalah pajak konsumsi yang dibebankan pada produsen di setiap tahap rantai pasokan dan konsumen di titik penjualan. Tarif rata-rata VAT di Uni Eropa adalah 20 persen, jauh lebih tinggi dari pajak penjualan rata-rata di AS yang hanya 6,6 persen.

Meskipun Laporan Perkiraan Perdagangan Nasional 2025 dari Perwakilan Dagang AS tidak secara khusus menyebutkan VAT Uni Eropa, pejabat Gedung Putih mengkritik kebijakan ini sebagai “pukulan ganda.”

“Tidak heran Jerman menjual delapan kali lebih banyak mobil kepada kami dibandingkan yang kami jual ke mereka, dan Presiden Trump tidak akan mentoleransi itu lagi,” kata seorang pejabat kepada wartawan pada Februari.

Kedua, pasar negara berkembang seperti Brasil dan India menerapkan tarif rata-rata yang tinggi pada semua impor. Negara-negara ini umumnya memberlakukan bea masuk yang lebih tinggi untuk melindungi industri domestik yang rentan dari persaingan asing.

“Perbedaan tarif antara pasar negara berkembang dan AS dalam perdagangan bilateral cenderung lebih besar dibandingkan dengan pasar negara maju,” kata Brian Coulton, kepala ekonom di Fitch Ratings, dalam sebuah laporan.

Brasil dan India menjadi sorotan sebagai contoh praktik perdagangan yang tidak adil dalam lembar fakta Gedung Putih.

Brasil mengenakan pajak 18 persen pada ekspor etanol AS, sementara AS hanya mengenakan tarif 2,5 persen untuk etanol Brasil. “Akibatnya, pada 2024, AS mengimpor lebih dari $200 juta etanol dari Brasil, sementara hanya mengekspor $52 juta ke Brasil,” menurut dokumen tersebut.

Sementara itu, India menerapkan tarif 100 persen pada sepeda motor AS, sedangkan AS hanya mengenakan pajak 2,4 persen pada sepeda motor India, menurut Gedung Putih.

Negara yang Memberikan Konsesi

Sebuah laporan dari Bank of America menunjukkan bahwa Amerika Serikat memiliki hambatan perdagangan terendah di antara negara-negara G20, kelompok ekonomi terbesar dunia.

“Kami telah dieksploitasi selama 40 tahun, mungkin lebih, dan itu tidak akan terjadi lagi,” kata Trump kepada wartawan di Air Force One pada 28 Maret.

Namun, ia mengatakan banyak negara bersedia memberikan konsesi dan tidak menutup kemungkinan untuk membuat kesepakatan dengan mereka.

“Itu mungkin, jika kami bisa mendapatkan sesuatu dari kesepakatan itu,” kata Trump. “Saya tentu saja terbuka untuk itu.”

Beberapa negara sudah mulai menawarkan konsesi. Pada 1 April, Israel mengumumkan akan menghapus semua tarif yang tersisa pada produk Amerika.

Sebelum meluncurkan tarif timbal balik yang telah lama dinanti, Trump telah mengancam akan memberlakukan bea masuk terhadap sekutu maupun musuh.

Selama kampanye dan tak lama setelah memenangkan pemilihan, presiden menyatakan bahwa ia akan mengenakan tarif 100 persen pada negara-negara yang terlibat dalam aktivitas anti-dolar.

Ia juga mengancam akan memberlakukan tarif 25 persen pada produk pertanian Kolombia akibat perselisihan singkat dengan Presiden Gustavo Petro, yang menolak menerima warganya yang dideportasi dari Amerika Serikat. Trump membatalkan tarif setelah Petro setuju menerima kembali warganya.

Setelah Perdana Menteri Ontario Doug Ford mengancam akan memutus pasokan listrik dari provinsi Kanada itu ke beberapa negara bagian AS, Trump menyatakan akan menggandakan tarif terhadap Kanada. Namun, ia membatalkan keputusan itu setelah Ford mengonfirmasi tidak akan menghentikan pasokan listrik atau menambahkan pajak pada ekspor listrik.

Tarif Baru yang Akan Diumumkan

Trump baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia berencana mengumumkan tarif pada kayu, obat-obatan, dan semikonduktor.

Beberapa hari setelah menerapkan tarif 25 persen pada mobil dan truk ringan yang diproduksi di luar AS, presiden menyatakan bahwa ia tidak peduli jika produsen mobil menaikkan harga kendaraan bagi konsumen Amerika.

Jika harga mobil asing meningkat, pelanggan akan beralih membeli kendaraan buatan Amerika, katanya.

“Saya tidak peduli. Saya berharap mereka menaikkan harga karena jika itu terjadi, orang-orang akan membeli mobil buatan Amerika. Kami punya banyak,” kata Trump dalam wawancara dengan Kristen Welker dari NBC.

Ia menambahkan bahwa harga yang lebih tinggi akan menguntungkan produsen berbasis di AS.

“Jika Anda membuat mobil di Amerika Serikat, Anda akan menghasilkan banyak uang,” kata presiden. “Jika tidak, Anda mungkin harus pindah ke AS, karena jika Anda membuat mobil di sini, tidak ada tarif.”

Tarif otomotif ini dijadwalkan berlaku mulai 3 April dan akan bersifat permanen.

Tim di Balik Kebijakan Tarif Trump

Beberapa tokoh kunci telah berperan dalam merancang kebijakan tarif presiden.

Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan kepada wartawan pada 31 Maret bahwa Wakil Presiden JD Vance  “sangat terlibat” dalam diskusi perdagangan.

Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, ekonom Gedung Putih Kevin Hassett, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, serta penasihat senior untuk perdagangan dan manufaktur Peter Navarro, semuanya berkontribusi dalam membentuk kebijakan tarif ini.

“Semua individu ini telah menyusun rencana untuk presiden tentang bagaimana mewujudkannya, dan keputusan akhirnya ada di tangan presiden,” kata Leavitt.

Tarif Memicu Volatilitas Pasar

Pasar keuangan telah menghapus nilai triliunan dolar dalam beberapa minggu terakhir. Investor khawatir bahwa tarif akan menghidupkan kembali inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi—survei menunjukkan bahwa Amerika Serikat bisa jatuh ke dalam resesi.

Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi merosot 5 persen pada bulan Maret. Indeks Dow Jones Industrial Average, yang berisi saham unggulan, turun sekitar 1 persen bulan lalu. Sementara itu, indeks S&P 500 yang lebih luas berkurang 3 persen untuk menutup kuartal pertama.

Harga emas terus meningkat sejak tahun lalu, mencapai rekor tertinggi $3.100 per ons. Logam mulia ini naik 19 persen pada kuartal pertama, didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah gejolak pasar.

Imbal hasil (yield) obligasi AS telah anjlok sejak mencapai puncaknya pada pertengahan Januari karena para pedagang mulai fokus pada prospek jangka panjang ekonomi.

Imbal hasil obligasi acuan 10 tahun turun sekitar 65 basis poin menjadi di bawah 4,16 persen.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, telah melemah 4 persen sepanjang tahun ini. Tarif dan perubahan struktural telah menjadi faktor utama di balik pelemahan tersebut.

Ketidakpastian telah menjadi faktor utama di balik volatilitas besar-besaran di pasar. Namun, tanggal 2 April diperkirakan akan memberikan kejelasan bagi investor, menurut Jeffrey Buchbinder, kepala strategi ekuitas di LPL Financial.

“2 April adalah hari besar bagi pasar saham,” kata Buchbinder dalam sebuah catatan yang dikirim melalui email ke The Epoch Times

“Masih akan ada ketidakpastian dalam kebijakan perdagangan setelah tanggal tersebut, tetapi pemerintahan Trump diperkirakan akan menjawab beberapa pertanyaan terbesar yang saat ini mengkhawatirkan investor,” tambahnya. (***)

Sumber : Theepochtimes.com

Militer PKT Kembali Gelar Latihan di Sekitar Taiwan, Taiwan Bersiap Hingga AS Mengecam

Pada 1 April, Partai Komunis Tiongkok (PKT) secara sepihak mengumumkan latihan militer gabungan di sekitar Taiwan. Militer Taiwan segera meningkatkan kewaspadaan, sementara Amerika Serikat mengecam intimidasi militer yang dilakukan oleh PKT

EtIndonesia. Pada Selasa (1 April), militer PKT menggelar latihan berskala besar di perairan sekitar Taiwan. Sebagai tanggapan, Taiwan segera mengambil langkah-langkah pertahanan dengan mengerahkan pesawat tempur, kapal perang, serta sistem rudal pertahanan pantai untuk memantau dan menghadapi situasi dengan ketat.


“Kementerian Pertahanan dan semua unit terkait segera membentuk pusat tanggap darurat gabungan,” ujar Mayor Jenderal Dong Jixing, Direktur Departemen Perencanaan Operasi Gabungan, Kementerian Pertahanan Taiwan. 

Pada 1 April, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengecam ancaman dan tekanan militer yang dilakukan PKT terhadap Taiwan, menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak memiliki justifikasi yang sah. AS juga menyatakan bahwa mereka terus memantau secara ketat pergerakan militer PKT.


“Presiden menegaskan pentingnya menjaga perdamaian di Selat Taiwan dan mendorong penyelesaian isu lintas selat secara damai. Kami menentang segala upaya untuk secara sepihak mengubah status quo dengan kekuatan atau paksaan,” ujar Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt. 

Hingga Selasa sore waktu setempat, Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi 71 pesawat tempur, 21 kapal perang, dan 4 kapal penjaga pantai milik PKT yang melakukan latihan di sekitar Selat Taiwan dan Pasifik Barat. Kapal induk Shandong terpantau berada sekitar 220 mil laut tenggara Taiwan. Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Taiwan segera melakukan latihan kesiapan tempur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan dari militer PKT.


“Tindakan seperti ini dari PKT jelas menunjukkan bahwa mereka adalah pengganggu utama dalam perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata Menteri Pertahanan Taiwan, Koo Li-hsiung. 

Sementara itu, menjelang latihan militer PKT, Penjaga Pantai Taiwan menemukan seorang pria asal Tiongkok yang mencoba menyusup ke wilayah Taiwan melalui perairan Kinmen. Pria tersebut telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut, meskipun belum jelas apakah insiden ini terkait dengan latihan militer PKT. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

Terbesar Sejak 2011! Langkah Besar Putin Tampar Keras Trump

EtIndonesia. Meskipun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tengah berupaya mendorong kesepakatan gencatan senjata, dan pihak Ukraina juga telah menunjukkan niat baik untuk bekerja sama, Presiden Rusia, Vladimir Putin justru terus memperbesar skala militer Rusia. Tampaknya, tidak ada tanda-tanda bahwa dia ingin segera mengakhiri perang. Berdasarkan laporan terbaru, jumlah wajib militer Rusia musim semi tahun ini mencapai 160.000 orang — jumlah terbesar sejak tahun 2011. Selain itu, total personel militer Rusia telah meningkat sebanyak 180.000 dalam tiga tahun terakhir.

Menurut laporan BBC, setelah Putin tahun lalu menyatakan niatnya untuk terus memperluas militer Rusia, otoritas Moskow langsung merekrut 160.000 pria berusia 18 hingga 30 tahun pada musim semi ini. Ini merupakan jumlah wajib militer terbesar sejak tahun 2011. Dengan langkah ini, jumlah total personel militer Rusia terus mendekati target Putin, yaitu 2,39 juta personel, termasuk 1,5 juta tentara aktif. Selama tiga tahun berturut-turut, jumlah personel militer Rusia terus meningkat.

Meskipun Wakil Laksamana Vladimir Tsimlyansky, Kepala Kantor Wajib Militer Rusia, menyatakan bahwa para wajib militer baru tahun ini tidak akan dikirim ke garis depan perang Rusia-Ukraina, kenyataannya menunjukkan hal berbeda. Pada bulan-bulan awal pecahnya perang, banyak tentara Rusia yang baru direkrut langsung tewas di medan pertempuran, bahkan di wilayah perbatasan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa perekrutan musim semi akan berlangsung mulai April hingga Juli. Dari sini terlihat bahwa Putin tampaknya tidak memiliki rencana untuk mengakhiri perang dalam waktu dekat. 

Berdasarkan perkiraan BBC dan media independen Rusia, Mediazona, sejak perang dimulai, jumlah tentara Rusia yang tewas diperkirakan telah mencapai sedikitnya 100.000 orang. Karena itu, Rusia harus terus merekrut tentara secara musiman (musim semi dan gugur), memperluas rekrutmen tentara sukarela, bahkan mengandalkan militer reguler Korea Utara untuk menutup kekurangan pasukan. Laporan tersebut juga memperkirakan bahwa jumlah korban jiwa sebenarnya bisa dua kali lipat dari angka resmi.

Sejak perang dimulai pada 2022, Putin telah tiga kali memperluas jumlah personel militer Rusia. Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa operasi militer di Ukraina dan ekspansi berkelanjutan NATO dianggap sebagai ancaman keamanan yang serius bagi Rusia. Oleh karena itu, perluasan kekuatan militer dianggap penting untuk menghadapi ancaman eksternal. (jhn/yn)

Ramalan Gempa Besar Benar-Benar Terjadi! Peramal Thailand Buktikan Prediksi 2024-nya


EtIndonesia. Ramalan dan astrologi selalu menjadi topik yang menarik perhatian banyak orang di seluruh dunia. Baik itu astrologi Barat, Empat Pilar Takdir, juga dikenal sebagai “Ba-Zi”, yang berarti “delapan karakter” atau “delapan kata” dalam bahasa Mandarin (Tiongkok), maupun fengshui dan ramalan yang populer di Asia Selatan—setiap budaya punya caranya sendiri untuk menjelajahi hal-hal yang belum diketahui. 

Pada 28 Maret 2025, gempa bumi kuat mengguncang Myanmar, dan bahkan Thailand sebagai negara tetangga turut merasakan getarannya, termasuk hingga ke Bangkok. Setelah kejadian itu, media sosial dipenuhi cuplikan video dari seorang peramal asal Thailand bernama Mor Plai, yang sebelumnya telah memprediksi bencana tersebut.

Ramalan Mor Plai tentang Masa Depan

Mor Plai sudah menyebutkan dalam sebuah acara televisi Golfbenjaphon pada tanggal 24 Desember 2024 bahwa akan ada gempa bumi besar yang terjadi di paruh pertama tahun 2025. Dalam cuplikan video menit ke-48:14, dia menyebutkan bahwa gempa tersebut bisa berdampak ke Bangkok dan menyebabkan runtuhnya beberapa bangunan. Waktu itu, banyak orang merasa skeptis terhadap prediksinya, bahkan pembawa acara pun terkejut dan berkata: “Masa sih?” Karena memang, Thailand bukanlah negara yang dikenal sering mengalami gempa bumi.

Mor Plai juga menyebutkan bahwa gempa kemungkinan besar akan terjadi antara bulan Maret dan April, dan akan menimbulkan banyak masalah pada struktur bangunan seperti tanah, pusat perbelanjaan, hotel, dan gedung-gedung lainnya. 

Dia berkata: “Setelah gempa susulan, banyak tempat tak layak huni, masyarakat akan menggugat pengembang properti. Rumah semahal apa pun bisa bermasalah, semua bangunan perlu diperiksa kembali.” 

Saat itu, wawancara ini tidak terlalu menarik perhatian dan banyak yang menganggapnya sebagai omong kosong. Namun ketika gempa benar-benar terjadi pada 28 Maret dan getarannya terasa hingga Bangkok, banyak netizen yang kaget saat menonton ulang video tersebut dan menyadari bahwa prediksi Mor Plai ternyata sangat tepat. 

Kini, beberapa pusat perbelanjaan dan gedung tinggi di Bangkok ditutup sementara karena alasan keamanan, dan banyak pemilik bangunan mulai mempertanyakan ketahanan struktur bangunan mereka serta menuntut pertanggungjawaban pengembang properti. Semua terjadi persis seperti yang Mor Plai katakan.

Fenomena Ini Picu Kembali Diskusi tentang “Ramalan Masa Depan”

Gempa bumi ini membuat banyak orang kembali mempertimbangkan kemungkinan apakah masa depan memang bisa diramalkan. Para ilmuwan menegaskan bahwa risiko gempa di kawasan Asia Tenggara tidak bisa dianggap remeh, terutama di wilayah yang berbatasan dengan Myanmar, yang harus lebih serius dalam melakukan pemantauan serta membangun struktur bangunan tahan gempa.

Menurut para ahli geologi, gempa yang berdampak hingga Bangkok berasal dari Patahan Sagaing (Sagaing Fault), yang membentang sepanjang 1.200 kilometer di Myanmar, dan merupakan salah satu patahan paling aktif di Asia Tenggara. Karena pergerakan lempeng bumi, tekanan di sekitar patahan ini bisa menumpuk dan saat dilepaskan akan memicu gempa. Namun, waktu pasti terjadinya gempa masih sangat sulit untuk diprediksi. Meskipun para ilmuwan bisa memantau aktivitas seismik, teknologi saat ini belum mampu meramalkan secara akurat kapan dan di mana gempa besar akan terjadi.

Ramalan dari Peramal Thailand Lain

Peramal Thailand lainnya, Ajarn Sorajja Nuanyu, menggunakan metode astrologi tradisional Thailand dan fengshui dalam ramalannya. Dia menyebutkan bahwa tahun 2024 hingga 2025 merupakan periode yang penuh tantangan, bukan hanya karena bencana alam tetapi juga karena potensi munculnya penyakit mematikan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dia juga menekankan, “68-69-70 sangat berat.” Namun, makna dari angka-angka tersebut masih menjadi teka-teki hingga kini.

Beberapa orang percaya bahwa ilmu ramalan mungkin memiliki cara memahami hukum alam yang belum bisa dijelaskan oleh sains. Dalam sejarah Tiongkok kuno, ada banyak catatan yang menunjukkan hubungan antara fenomena alam yang aneh dan bencana. Beberapa catatan bahkan mencatat tanda-tanda sebelum terjadinya gempa besar, seperti terlihatnya bintang Venus di siang hari, langit tertutup kabut dan awan, hujan deras berkepanjangan, kekeringan tak wajar, hingga perubahan musim yang aneh. Bahkan, banyak laporan sejarah menyebut bahwa hewan menunjukkan perilaku aneh sebelum gempa. Hal ini menimbulkan pertanyaan: mungkinkah ilmu ramalan tradisional benar-benar bisa membaca tanda-tanda alam dan memprediksi masa depan?(jhn/yn)

Wanita Memanggil Tukang Kunci untuk Pintu Kamar Mandinya yang Tak Bisa Dibuka, Anak 10 Tahun Menyelesaikannya dalam Sekejap

0

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang wanita di Hebei mengalami masalah dengan kunci pintu kamar mandinya yang tidak bisa dibuka. Ia pun menelepon tukang kunci untuk meminta bantuan. Namun, yang datang bukanlah seorang tukang kunci dewasa, melainkan seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun. Anak tersebut mengaku memiliki keterampilan membuka kunci yang diwariskan secara turun-temurun dalam keluarganya. Ia berhasil membuka kunci hanya dalam satu detik, membuat wanita itu terkejut. Video kejadian ini pun viral di internet.

Dalam video yang beredar di internet, pada 31 Maret, seorang wanita di Hebei mengalami kerusakan pada kunci pintu kamar mandinya sehingga tidak bisa dibuka. Karena tidak ada pilihan lain, ia pun menelepon tukang kunci untuk meminta bantuan.

Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan di pintu. Saat wanita itu membukanya, ia terkejut mendapati bahwa yang datang adalah seorang bocah laki-laki.

 Wanita itu bertanya: “Ada perlu apa, Nak?”

Bocah itu menjawab: “Saya datang untuk membuka kunci.”

Wanita itu terkejut: “Hah? Tapi saya memanggil tukang kunci!”

Bocah itu menjawab: “Saya mewarisi keterampilan ini dari keluarga saya. Ayah saya sedang keluar minum.”

Wanita itu bertanya lagi: “Kamu bisa membukanya?”

Bocah itu dengan yakin menjawab: “Bisa.”

Wanita itu lalu mengantarnya ke kamar mandi dan menunjukkan kunci yang bermasalah. Bocah itu pun langsung mengambil alat khusus untuk mulai bekerja.

Wanita itu bertanya dengan penasaran: “Kamu umur berapa, Nak?”

Bocah itu menjawab: “Saya 10 tahun. Sudah selesai, kuncinya sudah terbuka.”

Ternyata, bocah itu hanya butuh satu detik untuk membuka kunci pintu.

Wanita itu sangat terkejut: “Wah, benar-benar keterampilan turun-temurun! Hebat sekali! Terima kasih ya, Nak. Berapa bayarannya?”

Bocah itu dengan malu-malu menjawab: “Kalau ayah saya yang membuka, biayanya 100 yuan. Kalau saya yang membuka, setengah harga saja.”

Wanita itu tertawa: “Baiklah, kamu hebat sekali. Lain kali kalau ada masalah, aku akan panggil kamu lagi.”

Video bocah 10 tahun yang bisa membuka kunci dalam sekejap ini langsung menjadi viral dan mengundang banyak komentar dari netizen:

  • “Usia 10 tahun sudah mulai cari nafkah untuk keluarga.”
  • “Ini bisnis sampingan yang diambil alih si bocah untuk uang jajan!”
  • “Wah, dia cari uang tambahan tapi malah jadi viral di internet.”
  • “Anak ini menawarkan setengah harga, ayahnya bisa kehilangan pekerjaan!”

Selain itu, video serupa dari Shandong, Yantai juga beredar di internet. Dalam video tersebut, seorang bocah perempuan berusia 4 tahun terlihat mengikuti ayahnya dan belajar membuka kunci. Ia bahkan memiliki alat khususnya sendiri dan sering membantu warga di kompleks perumahan dengan biaya setengah harga. Kadang-kadang, ia hanya meminta dua permen lolipop sebagai bayaran.

Netizen pun ramai berkomentar:

  • “Tukang kunci sekecil ini setidaknya harus diberi susu botol!”
  • “Serius, umur 4 tahun sudah banting harga jadi 50%? Gimana nasib kami?”

Sumber : NTDTV.com

Korban Kecelakaan Xiaomi SU7 Terbakar Hingga Menjadi Abu, Publik Meragukan Pernyataan Xiaomi

0

Pada 29 Maret 2025, sebuah mobil listrik Xiaomi SU7 terbakar hebat di jalan tol di Tiongkok, menyebabkan tiga orang tewas. Keluarga korban menyatakan bahwa jasad putri mereka hangus terbakar hingga hanya tersisa kerangka. Tiga hari setelah kejadian, Xiaomi merilis pernyataan resmi terkait kecelakaan tersebut, tetapi mendapat banyak kritik dari publik.

EtIndonesia. Pada 29 Maret, sebuah Xiaomi SU7 versi standar mengalami kecelakaan serius di ruas jalan tol De-Shang di Anhui, yang mengakibatkan tiga korban jiwa.

Pada 1 April, menurut laporan Southern Metropolis Daily, ayah salah satu korban, Tuan Luo, mengungkapkan bahwa putrinya dan temannya tewas terbakar hidup-hidup, sementara satu korban lainnya sempat dilarikan ke rumah sakit tetapi tidak selamat.

Dengan penuh kesedihan, Luo berkata bahwa ketika ia pergi ke rumah duka untuk tes DNA, ia mendapati jasad putrinya sudah terbakar hingga karbonisasi, “Kamu tahu apa itu karbonisasi? Itu berarti hanya tersisa kerangka tulang.”

Luo juga menyebut bahwa keluarga dari ketiga korban telah berkumpul bersama, sementara pemerintah Kota Tongling telah membentuk tim investigasi khusus. Namun, ia mengungkapkan bahwa Xiaomi belum pernah menghubungi mereka.

“Xiaomi mengatakan telah membentuk tim kerja untuk menangani insiden ini, tetapi sampai sekarang, mereka tidak pernah berkomunikasi dengan kami. Mereka hanya diam dan tidak ada perkembangan sama sekali,” katanya.

Selain itu, setelah kecelakaan terjadi, pada 30 dan 31 Maret, semua video dan informasi terkait insiden ini dihapus dari platform Douyin dan Weibo di Tiongkok. 

Menurut tangkapan layar yang beredar di internet, seorang wartawan Hubei Daily mengungkap bahwa media di bawah pemerintah telah menerima instruksi dari atasan untuk tidak melaporkan kecelakaan ini.

Pada 1 April siang, akun resmi Xiaomi di Weibo mengeluarkan pernyataan yang menjelaskan bahwa mobil tersebut sedang menggunakan fitur NOA (Navigasi dengan Bantuan Otonom) dengan kecepatan 116 km/jam sebelum beralih ke mode manual. Dua detik setelahnya, mobil menabrak pembatas beton dengan kecepatan 97 km/jam dan terbakar.

Namun, pernyataan tersebut justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan dan kritik dari publik, yang menilai Xiaomi “menghindari inti permasalahan.” Beberapa poin utama yang dipertanyakan adalah:

  1. Apakah pintu mobil otomatis terkunci setelah kecelakaan?
    • Keluarga korban menulis di media sosial: “Setelah menabrak pembatas, mobil langsung terbakar hebat. Pintu mobil terkunci secara otomatis. Anak-anak saya terbakar hidup-hidup di dalamnya.”
    • Xiaomi sama sekali tidak menyebutkan dalam pernyataannya apakah pintu mobil terkunci atau tidak setelah tabrakan.
  2. Mengapa sistem AEB (Autonomous Emergency Braking) tidak berfungsi?
    • Xiaomi sebelumnya mengklaim bahwa mobil pintar mereka memiliki fitur AEB, yang seharusnya secara otomatis mengerem ketika mendeteksi adanya hambatan di depan. Namun, dalam pernyataan resmi, Xiaomi tidak menjelaskan apakah fitur ini berfungsi atau tidak saat kecelakaan terjadi.
  3. Mengapa Xiaomi tidak mengungkapkan jumlah korban jiwa dalam pernyataan mereka?
    • Meskipun Xiaomi mengaku “sangat berduka atas kecelakaan ini,” mereka tidak memberikan rincian mengenai korban jiwa.

Pihak Xiaomi juga mengatakan bahwa mereka akan “menghubungi keluarga korban secepat mungkin, membantu menangani dampak insiden, serta memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan.” Namun, pada sore harinya, ibu salah satu korban membantah klaim ini di media sosial:

“Sejak kejadian ini terjadi, tidak satu pun orang dari Xiaomi yang menghubungi saya. Tidak ada satu pun telepon dari mereka.”

Dalam wawancara dengan The Paper, ibu korban juga mengungkapkan bahwa pernyataan Xiaomi tidak menjelaskan mengapa pintu mobil tidak bisa dibuka, apa yang menyebabkan mobil terbakar setelah menabrak pembatas, serta mengapa transisi dari mode otomatis ke manual hanya berlangsung selama dua detik.

“Saya hanya ingin mengetahui kebenaran sesegera mungkin,” katanya.

Seorang netizen menulis: “Xiaomi hanya mengeluarkan pernyataan ini karena tekanan publik yang semakin besar. Ini bukan kepedulian, ini hanya cara untuk menenangkan opini publik.” (Hui)

Mahasiswa Tiongkok : PKT Tidak Sama dengan Tiongkok, Menyerukan untuk Keluar dari Partai Komunis Tiongkok

0

Baru-baru ini, seorang mahasiswa asal Tiongkok bernama Ze Guo mengatakan dalam sebuah wawancara dengan wartawan NTD  bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) tidak sama dengan Tiongkok, dan ia menyerukan kepada masyarakat Tiongkok untuk segera menjauh dari PKT.

EtIndonesia. Ze Guo, seorang mahasiswa asal Shandong, Tiongkok, mengatakan bahwa dibandingkan dengan sejarah panjang budaya Tiongkok, Partai Komunis Tiongkok baru berdiri lebih dari seratus tahun. Namun, banyak orang masih bingung membedakan antara PKT dan Tiongkok.


“Tiongkok memiliki banyak budaya dan tradisi yang luar biasa, yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kebrutalan dan otoritarianisme Partai Komunis Tiongkok. Namun, PKT secara paksa menghubungkan budaya Tiongkok dengan partai mereka, serta mencuci otak anak-anak sejak taman kanak-kanak melalui sistem pendidikan,” ujarnya. 

Ia menyatakan bahwa sejarah Partai Komunis Tiongkok adalah sejarah penuh pembunuhan dan bahwa PKT adalah organisasi jahat yang mempertahankan kekuasaannya melalui kekerasan dan kebohongan.


“PKT adalah organisasi yang sangat munafik, otoriter, dan tirani. Dalam arti yang lebih dalam, ia lebih mirip dengan organisasi teroris,” ujarnya. 

Menurutnya, di bawah kekuasaan PKT, anak-anak di Tiongkok sejak kecil sudah dicekoki ajaran tentang perlawanan dan kebencian.


“Sejak sekolah dasar, semua anak diharuskan mengenakan syal merah dan mengikuti upacara pengibaran bendera. Semua orang mengalami proses pencucian otak oleh PKT. Namun, sejak usia belasan tahun, saya mulai sadar dan tidak ingin mengikuti mereka. Saya memutuskan untuk sepenuhnya memutus hubungan dengan PKT,” katanya. 

Ia menyerukan kepada para pemuda Tiongkok untuk melepaskan diri dari kebohongan Partai Komunis Tiongkok dan tidak lagi dikendalikan oleh rezim jahat tersebut.

Laporan oleh wartawan NTDTV Yang Yang dan Lin Yongfeng dari Los Angeles

Putin Rekrut 160 Ribu Tentara Musim Semi Ini, Rusia Tegaskan: Tak Ada Hubungannya dengan Perang Ukraina

EtIndonesia. Presiden Rusia, Vladimir Putin menandatangani perintah wajib militer yang berlaku mulai 1 April, yang merekrut warga Rusia berusia 18 hingga 30 tahun untuk menjalani dinas militer. Jumlah wajib militer pada musim semi 2025 ini mencapai 160.000 orang—angka terbesar sejak tahun 2011. Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa rekrutmen ini tidak ada kaitannya dengan “operasi militer khusus” di Ukraina.

Rusia: Rekrutmen Ini Tidak Terkait Perang Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan: “Rekrutmen yang akan berlangsung ini tidak terkait dengan operasi militer khusus di Ukraina. Perekrutan akan dilakukan sesuai dengan jadwal dan ketentuan undang-undang Federasi Rusia.”

Menurut laporan BBC pada 1 April, sebelumnya Putin mengatakan niatnya untuk memperbesar total kekuatan militer Rusia menjadi sekitar 2,39 juta personel, termasuk 1,5 juta tentara aktif. Rekrutmen musim semi ini berlaku selama satu tahun, dan dalam tiga tahun ke depan, Rusia berencana menambah 180.000 personel militer lagi.

Kepala Kantor Wajib Militer Rusia, Vladimir Tsimlyansky, juga menyampaikan bahwa para wajib militer baru tidak akan dikirim ke Ukraina untuk berpartisipasi dalam operasi militer khusus. Rusia secara rutin melakukan rekrutmen militer pada musim semi dan gugur. Rekrutmen tahun ini mencatat peningkatan 10.000 orang dibanding musim semi 2024. Sejak tahun lalu, batas usia maksimum untuk wajib militer telah dinaikkan dari 27 menjadi 30 tahun guna memperluas cakupan.

BBC juga melaporkan bahwa meskipun Rusia sedang menyusun proposal damai untuk menghentikan konflik, rekrutmen tetap dilanjutkan. Tsimlyansky mengatakan bahwa para tentara wajib militer tidak akan dikirim ke wilayah-wilayah baru Rusia—Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia—dan tidak akan dilibatkan dalam operasi tempur di sana. Namun, sejumlah laporan menyebutkan bahwa beberapa tentara muda yang baru direkrut pernah dikirim ke garis depan Ukraina pada tahap awal perang dan gugur dalam pertempuran di wilayah perbatasan.

Rusia Tolak Proposal Damai AS, Ajukan Daftar Dugaan Pelanggaran Ukraina

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, mengatakan bahwa Rusia tidak dapat menerima usulan penyelesaian konflik yang diajukan Amerika Serikat, karena proposal itu tidak menyentuh akar permasalahan konflik dari sudut pandang Rusia.

Dalam wawancara dengan majalah International Affairs yang dikutip media Rusia pada 2 April, Ryabkov mengatakan: “Kami menghargai upaya AS dan gagasan mereka, tetapi kami tidak bisa menerima format yang mereka tawarkan saat ini.”


“Proposal tersebut sama sekali tidak memenuhi tuntutan utama kami—yakni penyelesaian terhadap akar konflik ini. Tanpa itu, masalah ini tidak bisa dianggap selesai,” tambahnya.

Sekitar dua minggu lalu, Presiden Putin juga menekankan bahwa Ukraina harus melepaskan ambisinya untuk bergabung dengan NATO, mengakui klaim kedaulatan Rusia atas empat wilayah Ukraina, dan membatasi kekuatan militernya. Namun, Ukraina menilai bahwa syarat-syarat tersebut setara dengan tuntutan agar mereka menyerah.

Menariknya, Rusia mengklaim telah menyetujui penghentian serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina, namun menuduh Ukraina tetap menyerang menggunakan drone. Tidak ada tanda-tanda konkret dari kedua belah pihak untuk benar-benar mewujudkan gencatan senjata.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan kepada televisi nasional bahwa Menteri Pertahanan Rusia, Andrei Belousov, telah memberi pengarahan kepada Putin mengenai dugaan pelanggaran yang dilakukan Ukraina dalam rapat Dewan Keamanan Nasional pada 1 April. Lavrov juga mengungkapkan bahwa daftar dugaan pelanggaran Ukraina telah dikirimkan kepada Penasihat Keamanan Nasional AS, Mike Waltz dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.(jhn/yn)

Negara Ini Kuras Habis Sumber Daya Demi 5.000 Tentara Bayaran Turki! Pakar: Bisa Ubah Peta Masa Depan Afrika Secara Drastis

EtIndonesia. Akibat terus-menerus diganggu oleh kelompok ekstremis Al-Shabaab, Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud baru-baru ini melakukan kunjungan ke Ankara, ibu kota Turki, dan bertemu Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Dalam pertemuan itu, mereka menandatangani perjanjian yang mengizinkan Turki mengirimkan 5.000 tentara bayaran ke Somalia. Sebagai imbalannya, Somalia membuka akses terhadap eksplorasi sumber daya alam mereka untuk Turki. Seorang pakar militer Tiongkok menilai, langkah “menguras habis aset nasional” ini berpotensi mengubah peta geopolitik Afrika di masa depan secara drastis.

Dalam pertemuan 27 Maret itu, Turki sepakat mengirimkan 5.000 tentara bayaran dari perusahaan kontraktor militer swasta Turki “SADAT” ke ibu kota Somalia, Mogadishu. Tujuannya adalah membantu Pemerintah Somalia memerangi kelompok ekstremis Al-Shabaab. Sebagai timbal balik, Somalia memberikan hak eksplorasi sumber daya alam seperti minyak dan gas di kawasan pesisir kepada Turki, serta mengizinkan Turki membangun pangkalan militer di wilayahnya.

Sebenarnya, sejak tahun 2020, Somalia dan Turki sudah melakukan negosiasi terkait kerja sama ini. Sekitar 5.000 prajurit Somalia sudah pernah dikirim ke Turki untuk menjalani pelatihan militer. Diperkirakan lebih dari sepertiga tentara Pemerintah Somalia nantinya akan mendapatkan pelatihan di Turki. Terkait pertukaran sumber daya alam demi keberadaan militer Turki ini, penulis menilai bahwa kedua negara mungkin sedang menjalankan permainan strategi yang sangat kompleks, mencakup sumber daya, kedaulatan, dan geopolitik.

Adapun alasan Turki bersedia terlibat secara militer di Somalia kemungkinan besar adalah untuk mengisi kekosongan pengaruh yang ditinggalkan AS, Rusia, dan negara-negara lain di Afrika. Turki diduga ingin memperkuat pengaruhnya di kawasan tersebut. Dengan memiliki hak eksplorasi dan pangkalan militer di Somalia, Turki bisa membangun pondasi untuk pengaruh geopolitik jangka panjang di Afrika.

Di sisi lain, Somalia selama ini dilanda perang saudara dan serangan teror tanpa henti. Negara itu memiliki keterbatasan besar dalam hal anggaran dan kemampuan militer, sehingga hampir tidak mampu mempertahankan ibu kota Mogadishu dari tekanan kelompok-kelompok bersenjata seperti Al-Shabaab. 

Menurut “Jungge’s Military Talk”, Somalia berupaya mendapatkan perlindungan militer dari Turki dengan menawarkan konsesi seperti hak eksplorasi sumber daya dan pembangunan pangkalan militer.

Namun, kehadiran perusahaan militer swasta SADAT dan 5.000 tentara bayaran ini dikhawatirkan justru memperparah situasi. Jika terjadi konflik antara tentara bayaran Turki dengan kelompok bersenjata lokal, bisa jadi akan memicu eskalasi yang melibatkan kekuatan-kekuatan asing lainnya. Selain itu, menyerahkan hak eksplorasi sumber daya alam kepada negara lain juga dikhawatirkan bisa membuat Somalia kehilangan kendali atas sektor ekonomi vital mereka. Ini bisa merusak kedaulatan negara dan memperdalam krisis ekonomi serta sosial.

Penulis menganggap bahwa undangan Somalia kepada Turki ini merupakan “langkah berani” dalam menghadapi krisis nasional mereka. Namun, belum ada jaminan bahwa kerja sama ini akan berhasil menstabilkan kondisi negara. Di sisi lain, keterlibatan Turki sendiri juga mengandung risiko besar. Jika misi ini gagal, bukan hanya reputasi internasional Turki yang bisa hancur, tetapi kekacauan di Somalia bisa semakin dalam. (jhn/yn)