Home Blog

33 Tahun Kemudian, Pembantaian di Lapangan Tiananmen Masih Penting bagi Dunia

Dorothy Li

Tanggal 3 Juni 1989, adalah malam berdarah bagi para pengunjuk rasa mahasiswa pro-demokrasi. Kala itu, tank-tank meluncur menuju ke Lapangan Tiananmen, Beijing untuk memusnahkan orang-orang dan apapun di jalanan. Gas air mata dan peluru tajam membanjiri alun-alun.

Para pengunjuk rasa yang panik menyandarkan tubuh-tubuh yang lemas ke sepeda, bus, dan ambulans untuk mengangkut mereka pergi. Ribuan pengunjuk rasa tak bersenjata diperkirakan tewas.

Pembunuhan massal tersebut mengejutkan dunia. Sebagai tanggapan, kala itu Presiden AS George H.W. Bush mengutuk pembantaian tersebut. Kemudian menangguhkan pengiriman senjata ke Tiongkok dan memberlakukan beberapa sanksi.

“Tapi mereka segera beralih,” kata Li Hengqing, mantan pemimpin mahasiswa 1989 yang sekarang tinggal di Washington. Li menunjukkan bahwa sebagian besar sanksi langsung dicabut dan hubungan ekonomi kembali dilanjutkan.

“Kebetulan saya percaya bahwa kontak komersial telah memimpin, pada esensinya adalah pencarian lebih banyak terhadap kebebasan ini,” kata Bush pada konferensi pers yang diadakan sehari setelah pembantaian Tiananmen. 

“Saya pikir karena orang memiliki insentif komersial, apakah itu di Tiongkok atau  sistem totaliter lainnya, langkah menuju demokrasi menjadi lebih tak terhindarkan,” katanya. 

Teori itu digambarkan  “sangat konyol,” kata Yuan Hongbing, seorang cendikiawan Tiongkok yang kemudian diskors dari tugasnya karena berpartisipasi dalam aksi protes Tiananmen. Ia mengatakan kebijakan keterlibatan Washington dengan Tiongkok menguntungkan PKT. Bahkan, membantu rezim komunis mengumpulkan kekuatan ekonomi selama tiga dekade. 

“[Respon] Barat menguatkan PKT,” kata Chen Weijian, seorang komentator Tiongkok yang meninggalkan daratan Tiongkok ke Selandia Baru dua tahun setelah tindakan keras Tiananmen.

Setelah 33 tahun, “pembangunan ekonomi tak mengarah ke Tiongkok yang bebas,” kata Chen, yang merupakan pendiri majalah pro-demokrasi Tiongkok dan diselidiki karena mendukung demonstrasi 1989. Sebaliknya, PKT berusaha menggunakan kekuatan ekonomi untuk “mengubah aturan komunitas internasional” dan mengekspor model kontrol penindasannya ke seluruh dunia.

Chen mengutip percakapan antara Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden.

Selama pidato baru-baru ini di kelas kelulusan Akademi Angkatan Laut, Biden mengatakan bahwa Xi mengatakan kepadanya bahwa demokrasi akan jatuh dan “otokrasi akan menjalankan dunia.”

“Ketika dia menelepon saya untuk memberi selamat kepada saya pada malam pemilihan, dia mengatakan kepada saya apa yang dia katakan berkali-kali sebelumnya,” kata Biden pada 27 Mei, merujuk pada Xi. 

“Dia berkata, ‘Demokrasi tidak dapat dipertahankan di abad ke-21. Otokrasi akan menjalankan dunia. Mengapa? Hal-hal berubah begitu cepat. Demokrasi membutuhkan konsensus, dan itu membutuhkan waktu, dan Anda tidak punya waktu.’

“Dia salah,” kata Biden.

Disensor di Tiongkok

Hong Kong, sebagai tempat terakhir untuk memperingati para korban pembantaian 1989 di pulau yang dikuasai PKT, melarang peringatan massal sejak tiga tahun lalu, dengan alasan pandemi, di tengah pengekangan kebebasan Hong Kong yang lebih luas di tangan rezim komunis.

Para pemimpin kelompok di balik acara nyala lilin tahunan  ditahan setelah didakwa melakukan subversi di bawah undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan PKT. Mereka termasuk di antara lebih dari 150 orang yang  didakwa atau dihukum berdasarkan Undang-Undang kejam yang telah digunakan untuk menghapus perbedaan pendapat di pusat demokrasi yang pernah berkembang pesat.

Pada peringatan tahun ini, puluhan polisi berpatroli di Victoria Park, tempat acara penyalaan lilin tahunan  yang pernah digelar sebelumnya.

Di daratan Tiongkok, aksi protes Lapangan Tiananmen, sebuah gerakan dipimpin oleh pemuda yang mengadvokasi reformasi demokrasi, masih merupakan topik yang tabu. Sampai hari ini, rezim partai komunis Tiongkok tidak akan mengungkapkan jumlah atau nama mereka yang terbunuh akibat kekejamannya. 

Rezim mencoba untuk menghapus semua kenangan pembantaian berdarah dengan menghapus setiap penyebutan peristiwa dari internet negara. Lebih parah lagi, kerap menekan para kerabat korban untuk memastikan agar mereka tetap bungkam. Akibatnya, generasi muda Tionghoa tidak menyadari apa yang terjadi pada malam itu.

Meskipun rezim terus menekan kenangan pada hari itu, Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan Amerika Serikat akan “terus berbicara dan mempromosikan akuntabilitas atas kekejaman rezim Tiongkok dan pelanggaran hak asasi manusianya termasuk yang terjadi di Hong Kong, Xinjiang, dan Tibet.”

“Kepada rakyat Tiongkok dan mereka yang terus menentang ketidakadilan dan mencari kebebasan, kami tidak akan melupakan 4 Juni,” katanya dalam pernyataan 3 Juni.

Pandemi

Tahun ini, Lapangan Tiananmen dilockdown beberapa minggu sebelum 4 Juni, sebagai  langkah pencegahan pandemi di bawah kebijakan “nol-COVID” rezim. 

Pendekatan kejam, yang dimaksudkan untuk menghilangkan setiap kasus infeksi dalam komunitas dengan memberlakukan lockdown dan karantina wajib, menyebabkan terjadinya kekurangan makanan dan penundaan perawatan medis bagi jutaan orang yang dilockdown di seluruh Tiongkok. 

“[PKT] ingin mengendalikan virus melalui pendekatan yang tidak menghormati hak asasi manusia, yang sama seperti yang dilakukan pada 4 Juni,” kata Chen.

Bagi Chen, kasus Li Wenliang, seorang dokter yang termasuk orang pertama memperingatkan tentang wabah COVID-19 awal di Wuhan, adalah alarm bagi dunia tentang bagaimana penindasan PKT dapat mempengaruhi mereka. Dokter tersebut ditegur oleh polisi pada Januari 2020 ketika pihak berwenang meremehkan tingkat keparahan wabah. Li kemudian meninggal dunia karena virus.

Chen mengatakan pandemi saat ini akan berbeda jika rezim tidak menyensor whistleblower dan pihak lain yang mencoba membunyikan alarm. “Akhirnya dunia mulai memahami PKT sekarang.”

Luo Ya dan Eva Fu berkontribusi pada laporan ini.

Val Kilmer, Bintang ‘Top Gun’ dan ‘Batman,’ Meninggal Dunia di Usia 65 Tahun

Aktor Kilmer meninggal dunia karena pneumonia, demikian dikonfirmasi oleh keluarganya.

EtIndonesia. Aktor Val Kilmer, yang dikenal luas melalui perannya dalam film seperti Top Gun, The Doors, dan Batman Forever, meninggal pada 1 April di usia 65 tahun, seperti yang dikonfirmasi oleh putrinya kepada media.

Kilmer meninggal karena pneumonia, menurut putrinya, Mercedes Kilmer, dalam sebuah email kepada The Associated Press. Ia berada di Los Angeles dan dikelilingi oleh keluarga serta teman-temannya saat menghembuskan napas terakhir.

Aktor kelahiran California ini didiagnosis menderita kanker tenggorokan pada tahun 2014 tetapi kemudian sembuh, menurut pernyataan putrinya.

Pada usia 17 tahun, Kilmer menjadi aktor termuda yang pernah diterima di divisi drama Sekolah Juilliard yang bergengsi di New York pada tahun 1981. Ia memulai karier akting profesionalnya di atas panggung sebelum akhirnya melakukan debut film layar lebar dalam film komedi mata-mata Top Secret! (1984), diikuti oleh film Real Genius (1985).

Namun, perannya sebagai Iceman dalam Top Gun (1986) yang disutradarai oleh Tony Scott—di mana ia beradu akting dengan Tom Cruise—yang membuat namanya dikenal secara luas.

Setelah kesuksesan tersebut, Kilmer membintangi banyak film dalam karier yang berlangsung selama beberapa dekade, termasuk drama The Doors (1991) yang disutradarai oleh Oliver Stone, di mana ia berperan sebagai Jim Morrison, vokalis karismatik tetapi tragis dari band rock legendaris The Doors.

Ia juga tampil sebagai penembak legendaris Old West, Doc Holliday, dalam film Tombstone (1993), serta beradu akting dengan Al Pacino dan Robert De Niro sebagai pencuri ulung Chris Shiherlis dalam film perampokan bank Heat (1995) yang disutradarai oleh Michael Mann.

Pada tahun 1995, Kilmer menggantikan Michael Keaton sebagai Batman dalam Batman Forever, di mana ia bermain bersama Jim Carrey, Nicole Kidman, dan Tommy Lee Jones.

Sutradara Batman Forever, Joel Schumacher, kemudian menyebut Kilmer sebagai “manusia dengan masalah psikologis paling rumit yang pernah saya ajak bekerja sama.”

Konflik di Balik Layar dan Karier yang Berliku

Masalah tampaknya semakin memburuk saat Kilmer membintangi film The Island of Dr. Moreau (1996), di mana ia dikabarkan berselisih dengan lawan mainnya, Marlon Brando. Produksi film tersebut mengalami banyak kendala dan akhirnya gagal di pasaran.

John Frankenheimer, sutradara film tersebut, pernah mengatakan kepada majalah Premiere pada tahun 1997 bahwa ada dua hal yang tidak akan pernah ia lakukan lagi dalam hidupnya: “Saya tidak akan pernah mendaki Gunung Everest dan saya tidak akan pernah bekerja dengan Val Kilmer lagi. Tidak ada jumlah uang yang cukup di dunia ini untuk itu.”

Dalam memoarnya tahun 2020 berjudul I’m Your Huckleberry, Kilmer mengungkapkan bahwa ia merasa “sesedih yang pernah saya rasakan” saat berada di lokasi syuting film yang menuai banyak kritik tersebut.

Setelah The Island of Dr. Moreau, Kilmer membintangi beberapa film lain, termasuk The Ghost and the Darkness (1996) bersama Michael Douglas, The Saint (1997), Joe the King (1999), Wonderland (2003), Spartan (2004), Kiss Kiss Bang Bang (2005), MacGruber (2010), dan Cinema Twain (2019), di mana ia memerankan Mark Twain.

Diagnosis Kanker dan Perjuangan Melawan Penyakit

Pada tahun 2014, Kilmer menjalani serangkaian perawatan termasuk radiasi, kemoterapi, dan trakeostomi yang menyebabkan suaranya menjadi serak secara permanen.

Setelah sembuh dari kanker, ia tetap aktif di dunia akting, tampil dalam film The Snowman (2017) dan Paydirt (2020), yang juga dibintangi oleh putrinya. Ia juga kembali memerankan karakternya dalam sekuel Top Gun: Maverick (2022).

Dalam film dokumenter Val (2021), yang mengisahkan perjalanan kariernya, Kilmer berkata:

“Saya pernah berperilaku buruk. Saya pernah berperilaku berani. Saya pernah berperilaku aneh bagi sebagian orang. Saya tidak menyangkalnya dan saya tidak menyesalinya karena saya telah kehilangan dan menemukan bagian dari diri saya yang sebelumnya tidak saya ketahui. Dan saya merasa diberkati.”

Kilmer menikah dengan aktris Joanne Whalley pada tahun 1988 setelah bertemu di lokasi syuting film fantasi Willow yang disutradarai oleh Ron Howard. Pasangan ini memiliki dua anak sebelum bercerai pada tahun 1996.

Ia meninggalkan dua anaknya, Mercedes dan Jack.

Pihak The Epoch Times telah menghubungi perwakilan Kilmer untuk memberikan komentar.

Laporan ini juga melibatkan kontribusi dari Reuters dan The Associated Press

Sumber : Theepochtimes.com

Rekonfigurasi Konflik Global oleh Trump: Implikasinya bagi Asia dan Eropa

 Joseph Yizheng Lian

Dua bulan setelah memulai masa jabatan keduanya, Presiden Donald Trump dituduh oleh beberapa politisi di Barat  dengan meninggalkan sekutu lama Washington akibat sikapnya terhadap perang di Ukraina. Namun, kita tidak perlu melihat terlalu jauh ke belakang dalam sejarah untuk menyadari bahwa tindakan “memutus hubungan” semacam itu pernah terjadi sebelumnya di Eropa kontinental dan bukan tanpa alasan.

Pada tahun 1988, Perdana Menteri Inggris yang telah wafat, Lady Margaret Thatcher, dalam pidatonya di College of Europe di Bruges, Belgia, memberikan nasihat berikut kepada audiensnya:

 “Kita harus berusaha menjaga komitmen Amerika Serikat terhadap pertahanan Eropa. Dan itu berarti kita harus mengakui beban yang mereka tanggung akibat peran global mereka serta memahami bahwa sekutu mereka seharusnya turut serta dalam pembelaan kebebasan, terutama ketika Eropa semakin makmur.”

Sayangnya, kata-kata bijak dari Iron Lady itu tidak digubris.

Sebelas tahun kemudian, nada bicaranya berubah menjadi lebih tajam dan penuh cemoohan. Dalam sebuah konferensi Partai Konservatif di Blackpool, ia secara mengejutkan menyatakan, “Sepanjang hidup saya, semua masalah berasal dari daratan Eropa, sementara semua solusi datang dari negara-negara berbahasa Inggris di seluruh dunia.”

Antara pidatonya di Bruges dan Blackpool, Thatcher berubah dari seorang pendukung integrasi Eropa selama 30 tahun menjadi penentangnya yang paling vokal. Ia mengecam apa yang disebut sebagai “British malaise”—istilah yang digunakan oleh politisi dan sejarawan Konservatif Sir Ian Gilmour dalam bukunya tahun 1969, The Body Politic—untuk menggambarkan stagnasi ekonomi, kemerosotan sosial, serta perasaan putus asa yang melanda masyarakat Inggris.

Thatcher membenci sistem kesejahteraan Eropa, mengkritik serikat pekerja yang kaku, serta mengecam kekuasaan birokrat Brussels yang tidak terpilih, yang pada pertengahan 1990-an tampaknya telah melupakan NATO, meskipun Eropa telah menjadi kaya. Pertempurannya dimenangkan secara anumerta pada tahun 2020 dengan terjadinya Brexit.

Sejak saat itu, terutama secara default, Inggris keluar dari Eropa dan membangun kemitraan di kawasan Indo-Pasifik, wilayah yang telah dikenal secara historis. Inggris telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas bilateral dengan Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru, serta sedang dalam pembicaraan untuk perjanjian baru dengan Amerika Serikat dan India. Inggris juga baru saja bergabung dengan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Pemerintahan Partai Buruh yang baru tidak berusaha membalikkan arah ini.

Amerika Serikat berada dalam lintasan yang serupa. Trump menolak konsep Big Government dan badan-badan multinasional yang birokratis. Seperti Thatcher hampir 40 tahun lalu—tetapi dengan cara yang jauh lebih agresif—Trump mengkritik negara-negara NATO lainnya karena mengalokasikan anggaran pertahanan yang terlalu kecil, keluhan yang juga sering disampaikan oleh presiden-presiden AS sebelumnya, terutama Dwight Eisenhower dan Ronald Reagan.

Orang-orang dekat Trump dengan cepat mengkritik beberapa negara Eropa karena dianggap telah meninggalkan nilai-nilai dasar Barat, seperti kebebasan berbicara, penghapusan perbatasan nasional yang aman, serta membiarkan masuknya kelompok kriminal dan jihadis fanatik yang melancarkan serangan teroris terhadap warga sipil tak berdosa. Trump juga percaya bahwa semua ini sedang terjadi di Amerika Serikat.

Perang Rusia–Ukraina telah menciptakan perpecahan antara Trump dan anggota NATO lainnya. Ia ingin perang ini segera berakhir agar Washington bisa “beralih” ke Indo-Pasifik dan menghadapi ancaman utama dari Tiongkok komunis, yang sejak masa jabatan pertamanya ia anggap sebagai musuh utama Amerika.

Sebagai contoh, sebuah artikel terbaru dari BBC menuduh presiden AS telah “meledakkan tatanan dunia”. Namun, tuduhan itu hanyalah bentuk Eurocentrisme, karena yang sebenarnya dilakukan Trump hanyalah mereset hubungan Washington dengan Eropa—dan Eropa bukanlah seluruh dunia.

Faktanya, ada tanda-tanda positif bahwa Eropa mulai bereaksi dengan cara yang sehat terhadap Trump. Misalnya, pemimpin Jerman yang baru terpilih telah memutuskan bahwa negaranya harus mengalokasikan dana besar untuk meningkatkan kekuatan militernya, meskipun hal itu berarti harus memangkas belanja kesejahteraan dan menyesuaikan kembali model pertumbuhannya.

Seperti yang diharapkan, ketika Eropa kembali kuat dan stabil, Trump akan meninggalkan panggung politik, dan para penerusnya dapat memperbaiki hubungan tanpa hambatan yang ada saat ini. Pada saat itu, dunia akan tetap bersifat bipolar: kubu masyarakat terbuka melawan kubu otoriter—atau lebih buruk lagi.

Akan ada dua medan utama di mana konflik antara kedua kubu ini akan berlangsung. Yang pertama adalah Asia, di mana Amerika Serikat—tanpa beban dari Eropa dan bersekutu dengan Jepang, Taiwan, Korea Selatan, serta Australia—akan menghadapi rezim Tiongkok. Kekuatan terbesar di dunia akan mencoba menekan dan menahan yang paling berbahaya. Yang kedua adalah Eropa, di mana Uni Eropa yang telah direformasi dan diperkuat akan menghadapi Rusia. Kekuatan kelas dua akan mencoba menahan kekuatan kelas tiga. Ini akan menjadi konfigurasi konflik yang jauh lebih rasional dan pembagian tugas yang lebih mudah dikelola bagi Barat dibandingkan situasi saat ini.

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah opini penulis dan tidak mencerminkan pandangan The Epoch Times.

Profesor Lian lahir dan besar di Hong Kong. Ia memperoleh gelar B.A. dalam bidang matematika dari Carleton College dan Ph.D. dalam bidang ekonomi dari University of Minnesota. Lian telah banyak menulis dalam publikasi akademik dan profesional, serta merupakan penulis dari banyak buku, termasuk sebuah catatan perjalanan dari perjalanannya mengelilingi Taiwan dengan sepeda.

Menhan AS Pete Hegseth Yakinkan Sekutu Indo-Pasifik, Termasuk Australia, atas Dukungan AS

Dalam kunjungan singkatnya ke kawasan tersebut, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menjanjikan bahwa pemerintahan Trump akan “benar-benar memprioritaskan dan beralih ke kawasan ini.”

EtIndonesia. Pernyataan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menunjukkan bahwa, meskipun Pentagon mungkin mengurangi dukungannya terhadap sekutu di Eropa, komitmen terhadap sekutu di Indo-Pasifik, termasuk Australia, tetap kuat.

Berbicara dalam konferensi pers di Manila pada 28 Maret, ia berjanji bahwa pemerintahan Trump akan “benar-benar memprioritaskan dan beralih ke kawasan dunia ini dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

“Hari ini, kami berada di Filipina. Besok, Jepang. Selanjutnya, Australia, Korea Selatan, dan negara-negara lain di kawasan ini,” katanya.

Dalam pertemuan dengan Presiden Filipina Bongbong Marcos dan Menteri Pertahanan Gilberto Teodoro, Hegseth mengatakan bahwa mereka telah “menyetujui langkah-langkah berikutnya untuk membangun kembali—dan ini kuncinya, membangun kembali—pencegahan di kawasan Indo-Pasifik.”

Teodoro mencatat bahwa Filipina sedang “menggabungkan dan menyelaraskan kapabilitas dengan Australia dengan kecepatan yang belum pernah kita lihat dalam waktu yang sangat lama.”

“Kita menghadapi ancaman bersama, yaitu ekspansi berlebihan Partai Komunis Tiongkok. Jadi, di Indo-Pasifik, aturan hukum internasional, kebebasan navigasi, dan kebebasan individu semuanya dipertaruhkan di sini.”

AS untuk Perdamaian

Meskipun Jepang terkena dampak besar dari tarif Trump, negara ini tetap menjadi sekutu strategis utama. Hegseth menegaskan kembali komitmen sekitar 50.000 tentara Amerika di Jepang untuk berpartisipasi, bersama dengan pasukan Filipina, dalam komando operasional gabungan yang baru dibentuk di bawah Jenderal Nagumo Kenichiro.

“Semakin luas aliansi kita, semakin baik. Semakin banyak kerja sama keamanan, semakin baik. Semakin tinggi interoperabilitas, semakin baik. Semakin banyak skenario kontingensi, semakin baik. Dan semakin besar dilema strategis bagi musuh kita, semakin baik,” ujar Hegseth.

Teodoro juga mengkritik klaim teritorial Beijing, dengan mengatakan, “Garis Sepuluh Putus-Putus lebih mencerminkan diri mereka sendiri daripada orang lain.”

“Itu adalah produk dari pandangan dunia yang terbatas, dari masyarakat yang tertutup. Kami tidak melakukan propaganda di negara ini. Kami mempraktikkan kebebasan berbicara dan demokrasi. Jadi Filipina bukan corong propaganda, tidak seperti mereka sendiri yang menjadi corong Xi Jinping,” kata Teodoro.

“Masalahnya adalah, Anda akan mendengar saya. Amerika Serikat akan mendengar saya. Orang Filipina akan mendengar saya. Tetapi lebih dari satu miliar warga Tiongkok tidak akan bisa mendengar apa yang saya katakan.”

Hegseth juga menegaskan sikap tegasnya, dengan menyatakan, “Sejarah mencatat banyak negara yang mencoba menguji keteguhan AS. Saat ini, kami bertekad untuk bekerja sama dengan mitra kami, membangun kembali etos pejuang, memperkuat militer kami, dan mengembalikan pencegahan.”

“Jangan salah mengartikan keyakinan kami pada perdamaian dan keinginan kami untuk perdamaian sebagai kurangnya ketegasan,” katanya. “Presiden Trump menginginkan perdamaian. Itu juga pesan saya di sini. Namun, untuk mencapai perdamaian itu, kami akan tetap kuat. Sekutu kami akan tahu bahwa kami berdiri bersama mereka.”

Namun, ia juga menyampaikan peringatan tersirat bagi Australia dan sekutu lainnya di kawasan mengenai pengeluaran pertahanan, dengan mengatakan bahwa AS akan terus “mendorong mitra dan sekutu lainnya di kawasan ini untuk meningkatkan upaya dan kerja sama mereka guna memperkuat kapabilitas pertahanan dan meningkatkan pencegahan.”

Sumber : Theepochtimes.com

Eropa Pecah dengan AS? Le Pen Jadi Korban “Permainan Kotor”, Trump dan Elon Musk Tunjukkan Dukungan

EtIndonesia. Pada 31 Maret, Pengadilan Prancis menjatuhkan hukuman terhadap pemimpin partai sayap kanan National Rally (Rassemblement National), Marine Le Pen, atas tuduhan penyalahgunaan dana Parlemen Eropa sebesar 3 juta euro. Da dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun, dengan dua tahun ditangguhkan dan dua tahun menjadi tahanan rumah, serta denda sebesar 100.000 euro. Le Pen juga langsung dikenai larangan mencalonkan diri dalam jabatan publik selama lima tahun—hukuman yang tetap berlaku meskipun dia mengajukan banding. Ini berarti besar kemungkinan dia tidak akan bisa ikut dalam pemilihan presiden Prancis tahun 2027.

Menurut laporan RFI (Radio France Internationale), Le Pen segera melawan balik dengan keras, menuduh tindakan ini sebagai bentuk “tirani kehakiman” yang dijalankan oleh sistem yang dikendalikan sayap kiri. Dia menyebut hukuman ini sebagai bentuk “serangan politik sekelas bom nuklir”. 

Le Pen menegaskan: “Jika mereka menggunakan senjata sekuat ini untuk melawan kami, jelas mereka tahu kami hampir memenangkan pemilu.”

Agensi berita AFP melaporkan, meskipun putusan pengadilan ini menjadi pukulan besar bagi Le Pen, hasil survei terbaru masih menempatkannya sebagai kandidat terdepan dalam putaran pertama Pilpres 2027. Le Pen dan partainya mengecam keras putusan ini sebagai “skandal demokrasi” dan bentuk pengkhianatan terhadap jutaan suara rakyat Prancis.

Yang sangat jarang terjadi, larangan lima tahun untuk mencalonkan diri dalam jabatan publik itu diberlakukan langsung dan tidak ditunda meskipun Le Pen mengajukan banding. Ini berarti, kecuali bandingnya dikabulkan, kandidat tiga kali Pilpres ini akan absen dari pertarungan 2027.

Pada malam setelah putusan dijatuhkan, Le Pen tampil di TV nasional Prancis TF1 dan untuk pertama kalinya merespons secara terbuka. Dia menegaskan tidak akan meninggalkan dunia politik dan bersumpah akan berjuang demi haknya untuk mencalonkan diri. 

“Keputusan politik ini dibuat untuk secara sengaja mencegah saya mencalonkan diri sebagai Presiden tahun 2027,” ujarnya. “Saya penuh semangat dan tidak akan menyerah begitu saja.” Dia menegaskan bahwa jalur hukum masih terbuka meskipun sangat sempit, dan dia menyerukan agar sistem hukum Prancis mempercepat proses bandingnya. Namun, di Prancis, proses banding dapat memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, dan hal ini jelas menjadi tantangan berat bagi masa depan politiknya.

Meskipun dia dinyatakan tidak layak ikut pemilu, Le Pen dan National Rally masih memimpin dalam survei. Mereka mengecam keputusan ini sebagai bentuk “skandal demokrasi” yang menginjak-injak suara jutaan pendukung mereka.

Tim hukum Le Pen bersikukuh bahwa tuduhan ini bermotif politik, dengan alasan bahwa penggunaan dana sepenuhnya sah dan definisi “asisten parlemen” terlalu sempit. Namun, hakim menyatakan bahwa Le Pen dan rekan-rekannya melakukan pelanggaran secara sadar. Meski dia masih mempertahankan kursi parlemen hingga akhir masa jabatan, peluangnya menggantikan Presiden Emmanuel Macron kini berada di ambang kegelapan.

Jika Le Pen benar-benar tak bisa mencalonkan diri, satu-satunya pengganti paling potensial adalah Jordan Bardella, ketua partai yang baru berusia 29 tahun. Jika terpilih, Bardella akan menjadi Presiden termuda dalam sejarah Prancis. Namun, Le Pen enggan menyatakan dukungan eksplisit kepadanya, hanya menyebut Bardella sebagai “aset besar partai”, dan berharap tidak perlu memainkan “kartu itu” terlalu dini. Partainya telah meluncurkan petisi online berjudul “Selamatkan Demokrasi” untuk menggalang dukungan publik.

Kasus ini menarik perhatian internasional.

Presiden AS, Donald Trump segera menyatakan dukungan terhadap Le Pen, bahkan menyamakan nasibnya dengan serangkaian tuduhan hukum yang dia hadapi menjelang pemilu 2024. 

Pada 31 Maret, Trump mengatakan kepada media di Oval Office Gedung Putih: “Ini masalah besar. Banyak orang mengira dia tak akan dihukum, tapi sekarang dia dilarang mencalonkan diri selama lima tahun, padahal dia kandidat unggulan. Kedengarannya mirip sekali dengan situasi di negara kita.” 

Trump selama ini mengkritik negara-negara NATO karena kontribusi mereka yang minim dalam keamanan kolektif dan menyebut kebijakan perdagangan UE tidak adil. Dia juga dijadwalkan mengumumkan kebijakan tarif “resiprokal” pada Rabu (2/4), yang diperkirakan akan memperkeruh hubungan AS–Eropa.

Dukungan Trump menggema di kalangan pemimpin sayap kanan Eropa, termasuk Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban, yang secara terbuka menyatakan solidaritas kepada Le Pen.

Le Pen juga merilis pernyataan keras usai divonis: “Malam ini, jutaan rakyat Prancis marah. Di negeri yang konon menjunjung tinggi hak asasi manusia, para hakim berperilaku seperti rezim otoriter. Amarah rakyat sungguh luar biasa.”

Komentarnya didukung oleh miliarder Elon Musk. Dalam unggahannya di platform X, Musk menulis:  “Ketika kaum kiri radikal tidak bisa menang lewat pemilu yang adil, mereka akan menyalahgunakan sistem hukum untuk memenjarakan lawan politik mereka. Ini adalah skenario standar mereka di seluruh dunia.”

Wakil Presiden AS, JD Vance juga menyinggung kasus ini dalam pidatonya di konferensi konservatif CPAC, mengkritik tren penahanan tokoh politik oposisi di Eropa. Dia menyebut vonis terhadap Le Pen sebagai bukti nyata dari kekhawatirannya selama ini.

Sementara itu, Dewan Tinggi Kehakiman Prancis menyatakan keprihatinannya atas reaksi yang menggelora dari berbagai pihak, dan menyerukan agar semua kalangan menahan diri. 

Dalam pernyataannya, mereka menyebutkan: “Komentar politik terhadap putusan hukum yang masih dalam proses banding tidak dapat diterima dalam masyarakat demokratis.”

Akun pengamat @CEOBriefing menulis di X: “Sejarawan dari Universitas Oxford, Niall Ferguson, mengatakan bahwa Trump tidak sepenuhnya salah. Dia menyadari bahwa Amerika memerlukan pendekatan realisme seperti Nixon. Hasil terbaik Ukraina bisa seperti Korea Selatan, terburuknya seperti Vietnam Selatan. Masa depan Eropa sebagai sekutu AS bukanlah hal yang pasti. Rusia yang stabil justru menjadi penyeimbang kekuatan Benua Eropa. Dalam hal ideologi, Rusia bahkan mungkin lebih dekat dengan konservatif AS ketimbang kaum kiri liberal Eropa. Rusia yang stabil juga bisa menjadi penyeimbang terhadap Partai Komunis Tiongkok. Dalam konteks geopolitik Eurasia, Tiongkok dan Rusia tidak mungkin menjadi sekutu sejati. Dunia telah berubah secara mendalam.”

Catatan akhir:

Komentar Trump dan para tokoh konservatif lainnya diyakini akan menyemangati kubu sayap kanan di Eropa. Namun di saat yang sama, hal ini memperumit hubungan antara AS dan “Eropa Lama” yang cenderung berpandangan kiri. Vonis terhadap Le Pen kini menjadi medan pertempuran ideologi global antara nasionalisme dan keadilan hukum.(jhn/yn)

Perenang di Samping Gunung Es Greenland: Berenang di Perairan Gletser dengan Suhu di Bawah Nol Derajat

EtIndonesia. Baru-baru ini, nama Greenland sering muncul di berita. Di sana, ada sekelompok perenang ekstrem yang tetap menjalankan hobi mereka—berenang musim dingin. Seperti apa rasanya berenang di gletser yang dikelilingi gunung es? Mari kita simak bersama!

Sebagai salah satu olahraga ekstrem, berenang musim dingin memberikan pengalaman unik yang tidak bisa dirasakan oleh mereka yang belum pernah mencobanya.

Di Nuuk, ibu kota Greenland, para perenang menikmati pengalaman unik dengan berenang di antara gunung es yang megah—sesuatu yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.

Sofie Vistoft, seorang perenang musim dingin, berbagi pengalamannya: “Salju putih di mana-mana, dengan latar belakang gunung es yang begitu indah. Ini adalah pengalaman luar biasa yang baik untuk jiwa.”

Setelah melakukan pemanasan yang cukup, mereka melompat ke air gletser dengan suhu minus 7°C. Bahkan di bawah permukaan air, masih terlihat lapisan es yang tebal.

Tidak hanya penduduk setempat, dalam beberapa tahun terakhir, banyak wisatawan juga tertarik mencoba olahraga ekstrem ini, meskipun suhu airnya sangat menusuk tulang.

Regitze Fuglsang, perenang musim dingin lainnya, mengatakan: “Ini adalah pengalaman yang luar biasa dan sangat menyenangkan. Kami berkumpul sebagai komunitas, tidak peduli dari mana asalnya atau apa tujuan mereka di sini. Berenang musim dingin benar-benar menyatukan kita semua.”

Saat malam tiba, keindahan cahaya aurora sering muncul di langit Greenland, menambah suasana mempesona pada pengalaman berenang musim dingin ini.

Laporan oleh Ke Tingting / Editor: New Tang Dynasty News

Keajaiban di Alaska: Pilot dan Dua Anak Ditemukan Hidup Setelah Pesawat Jatuh di Danau Es

EtIndonesia. Sekelompok orang Samaria yang Baik di Alaska dipuji atas upaya heroik mereka dalam membantu menyelamatkan seorang pilot dan dua anak yang selamat dari kecelakaan pesawat di danau beku.

Pesawat kecil itu, Piper PA-12 Super Cruiser, dilaporkan terlambat mendarat Minggu malam di dekat Danau Tustumena dan Pegunungan Kenai, dekat Homer, menurut Associated Press.

Setelah hampir 12 jam mencari, pilot sukarelawan Tyler Godes melihat reruntuhan pesawat.

“Saya melihat sayapnya di sana, hati saya hancur. Saya tahu apa yang terjadi ketika pesawat menembus es,” kata Godes.

Melihat pesawat itu sebagian tenggelam, awalnya dia mengkhawatirkan yang terburuk, dengan asumsi tidak ada yang selamat.

Dale Eicher, penduduk setempat dengan pengalaman pencarian dan penyelamatan, baru saja memulai pencariannya sendiri ketika dia mendengar pesawat yang jatuh itu ditemukan melalui radio. Menyadari orang yang menemukannya mungkin tidak memiliki sinyal seluler, Eicher segera menghubungi Polisi Negara Bagian Alaska.

“Saya langsung menelepon polisi karena saya masih bertugas di kepolisian dan saya tahu kemungkinan besar orang yang menemukannya tidak bertugas di kepolisian,” kata Eicher kepada KTUU. “Saya benar-benar terkejut. Saya tidak menyangka kami akan menemukan mereka. Saya tidak menyangka kami akan menemukan mereka dalam keadaan hidup … tidak selalu berjalan mulus seperti ini.”

Scott Holmes, seorang teman keluarga, memuji respons cepat masyarakat yang membantu menemukan korban selamat. Setelah dia membagikan panggilan minta tolong di Facebook, kiriman itu dibagikan lebih dari 400 kali.

“Putri saya memberi tahu saya bahwa kiriman saya dibagikan sebanyak 420 kali,” kata Holmes. “Saya bangga dengan orang-orang yang maju dan membantu.”

Begitu tim penyelamat mencapai lokasi kecelakaan, pilot dan dua anak—yang merupakan anggota keluarga dekat—dibawa ke rumah sakit dengan luka yang tidak mengancam jiwa, juru bicara Polisi Negara Bagian Alaska Austin McDaniel mengonfirmasi.

Dennis Hogenson, Kepala Badan Keselamatan Transportasi Nasional Wilayah Pasifik Barat, menggambarkan penyelamatan tersebut sebagai “berita yang luar biasa dan baik.” (yn)

Sumber: sunnyskyz

Seorang Samaria yang Baik Hati Punya Cara Cerdik untuk Memastikan Dompet yang Dia Temukan Kembali ke Pemiliknya yang Sah

EtIndonesia. Seorang Samaria yang menemukan dompet yang hilang menjadi viral setelah merancang formula yang sangat ampuh untuk mencegah dompet itu jatuh ke tangan yang salah.

“Saya meninggalkan catatan sedemikian rupa sehingga hanya pemilik sebenarnya yang dapat menghubungi saya,” kata orang tersebut dalam sebuah unggahan Reddit yang viral disertai dengan foto enkripsi yang mengingatkan pada “Da Vinci Code”.

Dia dilaporkan telah menemukan “dompet hitam” yang hilang pada hari Sabtu, menurut tangkapan layar. Kemudian, seperti orang Samaria yang Baik Hati, dia mengambil dompet tersebut dan meninggalkan pesan tulisan tangan dengan instruksi untuk menghubunginya.

Namun, alih-alih hanya menuliskan nomor teleponnya—yang bisa saja disalahgunakan oleh orang tak bertanggung jawab—dia menyamarkannya dalam sebuah “persamaan verifikasi” yang hanya bisa dipecahkan oleh pemilik sah dompet itu.

Berdasarkan catatan yang di-screenshot, orang tersebut diminta untuk memasukkan tanggal lahir mereka — yang mungkin diperoleh si penemu dari SIM mereka — dalam format “DD/MM/YYYY”.

Lalu, dengan menjumlahkan angka tersebut dengan “030532468,” hasilnya akan menjadi nomor telepon si penemu. Setelah itu, pemilik asli bisa menghubunginya untuk mengambil kembali dompet mereka.

Namun, mereka hanya punya waktu hingga akhir pekan untuk mengambilnya dari penemunya.

Pengguna Reddit tersebut mencatat dalam surat tersebut bahwa mereka akan mengirimkan kantong uang yang hilang ke kantor polisi pada hari Senin.

Pengguna Reddit lainnya pun terkesan dengan metode keamanan berbasis dunia nyata ini.

“Itu… sebenarnya cukup jenius,” puji salah satu pengguna, sementara yang lain menyebut algoritma tersebut “pintar sekaligus penuh kebaikan.”

“Itu luar biasa, bagaimana dia bisa memikirkan ini???” ujar seorang pengguna kagum. “Karena metode ini benar-benar hanya bisa diselesaikan oleh satu orang saja.”

Dia menambahkan: “Sangat kecil kemungkinannya ada orang lain dengan tanggal lahir yang sama dan berada di lokasi yang sama yang juga kehilangan dompet hitam. Metode ini seharusnya lebih sering digunakan.”

Sang pengunggah kemudian membalas bahwa dia mendapatkan ide ini dari sebuah video YouTube tentang kriptografi — praktik menyandikan dan menguraikan informasi agar hanya pihak berwenang yang bisa mengaksesnya. (yn)

Sumber: nypost

Ramalan Terbaru Baba Vanga Menjadi Kenyataan — dan Lebih Banyak Ramalannya yang Mengejutkan Tentang Tahun 2025 Memperlihatkan Masa Depan yang Mengerikan

EtIndonesia. Baba Vanga, yang juga dikenal sebagai Vangeliya Pandeva Gushterova, adalah seorang cenayang buta asal Bulgaria yang dikenal luas karena dugaan kekuatannya untuk meramal.

Baru bulan April, yang berarti masih banyak hal yang bisa terjadi pada tahun 2025 — dan sayangnya bagi kita, tampaknya Vanga meramalkan beberapa hal mengejutkan yang akan terjadi pada dunia tahun ini.

Menurut Daily Mail, meskipun dia meninggal pada tahun 1996, tabib mistik itu meramalkan peristiwa-peristiwa besar dunia yang menjadi kenyataan — termasuk 9/11, kematian Putri Diana.

Tahun 2025 tidak luput dari ramalan menakutkan dari mistikus buta itu. Dia meramalkan “bahwa tahun 2025 akan membawa gempa bumi yang dahsyat” — meskipun tidak ada rekaman resmi mengenai firasat samar dan kebenarannya.

Ramalan Vanga lainnya untuk tahun 2025 termasuk pecahnya perang di Eropa, dan bencana ekonomi di seluruh dunia.

Dia juga mengklaim bahwa kehancuran umat manusia akan dimulai pada tahun 2025 — dengan dunia secara resmi berakhir pada tahun 5079, menurut berbagai laporan.

Dari semua ramalannya, sejauh ini dia benar tentang gempa bumi.

Pada tanggal 28 Maret, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 melanda Myanmar, dan beberapa bagian Thailand — menewaskan ribuan orang dan menyebabkan kerusakan yang meluas.

Minggu ini, jumlah korban tewas akibat gempa bumi Myanmar meningkat menjadi lebih dari 2.700 karena lebih banyak jenazah telah dikeluarkan dari reruntuhan, menurut pemerintah yang dipimpin militer negara tersebut.

Di seberang perbatasan di Thailand, pihak berwenang mengatakan sedikitnya 10 orang tewas, 16 orang terluka, dan 101 orang hilang dari tiga lokasi konstruksi, termasuk gedung tinggi yang sedang dibangun yang runtuh.

Gempa bumi tidak berhenti di situ. Tonga, negara Oseania, juga dilanda gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1, yang memicu peringatan tsunami bagi negara Kepulauan Pasifik tersebut.

Berikut adalah garis waktu yang menakutkan menurut Vanga untuk akhir umat manusia

2025: Konflik di Eropa akan menghancurkan populasi benua tersebut.

2028: Manusia akan mulai menjelajahi Venus sebagai sumber energi.

2033: Lapisan es kutub akan mencair, menaikkan permukaan laut ke ketinggian yang drastis di seluruh dunia.

2076: Komunisme akan menyebar ke negara-negara di seluruh dunia.

2130: Manusia akan melakukan kontak dengan alien.

2170: Kekeringan akan menghancurkan sebagian besar dunia.

3005: Bumi akan berperang dengan peradaban di Mars.

3797: Manusia harus meninggalkan Bumi karena tidak dapat dihuni lagi.

5079: Dunia akan kiamat. (yn)

Sumber: nypost

Tersambar Petir, Wanita Australia Bangun dengan Warna Mata Baru

EtIndonesia. Seorang wanita yang lumpuh setelah tersambar petir mengungkapkan bahwa matanya kini berubah warna.

Warga Queensland, Australia, Carly Electric, 30 tahun, begitu dia dikenal, mengatakan bahwa dia selalu terpesona oleh badai dan petir — memiliki tiga tato bertema petir sebagai penghormatan kepada fenomena cuaca favoritnya.

Sayangnya, Electric mengalami pertemuan yang jauh lebih dekat dengan petir daripada yang dia inginkan ketika dia tersengat petir saat bergegas keluar dari rumahnya untuk mendapatkan pemandangan badai yang lebih baik pada bulan Desember 2023.

Menurut Electric, dia merasa telah “dibius” dan juga kehilangan semua “perasaan” di anggota tubuhnya setelah kejadian itu.

“Saya berkeringat, pusing, dan hampir euforia. Saya tidak bisa bergerak, bahkan satu inci pun,” kata Electric, seperti dilansir New York Post.

Saat petugas medis darurat tiba, kaki dan tangannya membiru dan dia tidak bisa menggerakkan apa pun kecuali kepala dan lehernya. Meskipun sudah sadar, Electric kesulitan bernapas dan hal terakhir yang diingatnya adalah para dokter mengerumuninya di rumah sakit saat dia pingsan dan tidak sadarkan diri selama beberapa jam.

Dia didiagnosis menderita keraunoparalysis, yang juga dikenal sebagai kelumpuhan petir, suatu kondisi di mana kelumpuhan sementara pada anggota tubuh terjadi saat seseorang tersambar petir.

Meskipun Electric akhirnya pulih sepenuhnya, dia terkejut setelah mengetahui bahwa pigmen matanya telah berubah.

“Mata saya yang sebelumnya berwarna hijau sekarang berwarna cokelat tua,” katanya, seraya menambahkan bahwa itu bukan pengalaman yang tidak biasa.

“Ketika saya mencarinya di internet, saya menemukan bahwa hal ini tidak jarang terjadi pada orang yang tersengat listrik. Bagian atas kepala saya sangat sensitif, tempat saya tersambar – terasa panas saat disentuh, jadi saya harus menghindarinya saat menyisir rambut.”

Khususnya, pada tahun 2017, seorang remaja di negara bagian Alabama, AS, mengklaim bahwa penglihatannya membaik setelah tersambar petir karena dia tidak memerlukan kacamata dan lensa lagi.(yn)

Sumber: ndtv

Makam Kerajaan Firaun Misterius Ditemukan di Mesir Setelah 3.600 Tahun

EtIndonesia. Makam kerajaan firaun Mesir kuno yang tidak teridentifikasi dari 3.600 tahun lalu digali oleh para arkeolog.

Makam itu terletak tujuh meter di bawah tanah di pekuburan kuno Gunung Anubis di Abydos, salah satu kota tertua di Mesir kuno dan enam mil dari Sungai Nil, menurut Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir.

Dalam penemuan ini, Museum Universitas Pennsylvania dan para arkeolog Mesir menemukan ruang pemakaman batu kapur setinggi 5 meter dengan kubah bata lumpur, sementara di kedua sisi pintu masuk, mereka juga menemukan prasasti yang memudar.

Satu set pita emas hieroglif yang kemungkinan bertuliskan nama raja (yang identitasnya masih menjadi misteri) dan satu lagi bertuliskan nama dewi Isis dan Nephthys.

Meskipun identitas firaun tersebut belum terungkap, diyakini bahwa dia memerintah sejak Periode Menengah Kedua (1640 SM hingga 1540 SM), pada saat wilayah tersebut menghadapi ketidakstabilan politik di Mesir kuno yang terpecah-pecah.

Ini termasuk Dinasti Abydos – atau dikenal sebagai “dinasti yang hilang” – di mana serangkaian raja memerintah Mesir Hulu antara tahun 1700 SM dan 1600 SM, dan para ahli memperkirakan makam tersebut bisa jadi merupakan makam terbesar dan tertua dari dinasti ini.

Namun Mohamed Abdel Badie, kepala Sektor Purbakala Mesir, mencatat bahwa makam ini jauh lebih besar dibandingkan dengan makam lain yang diyakini berasal dari Dinasti Abydos.

Pada tahun 2014, makam penguasa Dinasti Abydos lainnya bernama Seneb-Kay ditemukan, dan para ahli memperkirakan makam baru ini kemungkinan merupakan pendahulu Seneb-Kay.

Mereka juga mengetahui bahwa makam firaun misterius itu dibangun di dalam makam lain, yang jauh lebih besar dari makam firaun sebelumnya yang berkuasa bernama Neferhotep I.

Penemuan baru ini muncul setelah penemuan baru-baru ini di lokasi pemakaman kerajaan firaun Mesir lainnya, Thutmose II.(yn)

Sumber: indy100

Wanita Tua dengan ‘Sindrom Tangan Alien’ Langka Dilarikan ke Rumah Sakit dengan Gejala yang Mengerikan

EtIndonesia. Bayangkan Anda sedang duduk di rumah di sofa ketika salah satu tangan Anda mulai bergerak sendiri — dan Anda tidak berdaya untuk menghentikannya.

Itulah yang terjadi pada seorang wanita berusia 77 tahun yang tidak diketahui identitasnya, yang didiagnosis oleh dokter dengan “sindrom tangan alien”.

Wanita itu sedang menonton TV ketika dia menyadari bahwa tangan kirinya bergerak sendiri, seolah-olah kerasukan.

“Tangan kirinya membelai wajah dan rambutnya tanpa keinginannya. Dia menjadi takut,” tulis penulis studi kasus aneh tahun 2014, yang diterbitkan dalam jurnal Baylor University Medical Center Proceedings.

“Upayanya untuk mengendalikan tangan kiri dengan tangan kanan tidak berhasil. Dia tidak dapat mengendalikan tangan kirinya selama hampir 30 menit karena tangan itu terus melakukan gerakan yang disengaja.”

“Sindrom tangan alien, atau sindrom dr. Strangelove, adalah situasi menarik di mana seseorang kehilangan kendali atas tangannya, yang mulai bertindak secara independen,” tulis mereka.

“Tangan alien tersebut mungkin mencengkeram sesuatu dan orang tersebut mungkin harus menggunakan anggota tubuh lainnya untuk melepaskan benda-benda tersebut darinya. Pada kondisi ekstrem, tangan alien tersebut dilaporkan bahkan dapat membuat pasien mati lemas.”

Kondisi tersebut biasanya disebabkan oleh trauma otak, stroke, atau penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Tidak ada obatnya, meskipun kondisi tersebut dapat dikelola melalui terapi perilaku seperti membuat tangan nakal tersebut sibuk dengan suatu tugas.

Gejalanya dapat berlangsung selama berhari-hari — atau bertahun-tahun.

Dalam kasus wanita tua ini, fenomena mengejutkan ini hanya berlangsung selama 30 menit — durasi terpendek yang tercatat — meskipun lengan kirinya terasa lemah dan mati rasa setelahnya.

Suaminya membantunya pergi ke rumah sakit — saat itulah dia menyadari bahwa dia menyeret kaki kirinya saat berjalan.

Dokter meyakini sindrom tangan alien yang dialaminya mungkin disebabkan oleh stroke setelah dia berhenti minum obat pembekuan darah untuk mengantisipasi operasi tulang belakang.

Dia perlahan-lahan mendapatkan kembali kendali atas sisi kiri tubuhnya selama enam jam berikutnya dan dipulangkan.

Kasus sindrom tangan alien pertama yang diketahui dilaporkan oleh ahli saraf Jerman Kurt Goldstein pada tahun 1908.

AHS terkadang disebut sindrom dr. Strangelove, diambil dari karakter film klasik Stanley Kubrick yang tangannya yang tak terkendali berulang kali mencoba melakukan salut ala Nazi.

Salah satu kasus terkenal melibatkan seorang wanita yang mencoba mengancingkan kemejanya dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya membuka kancingnya.

Tangan kirinya juga terkadang mematikan rokoknya tanpa izin dan menampar wajahnya. (yn)

Sumber: nypost

Diduga Pintu Mobil Terkunci Otomatis,  Mobil Listrik Xiaomi SU7 Terbakar dan  Membakar 3 Mahasiswi Hingga Tewas

0

Kasus mobil listrik terbakar yang menyebabkan korban jiwa kembali terjadi di Tiongkok. Pada 29 Maret, sebuah mobil listrik Xiaomi SU7 menabrak pembatas jalan di jalan tol Anhui, lalu terbakar hebat. Diduga karena pintu mobil terkunci secara otomatis, tiga mahasiswi di dalamnya terjebak dan tewas terbakar hidup-hidup. Namun, berita ini dengan cepat disensor di platform media sosial seperti Douyin dan Weibo, memicu kemarahan netizen.

EtIndonesia. Pada 30 Maret 2025, video insiden ini beredar di internet, memperlihatkan sebuah mobil kecil terbakar di jalan tol. Seorang netizen yang mengetahui kejadian itu mengungkapkan bahwa kecelakaan terjadi di Tol G0321 De-Shang, Chizhou, Anhui. Mobil yang terlibat adalah Xiaomi SU7, yang setelah bertabrakan, pintunya tidak dapat dibuka, menyebabkan tiga perempuan di dalamnya tewas seketika.

Seorang pengguna dengan nama akun “Jing Shou Liunian” menulis bahwa korban salah satunya adalah anaknya sendiri. Mereka bertiga adalah mahasiswi yang sedang dalam perjalanan ke Chizhou untuk mengikuti ujian pegawai negeri.

“Anak saya dan dua temannya naik mobil menuju Chizhou untuk ujian. Pada 29 Maret pukul 22:45, mobil mereka menabrak pembatas jalan dan terbakar. Pintu mobil terkunci secara otomatis, api menyala selama satu jam sebelum petugas pemadam kebakaran dan polisi tiba.”

Ia juga menyalahkan pihak Xiaomi atas kecelakaan ini:

“Mengapa? Kenapa Xiaomi merilis produk yang belum matang dan membahayakan nyawa orang? Anak saya masih muda, usianya masih berbunga, mereka tidak seharusnya mengalami kematian yang mengerikan ini!”

Seorang netizen lainnya juga mengklaim bahwa korban adalah keponakannya yang berusia 23 tahun, yang hampir lulus kuliah. Ia bersama dua teman perempuannya sedang menuju Chizhou, Anhui untuk ujian pegawai negeri pada 30 Maret 2025. Namun, sekitar pukul 22:00, mobil mereka tiba-tiba kehilangan kendali, menabrak pembatas jalan, dan terbakar dengan pintu terkunci. Akibatnya, mereka terpanggang hidup-hidup.

Menurut situs informasi lalu lintas Anhui, pada pukul 23:12, sebuah mobil dengan nomor plat “鄂AAV1226” menabrak pembatas jalan di jalan tol G0321 De-Shang, lalu terbakar. Jalan tol arah dari Qimen menuju Zongyang langsung ditutup.

Banyak netizen yang geram dengan kejadian ini:

  • “Ya ampun, tiga nyawa melayang karena pintu terkunci!”
  • “Katanya api hanya menyebar ke bawah, tapi kenapa sampai membakar bagian dalam mobil?”
  • “Katanya sistem pintu masih ada mekanisme manual, tapi kenapa tidak bisa dibuka?”

Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi di Tiongkok. Pada April 2024, sebuah mobil listrik Huawei AITO M7 terbakar setelah tabrakan beruntun di Yuncheng, Shanxi. Saat orang-orang berusaha menyelamatkan korban di dalam mobil, mereka menemukan pintu dan jendela terkunci rapat, menyebabkan tiga orang di dalamnya tewas karena tidak bisa keluar.

Sayangnya, berita mengenai kecelakaan Xiaomi SU7 ini dihapus dari Weibo dan Douyin, dan akun-akun keluarga korban yang membagikan insiden ini juga diblokir. (Hui/asr)

AS ‘Lebih Unggul’ dari Tiongkok dalam Teknologi Pesawat Jet Supersonik, Kata CEO Boom Supersonic

EtIndonesia. Menurut CEO Boom Supersonic, Blake Scholl, Amerika saat ini masih lebih unggul dari Tiongkok dalam hal pesawat yang dapat terbang lebih cepat dari kecepatan suara.

“Saya pikir penerbangan selalu dilihat sebagai simbol keunggulan teknologi,” kata Scholl pada hari Selasa (1/4) saat tampil di acara “Mornings with Maria”. “Sama seperti chip, pesawat diciptakan di Amerika, dan Tiongkok ingin melampaui Amerika sebagai pemimpin dalam teknologi, jadi tentu saja, mereka mengejar supersonik. Itu adalah langkah selanjutnya dalam penerbangan.”

South China Morning Post melaporkan pada akhir pekan bahwa Commercial Aircraft Corporation of China (Comac) milik Pemerintah Tiongkok sedang mengerjakan jet supersonik yang disebut C949.
Pesawat tersebut, yang dirinci dalam cetak biru dalam makalah akademis baru-baru ini, dimaksudkan untuk mencapai Mach 1.6 dan memiliki ledakan sonik yang hampir tidak terdengar saat proyek tersebut membuahkan hasil, menurut outlet tersebut.

Desain jet tersebut kabarnya memiliki jangkauan 50% lebih jauh dari Concorde.

Comac sebelumnya mengatakan ingin memasarkan C949 supersonik pada tahun 2049, South China Morning Post melaporkan.

Scholl mengatakan kepada pembawa acara Maria Bartiromo bahwa “kabar baiknya” adalah saat ini, AS “lebih unggul” dari Tiongkok dalam hal jet supersonik.

“Kami memiliki satu-satunya jet supersonik nonmiliter yang beroperasi di dunia,” katanya. “Itu adalah prototipe XB-1. Kami telah menunjukkan bahwa kami dapat melakukannya tanpa ledakan sonik.”

Perusahaan Scholl, Boom Supersonic, adalah perusahaan yang berbasis di Denver di balik XB-1.

Pesawat demonstran XB-1 Boom Supersonic memecahkan penghalang suara untuk pertama kalinya pada akhir Januari.

Selama uji terbang yang sangat dinanti-nantikan itu, jet tersebut melaju di atas Mach 1 beberapa kali “tanpa menghasilkan ledakan sonik yang mencapai tanah,” kata perusahaan itu.

Scholl melanjutkan dengan memberi tahu Bartiromo bahwa “masalahnya saat ini” adalah AS “memiliki peraturan yang berlebihan.”

Menurut situs web Federal Aviation Administration, peraturan AS melarang penerbangan sipil yang melampaui Mach 1 saat bepergian melalui darat di Amerika.

“Sejak tahun 1970-an, kami telah melarang penerbangan cepat di AS,” jelasnya. “Ini benar-benar konyol. Seharusnya larangan ledakan sonik, atau setidaknya ledakan sonik yang buruk, tetapi sebaliknya, peraturan itu telah ada selama lebih dari 50 tahun, dan itu mencegah perusahaan AS membangun jet generasi berikutnya yang lebih cepat.”

Peraturan supersonik yang lebih ketat di AS memiliki implikasi bagi negara yang bersaing dengan tiongkok, menurut CEO Boom Supersonic.

“Saya pikir itu benar-benar, pertama, itu adalah kekuatan lunak, simbol keunggulan teknologi. Itu adalah sesuatu yang akan diperhatikan oleh seluruh dunia,” katanya. “Tetapi itu penting untuk keamanan nasional dan keamanan ekonomi.”

“Saat ini, Boeing adalah eksportir nomor satu AS, tetapi mereka belum menciptakan pesawat baru selama lebih dari 20 tahun. Pada saat yang sama, seperempat dari semua pesawat Angkatan Udara sebenarnya adalah pesawat komersial yang dimodifikasi. Di sinilah kita mengeluarkan tanker, pesawat angkut, bahkan banyak pesawat mata-mata kita adalah pesawat komersial yang dimodifikasi. Jadi jika kita tidak memiliki pesawat angkut komersial generasi berikutnya, itu berarti kita tidak memiliki pesawat angkut militer generasi berikutnya. Saya merasa itu sangat menakutkan. Kita tidak bisa membiarkan itu terjadi.”

Scholl ingin AS mengubah peraturannya terkait penerbangan supersonik komersial.

“Itu perubahan yang sangat sederhana dan mudah. ​​Saat ini, kita benar-benar memiliki peraturan yang mengatakan ‘kamu tidak boleh melebihi Mach 1’ dan yang seharusnya tertulis adalah ‘kamu tidak boleh membuat suara yang buruk,’” katanya saat tampil di “Mornings with Maria”. “Jika penerbangan supersonik memungkinkan tanpa ledakan sonik di darat, maka jelas itu harus diizinkan.”

Boom Supersonic mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk “membawa teknologi supersonik ke semua orang.”

Pesawat demonstrasi XB-1 “memberikan fondasi” untuk Overture, jet yang lebih besar yang mereka ciptakan untuk penerbangan supersonik komersial, menurut perusahaan tersebut.

Overture seharusnya memiliki kapasitas untuk 64 hingga 80 penumpang.

Boom Supersonic juga mengatakan bahwa jet tersebut seharusnya mencapai kecepatan dua kali lebih cepat dari pesawat saat ini di atas air dan 50% lebih cepat di atas daratan. (yn)

Perkiraan Terbaru Jepang: Jika Gempa Dahsyat Terjadi di Palung Nankai, Bisa Sebabkan Sekitar 300 Ribu Kematian dan Kerugian Rp 627,8 Triliun

EtIndonesia. Kelompok kerja pemerintah Jepang pada 31 Maret 2025  mengumumkan perkiraan terbaru bahwa jika terjadi gempa bumi dahsyat di Palung Nankai, korban jiwa bisa mencapai 298.000 orang, sementara kerugian ekonomi diperkirakan melebihi 292 triliun yen.

Laporan ini menyebutkan skenario terburuk:

  • Gempa berkekuatan 9.1 magnitudo terjadi di tengah malam saat musim dingin,
  • Tanpa peringatan dini,
  • Seluruh sesar patah secara bersamaan,
  • Mayoritas warga sedang tidur di dalam rumah tanpa persiapan.

Dalam kondisi ini, sekitar 73.000 orang diperkirakan akan meninggal dunia akibat runtuhnya bangunan, terutama di prefektur Wakayama, Mie, dan Aichi, yang mengalami guncangan paling kuat.

Dampak Tsunami

  • Gempa ini akan memicu tsunami lebih dari 3 meter di sepanjang wilayah pesisir Jepang, dari Fukushima hingga Okinawa.
  • Kota Kuroshio dan Tosashimizu di Prefektur Kochi diperkirakan akan menghadapi gelombang setinggi 34 meter.
  • Tsunami ini diprediksi menyebabkan 215.000 kematian, terutama di wilayah pesisir Samudra Pasifik.
  • Bencana sekunder seperti kebakaran dan tanah longsor dapat menewaskan sekitar 9.000 orang.

Dampak Kematian Tidak Langsung

Laporan ini juga memperkirakan jumlah korban “kematian terkait gempa” sebanyak 52.000 orang. Ini termasuk korban yang meninggal akibat:

  • Depresi dan bunuh diri setelah kehilangan rumah dan keluarga,
  • Orang lanjut usia yang tidak mampu bertahan dalam kondisi pengungsian yang sulit,
  • Berbagai penyakit yang muncul akibat perubahan lingkungan hidup.

Kerusakan Infrastruktur

  • Sekitar 2,35 juta bangunan diperkirakan akan runtuh atau terbakar habis.
  • Angka ini tidak jauh berbeda dari perkiraan sebelumnya, yaitu 2,38 juta bangunan.
  • Laporan ini menekankan bahwa seluruh instansi terkait harus bekerja keras dalam upaya mitigasi bencana.

Pada Januari 2025, Komite Penelitian Gempa Jepang memperingatkan bahwa dalam 30 tahun ke depan, kemungkinan terjadinya gempa berkekuatan 8-9 di Palung Nankai telah meningkat dari 70-80% menjadi sekitar 80%.

Sejarah Gempa Palung Nankai

Gempa besar terakhir di Palung Nankai terjadi pada tahun 1946, dikenal sebagai Gempa Besar Nankai Showa, yang menyebabkan 1.443 orang tewas atau hilang akibat gempa dan tsunami.

Sejak Gempa Besar Jepang Timur (Tohoku) pada 11 Maret 2011, Badan Meteorologi Jepang dan para ahli terus memantau dan mengevaluasi risiko gempa besar di Palung Nankai, yang membentang dari Prefektur Shizuoka hingga perairan Kyushu Selatan.

Laporan oleh Wang Hong / New Tang Dynasty News

Terdengar Suara Minta Tolong dari Reruntuhan di Myanmar, Seorang Adik Mengenali Tangan Kakaknya

EtIndonesia. Setelah gempa bumi mengguncang Myanmar, kota terbesar kedua Mandalay berubah menjadi puing-puing. Sebuah video minta tolong yang direkam dari reruntuhan menunjukkan seorang gadis kecil menangis dan mengetuk lantai, meminta bantuan. Selain itu, seorang perempuan yang sedang menonton video penyelamatan di internet tiba-tiba mengenali tangan kakaknya yang terjebak di reruntuhan.

Terdengar Suara Minta Tolong dari Reruntuhan

Sebuah video yang beredar di internet menunjukkan apartemen Sky Villa di Mandalay yang hancur akibat gempa. Di dalam reruntuhan, terdapat dua gadis dan seorang wanita paruh baya yang tertimpa beton dan tidak bisa berdiri.

Dalam rekaman itu:

  • Seorang gadis berambut panjang dan berkacamata terlihat meringkuk di sudut ruangan, memeluk kakinya dengan tenang.
  • Seorang wanita tua mengalami luka di kepala dan wajahnya berlumuran darah.
  • Seorang gadis lain memakai piyama kuning, terlihat duduk di lantai sambil memukul tembok dengan besi, berusaha menarik perhatian penyelamat dan berteriak minta tolong dengan suara penuh tangisan.

Pada 30 Maret, gadis berkacamata tersebut berhasil diselamatkan. Namun, nasib gadis berbaju kuning dan wanita tua yang bersamanya masih belum diketahui. 

Adik Mengenali Tangan Kakaknya di Reruntuhan

Dalam video lain yang beredar, seorang penyelamat merekam seorang wanita yang terjebak di reruntuhan, ia mengangkat tangannya dan melambaikan jari, dengan ibu jari mengenakan cincin perak.

Seorang wanita Myanmar keturunan Tionghoa bernama Ming, yang sedang menonton video ini di ponselnya, tiba-tiba menyadari bahwa itu adalah tangan kakaknya, Ming Yanzhu.

“Saya tidak sengaja melihat video itu, tapi saya langsung merasa tangan itu mirip dengan kakak saya. Saya menontonnya berulang kali, melihat cara dia menggerakkan jari, cara dia memakai cincin—kakak saya memang suka memakai cincin seperti itu sejak kecil. Saya menonton lebih dari 20 kali dan saya yakin, itu kakak saya,” kata Ming kepada Media pada 31 Maret. 

Ming menjelaskan bahwa kakaknya Ming Yanzhu dan sepupunya Yang Liqing tinggal di apartemen Sky Villa. Mereka adalah warga keturunan Tionghoa di Myanmar dan telah lama bekerja di bisnis batu giok di Mandalay.

Pada hari gempa, Myanmar sedang merayakan festival tradisional, sehingga pasar batu giok tutup. Karena itu, keduanya tidak pergi ke pasar dan akhirnya terjebak dalam reruntuhan.

Pada 30 Maret, tiga wanita berhasil diselamatkan dari apartemen Sky Villa. Ming berharap kakaknya termasuk di antara mereka, tetapi belum ada konfirmasi resmi.

“Saya ingin tahu siapa yang pertama kali merekam video itu, apakah kakak saya sudah diselamatkan?” katanya. Saat ini, tim penyelamat dan relawan sedang mencari informasi lebih lanjut.

Reruntuhan Mendadak Runtuh Lagi, Tim Penyelamat Berlari Menyelamatkan Diri

Sebuah video lain menunjukkan bahwa saat tim penyelamat bekerja di apartemen Sky Villa pada 30 Maret, tiba-tiba terdengar suara keras dari dalam reruntuhan. Akibatnya, para penyelamat langsung berlari menyelamatkan diri.

Dalam video tersebut, seorang relawan berbaju biru terjatuh dari reruntuhan, tetapi segera bangkit tanpa peduli lukanya dan berlari menjauh. 

Video ini menjadi perbincangan netizen, banyak yang memberikan apresiasi:

  • “Melihatnya jatuh saja sudah terasa sakit, mereka benar-benar berjuang keras. Para penyelamat ini luar biasa!”

Jumlah Korban Tewas Mencapai 2.056 Orang

Menurut data terbaru dari Komite Informasi Myanmar, hingga 31 Maret pukul 12:00 waktu setempat, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Myanmar telah menewaskan 2.056 orang, melukai 3.900 orang, dan 270 lainnya masih hilang. Tim penyelamat masih terus bekerja mencari korban yang selamat.

Di Mandalay, tiga lokasi yang dihuni banyak warga Tionghoa mengalami kerusakan terparah, yaitu:

  • Hotel Winstar
  • Apartemen Sky Villa
  • Hotel Great Wall (New Great Wall)

Sumber : NTDTV.com