Orang Kaya Tiongkok Gencar Menggunakan Sewa Rahim, Apa Rahasia di Balik “Produksi Bayi” Secara Massal? 

EtIndonesia.com Baru-baru ini, sebuah laporan investigasi CBS memicu perhatian luas di Amerika Serikat. Investigasi tersebut menemukan bahwa sewa rahim telah berkembang menjadi mata rantai industri abu-abu yang minim regulasi di Amerika Serikat. Ada orang tua yang memesan jasa puluhan ibu pengganti sekaligus. Bahkan, dalam beberapa kasus, setelah melahirkan, ibu pengganti baru mengetahui bahwa bayi mereka dibawa oleh orang asing.

Yang lebih mengejutkan, miliarder Tiongkok Xu Bo disebut telah memiliki lebih dari 100 anak melalui ibu pengganti di Amerika Serikat. Para pengamat khawatir bahwa kondisi ini bukan hanya menimbulkan risiko regulasi, tetapi juga dapat memicu krisis etika dan kemanusiaan. Selain itu, pertanyaan mengenai siapa yang akan melindungi hak-hak ibu pengganti dan anak-anak yang dilahirkan melalui proses tersebut juga menjadi persoalan yang sulit.

Tahun lalu, polisi Amerika Serikat menggerebek sebuah rumah mewah di California. Sepasang suami istri keturunan Tionghoa yang tinggal di sana ditangkap karena diduga melakukan kekerasan terhadap anak.

Pria yang terlibat dalam kasus tersebut diidentifikasi sebagai Guojun Xuan, seorang tokoh komunitas Tionghoa di California yang disebut memiliki hubungan dengan Partai Komunis Tiongkok. Saat itu, polisi membawa 21 anak dari rumah tersebut. Setelah itu, beberapa bayi hasil sewa rahim lainnya juga lahir secara bertahap di negara bagian lain.

Setelah melakukan investigasi, CBS menemukan bahwa pasangan Xuan diduga menyembunyikan fakta sebenarnya dari para ibu pengganti dan secara bersamaan mempekerjakan puluhan perempuan. 

Melalui praktik sewa rahim, mereka disebut telah memiliki sedikitnya 25 anak. Banyak ibu pengganti mengaku terkejut karena sebelumnya tidak mengetahui bahwa mereka hanyalah salah satu bagian dari proses “memproduksi anak secara massal” untuk pihak tersebut.

Kasus di atas bukanlah satu-satunya. Ada kasus yang bahkan lebih ekstrem.

Dokumen yang diperoleh CBS melalui kebocoran menunjukkan bahwa tokoh utama dalam kasus sewa rahim lainnya adalah miliarder Tiongkok Xu Bo. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa ia memanfaatkan sistem sewa rahim di Amerika Serikat untuk memiliki kemungkinan lebih dari 100 anak.

Seorang ibu tunggal di California bernama Judy mengatakan kepada CBS bahwa ia memutuskan menjadi ibu pengganti setelah melihat iklan yang menawarkan kompensasi hingga US$120.000. Saat itu, ia sedang membutuhkan uang untuk menabung membeli rumah.

Namun, setelah menandatangani kontrak, Judy baru mengetahui bahwa pihak yang memesan jasa tersebut secara bersamaan telah mempekerjakan lebih dari 20 perempuan untuk menjadi ibu pengganti dan melahirkan anak-anak bagi dirinya.

Judy mengungkapkan bahwa ia setidaknya lima kali meminta untuk bertemu dengan ayah yang memesan jasa tersebut, tetapi tidak pernah berhasil. Ia pun mempertanyakan dengan frustasi: “Apakah saya bahkan tidak berhak mengetahui untuk siapa saya sedang melahirkan anak?”

Saat ini, sebagian besar negara bagian di Amerika Serikat tidak memiliki undang-undang yang membatasi jumlah ibu pengganti yang dapat dipekerjakan oleh orang tua pemesan secara bersamaan. Tidak ada pula kewajiban umum yang mengharuskan pihak pemesan menjalani pemeriksaan latar belakang. California bahkan telah menjadi pusat dari mata rantai industri “reproduksi lintas negara” ini.

CBS mengutip laporan dari lembaga penelitian yang menyebutkan bahwa antara 2014 hingga 2020, dari seluruh klien internasional yang menggunakan layanan sewa rahim lintas negara di Amerika Serikat, lebih dari 40 persen berasal dari Tiongkok.

Para pelaku industri memperingatkan bahwa sewa rahim pada awalnya merupakan teknologi reproduksi berbantuan yang ditujukan untuk membantu keluarga yang mengalami infertilitas. Namun, jika praktik tersebut berkembang menjadi model bisnis yang dapat direplikasi dalam skala besar, hal itu berpotensi menimbulkan risiko serius serta krisis etika dan kemanusiaan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: ketika proses reproduksi melintasi batas negara dan bergerak di wilayah abu-abu hukum serta regulasi, siapa yang pada akhirnya akan melindungi hak-hak bayi yang baru lahir dan para ibu pengganti tersebut?

NTD, dilaporkan oleh Yi Jing.

Seorang Nenek “Hidup Kembali” Setelah Dinyatakan Meninggal Dunia, Terdengar Suara Rintihan dari Dalam Peti Jenazah Berpendingin 

EtIndonesia.com  Baru-baru ini, kabar tentang seorang nenek di Tiongkok daratan yang “hidup kembali setelah dinyatakan meninggal dunia” menyebar di internet dan menarik perhatian publik.

Pada 13 September, seorang warganet dari Hebei mengunggah tulisan yang mengungkapkan: “Seorang kerabat di kampung halaman kami meninggal dan dimasukkan ke dalam peti jenazah berpendingin. Setelah sehari, dia ‘hidup kembali’. Setelah sadar selama dua hari, nenek tersebut meninggal lagi. Hari ini jenazahnya dimakamkan. Kejadiannya benar-benar terjadi. Saya hanya merasa peristiwa ini sangat aneh, jadi saya mengunggahnya di Douyin. Tidak menyangka malah menjadi viral…”

Nenek tersebut berasal dari sebuah desa di Kota Liugusi, Kota Hejian, Cangzhou, Provinsi Hebei. Pada sore 13 September, warganet tersebut mengatakan kepada Jimu News bahwa nenek itu berusia lebih dari 70 tahun dan merupakan kerabat neneknya. Nenek tersebut telah menderita trombosis otak selama lebih dari 10 tahun dan kabarnya juga mengidap penyakit serius.

Menurut warganet tersebut, pada malam 8 September, setelah nenek itu dinyatakan meninggal, keluarganya memasukkannya ke dalam peti jenazah berpendingin. Namun, pada sore 9 September, menantu perempuan nenek tersebut mendengar suara “rintihan” dari dalam peti.

Pada sore 11 September, warganet itu pergi bersama neneknya untuk menjenguk kerabat tersebut. Saat itu, sang nenek masih dapat membuka mata, tetapi tidak mampu makan maupun minum. Setelah mereka pulang malam itu, mereka kembali menerima telepon yang mengatakan bahwa “nenek tersebut sudah meninggal”.

Pada 13 September, jenazah dibawa keluar untuk dimakamkan. Orang tua dan nenek warganet tersebut juga menghadiri pemakaman.

Pada 14 September, seorang warga desa mengatakan bahwa meskipun dirinya tidak pernah datang ke rumah nenek tersebut, ia mendengar dari warga desa bahwa memang terjadi kasus seorang lansia yang “hidup kembali” setelah dimasukkan ke dalam peti jenazah berpendingin, sebelum akhirnya meninggal lagi.

Seorang pejabat desa mengatakan bahwa nenek tersebut menderita kanker. Keluarganya pernah membawanya ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan, tetapi karena penyakitnya sudah menyebar dan tidak dapat disembuhkan lagi, nenek tersebut dibawa pulang ketika kondisinya memburuk.

Pejabat tersebut menjelaskan bahwa kemungkinan sebelumnya nenek itu sudah tidak bernapas merupakan kesan yang keliru. Peti jenazah berpendingin tersebut menggunakan mode pendinginan dan tidak boleh membuat tubuh membeku. Keluarga awalnya menunggu anak-anaknya pulang untuk melihatnya untuk terakhir kali. Namun, ternyata nenek tersebut masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan, sehingga ia dikeluarkan dari peti. Dua hari kemudian, barulah ia meninggal dunia.

Peristiwa tersebut memicu perhatian warganet di Tiongkok daratan:

“Setelah diberi air, dia hidup selama dua hari lalu meninggal lagi. Itu terjadi di desa sebelah kami.”

“Ini membuktikan bahwa waktunya untuk meninggal memang belum tiba.”

“Gejala sakaratul maut. Kondisi seperti ini memang bisa terjadi saat seseorang meninggal.”

“Saya juga dari Cangzhou. Tetangga saya pernah mengalami hal serupa. Setelah dipakaikan pakaian jenazah dan dibiarkan selama setengah hari, dia sadar kembali. Beberapa hari kemudian meninggal.”

Media Tiongkok daratan sebelumnya pernah melaporkan bahwa kematian semu bukanlah sesuatu yang aneh. Kematian manusia dapat dibedakan menjadi kematian biologis yang tidak dapat dipulihkan dan kematian klinis yang masih dapat ditangani melalui upaya penyelamatan. Kondisi yang kedua sering disebut sebagai “kematian semu”.

Setiap orang yang pada akhirnya meninggal dunia dapat mengalami tahap yang menyerupai kondisi tersebut. Pada tahap ini, pernapasan dan detak jantung menjadi sangat lemah, metabolisme melambat secara drastis, dan pasien mengalami koma berat sehingga tampak seperti telah meninggal.

Oleh karena itu, dalam praktik medis, penentuan kematian harus melalui pemeriksaan yang sangat ketat:

  1. Memeriksa denyut arteri karotis dengan tangan.
  2. Mengamati pernapasan spontan, termasuk melihat apakah dada masih naik dan turun secara alami.
  3. Memeriksa pupil mata, apakah mengalami pelebaran.
  4. Memeriksa apakah bibir dan kulit seluruh tubuh berubah menjadi kebiruan.
  5. Yang paling penting, memeriksa elektrokardiogram (EKG) untuk melihat apakah garis aktivitas jantung telah menjadi garis lurus.

Sumber : NTDTV.com

Kredit Tumbuh, Investor Melonjak, tapi Waspada Scam! Ini Catatan OJK Jatim Hingga Juli 2026

SURABAYA — Sektor jasa keuangan di Jawa Timur terus menunjukkan geliat positif. Hingga Juli 2026, penyaluran kredit perbankan di wilayah ini mencapai Rp641,07 triliun, tumbuh 4,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp857,64 triliun, naik 5,06 persen.

Kabar baik ini disampaikan Plt. Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V. M. Tarihoran, dalam Media Briefing Triwulan III 2026 yang digelar bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan LPS di Surabaya, Rabu (16/9).

“Pertumbuhan sektor jasa keuangan harus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Kami tidak hanya menjaga agar industri tumbuh sehat, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki akses, pemahaman, dan perlindungan yang memadai,” ujar Horas.

Modal Kuat, Kredit UMKM Perlu Perhatian

Dari sisi permodalan, perbankan Jawa Timur tercatat sangat sehat dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 31,16 persen. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross berada di angka 3,78 persen.

Kredit perbankan terutama disalurkan ke sektor rumah tangga, perdagangan besar dan eceran, serta industri pengolahan. Namun, ada catatan penting: pertumbuhan kredit UMKM mengalami perlambatan dengan NPL sebesar 5,43 persen. Di sisi lain, Kredit Usaha Rakyat (KUR) tetap menunjukkan tren positif dengan NPL yang terjaga di angka 1,97 persen.

Pasar Modal Jatim Makin Bergairah

Partisipasi masyarakat Jawa Timur di pasar modal terus meningkat. Hingga Juli 2026, jumlah investor pasar modal di Jatim mencapai 3.379.484 Single Investor Identification (SID) —menjadikannya provinsi dengan investor terbanyak ketiga secara nasional. Angka ini tumbuh 71,85 persen dibanding tahun lalu.

Saat ini terdapat 58 emiten asal Jawa Timur dan enam calon emiten yang sedang dibina melalui IDX Incubator. Investor Jatim juga mencatat net buy sebesar Rp542 miliar di pasar saham.

Sementara itu, securities crowdfunding (SCF) terus berkembang dengan 37 penerbit dan 8.382 pemodal, menghimpun dana mencapai Rp69,83 miliar, tumbuh 18,68 persen.

Waspada Scam! 85 Ribu Laporan Masuk

Di balik pertumbuhan yang positif, OJK mencatat peningkatan risiko penipuan di sektor jasa keuangan. Melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) , masyarakat Jawa Timur telah menyampaikan 85.677 laporan terkait dugaan penipuan.

Secara nasional, hingga 30 Juni 2026, IASC telah menerima 608.167 laporan yang berkaitan dengan 1.085.607 rekening. Dari jumlah tersebut, 557.751 rekening (51,38 persen) telah diblokir, dengan dana yang berhasil diselamatkan mencapai Rp674,1 miliar. Sekitar Rp196,93 miliar di antaranya telah dikembalikan kepada korban.

“Angka 85.677 laporan menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Timur semakin aktif melaporkan dugaan penipuan. Kecepatan menjadi faktor yang sangat menentukan dalam penanganan scam. Segera lapor melalui kanal resmi ketika menemukan transaksi yang terindikasi penipuan,” tegas Horas.

Literasi dan Inklusi Keuangan Meningkat

Upaya penguatan literasi keuangan juga membuahkan hasil. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan Jawa Timur sebesar 72,07 persen, lebih tinggi dari indeks nasional. Sementara indeks inklusi keuangan tercatat 91,86 persen.

Melalui program GENCARKAN sejak Agustus 2024 hingga Agustus 2026, telah dilaksanakan 6.081 kegiatan edukasi dengan peserta mencapai 1,33 juta orang. Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) juga mencatat 12,04 juta rekening dengan nominal mencapai Rp4,5 triliun.

Pojok Keuangan Rakyat di Jatim Fest 2026

Dalam rangka Bulan Inklusi 2026, OJK bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Jawa Timur akan menghadirkan Pojok Keuangan Rakyat dalam Jatim Fest 2026 pada 30 September–4 Oktober 2026 di Exhibition Hall, Grand City Surabaya. Akan ada talkshow literasi keuangan, pameran produk jasa keuangan, serta kegiatan interaktif bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan sektor jasa keuangan Jawa Timur tumbuh dengan fondasi yang kuat: industrinya sehat, masyarakatnya semakin terliterasi, akses keuangannya semakin luas, dan perlindungannya semakin kuat. Pertumbuhan dan perlindungan bukan dua hal yang terpisah, tetapi satu kesatuan untuk membangun kepercayaan masyarakat,” pungkas Horas.

Begini Fasilitas Universitas di Tiongkok ? Mahasiswi Harus Antri Lebih dari Satu Jam untuk Mandi 

EtIndonesia.com Pada 15 September, sebuah video yang memperlihatkan para mahasiswi di sebuah universitas di Nanjing harus mengantri panjang selama lebih dari satu jam untuk mandi pada malam hari membuat banyak warganet terkejut: Apakah fasilitas penunjang di universitas-universitas Tiongkok memang begitu buruk?

Seorang mahasiswi di Nanjing merekam video di luar kamar mandi asrama kampus:

Mahasiswi: “Ya ampun, antriannya panjang sekali! Astaga, ini pasti ada ratusan orang.”

Rekaman tersebut memperlihatkan para mahasiswi yang menunggu untuk mandi berbaris panjang di koridor di luar kamar mandi, hingga ujung antrian tidak terlihat. Para mahasiswi membawa baskom kecil yang berisi perlengkapan mandi dan pakaian. Sebagian berdiri menunggu, sementara yang lain bahkan duduk di lantai sambil bermain ponsel.

Mahasiswi yang mengunggah video tersebut mengatakan:

“Setiap hari, antri untuk mandi paling tidak satu jam.”

Video tersebut memicu perdebatan di internet. Banyak warganet mengaku terkejut:

“Saya kira hanya anak-anak kami di SMA yang mengalami hal seperti ini. Di universitas juga begitu?”

“Di beberapa universitas malah lebih parah daripada di SMA.”

“Pantas anak perempuan saya bilang bahwa yang menakutkan dari pelatihan militer bukanlah latihannya, tetapi harus antri untuk mandi.”

“Universitas mana ini? Ungkapkan saja supaya orang lain bisa menghindarinya.”

“Mahasiswa Tiongkok memang seperti ini. Coba bandingkan dengan asrama mahasiswa asing. Mereka punya kamar mandi pribadi, lengkap dengan pemanas air dan AC.”

Seorang warganet juga membagikan pengalaman saat masih kuliah:

“Beli saja beberapa termos air panas. Ambil air panas dan bawa kembali ke asrama untuk mandi. Dulu, waktu saya kuliah, memang begitulah caranya.”

Bukan hanya universitas di Nanjing yang memperlihatkan kondisi seperti ini. Video yang beredar di media sosial Tiongkok menunjukkan bahwa di sebuah universitas di Jiangsu, para mahasiswi juga harus mengantri panjang di luar kamar mandi. Bahkan, mereka harus menunggu di luar ruangan. Pada musim dingin, para mahasiswi terlihat berdiri di jalan kecil di dalam kampus sambil membawa keranjang, tas, dan perlengkapan lainnya.

Bukan hanya fasilitas untuk mandi yang dinilai tidak memadai. Bahkan perlengkapan tempat tidur di asrama juga membuat orang tercengang.

Pada 13 September, seorang orang tua mahasiswa mengunggah video yang mengungkap bahwa asrama mahasiswa baru di Kampus Zhongdu, Shanxi Medical University, menggunakan tempat tidur bertingkat dengan meja di bawahnya, tetapi tidak dilengkapi tangga untuk naik ke tempat tidur. Banyak mahasiswa baru yang masuk kuliah terpaksa membeli tangga sendiri agar dapat naik ke tempat tidur. Tanpa tangga, mereka tidak dapat tidur di tempat tidur bagian atas.

Yang lebih sulit diterima, menurut orang tua mahasiswa tersebut, harga tangga itu mencapai 200 yuan (sekitar Rp470 ribu) per buah, dan ia mengeluhkan bahwa harganya “terlalu menguntungkan pihak penjual”.

Seorang lulusan universitas tersebut mengatakan bahwa beberapa angkatan sebelumnya juga tidak mendapatkan tangga. Ada mahasiswa yang selama bertahun-tahun kuliah harus memanjat ke tempat tidur tanpa menggunakan tangga.

Di kolom komentar, banyak warganet mengkritik pihak universitas:

“Tempat tidur bertingkat dengan meja di bawahnya tidak dilengkapi tangga, lalu mahasiswa baru disuruh mengeluarkan 200 yuan untuk membelinya sendiri. Desain seperti ini benar-benar tidak masuk akal.”

“Masalahnya bukan soal mengeluarkan uang. Yang sangat tidak masuk akal adalah tempat tidur bertingkat itu tidak dilengkapi tangga. Kalau tengah malam masih mengantuk lalu bangun untuk ke toilet, orang bisa jatuh dan mengalami cedera parah. Ini menyangkut masalah keselamatan.”

Dilaporkan oleh Luo Tingting / Editor: Wenhui

Jumlah Warga Jepang Berusia 100 Tahun untuk Pertama Kalinya Menembus 100 Ribu, Meningkat 700 Kali Lipat dalam Lebih dari 60 Tahun 

Menjelang perayaan Hari Penghormatan kepada Lansia di Jepang, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang mengumumkan bahwa jumlah penduduk berusia 100 tahun ke atas kembali mencatat rekor tertinggi dan untuk pertama kalinya menembus angka 100 ribu orang.

EtIndonesia.com Hingga 1 September 2026, jumlah warga Jepang yang berusia 100 tahun ke atas mencapai 107.677 orang, bertambah 7.914 orang dibandingkan tahun lalu. Perempuan menyumbang hampir 90 persen (87,6 persen), atau sebanyak 94.298 orang, sedangkan laki-laki berjumlah 13.379 orang.

Perempuan tertua di Jepang adalah Fuyo Kishimoto dari Kota Kyoto. Ia lahir pada 20 Desember 1911 dan kini berusia 114 tahun. Sementara itu, pria tertua adalah Hikaru Kato dari Kota Kumamoto. Ia lahir pada 2 Mei 1914 dan kini berusia 112 tahun.

Jumlah penduduk Jepang yang berusia 100 tahun ke atas terus meningkat sejak statistik ini mulai dicatat pada 1963. Ketika Undang-Undang Kesejahteraan Lansia diberlakukan pada 1963, jumlah warga berusia 100 tahun ke atas di seluruh Jepang hanya 153 orang. 

Pada 1998, jumlahnya untuk pertama kali melampaui 10 ribu orang, kemudian menembus 50 ribu orang pada 2012, dan kini telah mencapai lebih dari 100 ribu orang. Dibandingkan dengan 1963, jumlah tersebut meningkat lebih dari 700 kali lipat dalam kurun lebih dari 60 tahun.

Setiap tahun dalam perayaan Hari Penghormatan kepada Lansia, perdana menteri Jepang mengirimkan surat ucapan selamat dan hadiah kenang-kenangan kepada warga yang berusia 100 tahun. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka terhadap perkembangan masyarakat, sekaligus meningkatkan perhatian dan pemahaman publik terhadap kesejahteraan lansia.

Selain memiliki banyak warga berusia 100 tahun ke atas, Jepang juga memiliki angka harapan hidup yang tinggi. Statistik tahun 2025 menunjukkan bahwa rata-rata harapan hidup perempuan Jepang mencapai 87,33 tahun, tertinggi di antara negara-negara di dunia. Sementara itu, rata-rata harapan hidup laki-laki mencapai 81,35 tahun, menempati peringkat ketujuh dunia. Dibandingkan tahun sebelumnya, harapan hidup perempuan meningkat 0,20 tahun, sedangkan laki-laki meningkat 0,25 tahun.

Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menunjukkan bahwa rata-rata harapan hidup perempuan Jepang umumnya lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Salah satu penyebabnya adalah laki-laki memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi, seperti kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan. 

Selain itu, laki-laki juga menghadapi risiko kematian dini yang lebih tinggi akibat faktor eksternal seperti bunuh diri dan kecelakaan. Perbedaan ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan jumlah perempuan berusia 100 tahun ke atas di Jepang jauh lebih banyak dibandingkan laki-laki. (***)

Hujan Deras Melanda Hainan, Tiongkok, Lansia Terseret Banjir, Sejumlah Waduk Buka Pintu Pelepasan Banjir

Dalam beberapa hari terakhir, berbagai wilayah di Hainan dilanda hujan sangat deras. Curah hujan di Kota Wuzhishan memecahkan rekor historis. Banjir menggenangi jalan-jalan, kendaraan terendam, dan seorang lansia bahkan terseret arus di tengah jalan. Selama hujan deras berlangsung, sejumlah waduk membuka pintu air untuk melepaskan banjir, yang mana memperparah dampak banjir.

Pada Senin (14 September) waktu setempat, banjir melanda berbagai wilayah Hainan. Jalan-jalan berubah menjadi sungai dan seorang lansia terseret arus.

Warga setempat: “Pegang! Pegang! Aduh!”

EtIndonesia.com Dari 11 hingga 14 September, di lima kota dan kabupaten, termasuk Wuzhishan dan Lingshui, terdapat total 13 kecamatan yang mencatat curah hujan lebih dari 500 milimeter.

Di pusat Kota Wuzhishan, akumulasi curah hujan selama 24 jam mencapai 672 milimeter, mencatat curah hujan tertinggi di daerah tersebut sejak pencatatan meteorologi dimulai pada 1958. Banyak mobil terendam banjir, bahkan beberapa kendaraan terseret arus.

Warga setempat: “Itu mobilnya hanyut! Mobil itu hanyut!”

Tanah longsor juga terjadi di dekat sebuah sekolah. Hingga kini, kondisi korban jiwa maupun luka-luka belum diketahui.

Peralatan pasokan listrik setempat mengalami kerusakan, sementara jaringan gas di kawasan perkotaan serta sejumlah jaringan pasokan air di wilayah perkotaan dan pedesaan juga mengalami kerusakan.

Sejumlah warga mengatakan bahwa air dan listrik terputus di kawasan kota dan baterai ponsel mereka hampir habis. Rekaman lainnya memperlihatkan warga berdesakan sambil membawa ember di lokasi distribusi air darurat. Ada pula warga yang menarik-narik selang air sehingga situasi di lokasi menjadi kacau.

Menghadapi hujan deras yang jarang terjadi, pada Senin itu permukaan air di sejumlah waduk di berbagai wilayah Hainan naik dengan cepat dan mendekati batas kapasitas waduk. Sejumlah waduk di Wuzhishan, Wanning, Dongfang dan daerah lainnya membuka pintu air untuk melepaskan banjir, sehingga memperparah kondisi bencana.

Di Kota Dongfang, pada Senin, volume pelepasan air ditingkatkan. Debit aliran keluar dari Waduk Daguangba dan Waduk Gezhen bahkan ditingkatkan hingga maksimum 5.500 meter kubik per detik.

Pakar sumber daya air Wang Weiluo sebelumnya pernah mengatakan bahwa setiap kali terjadi banjir, Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengharuskan keselamatan waduk menjadi prioritas utama. Karena takut harus bertanggung jawab, pihak yang bertugas sering kali melakukan pelepasan air tanpa peringatan sebelumnya.

Hingga kini, karena PKT secara konsisten menutupi fakta, kondisi sebenarnya serta jumlah korban jiwa akibat bencana tersebut masih belum diketahui.

NTD, dilaporkan oleh Zhao Ziting.

FBI Ungkap Sindikat Kejahatan Minyak Jelantah, 19 Orang Terlibat, Dua Warga Negara Tiongkok Mengaku Bersalah

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) baru-baru ini membongkar kasus pencurian minyak goreng bekas lintas negara bagian. Sebanyak 19 terdakwa didakwa mencuri minyak goreng bekas dari tangki penampungan minyak restoran, kemudian mengangkutnya ke berbagai gudang di Amerika Serikat untuk dijual kembali demi memperoleh keuntungan dan diduga melakukan pencucian uang. 

Di antara mereka, dua pria warga negara Tiongkok dari New York telah mengaku bersalah. Kasus ini juga memicu perhatian mengenai apakah fenomena “minyak got” yang umum terjadi di bawah pemerintahan Partai Komunis Tiongkok (PKT) mulai muncul di Amerika Serikat.

EtIndonesia.com Menurut informasi yang dirilis Departemen Kehakiman AS, sindikat tersebut terdiri dari 19 terdakwa. Mereka mengendarai truk dan mendatangi restoran-restoran di berbagai negara bagian untuk mencuri minyak goreng bekas dari tangki penampungan minyak yang sudah dibuang.

Minyak goreng bekas tersebut kemudian diangkut ke berbagai gudang di seluruh Amerika Serikat untuk dijual kembali demi mendapatkan keuntungan. Karena minyak goreng bekas dapat diolah menjadi bahan bakar nabati seperti biodiesel, minyak tersebut memiliki nilai komersial.

Menurut informasi kasus yang dirilis Departemen Kehakiman AS, dua pria warga negara Tiongkok dari New York, Chen Tianzhu dan Chen Yong, telah mengakui keterlibatan mereka dalam konspirasi kejahatan terorganisir dan pencucian uang.

“Minyak ‘got’ Tiongkok telah muncul di Amerika Serikat. Dia mengatakan bahwa minyak goreng bekas yang dimurnikan pada dasarnya merupakan versi yang telah ditingkatkan dari minyak ‘got’. Teknologi jahat semacam ini dari PKT telah menyebar ke seluruh dunia. Bahaya yang ditimbulkan PKT terhadap dunia bersifat menyeluruh,” kata Wang Shoufeng, Wakil Ketua Federasi Demokrasi Tiongkok di Jerman. 

“Bukan hanya keamanan pangan dan ideologi, tetapi juga keamanan negara dan keamanan negara-negara beradab, semuanya menghadapi ancaman dari PKT. Akarnya adalah pemerintahan PKT. Hanya di bawah pemerintahan PKT penelitian terhadap teknologi jahat semacam ini dapat muncul. Jika masyarakat internasional tidak menyelesaikan masalah pemerintahan PKT dari akarnya, tragedi yang lebih besar pasti akan terjadi,” jelasnya. 

Namun, minyak goreng bekas dalam kasus ini masih berbeda dengan apa yang biasa disebut sebagai “minyak got” di Tiongkok.

Berdasarkan informasi kasus yang telah dipublikasikan, minyak goreng bekas yang dicuri terutama dijual kembali untuk digunakan dalam pembuatan biodiesel dan keperluan terkait lainnya. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa minyak tersebut diproses ulang dan kemudian kembali beredar untuk dikonsumsi manusia.

Wu Shaoping, Ketua Aliansi Pengacara Hak Asasi Manusia Tiongkok di Luar Negeri:
“Dalam sebagian besar aspek, memang terdapat kesamaan, terutama dalam modus dan cara melakukan kejahatan. Namun, hasil akhirnya tetap berbeda. Jika hal seperti ini tidak diawasi dan diberantas secara ketat oleh pemerintah AS, hari ini mereka mungkin menggunakan minyak goreng tersebut untuk membuat minyak yang dapat digunakan kembali dan memasoknya ke kilang-kilang minyak untuk didaur ulang.”

Berdasarkan kasus yang telah diungkap sejauh ini, inti perkara tersebut adalah pencurian, penjualan kembali minyak goreng bekas, dan pencucian uang, bukan mengolah kembali minyak goreng bekas untuk kemudian dikonsumsi manusia.

Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa pada 9 September, Chen Tianzhu mengaku bersalah atas tuduhan konspirasi kejahatan terorganisir dan pencucian uang. Sementara itu, Chen Yong mengaku bersalah atas tuduhan konspirasi kejahatan terorganisir.

Sidang pembacaan hukuman terhadap keduanya dijadwalkan berlangsung pada 29 Januari 2027. Masing-masing dakwaan dapat dikenai hukuman maksimal 20 tahun penjara.

NTD, dilaporkan oleh Yixin dan Qiu Yue.

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai, Perkuat Konektivitas Transportasi Jakarta

EtIndonesia.com— Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026). 

Bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Presiden menandai beroperasinya koridor sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun yang memperkuat konektivitas transportasi massal Jakarta.

“Pada hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam suatu acara yang sangat membanggakan, yaitu peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai,” ujar Presiden Prabowo dalam siaran pers Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta.  

Presiden menilai pengembangan transportasi publik yang semakin terintegrasi merupakan bagian penting dari kemajuan infrastruktur perkotaan. Kawasan Manggarai kini menjadi salah satu simpul transit strategis dengan keterhubungan LRT, KRL, Transjakarta, Transjabodetabek, dan Kereta Bandara.

“Lima atau sepuluh tahun yang lalu, siapa mengira kita bisa punya sistem transportasi seperti sekarang? Di Manggarai ini ada LRT, ada KRL, ada TransJakarta, ada TransJabodetabek, dan kereta ke bandara yang menjadikannya sebagai transport hub, bahkan nanti akan dibangun perumahan untuk rakyat berpenghasilan rendah,” tutur Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, penguatan konektivitas transportasi turut mendukung produktivitas dan daya saing Indonesia.

“Selamat atas peresmian ini, saya sangat bahagia hari ini karena naik LRT enak dan luar biasa, serta konektivitas yang kuat ini akan membuat Indonesia semakin bersaing,” ungkap Presiden Prabowo.

LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai memiliki waktu tempuh sekitar 28 menit dan secara bertahap ditargetkan mampu melayani hingga 80.000 penumpang setiap hari. Total investasi pembangunan koridor tersebut mencapai sekitar Rp12,1 triliun dan seluruhnya didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Gubernur Pramono mengatakan pengoperasian koridor Kelapa Gading–Manggarai menjadi tonggak penting dalam penguatan transportasi publik Jakarta.

“Hari ini menjadi tonggak penting penguatan transportasi publik Jakarta. LRT Kelapa Gading–Manggarai membentang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun, dan total investasi sekitar Rp12,1 triliun ini sepenuhnya didukung APBD DKI Jakarta,” ujar Gubernur Pramono.

Pada tahap awal, layanan segmen Velodrome–Manggarai dibuka secara terbatas di tiga stasiun baru, yakni Rawamangun, Pramuka, dan Manggarai. Evaluasi dilakukan untuk memastikan keandalan sistem, keselamatan, dan kenyamanan sebelum layanan penuh.

Selama masa transisi, Pemprov DKI Jakarta juga menerapkan tarif khusus sementara sambil menunggu penetapan tarif definitif.

“Selama delapan hari ke-depan, tarif LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai diberlakukan sebesar Rp8,- per perjalanan. Selanjutnya, tarif diberlakukan sebesar Rp5.000 dari Kelapa Gading–Manggarai dan Rp8,- dari Velodrome–Manggarai per perjalanan hingga ditetapkannya tarif reguler,” imbuh Gubernur Pramono.

Kawasan Manggarai juga diarahkan menjadi simpul integrasi antarmoda melalui pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD). Selain Manggarai, pengembangan TOD juga diarahkan di Kelapa Gading dan Pulomas.

“Manggarai menjadi simpul penting integrasi antarmoda yang terhubung dengan KRL, Kereta Bandara, dan TransJakarta, serta pengembangannya diarahkan melalui kawasan TOD di Kelapa Gading, Pulomas, dan Manggarai,” tutur Gubernur Pramono.

Pemprov DKI juga terus menjaga aspek inklusivitas dalam layanan transportasi publik. Melalui Kartu Layanan Gratis, 15 golongan masyarakat dapat memperoleh akses gratis pada Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta sesuai kriteria penerima.

Pengembangan LRT Jakarta tidak berhenti di Manggarai. Pemprov DKI menyiapkan kelanjutan jalur sekitar dua kilometer menuju Dukuh Atas dengan nilai investasi sekitar Rp2,7 triliun. Koridor tersebut direncanakan dilengkapi pedestrian deck serta terintegrasi dengan MRT, KRL, Transjakarta, LRT Jabodebek, dan Kereta Bandara.

“Pengembangan LRT tidak berhenti di Manggarai. Pemprov menyiapkan kelanjutan sekitar dua kilometer menuju Dukuh Atas dengan investasi sekitar Rp2,7 triliun, dilengkapi pedestrian deck dan integrasi MRT, KRL, TransJakarta, LRT Jabodebek, serta Kereta Bandara,” terang Gubernur Pramono.

Ke depan, jaringan LRT juga disiapkan menuju Jakarta International Stadium (JIS), Ancol, Jakarta Kota, serta Halim. Pemprov DKI membuka peluang dukungan pembiayaan agar pengembangan jaringan tersebut dapat terus dilanjutkan.

“Ke depan jaringan juga disiapkan menuju JIS–Ancol sampai Jakarta Kota dan Halim, dan kami memohon dukungan Presiden agar pengembangan ini berlanjut termasuk membuka kemungkinan investasi Danantara, karena yang dibangun bukan sekadar jalur kereta melainkan konektivitas kota yang semakin mudah, nyaman, dan terintegrasi,” pungkasnya.

Sochi Diguncang Ledakan! 399 Drone Ukraina Serbu Rusia dalam 12 Jam, Pertahanan Moskow Diuji

EtIndonesia.com Pada dini hari 14 September 2026, suara ledakan kembali mengguncang Sochi, kota resor utama Rusia di pesisir Laut Hitam. Serangan drone dalam skala besar membuat sirene peringatan berbunyi, memicu kebakaran di sejumlah lokasi, melukai warga, dan mengganggu aktivitas penerbangan di salah satu pusat transportasi terpenting di Rusia selatan.

Insiden tersebut menjadi bagian dari gelombang serangan udara yang berlangsung sejak malam 13 September hingga pagi 14 September 2026, ketika ratusan pesawat nirawak dilaporkan memasuki wilayah udara Rusia dari berbagai arah.

Menurut otoritas Rusia, serangan terhadap Sochi menyebabkan puing-puing drone jatuh di sejumlah lokasi. Markas operasional wilayah Krasnodar menyatakan lima orang terluka, termasuk seorang anak. Seorang korban dewasa harus menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan korban lainnya mendapatkan penanganan medis secara rawat jalan. Tiga rumah pribadi juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Puing-puing pesawat nirawak disebut ditemukan di dekat sebuah bangunan nonhunian, kawasan terowongan, dan halaman rumah warga. Sejumlah titik kebakaran dilaporkan berhasil dipadamkan. Pemerintah daerah Rusia menyatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan mengklaim infrastruktur utama Sochi tidak mengalami kerusakan besar.

Serangan tersebut turut memengaruhi operasional Bandara Internasional Sochi. Demi alasan keselamatan penerbangan, otoritas penerbangan Rusia memberlakukan pembatasan sementara. Rosaviatsiya kemudian mengumumkan bahwa pembatasan tersebut dicabut pada sekitar pukul 09.13 waktu Moskow, 14 September 2026, meskipun penerbangan masih harus dikoordinasikan dengan otoritas terkait ketika operasional mulai dipulihkan.

Gangguan terhadap Sochi menjadi perhatian karena kota ini memiliki arti jauh lebih besar daripada sekadar kawasan wisata.

Sochi merupakan salah satu kota resor paling terkenal di Rusia dan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2014. Kota di pesisir Laut Hitam tersebut juga memiliki arti politik karena kawasan Sochi menjadi lokasi salah satu kediaman resmi yang digunakan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Selama bertahun-tahun, lokasinya yang relatif jauh dari garis depan membuat Sochi dipandang sebagai salah satu kawasan belakang Rusia yang lebih terlindungi dari pertempuran langsung.

Namun, situasi itu berubah seiring berkembangnya kemampuan Ukraina melakukan serangan jarak jauh.

Dalam beberapa waktu terakhir, Sochi dan kawasan pesisir Laut Hitam lainnya semakin sering menghadapi ancaman drone udara maupun drone laut. Pada 10 September 2026, misalnya, otoritas Rusia mengatakan serangan drone laut di Sochi melukai delapan orang dan menyebabkan kerusakan pada sebagian infrastruktur pantai.

Dengan demikian, serangan pada 14 September bukanlah insiden yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari tekanan yang semakin sering dirasakan wilayah Rusia yang sebelumnya relatif jauh dari pusat pertempuran.

Pada hari yang sama, situasi bahkan membuat pemerintah Sochi mengambil langkah tambahan dengan menutup sementara pantai dan kawasan promenade karena adanya ancaman serangan kendaraan laut tanpa awak. Warga serta wisatawan diminta menjauh dari kawasan pesisir dan mengikuti instruksi petugas keamanan.

399 Drone dalam Waktu 12 Jam

Skala serangan malam itu terlihat dari angka yang diumumkan Kementerian Pertahanan Rusia.

Menurut kementerian tersebut, sejak pukul 20.00 waktu Moskow pada 13 September hingga pukul 08.00 pada 14 September 2026, sistem pertahanan udara Rusia mengklaim telah mencegat dan menghancurkan 399 drone Ukraina jenis sayap tetap.

Artinya, angka tersebut mencakup periode sekitar 12 jam.

Drone-drone tersebut menurut Moskow terdeteksi di atas berbagai wilayah, termasuk Astrakhan, Belgorod, Bryansk, Volgograd, Voronezh, Kaluga, Kursk, Rostov dan Smolensk, serta Krasnodar, Krimea yang dianeksasi Rusia, dan perairan Laut Hitam.

Angka 399 merupakan klaim resmi Kementerian Pertahanan Rusia dan tidak berarti seluruh drone tersebut menyerang Sochi. Angka itu merupakan jumlah keseluruhan pesawat nirawak yang diklaim dicegat di berbagai wilayah selama gelombang serangan malam tersebut.

Di Rostov saja, Gubernur Yuri Slyusar mengatakan sekitar 50 drone dihancurkan di Rostov-on-Don, Taganrog, Aksai dan sejumlah distrik lainnya. Kerusakan dilaporkan terjadi pada kendaraan, bangunan tempat tinggal serta jaringan listrik.

Besarnya gelombang serangan tersebut memperlihatkan persoalan strategis yang semakin kompleks bagi pertahanan udara Rusia.

Rusia memiliki wilayah sangat luas. Pada saat bersamaan, berbagai fasilitas strategis—mulai dari pangkalan udara, gudang amunisi, kilang minyak, terminal bahan bakar, industri pertahanan, pelabuhan hingga pusat transportasi—tersebar di banyak wilayah.

Kondisi tersebut membuat pertahanan terhadap drone menjadi persoalan alokasi sumber daya.

Sistem pertahanan udara tidak hanya dibutuhkan untuk melindungi Moskow dan kota-kota besar. Sistem yang sama juga dibutuhkan di garis depan, pangkalan militer, kawasan industri, fasilitas energi serta wilayah pesisir.

Apabila pertahanan udara dalam jumlah besar dikonsentrasikan di satu kawasan, wilayah lain berpotensi menjadi lebih rentan. Sebaliknya, menyebarkan sistem pertahanan udara ke wilayah Rusia yang sangat luas juga dapat mengurangi konsentrasi perlindungan terhadap fasilitas yang dianggap paling penting.

Dalam konteks inilah penggunaan drone dalam jumlah besar memperoleh nilai strategis. Bahkan apabila sebagian besar drone berhasil dicegat, gelombang serangan tetap dapat memaksa pihak bertahan mengaktifkan radar, menerbangkan pesawat, mengerahkan sistem peperangan elektronik dan menggunakan rudal atau amunisi pertahanan udara.

Serangan berulang juga dapat menciptakan gangguan ekonomi tanpa harus menghancurkan sasaran secara total.

Penutupan sementara bandara, pembatasan aktivitas pelabuhan, gangguan transportasi, penghentian kegiatan di pantai, serta meningkatnya kebutuhan keamanan merupakan konsekuensi yang tetap harus ditanggung meskipun sebagian besar drone berhasil ditembak jatuh.

Tekanan terhadap infrastruktur Rusia semakin terasa karena kampanye drone Ukraina juga menyasar sektor energi. Reuters melaporkan pada 15 September 2026 bahwa serangan drone telah mengganggu operasi di sejumlah kilang besar Rusia, termasuk fasilitas yang berperan penting dalam produksi diesel negara tersebut.

Karena itu, persoalan strategis yang muncul dari serangan malam 13–14 September bukan semata-mata mengenai berapa banyak drone yang berhasil dihancurkan.

Pertanyaan yang lebih besar adalah seberapa lama Rusia mampu mempertahankan perlindungan secara bersamaan terhadap wilayah yang sangat luas, sementara ancaman drone terus muncul di berbagai arah.

Bagi Sochi, perkembangan tersebut juga membawa perubahan penting.

Kota yang selama bertahun-tahun identik dengan pantai, resor mewah, Olimpiade Musim Dingin dan kegiatan politik tingkat tinggi Rusia kini semakin sering berhadapan dengan sirene serangan udara, penutupan bandara dan pantai, serta jatuhnya puing-puing drone di kawasan permukiman.

Bahkan ancaman tersebut mulai berdampak pada penyelenggaraan kegiatan politik. Financial Times melaporkan bahwa meningkatnya ancaman serangan drone Ukraina membuat forum kebijakan luar negeri Valdai yang sebelumnya biasa diselenggarakan di kawasan Sochi dipindahkan ke Moskow atas pertimbangan keamanan.

Dengan demikian, serangan 14 September 2026 menunjukkan perubahan penting dalam karakter perang Rusia-Ukraina. Pertempuran tidak lagi hanya dirasakan di parit-parit garis depan Ukraina timur dan selatan.

Kemampuan serangan jarak jauh membuat fasilitas ekonomi, transportasi dan militer jauh di wilayah belakang ikut menghadapi ancaman.

Dan bagi Rusia, tantangan yang muncul kini bukan hanya bagaimana menghancurkan drone yang datang, tetapi bagaimana mempertahankan ribuan fasilitas penting yang tersebar di wilayah sangat luas—ketika serangan dapat muncul berulang kali, dari arah berbeda, dan dalam jumlah yang sangat besar.

Kesepakatan Trump Baru Sehari, Rusia-Ukraina Kembali Menggila! Fasilitas Energi Jadi Sasaran

EtIndonesia.com Perang Rusia-Ukraina kembali memasuki fase yang semakin rumit. Hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Moskow dan Kyiv telah sepakat untuk tidak lagi menyerang fasilitas energi satu sama lain, serangan drone kembali menghantam sasaran yang berkaitan dengan energi. Pada saat bersamaan, Ukraina juga melanjutkan tekanan terhadap infrastruktur di wilayah Rusia.

Pada 15 September 2026, Rusia dan Ukraina kembali saling melancarkan serangan. Situasi tersebut langsung menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa jauh gagasan penghentian serangan terhadap infrastruktur energi benar-benar dapat diterapkan di medan perang.

Sehari sebelumnya, 14 September 2026, Trump menyatakan bahwa Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk tidak menyerang fasilitas energi masing-masing. Namun, pernyataan itu pada saat tersebut belum disertai penjelasan terperinci mengenai mekanisme pelaksanaan, waktu mulai, sistem pemantauan, maupun konsekuensi apabila salah satu pihak dianggap melanggar. Kyiv juga memberikan tanggapan yang lebih berhati-hati daripada pernyataan Trump.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa negaranya siap mendukung langkah deeskalasi apabila Amerika Serikat dan mitra Ukraina dapat memastikan adanya komitmen nyata dari Rusia untuk menghentikan serangan terhadap jaringan listrik, fasilitas energi, infrastruktur penting, serta jalur pasokan pangan Ukraina.

Dengan demikian, posisi Kyiv pada dasarnya bersyarat: Ukraina bersedia menahan serangan balasan terhadap infrastruktur Rusia jika Moskow juga benar-benar menghentikan serangannya.

Kremlin pada 15 September menyambut gagasan penghentian serangan terhadap fasilitas energi. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut usulan tersebut secara keseluruhan sebagai sebuah “gagasan yang sangat baik”. Namun perkembangan di lapangan menunjukkan bahwa menerjemahkan pernyataan politik menjadi penghentian serangan nyata jauh lebih sulit.

Pada dini hari 15 September 2026, serangan drone Rusia kembali menghantam Kyiv. Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan sebuah stasiun pengisian bahan bakar terkena serangan, sementara fasilitas pergudangan di bagian lain ibu kota juga dihantam. Rekaman Reuters pada hari yang sama menunjukkan petugas pemadam kebakaran menangani kebakaran setelah serangan drone mengenai dua stasiun pengisian bahan bakar. Satu orang dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan pagi tersebut.

Serangan itu menjadi penting secara politik karena terjadi kurang dari sehari setelah pernyataan Trump mengenai penghentian serangan terhadap sasaran energi.

Di sisi lain, Ukraina juga terus menggunakan kemampuan serangan jarak jauhnya terhadap wilayah Rusia. Infrastruktur minyak dan bahan bakar Rusia selama berbulan-bulan menjadi salah satu sasaran penting serangan Ukraina. Strategi Kyiv antara lain ditujukan untuk mengganggu sumber pendapatan, pasokan bahan bakar, dan sistem logistik yang mendukung operasi militer Rusia.

Situasi ini memperlihatkan salah satu persoalan terbesar dalam upaya membangun gencatan senjata terbatas: kedua pihak mempunyai definisi, kepentingan, dan sasaran militer yang berbeda mengenai apa yang dapat dikategorikan sebagai infrastruktur energi atau infrastruktur yang mendukung perang.

Ancaman Rudal Balistik Baru Rusia

Di tengah upaya diplomasi tersebut, muncul pula kekhawatiran mengenai pengembangan persenjataan Rusia.

Wakil Kepala Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina, Mayor Jenderal Vadym Skibitskyi, mengatakan Rusia berencana melakukan pengujian akhir terhadap jenis rudal balistik baru yang diklaim memiliki jangkauan hingga sekitar 800 kilometer sebelum akhir 2026. Pernyataan mengenai rencana tersebut sebenarnya disampaikan Skibitskyi dalam pertemuan dengan negara-negara NATO pada 8 September 2026, sehingga tanggal ini perlu dibedakan dari pemberitaan lanjutan yang muncul sesudahnya.

Apabila sistem baru itu akhirnya memasuki produksi dan digunakan secara luas, ancaman terhadap pertahanan udara Ukraina berpotensi bertambah. Rudal balistik merupakan sasaran yang jauh lebih sulit dicegat dibandingkan banyak jenis drone karena kecepatan dan karakteristik lintasannya.

Persoalan tersebut semakin penting karena perang kini bukan hanya menjadi perlombaan jumlah senjata, tetapi juga perlombaan antara kemampuan serangan jarak jauh dan kemampuan pertahanan udara.

Ancaman Drone Ukraina Mulai Mengubah Perhitungan Keamanan Putin

Dampak perkembangan teknologi drone juga terlihat jauh di belakang garis depan.

Menurut laporan Financial Times pada 16 September 2026, Presiden Rusia Vladimir Putin memindahkan lokasi pertemuan tahunan Valdai Discussion Club dari Sochi ke kawasan Moskow. Sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan keputusan itu berkaitan dengan meningkatnya ancaman serangan drone Ukraina terhadap kawasan Laut Hitam dan diambil atas dorongan aparat keamanan kepresidenan Rusia.

Perubahan lokasi itu memiliki makna tersendiri. Sochi selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu lokasi penting kegiatan Putin. Namun meningkatnya jangkauan drone Ukraina membuat wilayah Rusia yang sebelumnya dianggap relatif jauh dari garis depan kini harus memperhitungkan ancaman serangan udara.

Rusia Keluarkan Ancaman Keras terhadap Polandia

Ketegangan juga meningkat antara Moskow dan negara-negara NATO.

Pada 15 September 2026, ajudan Presiden Rusia dan mantan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev mengeluarkan pernyataan keras terhadap Polandia.

Patrushev mengatakan bahwa jika Polandia terlibat dalam operasi militer melawan Rusia, Moskow akan menggunakan seluruh kekuatan dan sarana yang tersedia. Ia bahkan mengklaim bahwa kenegaraan Polandia dapat berhenti eksis dalam waktu “dua atau tiga hari”. Pernyataan tersebut merupakan klaim dan ancaman Patrushev, bukan penilaian independen mengenai kemampuan militer kedua negara.

Pernyataan itu menambah ketegangan di Eropa Timur ketika Polandia semakin meningkatkan kewaspadaannya terhadap kemungkinan meluasnya dampak perang.

Pemerintah Polandia sebelumnya juga memperingatkan bahwa aktivitas militer Rusia dapat meningkat dalam beberapa pekan dan bulan mendatang. Warsawa menegaskan pentingnya kesiapan bersama dengan negara-negara NATO apabila keamanan wilayah aliansi terancam.

Di Jerman, Kanselir Friedrich Merz juga menegaskan Berlin akan mempertahankan dukungannya terhadap Ukraina. Dalam pertemuan European Arctic Summit di Rovaniemi, Finlandia, pada 14 September 2026, Merz mengatakan beberapa pekan atau bulan mendatang kemungkinan menjadi periode yang menentukan bagi upaya mempertahankan kebebasan dan perdamaian di Eropa.

Kekhawatiran NATO tidak terbatas pada perang Ukraina. Dalam pidato pada 10 September 2026, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan kawasan Indo-Pasifik dan Eropa semakin saling terhubung. Ia mengemukakan skenario bahwa jika Tiongkok bergerak terhadap Taiwan atau kawasan rantai pulau pertama, Beijing dapat meminta Rusia menciptakan tekanan di Eropa sehingga Amerika Serikat dan sekutunya harus menghadapi persoalan keamanan serius di dua kawasan sekaligus. Pernyataan tersebut merupakan skenario strategis yang disampaikan Rutte, bukan informasi bahwa keputusan semacam itu telah dibuat Beijing atau Moskow.

Ukraina Mulai Operasi “Vivaldi” di Donetsk

Sementara perhatian internasional tertuju pada diplomasi dan ancaman perang yang lebih luas, perubahan penting juga terjadi langsung di medan tempur.

Pada 15 September 2026, Brigadir Jenderal Andrii Biletskyi, komandan Korps Angkatan Darat Ketiga Ukraina, mengumumkan dimulainya operasi ofensif baru di bagian utara Oblast Donetsk. Operasi tersebut diberi nama “Vivaldi”.

Menurut Biletskyi, pasukannya telah membersihkan sekitar 75 kilometer persegi wilayah dari kelompok infiltrasi Rusia dan merebut kembali sekitar 10 kilometer persegi wilayah tambahan. Ukraina juga menyatakan pasukannya menguasai Serednie serta melakukan operasi pembersihan di beberapa permukiman lainnya.

Namun Reuters menegaskan bahwa klaim teritorial tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Penentuan garis kendali di medan perang semakin sulit karena penggunaan drone secara masif telah menciptakan zona pertempuran yang luas dan sangat dinamis.

Operasi itu penting karena berlangsung di utara Sloviansk dan Kramatorsk, dua kota yang menjadi bagian utama dari garis pertahanan Ukraina di Donetsk. Rusia sejak lama berusaha menguasai seluruh wilayah Donetsk.

Sebelumnya, Kyiv juga mengatakan telah merebut kembali lebih dari 700 kilometer persegi wilayah dalam serangkaian operasi serangan balik selama beberapa bulan. Meski demikian, pertempuran di Ukraina timur tetap berlangsung sengit dan kedua pihak terus mengalami perubahan posisi di sejumlah sektor.

Hubungan Rusia-Korea Utara Membuat Beijing Khawatir

Perang berkepanjangan juga semakin mengubah hubungan Rusia dengan negara-negara Asia.

Analisis Forbes yang diterbitkan 13 September 2026 menyebut meningkatnya ketergantungan Rusia terhadap Korea Utara telah menciptakan persoalan baru bagi Tiongkok. Pyongyang dilaporkan telah memasok personel, amunisi artileri dan rudal kepada Rusia. Sebagai imbalannya, Korea Utara dinilai memperoleh pemasukan bernilai miliaran dolar serta akses terhadap sejumlah teknologi sensitif.

Analisis tersebut menyebut Beijing memiliki beberapa kekhawatiran: meningkatnya kemampuan militer Korea Utara dapat memperbesar ketidakstabilan di Asia Timur Laut, mendorong kerja sama keamanan Amerika Serikat-Jepang-Korea Selatan, sekaligus mengurangi pengaruh tradisional Tiongkok terhadap Pyongyang. Penilaian mengenai kekhawatiran Beijing tersebut merupakan analisis penulis Forbes, bukan pernyataan resmi pemerintah Tiongkok.

Dengan demikian, perkembangan pada pertengahan September 2026 menunjukkan bahwa perang Rusia-Ukraina telah berkembang jauh melampaui pertempuran di garis depan. Infrastruktur energi, industri pertahanan, teknologi drone, hubungan Rusia dengan Korea Utara, keamanan NATO, hingga perhitungan strategis di Indo-Pasifik kini semakin saling berkaitan.

Pernyataan Trump pada 14 September 2026 mengenai penghentian serangan terhadap fasilitas energi sempat membuka peluang bagi langkah deeskalasi terbatas. Namun serangan yang kembali terjadi pada 15 September menunjukkan besarnya tantangan untuk mengubah sebuah usulan politik menjadi kesepakatan yang benar-benar dipatuhi.

Di tengah serangan jarak jauh yang terus berlangsung, operasi baru Ukraina di Donetsk, pengembangan persenjataan Rusia, dan meningkatnya ketegangan antara Moskow dan negara-negara NATO, beberapa hari berikutnya akan menjadi ujian penting: apakah gagasan penghentian serangan terhadap infrastruktur energi dapat berkembang menjadi langkah nyata menuju deeskalasi, atau justru kembali tenggelam di tengah perang yang terus melebar dan semakin kompleks.

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah peringatan di media sosial bahwa sebaiknya penumpang tidak mengenakan celana pendek dan rok pendek saat naik pesawat. Alasannya berkaitan dengan kebersihan tempat duduk.

Menurut laporan Daily Express, mantan pramugari Charity Nelms, yang memiliki pengalaman 11 tahun bekerja sebagai awak kabin, secara terus terang mengatakan dalam sebuah video bahwa penumpang pesawat sebaiknya menghindari pakaian apa pun yang membuat kulit kaki terbuka, termasuk celana pendek, rok pendek, dan gaun.

“Berdasarkan pengalaman saya selama bertahun-tahun sebagai pramugari, saya benar-benar telah melihat terlalu banyak hal di kursi itu,” katanya. 

“Pastikan memakai celana panjang. Jangan biarkan kulit Anda bersentuhan langsung dengan kursi. Bahkan jika Anda naik pesawat lalu mengelapnya dengan tisu disinfektan, itu tetap tidak ada gunanya. Saya telah melihat terlalu banyak hal yang sangat menjijikkan.”

Pramugari yang masih aktif, Cher Kellog, dari Dallas, Texas, juga menyampaikan pandangan serupa. Ia pernah mengungkapkan di media sosial bahwa frekuensi penumpang mengganti popok bayi yang kotor langsung di kursi kabin “sangat mengejutkan”. Belum lagi adanya muntahan atau penumpang dengan kondisi kebersihan tubuh yang sangat buruk yang pernah duduk di kursi tersebut.

“Jika Anda mengenakan celana pendek dan kulit bersentuhan langsung dengan kursi, Anda sangat mudah terkena infeksi jamur kulit atau Staphylococcus aureus,” ujarnya.

Meskipun maskapai secara rutin melakukan pemeliharaan dan pembersihan kabin, waktu yang tersedia untuk pembersihan cepat di antara penerbangan biasanya sangat singkat. 

John Alford, wakil presiden perusahaan profesional pembersihan dan pemeliharaan penerbangan ABM Aviation, pernah mengungkapkan bahwa pembersihan tersebut terutama difokuskan pada dapur, toilet, serta pengumpulan sampah dari kabin dan area penumpang. Karena itu, sulit untuk melakukan desinfeksi mendalam terhadap setiap kursi.

Para pramugari pada umumnya menyarankan agar penumpang memilih celana panjang saat bepergian dengan pesawat. Selain membantu menjaga tubuh tetap hangat di dalam kabin yang berpendingin udara, celana panjang juga dapat memberikan perlindungan dari sisi kebersihan.

Sumber : NTDTV.com

Mekkah Siaga! Drone Milisi Houthi Dicegat, Yanbu Diserang dan Jalur Minyak Arab Saudi Terancam

Eskalasi konflik antara Arab Saudi dan milisi Syiah Houthi di Yaman kembali memasuki tahap yang semakin berbahaya. Pada Selasa, 15 September 2026, wilayah barat Arab Saudi menghadapi serangkaian peringatan keamanan di tengah laporan serangan terhadap infrastruktur energi, gangguan ekspor minyak dari Yanbu, serta ancaman rudal dan drone yang membuat sistem peringatan darurat di sejumlah kota diaktifkan. Situasi menjadi semakin sensitif setelah Arab Saudi mengumumkan bahwa sebuah drone Houthi berhasil dicegat di sebelah selatan Mekkah sebelum memasuki wilayah udara terlarang kota suci tersebut.

EtIndonesia.com Salah satu titik yang menjadi perhatian terbesar adalah Yanbu, kota industri dan pelabuhan strategis Arab Saudi di pesisir Laut Merah.

Pada pagi 15 September, muncul laporan mengenai kebakaran di fasilitas Yanbu Aramco Sinopec Refining Company atau YASREF. Kilang tersebut merupakan perusahaan patungan Saudi Aramco dan Sinopec dari Tiongkok serta memiliki kapasitas pengolahan sekitar 400.000 barel minyak mentah per hari.

YASREF merupakan fasilitas penting karena menghasilkan produk minyak olahan dalam jumlah besar, termasuk sekitar 286.000 barel diesel per hari. Dengan kapasitas tersebut, kilang ini menjadi salah satu pemasok produk bahan bakar penting dari kawasan Laut Merah.

Namun, perlu dicatat bahwa laporan awal mengenai serangan langsung terhadap YASREF belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pemerintah Arab Saudi, Saudi Aramco maupun Houthi pada saat laporan tersebut pertama kali beredar. Laporan mengenai kemungkinan serangan muncul setelah rekaman kebakaran dan indikasi panas dari kawasan kilang beredar di media sosial.

Yang sudah lebih jelas adalah terganggunya aktivitas minyak di Yanbu.

Menurut laporan Reuters pada 15 September 2026, aktivitas pemuatan minyak mentah di pusat ekspor Yanbu dihentikan. Gangguan tersebut berkaitan dengan kerusakan pada jaringan pipa East-West Arab Saudi, infrastruktur energi strategis yang menghubungkan ladang-ladang minyak di wilayah timur kerajaan dengan pesisir Laut Merah.

Pipa East-West menjadi semakin penting karena memungkinkan minyak Saudi dikirim ke Laut Merah tanpa harus melewati Selat Hormuz. Dalam situasi ketika jalur Hormuz menghadapi gangguan besar akibat konflik regional, keberadaan jalur alternatif menuju Yanbu menjadi salah satu penyangga utama ekspor energi Arab Saudi.

Kerusakan terhadap pipa tersebut karena itu memiliki konsekuensi yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar kerusakan terhadap sebuah fasilitas energi.

Arab Saudi menyalahkan kelompok bersenjata yang beroperasi dari Irak atas serangan drone terhadap jaringan pipa tersebut. Sejumlah laporan menyebut kerusakannya cukup serius dan dapat mengganggu sebagian operasi selama beberapa waktu, meskipun perkiraan mengenai berapa lama proses pemulihan berlangsung masih berbeda-beda.

Dampaknya mulai dirasakan pembeli minyak di Eropa.

Reuters melaporkan Saudi Arabia membatalkan sebagian kargo minyak yang seharusnya dikirim kepada pelanggan Eropa pada akhir September. Salah satu perusahaan yang terdampak adalah perusahaan energi Polandia, Orlen, yang kemudian mencari sumber minyak alternatif dari kawasan Laut Utara dan negara-negara pemasok lainnya.

Dengan kata lain, eskalasi militer di sekitar Arab Saudi dan Yaman kini mulai memberikan dampak langsung terhadap rantai pasokan energi internasional.

Harga minyak pun bereaksi.

Pada perdagangan Selasa, 15 September, minyak mentah Brent ditutup di sekitar 108,75 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate atau WTI berada di sekitar 105,83 dolar AS per barel. Kekhawatiran pasar terutama berpusat pada kemungkinan terganggunya dua jalur strategis sekaligus: Selat Hormuz di sebelah timur Jazirah Arab dan jalur Laut Merah serta Bab el-Mandeb di sebelah barat.

Di tengah tekanan terhadap sektor energi tersebut, pertempuran Arab Saudi dan Houthi di Yaman juga terus meningkat.

Pada 15 September, Houthi menuduh pesawat tempur Saudi melancarkan 54 serangan udara dalam waktu 24 jam. Menurut pernyataan Houthi yang dilaporkan sejumlah media, serangan tersebut terjadi di lima provinsi Yaman, yaitu Taiz, Lahj, Al-Jawf, Marib dan Hajjah.

Houthi mengklaim pesawat F-15 dan Eurofighter Typhoon digunakan dalam operasi tersebut. Kelompok itu juga mengancam akan membalas serangan Arab Saudi.

Pemerintah Saudi pada saat laporan tersebut diterbitkan belum memberikan tanggapan terperinci terhadap klaim mengenai 54 serangan udara itu, sehingga jumlah maupun sasaran serangan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Serangan itu terjadi setelah Houthi sebelumnya mengklaim telah meluncurkan puluhan rudal dan drone terhadap Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait pada Senin, 14 September. Mereka menyebut serangan tersebut sebagai balasan atas operasi udara Saudi di Yaman.

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan serangan terhadap Khamis Mushait, Abha dan Taif menyebabkan 13 warga sipil mengalami luka ringan hingga sedang serta merusak tujuh rumah dan dua kendaraan.

Namun, perkembangan yang paling sensitif terjadi di Mekkah.

Pada Selasa, 15 September, sistem peringatan dini Arab Saudi mengeluarkan peringatan mengenai potensi bahaya di Mekkah, Jeddah dan Taif. Peringatan itu kemudian dicabut setelah berlangsung relatif singkat.

AFP melaporkan bahwa peringatan di Mekkah merupakan yang pertama sejak pecahnya perang regional saat ini.

Beberapa jam kemudian, pemerintah Arab Saudi mengumumkan perkembangan yang lebih serius.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan bahwa pada pukul 18.50 waktu setempat, Selasa, 15 September 2026, sistem pertahanan udara Kerajaan Arab Saudi mendeteksi dan menghancurkan sebuah drone yang disebut diluncurkan oleh Houthi.

Drone tersebut dicegat di sebelah selatan Mekkah sebelum memasuki wilayah udara terlarang kota suci itu.

Menurut Al-Maliki, insiden tersebut merupakan percobaan kedua yang oleh Saudi dikategorikan sebagai upaya Houthi menyerang Mekkah. Pemerintah Saudi merujuk pada insiden sebelumnya pada 27 Juli 2017, ketika Houthi disebut meluncurkan rudal balistik menuju kawasan Mekkah.

Houthi sendiri membantah bahwa mereka bermaksud menyerang Mekkah dalam insiden terbaru, sehingga terdapat perbedaan klaim antara kedua pihak mengenai sasaran sebenarnya dari drone tersebut.

Mekkah memiliki posisi yang sangat sensitif karena merupakan kota paling suci dalam Islam. Di kota inilah berdiri Masjidil Haram dan Ka’bah, yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia serta pusat pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Karena itu, setiap ancaman militer yang mendekati wilayah udara Mekkah membawa konsekuensi keamanan, politik dan keagamaan yang jauh lebih luas daripada serangan terhadap sasaran biasa.

Perkembangan pada 15 September juga memperlihatkan bahwa konflik Yaman kini tidak lagi terbatas pada garis depan di dalam negeri tersebut.

Kemajuan Houthi di pesisir barat Yaman telah membawa kelompok itu semakin dekat dengan Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Pada saat yang sama, serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi meningkatkan tekanan terhadap jalur ekspor minyak menuju Laut Merah.

Inilah yang membuat situasi semakin mengkhawatirkan.

Jika infrastruktur menuju Yanbu terus mengalami gangguan, sementara pelayaran melalui Hormuz dan Bab el-Mandeb juga menghadapi risiko keamanan tinggi, dampaknya dapat meluas jauh melampaui Arab Saudi dan Yaman. Negara-negara pengimpor minyak di Eropa dan Asia berpotensi menghadapi biaya energi dan transportasi yang semakin tinggi.

Dalam kondisi seperti ini, 15 September 2026 menjadi salah satu hari penting dalam eskalasi terbaru konflik Saudi–Houthi. Dalam waktu yang hampir bersamaan, pusat ekspor minyak Yanbu menghadapi gangguan, pertempuran udara di Yaman meningkat, sejumlah kota Saudi mengaktifkan peringatan darurat, dan sebuah drone dicegat hanya beberapa saat sebelum memasuki wilayah udara terlarang Mekkah.

Peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan bahwa konflik kini berkembang di dua medan yang sama-sama sensitif: jalur energi global di Laut Merah dan lingkungan keamanan di sekitar kota paling suci bagi umat Islam.

Selama serangan dan aksi balasan terus berlangsung, risiko salah perhitungan juga semakin besar. Satu serangan terhadap fasilitas energi strategis dapat mengguncang pasar minyak dunia, sementara satu insiden yang mencapai kawasan Mekkah berpotensi menimbulkan konsekuensi politik dan keagamaan yang jauh lebih luas.

Karena itu, perkembangan berikutnya di Yanbu, Yaman barat dan wilayah sekitar Mekkah akan menjadi perhatian bukan hanya bagi Arab Saudi dan Houthi, tetapi juga bagi negara-negara yang bergantung pada stabilitas jalur energi dan perdagangan di kawasan Timur Tengah. (***)

Mekkah Masuk Zona Potensi Bahaya? Drone Milisi Houthi Mendekat, AS-Israel dan Negara Arab Bergerak!

EtIndonesia.com Ketegangan di Timur Tengah kembali memasuki fase yang semakin berbahaya. Konflik yang sebelumnya berpusat pada Iran, Amerika Serikat, Israel, dan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz kini semakin meluas ke kawasan Laut Merah dan Yaman. Arab Saudi berada di tengah tekanan tersebut setelah kelompok syiah Houthi meningkatkan operasi militernya dan memperluas penguasaan wilayah di sekitar Selat Bab el-Mandeb.

Situasi bahkan menjadi jauh lebih sensitif setelah ancaman keamanan dilaporkan mendekati Mekkah, kota suci yang menjadi pusat ibadah umat Islam di seluruh dunia.

Pada Selasa, 15 September 2026, Arab Saudi mengeluarkan peringatan keamanan di sejumlah wilayah, termasuk Mekkah, Jeddah, dan Taif. Peringatan di Mekkah menjadi yang pertama sejak eskalasi perang terbaru di Timur Tengah.

Beberapa jam kemudian, militer Saudi memberikan keterangan lebih rinci. Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan bahwa pada sekitar pukul 18.50 waktu setempat, 15 September 2026, pertahanan udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang diluncurkan Houthi sebelum memasuki wilayah udara terlarang Mekkah.

Drone tersebut, menurut Saudi, dihancurkan di sebelah selatan kota suci itu. Pemerintah Saudi menyebut keamanan Mekkah, Madinah, dan para jemaah sebagai garis merah yang tidak dapat ditoleransi apabila dilanggar.

Namun, terdapat perbedaan klaim mengenai sasaran sebenarnya.

Pihak Saudi menyatakan insiden tersebut merupakan upaya kedua Houthi menyerang Mekkah setelah insiden rudal balistik pada 27 Juli 2017. Sebaliknya, Houthi membantah bahwa mereka bermaksud menyerang Mekkah dan menyebut tuduhan Saudi tidak benar. Karena itu, klaim mengenai Mekkah sebagai sasaran langsung tetap menjadi klaim yang diperselisihkan kedua pihak.

Terlepas dari perselisihan tersebut, fakta bahwa sebuah ancaman udara telah mencapai kawasan selatan Mekkah menunjukkan betapa cepatnya lingkup konflik meluas.

Perkembangan ini juga terjadi ketika koordinasi militer antara Amerika Serikat, Israel, dan sejumlah negara Arab semakin intensif.

Menurut laporan Axios pada 15 September 2026, para pemimpin militer Amerika Serikat, Israel, dan delapan negara Arab diam-diam mengadakan pertemuan di Jerman pada pekan sebelumnya untuk membahas perang dengan Iran dan meningkatnya ancaman keamanan regional.

Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh Komandan Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM, Laksamana Brad Cooper. Para peserta mencakup pimpinan militer Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, Yordania, dan Mesir, bersama pejabat tinggi militer Amerika Serikat. Pertemuan itu tidak diumumkan secara terbuka oleh pemerintah negara-negara peserta.

Pertemuan tersebut memiliki arti penting karena memperlihatkan semakin luasnya koordinasi keamanan di tengah perang dengan Iran dan eskalasi Houthi.

Dalam pertemuan itu, Cooper dilaporkan meyakinkan para mitra regional bahwa Washington berniat mempertahankan kehadiran militernya di Timur Tengah. Amerika Serikat juga membahas keamanan pelayaran, terutama ketika jalur perdagangan dan energi kawasan menghadapi tekanan semakin besar.

Persoalannya, ancaman kini tidak hanya terkonsentrasi di Selat Hormuz.

Di bagian selatan Laut Merah, posisi Houthi juga semakin kuat di sekitar Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Pada 10 September 2026, Houthi merebut kota pelabuhan Mokha di pesisir Laut Merah. Sehari kemudian, 11 September, pasukan Houthi mencapai Pulau Perim atau Mayyun yang berada tepat di kawasan Bab el-Mandeb. Sumber pemerintah Yaman mengatakan pasukan pemerintah telah mundur dari pulau tersebut, sementara Houthi juga menguasai Dhubab di daratan yang berhadapan dengan Perim.

Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan terhadap dua jalur pelayaran strategis—Hormuz di Teluk Persia dan Bab el-Mandeb di pintu masuk Laut Merah—dapat terjadi secara bersamaan.

Bab el-Mandeb sangat penting karena menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Kapal yang melewati jalur tersebut dapat melanjutkan perjalanan menuju Terusan Suez dan kemudian ke Laut Mediterania.

Gangguan berkepanjangan dapat memaksa kapal mengambil rute yang jauh lebih panjang mengitari Tanjung Harapan di Afrika Selatan, sehingga meningkatkan waktu pelayaran, biaya bahan bakar, asuransi, dan transportasi.

Kanselir Jerman Friedrich Merz pada 15 September 2026 secara terbuka menyampaikan kekhawatiran tersebut.

Merz mengatakan Houthi kini menguasai posisi-posisi strategis di sekitar Bab el-Mandeb sekaligus menyerang fasilitas energi Arab Saudi. Menurutnya, perkembangan tersebut semakin memperburuk kondisi pasar energi internasional.

Merz menegaskan bahwa komunitas internasional tidak dapat membiarkan kelompok Houthi menjadikan pelayaran di Laut Merah sebagai sandera. Jerman, katanya, sedang berkonsultasi dengan Uni Eropa dan mitra-mitra regional mengenai langkah yang dapat dilakukan bersama.

Inggris juga mulai mempertimbangkan keterlibatan lebih jauh.

Laporan pada 15 September 2026 menyebut Arab Saudi meminta bantuan Inggris untuk menghadapi Houthi, termasuk memperkuat pertahanan terhadap serangan yang mengancam infrastruktur minyak serta mengamankan kawasan Bab el-Mandeb. Pemerintah Inggris dilaporkan telah menyetujui pengiriman penasihat militer, meskipun pada saat laporan tersebut muncul London belum berkomitmen memberikan bantuan militer tambahan secara lebih luas.

Pada hari yang sama, Inggris secara resmi mengecam peningkatan operasi Houthi dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. London mengatakan serangan terhadap Arab Saudi, operasi militer di Yaman, serta peningkatan ancaman terhadap pelayaran internasional telah memperburuk ketidakstabilan kawasan.

Di tengah tekanan tersebut, muncul perkembangan lain yang sebelumnya sulit dibayangkan: Israel dan Arab Saudi dilaporkan melakukan komunikasi mengenai bantuan intelijen untuk menghadapi Houthi.

Menurut laporan The Jerusalem Post pada 15 September 2026, pembicaraan antara Israel dan Arab Saudi dilakukan dengan mediasi CENTCOM. Sejumlah sumber diplomatik regional mengatakan Israel memberikan bantuan intelijen untuk membantu Riyadh mempertahankan diri dari operasi Houthi.

Kerja sama seperti ini memiliki arti geopolitik yang besar.

Arab Saudi dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Namun, ancaman keamanan yang sama dapat mendorong koordinasi praktis di belakang layar, terutama menyangkut drone, rudal, pertahanan udara, dan perlindungan infrastruktur energi.

Dari sudut pandang Israel, meningkatnya tekanan Iran dan Houthi terhadap Arab Saudi juga dipandang oleh sebagian analis sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan keamanan dengan Riyadh.

Salah satu analisis yang diterbitkan Jerusalem Center for Security and Foreign Affairs berpendapat bahwa Israel dapat menawarkan kemampuan yang sangat dibutuhkan Saudi, mulai dari intelijen waktu nyata hingga teknologi pertahanan udara dan dukungan untuk melindungi fasilitas minyak.

Namun, gagasan mengenai hubungan keamanan formal Israel-Saudi tersebut tetap merupakan usulan dan pandangan analis, bukan kesepakatan resmi yang telah diumumkan kedua pemerintah.

Yang sudah terlihat adalah perubahan besar pada peta keamanan Timur Tengah.

Iran dan sekutunya memberikan tekanan dari beberapa arah. Houthi memperluas pengaruhnya di pesisir Laut Merah. Arab Saudi kembali meningkatkan operasi militernya di Yaman. Inggris mempertimbangkan dukungan tambahan. Jerman memperingatkan dampaknya terhadap energi dunia. Sementara Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Arab meningkatkan koordinasi keamanan mereka.

Dan kini, Mekkah ikut masuk ke dalam lingkaran ancaman.

Insiden 15 September 2026 menjadi pengingat mengenai seberapa jauh eskalasi ini dapat berkembang. Arab Saudi menyatakan drone Houthi dihancurkan sebelum memasuki wilayah udara terlarang Mekkah, sedangkan Houthi membantah kota suci tersebut merupakan target mereka. Perbedaan klaim itu penting untuk dicatat, terutama karena Mekkah memiliki kedudukan yang sangat sensitif bagi umat Islam di seluruh dunia.

Pada akhirnya, persoalan yang dihadapi kawasan bukan lagi semata-mata siapa menguasai satu kota atau satu medan pertempuran di Yaman. Yang dipertaruhkan adalah keamanan dua jalur pelayaran dunia, stabilitas fasilitas energi Arab Saudi, hubungan baru antara negara-negara yang sebelumnya saling menjaga jarak, serta risiko perang regional yang semakin melebar.

Jika Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb sama-sama mengalami gangguan serius, konsekuensinya dapat menjalar jauh melampaui Timur Tengah. Harga energi, perdagangan internasional, rantai pasokan, dan keamanan pelayaran global semuanya berpotensi ikut terdampak.

Pertanyaannya sekarang bukan hanya apakah Houthi mampu meningkatkan tekanan terhadap Arab Saudi, tetapi seberapa jauh eskalasi tersebut akan berlangsung—dan apakah koordinasi baru antara Amerika Serikat, Israel, Arab Saudi, serta negara-negara regional lainnya mampu mencegah konflik berkembang menjadi krisis yang jauh lebih luas. (***)

Kasus Influenza A Merebak di Shanghai dan Hangzhou, Tiongkok, Sejumlah Sekolah Terapkan Isolasi untuk Seluruh Kelas

EtIndonesia.com Pada awal semester baru, wabah influenza A (Flu A) merebak di Shanghai dan Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok. Dilaporkan Epochtimes.com (13/9/2026) Sejumlah sekolah dasar dan menengah serta taman kanak-kanak mulai melaporkan banyak siswa mengalami demam secara bersamaan. 

Bahkan, sejumlah kelas menerima pemberitahuan agar seluruh siswa menjalani isolasi di rumah. Di beberapa kelas, bahkan hingga separuh siswa tidak masuk sekolah karena sakit, sementara jumlah kunjungan ke klinik anak meningkat secara signifikan.

Menurut laporan Xinmin Evening News, dalam beberapa hari terakhir, banyak orang tua di Shanghai melaporkan bahwa tidak lama setelah dimulainya semester, sejumlah kelas telah diberitahu untuk menjalani isolasi di rumah.

Seorang orangtua menulis di platform media sosial: “Bagaimana situasi Flu A di Shanghai? Pagi-pagi sekali kami diberi tahu bahwa seluruh kelas harus menjalani isolasi. Sore harinya, saya mendapat kabar bahwa separuh anak tidak masuk sekolah karena sakit.”

Situasi serupa juga terjadi di Hangzhou, Provinsi Zhejiang.

Putri Li, seorang warga Hangzhou, saat ini duduk di kelas tiga sekolah dasar. Baru satu minggu setelah semester dimulai, Li menerima pesan singkat dari sekolah yang memberitahukan bahwa jumlah siswa yang sakit dan tidak masuk sekolah telah mencapai proporsi yang ditetapkan. 

Berdasarkan permintaan dari departemen pengendalian penyakit, seluruh siswa di kelas tersebut diminta menghentikan kegiatan belajar tatap muka. Penutupan kelas berlaku dari 11 hingga 14 September, dan para siswa dijadwalkan kembali ke sekolah pada 15 September.

Li mengatakan bahwa kelas tersebut terdiri dari lebih dari 40 siswa. Sebanyak 10 anak sudah tidak masuk sekolah karena demam, dan sekitar separuh dari mereka telah didiagnosis menderita influenza. Putrinya untuk sementara belum terinfeksi, tetapi seluruh keluarga tidak berani lengah.

Menurut laporan tersebut, wartawan memperoleh informasi dari Rumah Sakit Chaohui, bagian dari Grup Medis Perempuan dan Anak Hangzhou (Rumah Sakit Anak Hangzhou), bahwa belakangan ini jumlah pasien anak yang berobat jalan maupun menjalani rawat inap di departemen penyakit infeksi meningkat secara signifikan.

Qi Zhenghong, dokter kepala Departemen Penyakit Infeksi (Penyakit Hati), mengatakan bahwa hanya dua hingga tiga hari setelah sekolah dimulai, jumlah kunjungan pasien anak akibat influenza mulai meningkat secara nyata.

Qi Zhenghong mengatakan bahwa sebelum itu, hanya terdapat beberapa kasus anak yang dirawat inap karena influenza. Namun, belakangan ini pasien anak yang dirawat inap akibat influenza mencapai sekitar sepertiga dari seluruh kapasitas tempat tidur rumah sakit. Setiap hari, sekitar 10 anak penderita influenza dirawat di bangsal.

Pada wabah kali ini, strain virus yang paling dominan adalah influenza A (H3N2). Pada saat yang sama, ditemukan pula infeksi influenza B garis keturunan Victoria. Anak-anak taman kanak-kanak dan siswa sekolah dasar kelas rendah merupakan kelompok yang paling banyak terinfeksi.

Pada 13 September, topik “Sejumlah kelas di Shanghai diberi pemberitahuan untuk menjalani isolasi di rumah” melonjak ke jajaran pencarian terpopuler (hot search) di Weibo, bahkan sempat menduduki peringkat pertama.

Para netizen daratan Tiongkok meninggalkan pesan :

“Baru beberapa hari sejak sekolah dimulai, tetapi grup orang tua di Shanghai langsung ramai. Di sebuah kelas taman kanak-kanak, satu anak terkena influenza, lalu seluruh kelas diminta menjalani isolasi selama empat hari. Di wilayah Baoshan, masa isolasi bahkan diperpanjang, dan hampir separuh siswa tidak masuk sekolah karena sakit. Gelombang Flu A kali ini cukup ganas. Strain H3N2, dengan anak-anak taman kanak-kanak dan siswa sekolah dasar kelas rendah menjadi kelompok yang paling terdampak.”

“Flu tahun ini datang terlalu dini, bukan? Ini baru September!!”

“Ini baru September, bagaimana bisa flu sudah separah ini? Ini terjadi di Shanghai dan Hangzhou, yang seharusnya termasuk daerah yang relatif hangat. Musim gugur dan musim dingin saja belum tiba.”

“Gelombang influenza kali ini memang cukup parah. Bukan hanya anak-anak, cukup banyak orang dewasa juga tertular. Anak-anak bisa diliburkan, tetapi bagaimana dengan orang dewasa?”

“Saya sudah tertular. Datangnya sangat parah, demam tinggi berulang kali, sakit kepala luar biasa, batuk, dan sakit tenggorokan. Sekarang saya bahkan sulit berbicara.”

Seorang netizen lainnya mengatakan:

“Minggu lalu, di kelas kami ada dua kasus COVID-19 dan satu kasus yang diduga cacar air, tetapi tidak ada yang menjalani isolasi! Ini terjadi di salah satu sekolah menengah di Shanghai.”

Netizen  lainnya menulis:

“Di kelas kami ada tiga kasus COVID-19. Mereka dipindahkan ke ruang isolasi selama seminggu.”

“Satu keluarga mengalami flu, demam, dan batuk. Kami pergi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan, hasilnya bukan Flu A, bukan Flu B, dan bukan COVID-19. Awalnya kami ingin disuntik agar cepat sembuh, tetapi ternyata melihat banyak perawat di rumah sakit juga tertular, dan ruang infus pun penuh. Karena khawatir terjadi infeksi silang, kami akhirnya pulang dan minum obat. Namun, sama sekali tidak ada efeknya.”

“Saya pergi ke Shanghai pada 25 bulan lalu dan langsung tertular. Gejalanya agak mirip COVID-19, tetapi ketika diperiksa di rumah sakit, hasil tesnya tidak menunjukkan apa-apa. Mereka hanya mengatakan bahwa itu flu biasa.”

“Di Shanghai bukan hanya ada Flu A, tetapi ada juga teman saya yang positif [COVID-19].”

“Kali ini Flu A, Flu B, dan COVID-19 semuanya bercampur menjadi satu.”

Administrasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional Tiongkok (NDCPA) menanggapi merebaknya influenza tersebut, dengan menyatakan bahwa strain yang saat ini beredar secara nasional adalah influenza A (subtipe H1N1 dan H3N2) serta influenza B (garis keturunan Victoria), yang cenderung beredar secara bergantian atau tumpang tindih sehingga menghasilkan gelombang musiman setiap tahunnya. 

NDCPA mengatakan bahwa musim influenza di Tiongkok biasanya berlangsung dari musim gugur hingga musim dingin dan awal musim semi. Periode penularan tinggi berlangsung antara November hingga Maret, dengan puncak musiman biasanya terjadi pada pertengahan hingga akhir Desember hingga awal Januari.

Provinsi-provinsi di wilayah utara Tiongkok mengalami puncak influenza yang nyata pada musim dingin hingga musim semi. Sementara itu, provinsi-provinsi di wilayah selatan Tiongkok, selain mengalami puncak yang sama pada musim dingin hingga musim semi, terkadang juga mengalami gelombang kedua aktivitas influenza pada musim panas.

 (Dilaporkan oleh Xia Song, reporter Epoch Times) 

Kulineran Seharian di Medan? Bisa! Ini 5 Tips Biar Puas dan Tak Kalang Kabut

Medan, 16 September 2026 – Medan memang punya magnet tersendiri bagi para pecinta kuliner. Mulai dari lontong Medan, soto Medan, hingga aneka kuliner kekinian, kota ini seolah tak pernah kehabisan pilihan untuk dijelajahi.

Bagi banyak orang, mencicipi lebih dari satu tempat makan dalam sehari adalah pengalaman yang menyenangkan. Tapi, berpindah dari satu spot ke spot lain tentu butuh mobilitas yang fleksibel. Kalau tidak, niat kulineran bisa berubah jadi drama kejar-kejaran waktu.

Nah, agar aktivitas kulineran tetap nyaman dan menyenangkan, berikut lima tips yang bisa diterapkan saat berburu kuliner di Medan, seperti dibagikan inDrive.

1. Susun Rute Sesuai Spot yang Ingin Dikunjungi

Sebelum berangkat, tentukan dulu beberapa tempat makan yang ingin disambangi. Buat rute sederhana dengan mempertimbangkan lokasi dan waktu yang tersedia.

Dengan begitu, perjalanan jadi lebih terarah. Anda pun tidak perlu bolak-balik atau terjebak macet karena rute yang berantakan.

2. Manfaatkan Fleksibilitas dalam Menentukan Perjalanan

Kulineran kadang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Bisa saja di tengah perjalanan Anda mendapat rekomendasi tempat makan baru dari teman, atau melihat spot kuliner menarik di pinggir jalan.

Di sinilah fleksibilitas dibutuhkan. inDrive memberi keleluasaan bagi pengguna untuk menyesuaikan tujuan perjalanan sesuai kebutuhan. Jadi, Anda bisa lebih leluasa menjelajah kuliner Medan tanpa harus kaku pada rencana awal.

3. Tentukan Harga Perjalanan lewat Fitur Negosiasi

Salah satu fitur yang menjadi bagian dari pengalaman menggunakan inDrive adalah kesempatan bagi pengguna dan pengemudi untuk menentukan harga perjalanan melalui proses negosiasi.

Fitur ini memberi keleluasaan bagi pengguna untuk mengajukan harga sesuai kebutuhan sebelum memilih pengemudi yang paling sesuai. Dengan begitu, perjalanan terasa lebih transparan dan bisa disesuaikan dengan budget kulineran.

4. Pesan Perjalanan dengan Mudah Saat Ingin Pindah Lokasi

Setelah selesai menikmati satu kuliner, perjalanan bisa langsung dilanjutkan ke destinasi berikutnya. Kemudahan dalam memesan perjalanan membuat Anda bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan lebih praktis.

Hal ini membuat inDrive dapat menjadi pilihan mobilitas untuk berbagai aktivitas, termasuk saat ingin mengeksplorasi lebih banyak kuliner di Medan dalam satu hari.

5. Jadikan Perjalanan sebagai Bagian dari Pengalaman

Kulineran bukan hanya soal makanan. Perjalanan menuju lokasi, obrolan di dalam kendaraan, hingga menemukan tempat baru di sepanjang jalan juga menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri.

Rio Aristo, Country Manager inDrive Indonesia, mengatakan bahwa Medan memiliki karakter kuat sebagai kota kuliner dengan banyak pilihan yang bisa dieksplorasi.

“Kami ingin inDrive dapat menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari dengan memberikan pilihan mobilitas yang fleksibel, baik ketika mereka ingin kulineran, bekerja, bertemu keluarga dan teman, maupun menjalankan berbagai aktivitas lainnya,” ujar Rio.

Dengan fleksibilitas dalam menentukan perjalanan, fitur negosiasi harga, serta kemudahan pemesanan, inDrive dapat menjadi pilihan mobilitas untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat di Medan.

Jadi, siap menjelajah kuliner Medan seharian? Susun rute, tetap fleksibel, dan nikmati perjalanannya. Selamat kulineran!