Epochtimes.id- Inspektur Jenderal Khusus Amerika Serikat untuk Rekonstruksi Afghanistan, John F. Sopko, mengatakan memenangkan perang melawan Taliban mustahil diwujudkan tanpa memusnahkan bisnis narkotika di Afghanistan.
Menurut dia, penghancuran narkotika di Afghanistan sebagai kebutuhan mendesak. Dia menekankan apalagi lalu lintas dan perdagangan narkotika mendukung 60 persen pendapatan Taliban.
Komandan Tertinggi Angkatan Darat AS di Afghanistan, Jenderal John Nicholson, mengatakan Taliban menghasilkan $ 200 juta melalui lalu lintas dan perdagangan narkoba di negara tersebut.
Bisnis kartel narkotika sebagai inti perang Taliban melawan pasukan keamanan Afghanistan dan internasional. Perdagangan ini menjadikannya sebagai militan yang tak terkalahkan di Afghanistan.

Temuan ini berdasarkan data terbaru dari Inspektur Jenderal Khusus Afghanistan untuk Rekonstruksi Afghanistan (SIGAR).
“Hingga menghancurkan sumber keuangan Taliban, kita tak akan memenangkan perang melawan Taliban saat ini,” kata John F. Sopko dilansir dari Ariananews.af, Minggu (3/12/2017)
“Jenderal John Nicholson juga dengan jelas menunjukkan bahwa perdagangan narkoba dan narkotika menghasilkan 60 persen pendapatan Taliban,” lanjutnya.
“Saya berpikir jika Anda ingin menang dari Taliban, Anda seharusnya bertindak melawan narkotika,” kata tambah John F. Sopko.

Pada kesempata lain, Jenderal John Nicholson, menegaskan pendapatan Taliban melalui perdagangan obat bius lebih banyak daripada biaya perang mereka. Oleh karena itu, pemimpin kelompok Taliban dinilai hanya berjuang untuk perdagangan ilegal yang menguntungkan.
Pasukan Afghanistan-Amerika Serikat mulai mengebom laboratorium narkotika Taliban beberapa hari lalu.
Operasi serangan udara ini menghancurkan banyak pabrik narkoba dari kelompok militan, terutama di provinsi Helmand selatan. (asr)
Sumber : Ariananews.af