Jepang Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 5,9! Ramalan Mengerikan “Nenek Naga Jepang” Kembali Viral, Ditonton Lebih dari 100 Juta Kali

EtIndonesia. Baru-baru ini, prediksi menggemparkan tentang bencana besar yang akan menimpa Jepang kembali viral di media sosial. Ramalan tersebut berasal dari Ryo Tatsuki, seorang kartunis yang dijuluki sebagai “Baba Vanga” Jepang. Dalam karyanya, dia menyebut bahwa “pada 5 Juli mendatang, Jepang akan diguncang oleh gempa bumi dahsyat yang menyebabkan sepertiga wilayah negara itu hilang dari peta.”

Topik ini langsung menyulut perdebatan luas di berbagai platform media sosial. Hingga kini, lebih dari 1.400 video yang membahas prediksi ini telah diunggah, dan jumlah penayangan total telah melampaui 100 juta kali.

Namun dalam wawancara terbaru, Ryo Tatsuki menanggapi dengan sikap tenang. Dia menyatakan bahwa dia memandang situasi ini dari sudut pandang yang objektif, dan menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengandalkan pandangan para ahli seismologi. Dia juga menekankan pentingnya tidak panik dan menghindari spekulasi yang tidak berdasar.

Gempa Susulan di Hokkaido Memicu Ketegangan

Pada 2 Juni pukul 04:51 waktu setempat, terjadi gempa berkekuatan Magnitudo 5,9 di lepas pantai Hokkaido, Jepang. Kedalaman pusat gempa tercatat 55 kilometer, dengan lokasi berada di Lintang Utara 41,80° dan Bujur Timur 143,75°.

Sebelumnya, pada 31 Mei pukul 17:37 waktu setempat, wilayah laut dekat Kushiro, Hokkaido juga diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 6,1. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat bahwa kekuatan guncangan maksimum mencapai Skala Intensitas 4, dan kedalaman gempa sekitar 20 kilometer.

Kedua gempa ini terjadi hanya beberapa hari setelah prediksi bencana Ryo Tatsuki kembali mencuat di ruang publik. Tak pelak, ini memicu kekhawatiran bahwa ramalannya mulai menjadi kenyataan, meski belum ada bukti yang mendukung keterkaitannya secara langsung.

Dampak Ramalan: Turisme Jepang Ikut Terpengaruh

Karena kekhawatiran yang disebabkan oleh prediksi ini, jumlah pemesanan perjalanan ke Jepang mulai mengalami penurunan sejak Februari tahun ini. Banyak wisatawan mancanegara membatalkan rencana perjalanan mereka ke Jepang, menghindari potensi risiko bencana alam.

Para Ahli dan Pemerintah Jepang Membantah Keras

Meski kabar tersebut menyebar luas, para ahli seismologi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada metode ilmiah yang bisa secara akurat memprediksi waktu dan lokasi terjadinya gempa bumi.

Pemerintah Jepang dan para ilmuwan telah melakukan klarifikasi resmi. Mereka menyatakan bahwa isu ramalan bencana telah memberikan dampak negatif pada sektor pariwisata Jepang, yang tengah berjuang untuk bangkit kembali pasca-pandemi.

Badan Meteorologi Jepang juga mengeluarkan pernyataan di situs resminya: “Secara umum, jika seseorang mengklaim mampu meramalkan waktu dan lokasi pasti terjadinya gempa, maka itu kemungkinan besar adalah hoaks.”

Kesimpulan: Antara Ramalan, Kecemasan Publik, dan Realitas Ilmiah

Meskipun ramalan dari kartunis Ryo Tatsuki kembali menjadi sorotan, tidak ada dasar ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Meski gempa memang kerap terjadi di Jepang, mengaitkannya langsung dengan prediksi yang belum terverifikasi hanya akan memperparah kepanikan publik.

Di sisi lain, fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh informasi viral di era digital, terutama saat masyarakat berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Para ahli menyarankan agar publik lebih bijak dalam menerima informasi, dan selalu mengacu pada sumber resmi serta data ilmiah. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine