Pejabat Komunis Tiongkok Larang Media Italia Laporkan Berita Kritikan Terhadap Tiongkok

Epochtimes.id- Pemimpin Beijing Xi Jinping menandatangani nota kesepahaman “One Belt, One Road” atau OBOR dengan Italia pada Sabtu (23/3/2019) lalu.

Media setempat mengungkapkan bahwa pada kesempatan resmi sebelumnya, pejabat komunis Tiongkok mulai dengan keras memerintahkan jurnalis Italia untuk tidak membuat laporan negatif tentang Tiongkok.

Melansir “Il Foglio” sebuah surat kabar harian tengah Italia menyebutkan bahwa dalam sebuah kunjungan resmi Xi Jinping, Yang Han, yang baru ditunjuk sebagai kepala Kantor Urusan Luar Negeri Departemen Luar Negeri Tiongkok pernah mengalami suasana yang tidak menyenangkan dengan jurnalis Giulia Pompili dari Il Foglio.

Yang Han berkata kepadanya, “Saya tahu siapa Anda” dan berulang kali memintanya untuk berhenti menulis “Berita negatif” tentang Komunis Tiongkok.

Reporter itu hanya tersenyum dan merasa permintaannya sangat konyol. Melihatnya tertawa, Yang Han kembali mengatakan, “Anda tidak boleh tertawa. Anda harus berhenti mengatakan Komunis Tiongkok  itu tidak baik.”

Laporan itu menuturkan bahwa Pompili baru pertama kalinya bertemu Yang Han. Tetapi dia tahu jelas dengan identitasnya. Ketika dia bertanya untuk mengetahui identitasnya, pejabat dari Departemen Luar Negeri Tiongkok itu menolak untuk menjawab dan menolak berjabat tangan dengannya.

Kemudian, ketika reporter itu mengambil ponselnya, Yang Han mendekatinya lagi dan memerintahkannya untuk menyingkirkan ponselnya.

Surat kabar Italian “Il Foglio” menjelaskan bahwa laporan itu berlawanan dengan posisi resmi Roma terkait masalah “One Belt, One Road”.

Laporan itu juga menegaskan bahwa Tiongkok harus memahami Italia bukan Tiongkok dan Roma juga bukan Beijing.

“One Belt One Road” komunis Tiongkok dituduh atas rencana strategis untuk memperluas pengaruhnya. Media partai secara terbuka menyatakan bahwa tujuan akhir dari “One Belt One Road” adalah menciptakan “komunitas hidup manusia.”

Bersamaan dengan “One Belt One Road”, komunis Tiongkok juga mengekspor model politiknya ke negara-negara di sepanjang jalur sutra.

Pada awal Maret lalu, surat kabar harian Rusia “Nezavisimaya Gazeta” melaporkan bahwa sebuah artikel tentang ekonomi Tiongkok di harian tersebut menyebabkan ketidakpuasan Beijing. Diplomat Tiongkok mengirim email ke penulis artikel dengan nada kasar, mengancam akan memasukkan reporter itu ke dalam daftar hitam dan memintanya untuk menarik artikel terkait.

Pada November tahun lalu, selama Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Papua Nugini, pejabat komunis Tiongkok memblokir semua media asing, termasuk media tuan rumah yang mewawancarai kegiatan hubungan luar negeri para pemimpin Beijing. Media lokal menggambarkan itu sebagai penghinaan. (jon/rp)

Video Rekomendasi : 

https://www.youtube.com/watch?v=4uCJcxw3lDk

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine