Cuaca Buruk Melanda Beijing Setelah Pertemuan Politik Tahunan Legislatif Komunis Tiongkok, Pensiunan Pejabat Tiongkok : Seperti Alarm dari Dewa

Nicole Hao

Cuaca buruk melanda Beijing menjelang serangkaian pertemuan politik tahunan paling penting bagi rezim Tiongkok di kota itu yang diwarnai dengan langit secara tiba-tiba menjadi gelap pada Kamis (21/5/2020).

“Guntur menggelegar. Angin kencang bertiup kencang. Langit sangat gelap, Saya belum pernah melihat ini dalam hidup saya,” kata Chen Bingzhong (87) seorang mantan Direktur Pusat Pendidikan Kesehatan Tiongkok. Chen lahir dan dibesarkan di Beijing dan telah menjalani sebagian besar hidupnya di kota itu.

“Ini menakutkan dan mengerikan, Ini seperti alarm dari Dewa,” kata Chen kepada Epoch Times berbahasa mandarin.

Chen percaya bahwa Tuhan memperingatkan dengan cuaca buruk di daerah itu agar Partai Komunis Tiongkok merefleksikan kesalahannya, tetapi tidak merinci kesalahan apa yang mungkin dilakukan oleh otoritas Beijing.

Sekitar 3.000 delegasi dari seluruh Tiongkok berkumpul di Beijing untuk sesi tahunan legislatif — Kongres Rakyat Nasional (NPC) tahun ini — dan badan penasihatnya — Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC) —untuk menetapkan kebijakan dan agenda. Keduanya lembaga stempel dari Partai Komunis Tiongkok. 

Lebih dari 5.000 delegasi dari seluruh negeri biasanya berpartisipasi.

Dwi konfrensj tersebut, disebut dengan bahasa Mandarin sebagai “Lianghui.”  Agenda itu telah ditunda lebih dari dua bulan karena pandemi virus komunis Tiongkok.

Agenda itu biasanya berlangsung selama 12 hari tetapi akan dipersingkat tahun ini dan akan berakhir pada 28 Mei. Pada Kamis menandai sesi pembukaan konfrensi CPPCC, dan Jumat menandai sesi konfrensi NPC.

Sekitar Kamis sore ketika konfrensi CPPCC dimulai pukul 3:00 malam, kota Beijing tampak diselimuti kegelapan karena lampu jalan belum diprogram untuk dinyalakan tetapi langit tiba-tiba menjadi gelap.

Dilaporkan pada pukul 15:30 waktu setempat di Beijing, kilat dan petir menyambar, diikuti oleh hujan lebat. Cuaca buruk berlangsung hingga setelah pukul 16.00 waktu setempat.

Beijing mengalami sedikit langit yang gelap, tetapi masih bisa menyaksikan terjadinya hujan lebat dan hujan es.

Banjir di Guangzhou

Pada Jumat, ketika NPC mengadakan upacara pembukaan di Beijing, kota Guangzhou di Tiongkok dilanda banjir.

Hujan mulai di daerah itu pada Kamis malam, dan Jumat (22/5/2020) pagi. Air membanjiri terowongan kereta bawah tanah Line 13. Sehingga menyebabkan Perusahaan Metro Guangzhou mengumumkan penghentian layanan jalur tersebut.

Distrik Huangpu dan distrik Zengcheng di Guangzhou pada Jumat (22/5/2020) mengumumkan penutupan semua sekolah TK, sekolah dasar, sekolah menengah, dan sekolah menengah.

Video yang dibagikan warga setempat di platform media sosial,  banjir mencapai hampir menenggelamkan mobil sedan. Distrik Huangpu turut dilanda banjir parah.

Banjir melanda lantai pertama rumah-rumah penduduk  serta mobil yang diparkir di jalan-jalan. Di distrik lain, banjir di jalanan mencapai sekitar 25 inci di beberapa lingkungan.

Hujan Es di Shandong dan Chongqing

Hujan es dilaporkan terjadi beberapa hari sebelum “Lianghui” di provinsi Shandong, pada 17 Mei dan di kota Chongqing, Barat Tiongkok pada 18 Mei 2020.

Sedangkan pada 17 Mei, Yantai, Qingdao, Weifang, dan Weihai dari provinsi Shandong melaporkan terjadi hujan es di kota-kota mereka.

Hujan es merusak lahan pertanian. Sedangkan hujan es yang terjadi dilaporkan seperti sebesar telur ayam.

Sehari kemudian, pada sore hari  18 Mei 2020, distrik Wulong di kota Chongqing dilaporkan terjadi hujan es yang biasanya kerap terjadi setiap tahun di Tiongkok. Ukuran hujan es biasanya sebesar kacang. Kadang-kadang, laporan mengatakan hujan es terbesar mencapai ukuran sebesar telur puyuh. (asr)

FOTO : Sekelompok pria mengambil foto saat langit menjadi gelap di tengah sore di tengah badai yang mendekat di gang di selatan Lapangan Tiananmen Beijing, selama upacara pembukaan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC) di Beijing, Tiongkok pada 21 Mei. 2020. (GREG BAKER / AFP via Getty Images)

FOKUS DUNIA

NEWS