Laporan New Tang Dynasty TV menyebutkan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz pada Kamis (12 Juni) mengumumkan bahwa Israel telah melancarkan “serangan pre-emptive” (pendahuluan) terhadap Iran, dengan sasaran fasilitas nuklir dan militer. Ia juga menyatakan bahwa Israel kini berada dalam status darurat. Dua pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa AS tidak terlibat dan tidak memberikan bantuan dalam serangan tersebut.
EtIndonesia. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa serangan terhadap Iran akan terus berlanjut hingga ancaman benar-benar dihilangkan.
Pernyataan Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan dalam pernyataannya: “Setelah Israel melancarkan serangan pre-emptive terhadap Iran, diperkirakan Israel dan rakyat sipilnya segera akan menghadapi serangan rudal dan drone (pesawat nirawak).”
Sementara itu, media pemerintah Iran IRNA melaporkan bahwa ledakan terdengar berulang kali di ibu kota Teheran.
Amerika Serikat Tidak Terlibat
Reuters melaporkan bahwa dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya membenarkan bahwa Israel telah mulai menyerang Iran, dan menekankan bahwa AS tidak membantu atau ikut serta dalam operasi tersebut, tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Kantor berita AFP juga melaporkan bahwa suara ledakan terdengar di Teheran.
Trump Imbau Israel Menahan Diri
Presiden AS Donald Trump sebelumnya dalam konferensi pers mengimbau Israel agar tidak menyerang fasilitas nuklir Iran, dan menyatakan bahwa jika Iran mau berkompromi, AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan terkait program nuklir Iran.
Kata Trump kepada wartawan mengenai pembicaraannya dengan Netanyahu: “Saya tidak ingin mereka (Israel) ikut campur, karena saya pikir itu bisa memperburuk situasi.”
Ia menambahkan, “Meskipun sebenarnya, bisa juga membantu… tapi juga bisa memperburuk.”
Netanyahu: Operasi Akan Berlanjut “Selama Diperlukan”
Dalam pernyataan video, Netanyahu menyebut operasi ini dengan nama sandi “Rising Lion” (Singa Bangkit), dan menegaskan: “Serangan terhadap Iran ini akan berlangsung selama diperlukan, sampai ancaman benar-benar dihilangkan.”
Netanyahu juga menambahkan bahwa mereka:
- Menargetkan fasilitas utama pengayaan uranium Iran di Natanz.
- Menyerang program rudal balistik Iran.
- Menyerang para ilmuwan nuklir Iran yang terlibat dalam penelitian bom nuklir.
Sumber : NTDTV.com


