EtIndonesia. Badan Meteorologi Pusat Taiwan melaporkan pada 25 Maret 2025 pukul 09:40 waktu setempat, terjadi gempa berkekuatan 5.1 di Hualien, dengan kedalaman 25.3 km dan pusat gempa terletak 9.7 km di sebelah selatan-tenggara Kantor Pemerintah Kabupaten Hualien (di lepas pantai Hualien).
Dilansir dari Central News Agency (CNA), Kepala Pusat Seismologi Wu Jianfu menjelaskan bahwa karena gempa besar 403 tahun lalu (3 April 2024) sudah berlalu hampir setahun dan frekuensi gempa susulannya telah berkurang, maka gempa ini diperkirakan merupakan kejadian yang berdiri sendiri, bukan susulan dari gempa sebelumnya.
Wu juga menjelaskan bahwa gempa ini disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik, dan diperkirakan dalam tiga hari ke depan masih akan ada gempa susulan dengan magnitudo 4 hingga 4.5. Mengingat Hualien merupakan daerah yang sering mengalami gempa, warga dihimbau untuk tetap waspada dan melakukan tindakan pencegahan gempa.
Tak lama setelah gempa di Taiwan, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa berkekuatan 7.0 di lepas pantai Pulau Selatan, Selandia Baru, pada pukul 14:43 waktu setempat (09:43 waktu Taiwan). Namun, kekuatan gempa kemudian direvisi menjadi 6.8, dan akhirnya ditetapkan pada magnitudo 6.7.
Pusat gempa berada di lepas pantai barat daya Pulau Selatan dengan kedalaman hanya 10 km, yang berarti gempa ini cukup dangkal dan berpotensi menyebabkan guncangan kuat di wilayah sekitarnya.
Badan Meteorologi Taiwan mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap guncangan kuat dan segera mencari tempat berlindung dengan metode “Duduk, Berlindung, dan Bertahan” saat terjadi gempa. (Hui)
Sumber : NTDTV.com