Gedung Putih: Seorang Pejabat Pemerintahan Trump Diserang oleh Kelompok Sayap Kiri di PBB

EtIndonesia. Gedung Putih menyatakan bahwa pada Kamis (25/9/2025), selama berlangsungnya Sidang Umum PBB, seorang pejabat dari Departemen Kesehatan dan Layanan Publik AS diserang dan dihina oleh seorang aktivis sayap kiri yang disebut “tidak stabil secara mental.”

Menurut laporan Fox News, Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih, Anna Kelly, mengatakan bahwa entah bagaimana, aktivis sayap kiri tersebut berhasil melewati beberapa lapis keamanan PBB dan masuk ke dalam gedung.

Pejabat yang menjadi korban mengatakan, ketika ia sedang berjalan di koridor PBB, seorang wanita tiba-tiba berteriak keras padanya sambil menyinari wajahnya dengan lampu senter. Situasi itu membuatnya sangat kebingungan. Saat mencoba menenangkan diri, ia berusaha masuk ke bilik toilet, tetapi wanita itu membuntutinya dan berusaha memaksa masuk. Setelah pintu ditutup, wanita tersebut meletakkan kamera di atas pintu bilik sambil terus berteriak dan merekam.

Menurut pejabat itu, wanita tersebut berteriak dengan kata-kata penghinaan, menyuarakan dukungan untuk Palestina, dan menyebutnya sebagai “fasis” serta “Nazi.”

Setelah teriakan mereda, pejabat itu keluar dari bilik, mengira wanita tersebut sudah pergi. Namun ternyata wanita itu masih menunggunya di pintu, kembali berteriak padanya, dan terus menyinari wajahnya dengan senter. Pejabat itu akhirnya berhasil melarikan diri. Seluruh insiden berlangsung sekitar 10 menit.

Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Kelly menyebut, ini adalah insiden berbahaya lain setelah peristiwa sabotase yang menimpa Presiden Trump di PBB. 

“PBB harus menjawab mengapa kejadian mengkhawatirkan ini terus-menerus menimpa Presiden dan stafnya,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Trump menulis di Truth Social bahwa saat menghadiri pertemuan tingkat tinggi PBB, ia mengalami “tiga bentuk sabotase”: eskalator menuju aula utama tiba-tiba berhenti, teleprompter untuk pidato rusak, serta sistem audio sengaja dimatikan—semua itu mengacaukan kegiatannya di Sidang Umum PBB.

Terkait insiden Kamis tersebut, seorang juru bicara AS untuk PBB mengecam lembaga itu: “Jika kalian bahkan tidak bisa menjamin keselamatan orang-orang di dalam gedung sendiri, bagaimana bisa menyebut diri sebagai pusat diplomasi dunia?”

PBB belum menanggapi permintaan komentar dari Fox News.

Wanita pelaku serangan tersebut sudah ditangkap oleh Departemen Kepolisian New York (NYPD). Kelly mengatakan, Dinas Rahasia AS akan menyelidiki bagaimana mungkin seorang “protesan brutal” bisa diizinkan masuk ke dalam acara dengan tingkat keamanan nasional yang sangat tinggi.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine