Siswi SD di Guangdong, Tiongkok  Dirundung dan Direkam, Warganet Murka Tuntut Pelaku Dijatuhkan Hukuman Berat

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang siswi sekolah dasar di Kota Leizhou, Kota Zhanjiang, Provinsi Guangdong, Tiongkok menjadi korban perundungan oleh sejumlah siswi lain. Korban ditampar dan didorong secara bergantian, sementara beberapa pelaku merekam seluruh kejadian dengan telepon genggam sambil tertawa-tawa. Setelah video tersebut beredar luas, kemarahan publik pun meledak di media sosial.

Video yang beredar menunjukkan bahwa di sebuah gang kawasan permukiman, seorang siswi berseragam sekolah dasar dikepung oleh beberapa siswi lain yang mengenakan seragam yang sama. Korban ditampar, didorong, bahkan dihantam hingga terhempas ke dekat tembok.

Di lokasi terdengar suara tawa dan ejekan. Salah seorang siswi terus mengarahkan ponselnya ke wajah korban untuk merekam kejadian tersebut. Sedikitnya enam hingga tujuh anak terlihat terlibat dalam aksi perundungan itu.

Sepanjang insiden, korban tampak menggenggam kedua tangannya erat-erat. Ia tidak berani melawan ataupun membalas, dan terlihat sangat ketakutan.

Menurut laporan media Tiongkok, para siswa yang terlibat merupakan murid sebuah sekolah dasar di Kota Leizhou.

Pada 25 Mei sore, petugas dari Kantor Polisi Kota Baru Leizhou menyatakan bahwa polisi telah menemukan seluruh siswa yang terlibat dalam kasus tersebut. Saat ini kasus masih dalam proses penanganan, dan seluruh pihak yang terlibat merupakan siswa sekolah dasar.

Pada 26 Mei pagi, seorang pejabat dari bagian keamanan dan ketertiban Biro Pendidikan Kota Leizhou menyatakan bahwa insiden perundungan itu dipicu oleh perselisihan dan pertengkaran sehari-hari antar siswa. Ia juga mengatakan bahwa korban telah menjalani pemeriksaan di rumah sakit dan tidak mengalami cedera fisik yang serius.

Namun, penjelasan tersebut tidak meredakan kemarahan publik.

Banyak warganet mengecam keras insiden itu:

“Ya Tuhan! Tamparannya terdengar sangat keras. Kasus seperti ini tidak boleh dianggap sepele. Pelaku harus dihukum berat, kalau tidak kejadian seperti ini akan semakin sering terjadi.”

“Kalau ibunya melihat video ini, pasti sangat sedih dan sakit hati. Saya sampai marah melihatnya.”

“Saya benar-benar ingin menolong anak itu.”

Banyak komentar juga menyoroti dampak psikologis yang mungkin dialami korban:

“Hanya karena tubuhnya tidak terluka parah bukan berarti masalahnya selesai. Trauma psikologis bisa membekas seumur hidup.”

“Luka fisik mungkin ringan, tetapi luka batin bisa sangat dalam.”

“Dokter mengatakan tidak ada masalah besar secara fisik. Tapi bayangan buruk dalam hatinya mungkin tidak akan pernah hilang sepanjang hidup. Itulah masalah yang sebenarnya.”

Sebagian warganet mengaku pernah mengalami pengalaman serupa saat masih kecil:

“Waktu SD saya juga pernah mengalami perundungan seperti ini.”

“Pelaku harus ditindak tegas.”

“Kasus ini harus diselidiki secara serius. Saya sangat marah melihatnya.”

Ada pula komentar yang menuntut hukuman yang lebih berat:

“Anak-anak seperti iblis.”

“Keluarkan mereka dari sekolah dan catatan pelanggaran mereka harus disimpan permanen.”

“Pelaku perundungan harus dihukum berat.”

“Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum!”

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine