Ekspansi Agresif Kendaraan Energi Baru di Tiongkok Berbuah Kekacauan, Pemilik Mobil Berakhir sebagai Penguji Jalan

Persaingan di pasar kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di Tiongkok semakin ketat. Demi merebut pangsa pasar, banyak produsen mempercepat peluncuran model baru. Namun, tren ini juga memunculkan kekhawatiran mengenai kualitas dan keselamatan kendaraan.

EtIndonesia.com Menurut laporan China Automotive News, selama periode Januari hingga Mei 2026, sebanyak 542 model kendaraan baru diluncurkan di pasar Tiongkok, atau rata-rata 3,6 model baru setiap hari.

Pelaku industri mengatakan bahwa pada masa lalu, pengembangan sebuah mobil berbahan bakar konvensional biasanya memerlukan waktu beberapa tahun. 

Kini, untuk kendaraan energi baru, proses mulai dari persetujuan proyek hingga penyerahan kendaraan kepada pelanggan dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar enam bulan, sehingga waktu untuk penyempurnaan produk menjadi sangat terbatas.

Media otomotif independen Cheman Buluo juga menyebutkan bahwa beberapa model baru bahkan hanya membutuhkan waktu kurang dari satu tahun sejak tahap mobil konsep hingga mulai dikirim kepada konsumen.

Menurut laporan tersebut, proses yang sebelumnya mencakup dua tahap utama, yaitu:

  • verifikasi desain, dan
  • verifikasi produksi massal, kini pada beberapa proyek hanya dilakukan satu tahap.

Selain itu, perangkat lunak sistem kontrol elektronik kendaraan yang sebelumnya memerlukan puluhan ribu kali penyempurnaan kini disebut dipasang hanya setelah sekitar dua minggu penyesuaian. Sementara itu, jarak tempuh untuk uji ketahanan kendaraan juga dilaporkan berkurang secara signifikan.

Laporan itu menjelaskan bahwa pada masa lalu, produsen mobil tradisional biasanya membutuhkan waktu empat hingga enam tahun untuk mengembangkan satu model kendaraan. Sebelum dipasarkan, kendaraan harus melalui berbagai pengujian, termasuk:

  • uji suhu ekstrem panas dan dingin,
  • uji tabrak (crash test),
  • serta uji jalan dengan jarak tempuh hingga lebih dari satu juta kilometer.

Namun kini, disebutkan bahwa sebagian kendaraan hanya menjalani uji jalan sekitar 20.000–30.000 kilometer sebelum diproduksi massal. Akibatnya, berbagai persoalan yang sebelumnya seharusnya diselesaikan melalui pengujian laboratorium justru baru ditemukan setelah kendaraan digunakan oleh konsumen di jalan raya.

China Automotive News memperingatkan bahwa apabila fenomena “mobil yang dikembangkan secara terburu-buru” terus berlanjut, hal tersebut tidak hanya berpotensi meningkatkan risiko keselamatan berkendara, tetapi juga dapat mengikis kepercayaan konsumen. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi fondasi perkembangan industri otomotif secara keseluruhan.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine