Roket SpaceX Menghantam Bulan dengan Kecepatan Tinggi, NASA Merilis Rekaman yang Mengesankan

EtIndonesia.com Sebuah roket bekas milik SpaceX seberat sekitar 4 ton, yang telah melayang di luar angkasa selama lebih dari satu tahun, menghantam permukaan Bulan pada Rabu (5/8/2026) dengan kecepatan hampir 9.000 kilometer per jam. NASA pada Jumat (7/8/2026) merilis rekaman yang mengesankan dari peristiwa tersebut, sekaligus menegaskan bahwa tabrakan semacam ini tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi.

Dalam rekaman terbaru yang dipublikasikan pada Kamis, terlihat jejak yang ditinggalkan setelah roket Falcon 9 menghantam permukaan Bulan.

Benda yang ukurannya kira-kira sebesar sebuah bus sekolah itu merupakan pendorong tahap kedua roket Falcon 9. Benda tersebut menabrak wilayah dekat Kawah Einstein di Bulan pada pukul 02.35 dini hari waktu Amerika Serikat bagian timur, dengan kecepatan sekitar 8.700 kilometer per jam. NASA memperkirakan tabrakan itu menghasilkan kawah berdiameter sekitar 18 meter dan kedalaman sekitar 3,6 meter di permukaan Bulan.

Pada Januari 2025, roket tersebut diluncurkan untuk mengirim dua wahana pendarat Bulan milik perusahaan swasta. Setelah misinya selesai, roket secara bertahap menyimpang dari orbit akibat aktivitas Matahari dan pengaruh gravitasi, lalu melayang di luar angkasa selama lebih dari satu tahun.

NASA sebelumnya telah memperkirakan bahwa puing-puing roket sepanjang sekitar 12 meter dengan berat sekitar 4.000 kilogram itu akan menghantam Bulan pada Rabu dini hari.

Tim peneliti dari Universitas Boston menyatakan bahwa meskipun mereka tidak berhasil merekam momen tabrakan secara langsung, sebuah teleskop di Chili mengamati semburan material yang mengandung unsur logam menyebar ke luar angkasa selama sekitar 5 hingga 10 menit. Para peneliti meyakini bahwa itulah awan puing yang terbentuk akibat benturan tersebut.

“Para ilmuwan sebenarnya sangat menantikan untuk mempelajari tabrakan ini karena dapat membantu kita memahami dengan lebih baik bagaimana cara melacak objek-objek semacam ini di masa depan,” ujar olmuwan Bulan NASA, Kelsey Young. 

Peristiwa ini juga kembali memicu perhatian terhadap masalah sampah antariksa.

Administrator NASA, Isaacman, mengatakan bahwa seiring berkembangnya teknologi roket yang dapat digunakan kembali, insiden serupa yang melibatkan tabrakan dengan Bulan di masa depan diharapkan akan semakin berkurang.

Dilaporkan oleh Liu Jiajia, reporter NTD Television dari Amerika Serikat.

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine