Kebakaran hutan yang melanda Eropa tahun ini tidak hanya menyapu wilayah Eropa Selatan dan Barat, tetapi kini telah meluas hingga ke kawasan Eropa Tenggara. Dalam upaya pemadaman, petugas pemadam kebakaran di sejumlah daerah juga menemukan amunisi yang belum meledak peninggalan Perang Dunia II yang sebelumnya terkubur di dalam tanah.
EtIndonesia.com Pada Sabtu (22 Agustus), kebakaran besar juga terjadi di wilayah perbatasan Bosnia dan Kroasia di Eropa Tenggara. Kebakaran tersebut menyebabkan jalan raya utama kedua negara ditutup dan memaksa ribuan wisatawan membatalkan rencana perjalanan mereka.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran Spanyol masih berupaya memadamkan kebakaran hutan di wilayah Valencia, Spanyol bagian timur. Kobaran api yang ganas telah memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka.
Pihak berwenang telah menaikkan tingkat bahaya kebakaran menjadi level 2. Unit Tanggap Darurat Militer Spanyol bersama petugas pemadam kebakaran setempat turut dikerahkan dalam operasi penanggulangan.
Menghadapi kebakaran hutan yang semakin ganas, Uni Eropa mengaktifkan Mekanisme Perlindungan Sipil (Civil Protection Mechanism) dan mengirimkan helikopter serta petugas pemadam kebakaran untuk membantu negara-negara yang bukan anggota Uni Eropa.
Baru-baru ini, Uni Eropa mengirim personel penyelamat ke wilayah timur laut Serbia untuk membantu memadamkan kebakaran hutan di sebuah kawasan konservasi alam.
Kepala Badan Urusan Darurat Serbia, Luka Causic, mengkonfirmasi bahwa Serbia telah menerima bantuan dari Uni Eropa. Bantuan tersebut mencakup empat helikopter pemadam kebakaran Black Hawk dari Rumania, Slovakia, dan Republik Ceko; 55 petugas pemadam kebakaran dan 24 kendaraan pemadam dari Jerman; serta 69 petugas pemadam kebakaran dan 15 kendaraan pemadam dari Rumania.
Berdasarkan citra satelit, dua wilayah di Portugal bagian utara juga dilanda kebakaran hutan, dengan area yang luas terlihat menguning dan hangus akibat terbakar.
Belakangan ini, selain menghadapi kebakaran hutan, petugas pemadam kebakaran di garis depan juga harus menghadapi ancaman amunisi peninggalan Perang Dunia II yang belum meledak. Insiden terkait ledakan telah terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Prancis, Jerman, Belgia, dan Belanda.
Di Provinsi Liège, Belgia bagian timur, petugas pemadam kebakaran baru-baru ini mendengar beberapa suara ledakan sporadis. Ledakan tersebut diduga berasal dari amunisi yang terkubur di area yang terbakar. Wilayah ini dahulu menjadi lokasi salah satu pertempuran paling sengit dalam Perang Dunia II, yaitu Pertempuran Bulge (Battle of the Bulge).
Para ahli menilai bahwa cuaca yang sangat panas tahun ini menyebabkan peluru artileri dan amunisi yang sebelumnya stabil di dalam tanah menjadi terekspos akibat kebakaran hutan dan kembali menimbulkan bahaya.
Tahun ini, Eropa kembali menghadapi gelombang panas ekstrem dan kekeringan berkepanjangan. Area yang terdampak kebakaran kini telah meluas ke Eropa Tenggara. Selain faktor cuaca, faktor lain seperti perpindahan penduduk dari pedesaan dan minimnya pengelolaan lahan menyebabkan vegetasi kering dan mudah terbakar terus menumpuk, sehingga turut mempercepat penyebaran api.
Laporan gabungan Qiu Yue, NTD Television.


