Menghadapi operasi militer Rusia yang terus berlanjut dan ancaman serangan udara, Ukraina di satu sisi mencari dukungan internasional, sementara di sisi lain memperkuat kemampuan pertahanannya.
EtIndonesia.com Pada 23 Agustus, Kyiv menggelar acara peringatan Hari Bendera Nasional Ukraina. Para pemimpin dari sejumlah negara Nordik dan Baltik hadir untuk menyatakan dukungan dan kembali menegaskan komitmen mereka terhadap Ukraina.
Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre: “Pada 2027, kami akan mempertahankan bantuan dengan skala yang sama seperti tahun ini, yaitu sekitar 9 miliar dolar AS.”
Perdana Menteri Denmark mengatakan Denmark dan Ukraina telah berkomitmen untuk bersama-sama mengembangkan sistem rudal baru guna melindungi kota-kota Ukraina sekaligus memperkuat pertahanan Eropa.
Presiden Finlandia menekankan bahwa Ukraina sedang mempertahankan nilai-nilai seperti demokrasi, kebebasan, dan supremasi hukum, sekaligus menjadi bagian penting dari jaminan keamanan Eropa.
Presiden Lituania mengatakan bahwa hanya kemenangan Ukraina yang dapat membawa perdamaian dan stabilitas bagi Eropa. Lituania juga akan terus meningkatkan tekanan terhadap Rusia.
Pada Minggu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengadakan pertemuan puncak di Kyiv dengan para pemimpin negara-negara Baltik dan Nordik. Pada hari yang sama, Zelenskyy juga bertemu dengan dua senator Amerika Serikat yang sedang berkunjung dan menyampaikan terima kasih atas dukungan AS yang terus diberikan kepada Ukraina.
Zelenskyy berharap Kongres AS meloloskan rancangan undang-undang mengenai sanksi terhadap Rusia dan Iran. Ia juga menekankan bahwa jika Ukraina memperoleh lisensi untuk memproduksi rudal Patriot, hal tersebut akan membantu Ukraina menghadapi serangan rudal balistik Rusia.
Zelenskyy juga mengatakan bahwa Ukraina memperkirakan Rusia mungkin akan merekrut kembali 300.000 tentara setelah pemilihan parlemen pada pertengahan September untuk dikirim ke medan perang. Rusia bahkan mungkin memperluas jumlah pasukannya lebih jauh pada 2027 hingga mencapai sekitar 500.000 personel.
Pada saat yang sama, Rusia sedang meningkatkan kapasitas produksi rudal balistik, dengan target produksi mencapai 1.300 rudal per tahun, sehingga Ukraina menghadapi tekanan yang semakin besar terhadap sistem pertahanan udaranya.
Zelenskyy menunjukkan bahwa jumlah rudal pencegat Patriot yang diperkirakan diterima Ukraina tahun ini jauh lebih sedikit dibandingkan dua tahun sebelumnya. Ukraina kini juga sedang mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan serangan musim dingin Rusia terhadap fasilitas energi.
Selain itu, Ukraina menghadapi kekurangan anggaran pertahanan sebesar 27 miliar dolar AS pada tahun ini.
Laporan gabungan reporter New Tang Dynasty Television, Zheng Shengxun.


