JAKARTA – Di tengah dinamika pasar properti global, aset komersial yang mampu mencetak pertumbuhan nilai (capital gain) sekaligus menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) menjadi buruan utama investor. One Grand Eastlakes Shopping Centre, pusat belanja milik One Global Capital di Sydney, Australia, membuktikan hal tersebut melalui lonjakan valuasi yang sangat signifikan dalam waktu kurang dari dua tahun.
Properti yang diakuisisi pada akhir 2024 dengan nilai AU$19,5 juta ini mencatatkan kenaikan valuasi menjadi AU$33 juta pada akhir 2025, atau melesat sekitar 69%. Tren positif berlanjut pada 2026, di mana penilaian independen dari CBRE menunjukkan nilai aset menembus AU$38 juta. Secara keseluruhan, valuasi One Grand Eastlakes telah meroket sebesar AU$18,5 juta atau setara 95% sejak awal pengambilalihan.
Peningkatan nilai aset ini tidak terlepas dari strategi pengelolaan yang tepat. Pusat ritel seluas 3.300 meter persegi ini mencatatkan tingkat okupansi 100%, dengan mengandalkan penyewa utama berkualitas tinggi (triple-A tenants) seperti supermarket ALDI dan Woolworths. Kinerja operasional pun terbilang impresif, di mana omzet bulanan Woolworths melonjak drastis dari sekitar AU$150.000 menjadi lebih dari AU$520.000 sejak diakuisisi.
Bagi Iwan Sunito, Chairman dan Group CEO One Global Capital, capaian ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang sejak awal.
“Pencapaian ini menjadi kabar yang menggembirakan bagi perusahaan dan para investor. Sejak awal, kami menyusun strategi dengan mempertimbangkan fundamental aset, potensi pendapatan, serta peluang peningkatan nilai dalam jangka waktu investasi yang direncanakan,” ujar Iwan Sunito dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/10/2026).
Potensi Divestasi dan Minat Investor Global
Melihat perkembangan valuasi yang pesat, One Global Capital tengah mempertimbangkan opsi strategis untuk merealisasikan keuntungan. Rob Pignataro, Managing Agent dari Strathfield Partners, menilai keunikan aset ini di pasar properti Sydney.
“Sangat jarang sebuah pusat perbelanjaan dengan luas 3.300 m2 seperti One Grand Eastlakes memiliki penyewa berkualitas tinggi seperti Aldi, Australia Post, dan Woolworths. Dengan karakteristik dan kualitas penyewa tersebut, estimasi nilai pasar properti ini berada di kisaran AU$40 juta hingga AU$46 juta,” jelas Rob.
Sesuai mandat investasi awal, aset ini dirancang dengan horizon kepemilikan selama tiga tahun untuk tujuan merealisasikan nilai dan mengembalikan modal kepada investor (sell and return). Meski demikian, manajemen membuka kemungkinan untuk memperpanjang periode kepemilikan hingga satu tahun ke depan, jika dinilai dapat lebih mengoptimalkan hasil investasi.
Kesuksesan One Grand Eastlakes juga memancing ketertarikan calon investor mancanegara, termasuk dari Timur Tengah dan Amerika Serikat. Hal ini menjadi modal bagi perusahaan untuk mempersiapkan gebrakan berikutnya, yakni peluncuran proyek terbaru di Sydney, One Five Dock, pada pertengahan 2027 mendatang.
Prospek Properti Ritel Komunitas
Kinerja One Grand Eastlakes sejalan dengan iklim investasi properti komersial Australia yang membaik. Data CBRE Australia mencatat investasi properti komersial di Negeri Kanguru pada semester pertama 2026 meningkat 16% secara tahunan menjadi AU$19 miliar.
Fitri Hilman, Director, Commercial Services, Savills Indonesia, menilai bahwa properti ritel berbasis komunitas (community retail asset) menawarkan daya tarik tersendiri bagi investor, terutama karena didukung oleh kebutuhan sehari-hari masyarakat.
“Dalam menilai properti ritel berbasis komunitas, investor perlu melihat lebih dari sekadar lokasi. Kualitas dan keberlanjutan bisnis penyewa, kesesuaian tenant mix dengan kebutuhan masyarakat sekitar, tingkat okupansi, serta potensi pertumbuhan pendapatan sewa menjadi faktor penting,” ujar Fitri.
Meski menawarkan imbal hasil yang relatif stabil, investor lintas negara tetap diimbau untuk mencermati berbagai risiko, seperti nilai tukar, biaya pendanaan, pajak, hingga likuiditas aset.
Pada akhirnya, kepercayaan investor tidak dibangun hanya melalui angka proyeksi valuasi. Kemampuan manajemen dalam mengeksekusi strategi, menghasilkan pendapatan yang kuat, serta menciptakan nilai jangka panjang menjadi kunci utama dalam investasi properti komersial. (*)


