- Kebiasaan minum kopi setiap hari? Dampaknya terhadap tubuh mungkin jauh lebih luas daripada yang dibayangkan kebanyakan orang.*
Oleh Jennifer Sweenie
Ditinjau secara medis oleh DeMario Butts, M.D., M.S.
Bagi banyak orang, kopi bukan sekadar minuman. Kopi merupakan semacam tombol yang kita tekan setiap pagi untuk membangunkan diri dan membuat kita siap menjalani hari. Ketika kebiasaan ini dilakukan berulang kali dari hari ke hari, kopi mungkin memberikan manfaat yang jauh lebih besar daripada sekadar meningkatkan kewaspadaan selama beberapa jam.
Penelitian mengaitkan kebiasaan minum kopi secara teratur dengan perubahan mikrobioma usus, fungsi kognitif, bahkan kesehatan hati. Apa sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh ketika kopi menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, dan bagaimana kita dapat mengoptimalkan manfaatnya?
Kandungan Nutrisi Utama
Kopi kaya akan antioksidan, khususnya senyawa fenolik yang disebut asam klorogenat. Dalam sebuah penelitian pola makan di Norwegia, kopi menjadi penyumbang terbesar terhadap perkiraan total asupan antioksidan, terutama karena para peserta sering meminumnya.
Satu cangkir kopi mengandung:
- Asam klorogenat: sekitar 70–350 miligram, meskipun jumlahnya sangat bervariasi bergantung pada biji kopi, tingkat pemanggangan, dan metode penyeduhan.
- Riboflavin (vitamin B2): 11 persen dari angka kecukupan gizi harian yang direkomendasikan.
- Asam pantotenat (vitamin B5): 6 persen dari angka kecukupan gizi harian yang direkomendasikan.
- Kalium: 3 persen dari angka kecukupan gizi harian yang direkomendasikan.
- Mangan: 3 persen dari angka kecukupan gizi harian yang direkomendasikan.
Manfaat bagi Kesehatan
Dampak kebiasaan minum kopi setiap hari terhadap tubuh mungkin jauh lebih luas daripada yang disadari kebanyakan orang.
1. Mengubah Mikrobioma Usus
Sebuah penelitian tahun 2026 yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications menemukan bahwa konsumsi kopi mengubah komposisi dan aktivitas mikrobioma usus.
Peminum kopi menunjukkan profil mikroba dan metabolisme yang berbeda dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi. Perubahan terjadi setelah konsumsi kopi berkafein maupun tanpa kafein diperkenalkan, yang menunjukkan bahwa polifenol dan senyawa lain selain kafein turut berperan.
Namun, arti perubahan mikrobioma tersebut bagi kesehatan masih belum pasti. Penelitian itu juga melaporkan temuan yang beragam mengenai fungsi kognitif dan perilaku.
“Kopi juga mempengaruhi saluran pencernaan. Kopi meningkatkan keasaman lambung dan merangsang pelepasan hormon yang membantu pencernaan,” catat para penulis penelitian tersebut.
Sebuah penelitian besar pada 2024 yang melibatkan lebih dari 22.000 peserta menemukan bahwa konsumsi kopi berkaitan erat dengan perbedaan mikrobioma usus. Sebanyak 115 spesies bakteri ditemukan memiliki hubungan positif dengan konsumsi kopi.
Salah satu spesies bakteri ditemukan dalam jumlah 4,5 hingga delapan kali lebih banyak pada peminum kopi. Eksperimen juga menunjukkan bahwa kopi merangsang pertumbuhan bakteri tersebut.
Hubungan yang sama ditemukan pada orang yang minum kopi tanpa kafein, yang menunjukkan bahwa senyawa selain kafein mungkin bertanggung jawab atas perubahan tersebut. Para peneliti juga menghubungkan bakteri itu dengan senyawa tertentu dalam kopi, meskipun maknanya bagi kesehatan usus masih belum jelas.
2. Meningkatkan Kinerja Kognitif
Tidak mengherankan jika secangkir kopi setiap hari dapat membantu otak bekerja lebih optimal.
Penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat membantu mempertahankan kewaspadaan, perhatian, dan kecepatan penalaran, terutama ketika seseorang kurang tidur.
3. Menurunkan Risiko Diabetes Tipe 2
Kopi juga memiliki manfaat bagi metabolisme tubuh.
Sebuah tinjauan penelitian tahun 2021 menemukan bahwa kebiasaan minum kopi secara teratur secara konsisten dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah, baik pada kopi berkafein maupun kopi tanpa kafein.
Sebuah meta-analisis yang dikutip dalam tinjauan tersebut menemukan hubungan yang signifikan pada orang yang minum lebih dari tiga cangkir kopi per hari.
Para peneliti telah mengajukan beberapa penjelasan yang mungkin, termasuk pengaruh senyawa kopi terhadap peradangan, stres oksidatif, metabolisme hati, dan fungsi pankreas. Namun, mekanisme yang mendasarinya masih belum sepenuhnya dipahami.
Temuan tersebut didukung oleh sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care. Analisis terhadap 28 penelitian prospektif yang melibatkan lebih dari 1,1 juta orang itu menemukan bahwa konsumsi kopi berkaitan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 secara bertahap seiring meningkatnya jumlah konsumsi.
Dibandingkan dengan orang yang jarang atau tidak minum kopi, mereka yang mengonsumsi enam cangkir per hari memiliki risiko diabetes tipe 2 sebesar 33 persen lebih rendah. Hubungan ini ditemukan pada kopi berkafein maupun tanpa kafein.
Meskipun enam cangkir lebih banyak daripada yang biasanya diminum kebanyakan orang, hubungan tersebut menunjukkan pola yang bergantung pada jumlah konsumsi. Penurunan risiko juga terlihat pada jumlah konsumsi yang lebih rendah.
4. Melindungi Hati
Secangkir kopi setiap hari juga mungkin mempengaruhi kesehatan hati.
Sebuah penelitian tahun 2021 yang diterbitkan dalam jurnal BMC Public Health menemukan bahwa peminum kopi memiliki risiko penyakit hati kronis 21 persen lebih rendah dan risiko meninggal akibat penyakit hati kronis 49 persen lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi.
Hubungan serupa ditemukan pada kopi bubuk, kopi instan, dan kopi tanpa kafein. Hal ini menunjukkan bahwa potensi manfaat kopi bagi hati tidak terbatas pada kandungan kafeinnya.
Selain itu, sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis tahun 2017 menemukan bahwa setiap tambahan dua cangkir kopi per hari berkaitan dengan risiko kanker hati 35 persen lebih rendah.
Sekali lagi, hubungan tersebut ditemukan pada kopi berkafein maupun tanpa kafein, meskipun hubungannya lebih kuat pada kopi berkafein.
“Peningkatan konsumsi kopi berkafein dan, dalam tingkat yang lebih rendah, kopi tanpa kafein berkaitan dengan penurunan risiko karsinoma hepatoseluler (HCC), jenis kanker hati yang paling umum, termasuk pada orang yang sudah memiliki penyakit hati sebelumnya,” simpul para penulis penelitian.
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis tahun 2016 yang diterbitkan dalam jurnal Alimentary Pharmacology and Therapeutics menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan risiko sirosis hati.
Secara khusus, setiap tambahan dua cangkir kopi per hari dikaitkan dengan risiko sirosis 44 persen lebih rendah dan risiko kematian akibat sirosis 45 persen lebih rendah.
5. Berpotensi Mendukung Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah
Konsumsi hingga lima cangkir kopi per hari aman bagi sebagian besar orang dewasa dan mungkin memberikan manfaat perlindungan bagi jantung.
Sebuah tinjauan penelitian tahun 2018 menyimpulkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang, sekitar dua hingga lima cangkir per hari, berkaitan dengan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular maupun semua penyebab yang lebih rendah.
Namun, tingkat sensitivitas setiap orang terhadap kafein berbeda-beda. Kandungan kafein juga bervariasi bergantung pada jenis kopi.
6. Menurunkan Risiko Penyakit Parkinson
Konsumsi kopi juga dikaitkan dengan risiko penyakit Parkinson yang lebih rendah.
Sebuah penelitian tahun 2024 yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menemukan bahwa orang dengan konsumsi kopi tertinggi memiliki risiko terkena penyakit Parkinson 37 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi.
Kadar kafein dan metabolitnya yang lebih tinggi dalam darah, yang diukur bertahun-tahun sebelum diagnosis, juga dikaitkan dengan risiko Parkinson yang lebih rendah.
“Pola hubungan ini memang nyata, tetapi saya tidak akan langsung menganggapnya sebagai hubungan sebab-akibat,” kata Ranya Belmaachi, seorang profesional neuroteknologi dengan latar belakang ilmu saraf, kepada The Epoch Times melalui surat elektronik.
Meski demikian, mungkin terdapat penjelasan biologis yang mendasari hubungan tersebut.
“Kafein memblokir reseptor tertentu yang berada dalam sirkuit gerakan otak dan bekerja berlawanan dengan dopamin, sistem yang justru mengalami kerusakan pada penyakit Parkinson,” kata Belmaachi.
“Kita tahu bahwa target tersebut penting karena ada obat Parkinson yang telah disetujui dan bekerja dengan memblokir reseptor yang sama, dengan cara yang lebih selektif dibandingkan kafein.”
7. Meningkatkan Performa Olahraga
Kandungan kafein dalam kopi juga memberikan manfaat yang lebih langsung, yakni membantu meningkatkan performa saat berolahraga.
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis tahun 2022 menemukan bahwa kafein meningkatkan performa lari ketahanan.
Dibandingkan dengan plasebo, kafein meningkatkan waktu hingga mencapai kelelahan dan memberikan sedikit peningkatan pada performa dalam uji waktu lari.
Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan, terutama pada perempuan, untuk menentukan dosis yang paling optimal.
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis tahun 2018 menemukan bahwa kafein memberikan peningkatan kecil tetapi signifikan pada kekuatan tubuh bagian atas dan daya otot.
Cara Memaksimalkan Manfaat Kopi
Dalam hal kopi, mengonsumsi lebih banyak belum tentu memberikan manfaat yang lebih besar.
Dalam sejumlah penelitian observasional, konsumsi sekitar tiga hingga empat cangkir per hari sering dikaitkan dengan risiko relatif terendah untuk sejumlah masalah kesehatan. Namun, temuan ini tidak membuktikan bahwa jumlah tersebut merupakan takaran optimal bagi setiap orang.
Cara biji kopi dipanggang, digiling, dan diseduh dapat mengubah jumlah kafein, polifenol, dan senyawa lain yang masuk ke dalam cangkir. Beberapa pilihan pengolahan juga dapat memengaruhi interaksi kopi dengan nutrisi dari makanan lain yang dikonsumsi.
Tingkat Pemanggangan
Tingkat pemanggangan mengubah profil kimia kopi.
Biji kopi yang dipanggang dengan tingkat lebih ringan umumnya mempertahankan lebih banyak asam klorogenat. Senyawa ini berangsur-angsur terurai selama proses pemanggangan, meskipun proses tersebut juga menghasilkan senyawa lain yang berpotensi bermanfaat.
“Secara umum, semakin ringan tingkat pemanggangan, semakin banyak asam klorogenat yang tersisa. Pada pemanggangan gelap, biji kopi terpapar panas lebih lama dan lebih intens sehingga lebih banyak asam klorogenat yang hilang. Jika tujuannya memaksimalkan asam klorogenat, saya akan memilih pemanggangan ringan atau agak ringan,” kata Mario Idrovo kepada The Epoch Times melalui surat elektronik. Ia merupakan penilai kopi bersertifikat Q Grader, memiliki gelar magister dalam ilmu dan ekonomi kopi, serta merupakan pendiri Cafering.
Metode Penyeduhan
Berbagai metode penyeduhan mengekstrak jumlah kafein, asam klorogenat, dan senyawa lain yang berbeda-beda.
Lama kontak air dengan bubuk kopi, tekanan, perbandingan kopi dan air, serta penggunaan penyaring turut menentukan kandungan akhir dalam secangkir kopi.
“Metode yang menggunakan waktu kontak lebih lama dan perendaman penuh, seperti French press atau cold brew, dapat mengekstrak banyak zat terlarut dari bubuk kopi, termasuk asam klorogenat,” kata Idrovo.
Espresso mengekstrak senyawa kopi dengan cepat menggunakan tekanan, tetapi hanya memakai sedikit air. Sementara itu, metode tetes (drip) dan pour-over berada di antara kedua metode tersebut.
Ukuran Gilingan Kopi
Ukuran gilingan memengaruhi luas permukaan bubuk kopi yang bersentuhan dengan air sehingga memengaruhi proses ekstraksi.
Bubuk yang lebih halus umumnya mengekstrak senyawa lebih cepat, sedangkan bubuk yang lebih kasar memerlukan waktu kontak lebih lama dengan air.
Suhu Air
Suhu air yang digunakan juga memengaruhi ekstraksi.
Air yang lebih panas umumnya mengekstrak senyawa kopi dengan lebih efisien. Namun, suhu bekerja bersama ukuran gilingan dan waktu penyeduhan, sehingga suhu yang lebih tinggi belum tentu menghasilkan kopi yang lebih baik.
Penggunaan Penyaring Kertas
Penyaring kertas menahan sebagian besar diterpena kopi, yaitu kafestol dan kahweol. Senyawa-senyawa ini dapat meningkatkan kolesterol LDL, yang sering disebut sebagai kolesterol jahat.
Metode tanpa penyaring, seperti French press dan kopi rebus, memungkinkan lebih banyak senyawa tersebut tetap berada dalam minuman.
Polifenol dalam kopi juga dapat mengurangi penyerapan zat besi non-heme, yaitu zat besi yang berasal dari sumber selain daging, ketika kopi diminum bersama makanan.
Orang yang mengkhawatirkan kadar zat besinya dapat mempertimbangkan untuk minum kopi di antara waktu makan, bukan bersamaan dengan makanan kaya zat besi atau suplemen zat besi.
Cara Menyimpan Kopi secara Optimal
Kopi mulai kehilangan rasa dan aromanya setelah dipanggang. Namun, penyimpanan yang tepat dapat membantu mempertahankan kesegarannya lebih lama.
Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi kualitas kopi, yakni oksigen, cahaya, panas, dan kelembapan.
“Hal utama yang perlu Anda lindungi dari kopi adalah oksigen, cahaya, panas, dan kelembapan,” kata Idrovo.
“Di rumah, saya akan menyimpan biji kopi dalam wadah kedap udara dan tidak tembus cahaya pada suhu ruangan, jauh dari kompor, jendela yang terkena sinar matahari, atau tempat lain yang hangat.”
Idrovo tidak menyarankan penyimpanan kopi di lemari es. Kopi memiliki struktur berpori sehingga dapat menyerap aroma dari makanan lain. Kelembapan di dalam lemari es juga dapat mengurangi kesegarannya.
“Pembekuan berbeda. Cara itu bisa berhasil,” katanya. “Namun, saya hanya akan melakukannya jika kopi dibagi menjadi beberapa porsi kecil yang benar-benar kedap udara dan tahan terhadap kelembapan. Jangan terus-menerus mengeluarkan kantong yang sama, membiarkannya menghangat, lalu memasukkannya kembali karena kondensasi akan menjadi masalah.”
Tips dari Ahli
Idrovo juga membagikan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk menghasilkan secangkir kopi yang lebih baik.
“Jika saya hanya bisa meminta seseorang mengubah beberapa hal di rumah, saya akan menyarankan untuk membeli biji kopi utuh dan menggilingnya sesaat sebelum diseduh, serta menimbang kopi dan air alih-alih sekadar memperkirakan jumlahnya,” katanya.
Karena komposisi kimia air dapat memengaruhi rasa secara signifikan, gunakan air yang telah disaring dan pastikan peralatan penyeduhan selalu bersih.
Menurutnya, melakukan hal-hal tersebut secara konsisten akan membuat kualitas kopi rumahan lebih baik daripada kebanyakan kopi yang diseduh tanpa memperhatikan faktor-faktor tersebut.
Bagi orang yang menyeduh kopi di rumah, ia menyarankan untuk memulai dengan perbandingan kopi dan air sebesar 1:16, suhu air sekitar 200 derajat Fahrenheit atau 93 derajat Celsius, serta ukuran gilingan sedang untuk metode drip atau pour-over.
Setelah itu, sesuaikan berdasarkan selera.
“Jika rasanya asam atau terlalu encer, cobalah menggiling kopi lebih halus atau memperpanjang waktu penyeduhan sedikit. Jika rasanya pahit atau terlalu tajam, gunakan gilingan yang lebih kasar atau persingkat waktu penyeduhan. Secara umum, tingkat ekstraksi sekitar 18–22 persen sudah cukup untuk memperoleh banyak senyawa kopi tanpa menghasilkan rasa yang terlalu keras.”
Ketika memilih kopi paling segar di toko, Idrovo menyarankan untuk memperhatikan keterangan pada kemasan.
“Hal pertama yang saya cari adalah tanggal pemanggangan yang sebenarnya. Tanggal ‘baik digunakan sebelum’ tidak memberikan banyak informasi karena tanggal tersebut bisa saja masih setahun lagi. Idealnya, Anda membeli kopi yang dipanggang dalam dua hingga empat minggu terakhir.”
Alih-alih membeli biji kopi dalam jumlah besar sekaligus, ia menyarankan untuk membeli dalam jumlah lebih kecil agar kopi dapat digunakan ketika kualitasnya masih optimal. Setelah kemasan dibuka, sebaiknya kopi dihabiskan dalam waktu sekitar satu bulan.
“Kopi tidak serta-merta menjadi buruk setelah itu, tetapi aroma khasnya mulai berkurang dan rasanya menjadi lebih datar,” katanya.
Ia juga sangat menyukai biji kopi utuh yang baru digiling tepat sebelum diseduh.
“Begitu kopi digiling, senyawa aromatiknya mulai hilang dengan sangat cepat akibat oksidasi,” katanya.
Kopi sebagai Bahan Masakan
Kopi juga dapat menjadi tambahan yang memberikan cita rasa pada berbagai hidangan.
“Saya rasa kopi paling cocok digunakan dalam makanan ketika tujuannya adalah menambah kedalaman rasa,” kata Idrovo.
Untuk hidangan penutup, ia menyarankan penggunaan espresso atau kopi seduh yang sangat pekat dalam makanan seperti tiramisu, kue cokelat, dan mousse.
“Kopi dapat memperkuat rasa cokelat, bukan bersaing dengannya,” katanya.
Untuk bumbu kering pelapis daging, Idrovo menyarankan kopi yang digiling sangat halus, hampir sehalus gilingan espresso, dipadukan dengan daging merah seperti steak atau brisket.
“Anda akan mendapatkan rasa pahit yang menyerupai tanah dari kopi, berpadu dengan gula dan rempah-rempah. Pemanggangan tingkat sedang hingga gelap cocok untuk itu,” katanya.
Kopi seduh dan espresso juga dapat menambah kedalaman rasa pada saus barbeku, saus mole khas Meksiko, dan cairan untuk memasak daging dengan metode braising.
Bagaimana dengan Kopi Tanpa Kafein?
Ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang kopi tanpa kafein atau decaf.
Kafein dihilangkan ketika biji kopi masih hijau, sebelum proses pemanggangan. Proses ini dapat memengaruhi komposisi kimia dan cita rasa kopi.
Proses penghilangan kafein tidak hanya menghilangkan kafein.
“Sebagian senyawa yang larut, termasuk beberapa asam klorogenat dan prekursor rasa, dapat ikut hilang selama proses tersebut karena ekstraksi kafein tidak sepenuhnya selektif. Itulah salah satu alasan kopi tanpa kafein terkadang terasa lebih datar atau kurang kompleks dibandingkan versi regulernya,” katanya.
Namun, memilih kopi tanpa kafein tidak berarti harus mengorbankan kualitas.
Pada akhirnya, Idrovo memiliki satu standar utama untuk secangkir kopi dengan rasa terbaik.
“Kopi terbaik adalah kopi yang Anda sukai.”
Resep: Permen Kenyal Kopi Krim
Jika ingin menikmati kopi dengan cara berbeda, cobalah membuatnya dalam bentuk permen kenyal.
Permen kenyal kopi krim ini merupakan camilan berukuran kecil dengan rasa manis ringan. Gelatin di dalamnya menyediakan protein turunan kolagen dan memberikan tekstur kenyal yang khas.
Hasil: sekitar 24 permen, bergantung pada ukuran cetakan.
Waktu persiapan: 5 menit.
Waktu pendinginan: 30 menit.
Total waktu: 35 menit.
Peralatan khusus: blender berkecepatan tinggi dan cetakan permen kenyal (opsional).
Bahan-bahan
- 1 cangkir kopi seduh yang sudah didinginkan.
- ½ cangkir santan kelapa tanpa pemanis dengan kandungan lemak penuh.
- 2 sendok makan sirop maple.
- ½ sendok teh ekstrak vanila.
- ¼ cangkir gelatin dari sapi yang diberi pakan rumput.
Cara Membuat
- Masukkan semua bahan ke dalam blender berkecepatan tinggi, lalu blender hingga tercampur rata.
- Tuangkan campuran ke dalam cetakan atau loyang.
- Simpan di dalam lemari es hingga mengeras, sekitar 30 menit.
- Jika menggunakan loyang, potong campuran menjadi bagian-bagian berukuran seragam menggunakan pisau atau spatula.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan
Meskipun memiliki sejumlah manfaat kesehatan, kopi juga memiliki beberapa risiko yang perlu diperhatikan.
1. Mengganggu Tidur
Kafein dapat mengganggu tidur, bahkan ketika dikonsumsi beberapa jam sebelum waktu tidur.
Dalam sebuah penelitian, konsumsi kafein sebanyak 400 miligram enam jam sebelum tidur terbukti secara signifikan mengganggu tidur.
“Kafein mengorbankan waktu tidur Anda. Tidur yang lebih buruk membuat Anda semakin lelah dan membutuhkan lebih banyak kafein untuk menekan rasa lelah pada hari berikutnya. Akibatnya, dosis kafein terus meningkat.
“Orang yang mendapatkan manfaat baik dari kopi biasanya adalah mereka yang mengonsumsinya dalam jumlah sedang, meminumnya sebelum awal siang hingga sore, dan tidak menggunakannya untuk menutupi kekurangan tidur yang terus menumpuk,” kata Belmaachi.
2. Dapat Membuat Tubuh Seolah-olah Meminjam Energi
Kafein terutama bekerja dengan memblokir adenosin, yaitu zat kimia yang menumpuk sepanjang hari dan berkontribusi terhadap rasa kantuk.
Dengan demikian, kafein dapat menyamarkan kelelahan untuk sementara waktu, alih-alih memperbaiki penyebab yang mendasarinya.
“Hal yang mengejutkan adalah kafein tidak benar-benar memberikan energi. Kafein menyembunyikan fakta bahwa energi Anda mulai menipis. Kafein tidak menghilangkan adenosin. Adenosin terus menumpuk di balik penghalang tersebut.
“Ketika efek kafein hilang, seluruh akumulasi itu terasa sekaligus,” kata Belmaachi.
“Itulah yang menyebabkan tubuh terasa sangat lelah pada sore hari. Energi Anda sebenarnya tidak hilang; Anda hanya menerima tagihannya.”
3. Ketergantungan Kafein dan Gejala Putus Kafein
Konsumsi kafein secara teratur dapat menyebabkan ketergantungan fisik.
Menghentikan konsumsi secara mendadak dapat memicu gejala putus kafein, termasuk sakit kepala, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, mudah tersinggung, dan suasana hati yang menurun.
Gejala tersebut biasanya mulai muncul sekitar satu hari setelah konsumsi kafein dihentikan.
“Gejala putus kafein itu nyata, bukan sekadar khayalan. Jika Anda melewatkan satu hari tanpa kopi, Anda bisa mengalami sakit kepala, kelelahan, dan kesulitan berkonsentrasi selama beberapa hari. Ini merupakan kondisi yang diakui secara medis,” kata Belmaachi.
Penggunaan kafein secara rutin juga menimbulkan pertanyaan tentang seberapa besar manfaat yang dirasakan peminum kopi sebenarnya berasal dari peningkatan kinerja, dan seberapa besar hanya merupakan pemulihan dari gejala putus kafein.
“Hal ini memunculkan pertanyaan yang masih diperdebatkan para peneliti: bagi orang yang minum kopi setiap hari, apakah secangkir kopi pada pagi hari benar-benar meningkatkan kemampuan mereka melampaui kondisi normal, atau sekadar mengembalikan mereka ke kondisi normal setelah kadar kafein menurun semalaman akibat kebiasaan mereka sendiri? Kemungkinan, keduanya berperan,” kata Belmaachi.
4. Kecemasan dan Jantung Berdebar
Kafein merangsang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan kegelisahan, kecemasan, serta detak jantung yang cepat atau berdebar-debar.
Efek ini terutama terjadi ketika kafein dikonsumsi dalam dosis tinggi atau pada orang yang lebih sensitif terhadapnya.
“Jumlah yang bermanfaat biasanya sekitar satu hingga dua cangkir. Kegelisahan dan kecemasan meningkat tajam setelah empat atau lima cangkir, bahkan jauh lebih cepat pada orang yang rentan mengalami kecemasan atau serangan panik,” kata Belmaachi.
5. Meningkatkan Tekanan Darah
Kafein dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara, terutama pada orang yang tidak terbiasa mengonsumsinya.
Peminum kopi rutin sering kali mengembangkan toleransi terhadap efek tersebut. Namun, orang dengan tekanan darah tinggi sebaiknya memantau konsumsi kafein mereka.
6. Menimbulkan Gangguan Pencernaan
Kopi merangsang aktivitas saluran pencernaan dan dapat memicu gejala tertentu pada sebagian orang.
Bergantung pada kondisi masing-masing, minum kopi dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti refluks asam lambung atau peningkatan aktivitas usus.
7. Cangkir Kopi Anda Mungkin Menjadi Sumber Mikroplastik
Wadah yang digunakan untuk minum kopi dapat sama pentingnya dengan kopi itu sendiri.
Penelitian menunjukkan bahwa cangkir kopi sekali pakai dapat melepaskan mikroplastik dan nanoplastik ke dalam minuman panas.
Menggunakan cangkir berbahan kaca, keramik, atau baja tahan karat dapat mengurangi kontak minuman dengan plastik.
Kafein juga dapat menembus plasenta, sedangkan janin yang sedang berkembang memetabolisme kafein jauh lebih lambat.
Perempuan hamil umumnya disarankan membatasi total asupan kafein hingga kurang dari 200 miligram per hari. Batas ini mencakup kafein dari kopi, teh, minuman bersoda, minuman energi, cokelat, dan obat-obatan.
Kafein dan kopi juga dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, baik dengan mengubah cara obat diserap atau dimetabolisme maupun dengan memperkuat efek seperti peningkatan detak jantung.
Orang yang mengonsumsi obat resep sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah mereka perlu memberi jeda antara waktu minum obat dan kopi atau membatasi konsumsi kafein.
“Ketika seseorang mengatakan bahwa toleransinya terhadap kopi tiba-tiba berubah, saya akan menanyakan obat-obatan yang sedang dikonsumsinya,” kata Belmaachi.
Anak-anak dan remaja lebih sensitif terhadap efek kafein. Salah satu alasannya adalah ukuran tubuh mereka yang lebih kecil sehingga dosis yang dikonsumsi relatif lebih besar dibandingkan berat badan.
Karena kafein juga terdapat dalam teh, minuman bersoda, minuman energi, cokelat, dan sejumlah obat-obatan, orang tua sebaiknya memperhatikan total asupan kafein harian anak, bukan hanya kafein dari kopi.
Ada pula bukti bahwa kopi dapat mengandung mikotoksin, residu pestisida, dan akrilamida, yaitu senyawa yang terbentuk selama proses pemanggangan.
Dalam paparan tinggi, zat-zat tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan, meskipun jumlah yang biasanya ditemukan dalam kopi umumnya rendah.
Cara kopi ditanam, disimpan, dipanggang, dan diseduh dapat memengaruhi kadar zat-zat tersebut dalam minuman akhir.
Fakta Menarik tentang Kopi
- Secara botani, kopi sebenarnya berasal dari buah. Biji kopi merupakan biji dari buah yang dikenal sebagai ceri kopi (coffee cherry).
- Biji kopi berwarna hijau sebelum dipanggang.
- Kopi dengan tingkat pemanggangan gelap tidak selalu mengandung lebih banyak kafein.
- Kafein berevolusi sebagai mekanisme pertahanan tanaman dan dapat mengusir serangga.
- Meskipun masyarakat Inggris dikenal menyukai teh sore, mereka juga banyak minum kopi. Inggris saja mengonsumsi sekitar 95 juta cangkir kopi setiap hari.
Artikel ini sebelumnya terbit di Theepochtimes.com


