Iran Tolak Negosiasi Langsung, Trump: “Jika Tidak Ada Kesepakatan Nuklir, Akan Dibombardir”

EtIndonesia.  Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran terkait program nuklirnya. Pada 30 Maret, Trump mengatakan bahwa jika Iran tidak mencapai kesepakatan dengan Washington, mereka akan menghadapi serangan udara serta dikenakan “tarif sekunder”. Ini merupakan pertama kalinya Trump memberikan pernyataan setelah Teheran menolak negosiasi langsung dengan AS.

“Jika Tidak Ada Kesepakatan, Akan Ada Serangan Seperti yang Belum Pernah Mereka Lihat,” ujarnya. 

Menurut Reuters, dalam wawancara telepon dengan NBC News, Trump mengonfirmasi bahwa pejabat AS dan Iran sedang berunding, namun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut. Ia hanya menegaskan: Jika mereka tidak mencapai kesepakatan, akan ada serangan… jenis serangan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.”

Selain itu, Trump juga mengancam untuk memberlakukan tarif sekunder terhadap Iran, serupa dengan kebijakan yang ia terapkan empat tahun lalu.

Pada awal Maret, Trump mengirim surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meminta agar Iran memulai negosiasi terkait perjanjian nuklir. Namun, Iran menolak proposal ini dan baru memberikan tanggapan pada 27 Maret.

Iran menyampaikan jawabannya melalui Kesultanan Oman, dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan: “Kami tidak akan melakukan negosiasi langsung dengan AS di bawah tekanan maksimal dan ancaman militer.”

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa meskipun Iran menolak perundingan langsung, pembicaraan tidak langsung masih berlangsung.

“Pemimpin tertinggi telah menegaskan bahwa negosiasi tidak langsung dapat tetap berlanjut,” kata Pezeshkian.

Dalam wawancara yang sama, Trump juga menyebutkan bahwa ia dapat mengenakan tarif sekunder kepada Rusia dan Iran. Pekan lalu, ia telah menandatangani perintah eksekutif yang mengizinkan penerapan tarif sekunder terhadap pembeli minyak dari Venezuela. (Hui)

(Laporan oleh Cheng Yiren – New Tang Dynasty Television)

FOKUS DUNIA

NEWS