Penemuan Mengejutkan di Gurun Gobi Mongolia: Fosil Dinosaurus dengan Dua Cakar Tajam yang Unik

EtIndonesia. Menurut laporan dari berbagai media, sebuah penemuan tak terduga terjadi di Gurun Gobi, Mongolia, saat para pekerja sedang menggali tanah untuk pemasangan pipa air. Mereka menemukan fosil dinosaurus yang ternyata berasal dari spesies yang sebelumnya tidak dikenal. Setelah melalui proses penelitian, fosil tersebut diidentifikasi sebagai jenis Therizinosaurus—kelompok dinosaurus yang dikenal karena penampilannya yang unik.

Dinosaurus ini diberi nama Duonychus tsogtbaatar atau “Dinosaurus Dua Cakar Tsogtbaatar”, sebagai penghormatan kepada ahli paleontologi asal Mongolia, Khisigjav Tsogtbaatar. Berdasarkan hasil studi, dinosaurus ini hidup sekitar 90 hingga 95 juta tahun lalu, pada zaman Kapur (Cretaceous). Panjang tubuhnya diperkirakan sekitar 3 meter dan beratnya mencapai 260 kilogram. Namun, bagian fosil yang ditemukan tidak mencakup kepala dan kaki belakangnya. Para peneliti menduga fosil ini berasal dari individu yang belum tumbuh dewasa secara penuh.

Habitatnya diyakini berada di wilayah semi-kering yang memiliki aliran sungai, dan kemungkinan hidup berdampingan dengan spesies Therizinosaurus lainnya serta jenis dinosaurus pemakan tumbuhan lainnya seperti Segnosaurus.

Yang membuat penemuan ini sangat luar biasa adalah struktur cakarnya. Umumnya, Therizinosaurus memiliki tiga jari pada masing-masing tangan. Namun, Duonychus tsogtbaatar hanya memiliki dua jari besar dengan cakar yang sangat panjang dan tajam. Cakarnya yang melengkung mencapai 30 cm, dan para peneliti menduga cakar ini digunakan untuk mencabut ranting dan dedaunan, mirip dengan perilaku sloth (kungkang) modern. Dengan kata lain, meskipun bentuk cakarnya menyerupai senjata pemangsa, dinosaurus ini adalah herbivora—pemakan tumbuhan.

Menurut pemimpin studi ini, Yoshitsugu Kobayashi, seorang paleontolog dari Museum Universitas Hokkaido di Jepang, Therizinosaurus merupakan salah satu jenis dinosaurus paling aneh yang pernah ada. 

Ia mengatakan:“Mereka memiliki cakar besar seperti dinosaurus pemakan daging, tetapi justru digunakan untuk memakan tumbuhan.”

Salah satu hal paling langka dari fosil ini adalah pelestarian keratin (zat tanduk) pada bagian cakarnya, yang biasanya sulit ditemukan dalam bentuk fosil. Keratin ini membentuk sekitar 40% panjang total cakar, yang memberikan wawasan unik tentang bagaimana Therizinosaurus menggunakan anggota tubuh depannya.

Dr. Darla Zelenitsky, ahli paleontologi dari Universitas Calgary, Kanada, yang juga terlibat dalam penelitian ini, menjelaskan bahwa temuan ini sangat penting.

“Fosil keratin seperti ini sangat jarang ditemukan. Ini memberi kita gambaran jelas tentang bagaimana dinosaurus ini hidup dan menggunakan cakar mereka,” katanya.Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi iScience, dan menambah bab baru dalam pemahaman kita tentang evolusi dan keragaman luar biasa dinosaurus di masa lampau.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine