Empat Tetua Besar Kembali! Bocoran Insiden Pertemuan Rahasia di Xishan – Hitung Mundur Lengsernya Xi Jinping?

EtIndonesia. Baru-baru ini seorang komentator politik luar negeri menerima bocoran dari internal daratan Tiongkok, bahwa para petinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengadakan pertemuan rahasia di Xishan, Beijing. Pada pertemuan tersebut mencapai empat butir kesepakatan yang disebut sebagai “Konsensus Xishan”, yang isinya sangat mengejutkan. 

Dikutip oleh Soundofhope.org, (29/6/2025) dalam waktu yang bersamaan, di bidang personel, beredar kabar bahwa seorang tokoh besar dari faksi Xi kembali tumbang dan akan keluar dari jajaran kepemimpinan inti. Informasi ini disebut-sebut sebagai tantangan langsung terhadap model pemerintahan Xi Jinping. Peristiwa ini mengindikasikan bahwa PKT telah memulai babak baru perombakan kekuatan internal dalam sistemnya. 

BACA JUGA : Banyak Misteri di Balik Lengsernya Xi Jinping  — Mantan Diplomat AS Ungkap 5 Tanda Tak Biasa, Rumor Wang Yang Sebagai Penggantinya 

Lantas, apa saja isi mencengangkan dari “Konsensus Xishan” yang terbaru ini? Dan siapa pejabat besar dari faksi Xi yang terbaru jatuh?

Konsensus Xishan: Keseimbangan Kekuatan Baru

Menurut bocoran dari Lao Deng, lokasi pertemuan dipilih di Xishan, Beijing, tempat para tetua PKT biasa bermukim. Para peserta termasuk para tetua partai dan jajaran tinggi militer. Dalam pertemuan ini, sehubungan dengan situasi krisis internal dan eksternal yang sedang dihadapi, dicapai empat butir kesepakatan berikut:

  1. Status Xi Jinping akan ditangguhkan sementara, dan akan diputuskan kembali dalam Sidang Pleno Keempat;
  2. Dibentuk kelompok penasihat pusat yang terdiri dari Hu Jintao, Wen Jiabao, Li Ruihuan, dan Zeng Qinghong, dengan hak untuk menghadiri rapat tetap Politbiro;
  3. Keputusan penting dalam kebijakan luar negeri dan urusan dalam negeri akan ditentukan melalui pemungutan suara bersama antara anggota tetap Politbiro dan kelompok penasihat, guna mengakhiri sistem kediktatoran individu;
  4. Strategi diplomatik akan diubah menjadi “bersahabat dengan AS dan menjauh dari Rusia”, menjalin perjanjian dagang dengan Amerika Serikat untuk menyelamatkan ekonomi, serta secara bertahap mengambil jarak dari Rusia.

Ke empat poin “Konsensus Xishan” ini bukan hanya menandai kompromi dan keseimbangan kekuatan baru di kalangan atas PKT, tetapi juga secara simbolis merupakan tantangan resmi terhadap sistem kekuasaan absolut Xi Jinping. 

Lao Deng menganalisis bahwa langkah ini adalah pernyataan bersama dari faksi reformis dalam partai dan para tetua, dengan tujuan membendung ekspansi kekuasaan Xi yang tak terbatas. (asr)

oleh Xin Ji -Soundofhope.org

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine