Maskapai Rusia Diserang Peretas Pro-Ukraina, Penerbangan Kacau Balau

Maskapai Aeroflot Rusia pada  Senin (28 Juli) mengalami serangan siber besar-besaran, yang memaksanya membatalkan 54 penerbangan domestik maupun internasional. Kejadian ini menyebabkan kekacauan besar dalam rencana perjalanan warga Rusia.

EtIndonesia. Papan pengumuman keberangkatan di Bandara Internasional Sheremetyevo Moskow, Rusia menunjukkan puluhan penerbangan tertunda selama berjam-jam. 

Maskapai Aeroflot menyatakan sedang berupaya memulihkan sistem dan masih berencana mengoperasikan 206 dari 260 penerbangan yang dijadwalkan pada Senin (28/7/2025).

Penumpang yang terdampak dapat meminta pengembalian dana atau mengubah jadwal penerbangan, dan akan dibantu untuk mendapatkan kursi di maskapai lain jika memungkinkan.

Setelah kejadian tersebut, banyak penumpang Rusia mengungkapkan kemarahan mereka di media sosial VK. Seorang pengguna bernama Malena Ashi menulis bahwa penerbangannya beberapa kali dijadwal ulang, memaksanya tertahan lebih dari 10 jam di Bandara Volgograd. Sementara itu, Yulia Pakhota mengeluhkan bahwa dirinya tidak bisa menghubungi pihak maskapai untuk pembatalan atau penjadwalan ulang tiket.

Menurut laporan Reuters, kelompok peretas bernama “Silent Crow” (Gagak Sunyi) dalam pernyataannya menyebut bahwa mereka bekerja sama dengan “Gerilyawan Siber Belarus” (Belarusian Cyberpartisans) — kelompok yang menentang Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, dan ingin membebaskan Belarus dari rezim otoriter.

Di akhir pernyataan, mereka menyerukan slogan: “Kemuliaan untuk Ukraina! Hidup Belarus!”

Kelompok Gerilyawan Siber Belarus juga mengunggah pesan di situs mereka, menyatakan: “Kami membantu rakyat Ukraina melawan agresor dengan menyerang jaringan Aeroflot, sehingga melumpuhkan maskapai terbesar Rusia.”

Kelompok ini secara terbuka menentang Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, dan ingin menggulingkan pemerintah otoriternya.

Pihak kejaksaan Moskow telah mengonfirmasi bahwa gangguan penerbangan tersebut memang disebabkan oleh serangan siber, dan telah memulai penyelidikan pidana.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan:  “Informasi yang kami baca di ruang publik sangat mengkhawatirkan. Ancaman siber merupakan bahaya yang terus-menerus mengintai seluruh perusahaan besar yang melayani masyarakat.” (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine