Ribuan Imigran Ilegal Menyeberang dengan Berenang, Perbatasan Spanyol Menghadapi Krisis

Krisis imigran ilegal di Eropa kembali memanas dalam beberapa hari terakhir. Menurut laporan media Spanyol, sejumlah besar imigran ilegal dari Afrika Utara berenang menyeberangi laut menuju Ceuta, wilayah kantong (enklave) Spanyol yang terletak di Afrika Utara. Di antara mereka terdapat banyak keluarga yang membawa anak-anak saat menyeberang. 

Ribuan imigran ilegal dilaporkan menerobos garis pertahanan dan memasuki kawasan perkotaan Ceuta, sehingga memicu krisis di perbatasan. Pemerintah setempat meminta pemerintah Spanyol segera menetapkan status darurat, namun permintaan tersebut ditolak.

EtIndonesia.com Sejumlah besar migran dari Afrika Utara terus berenang menuju Ceuta, enklave Spanyol di Afrika Utara, sehingga memperburuk situasi di perbatasan Spanyol pada Kamis 30 Juli 2026. 

Rekaman yang diambil media Maroko memperlihatkan ratusan imigran ilegal berenang dari pantai Maroko menuju Ceuta. Dari pantauan langsung terlihat ratusan orang berada di laut, sementara banyak warga berkumpul di pantai untuk menyaksikan peristiwa tersebut.

Salah satu rekaman memperlihatkan seorang ayah membawa lima anak perempuannya yang masih di bawah umur, semuanya mengenakan alat pelampung saat berenang menuju Ceuta. Hal ini menunjukkan bahwa gelombang migran kali ini tidak hanya terdiri dari pria muda, tetapi juga keluarga dan anak-anak.

Ribuan imigran ilegal dilaporkan menerobos barikade polisi, memanjat pagar perbatasan, berlari ke pantai, lalu memasuki jalan-jalan di kota. Karena khawatir kekurangan personel keamanan akan memicu gangguan ketertiban, banyak toko di daerah tersebut terpaksa menghentikan sementara kegiatan usahanya.

Stasiun Televisi Nasional Spanyol memperkirakan sedikitnya 2.000 hingga 3.000 imigran ilegal telah memasuki Ceuta. Namun, angka tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah Spanyol.

Pemerintah Ceuta menyatakan bahwa cuaca musim panas yang baik memang biasanya meningkatkan jumlah upaya penyeberangan ilegal. Namun tahun ini, jumlah orang yang menyeberang dengan cara berenang meningkat secara luar biasa.

Ketua Pemerintah Otonomi Ceuta, Juan Jesús Vivas, meminta pemerintah Spanyol segera menetapkan status darurat serta mengirim tambahan personel untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban di perbatasan.

Awal Juli ini, Mahkamah Agung Spanyol memutuskan bahwa imigran ilegal yang tiba di Ceuta melalui jalur laut tidak boleh langsung dipulangkan sebelum proses hukum yang berlaku selesai dijalankan.

Pihak kepolisian berpendapat bahwa jaringan penyelundup manusia memanfaatkan putusan tersebut untuk mendorong semakin banyak imigran ilegal melakukan penyeberangan menuju Eropa.

Reporter Televisi NTD, Zheng Shengxun melaporkan.

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine