Gelombang Migran Memasuki Spanyol, Warga Berdemo di Depan Kedutaan Besar Maroko di Madrid

EtIndonesia.com  Media New Tang Dynasty melaporkan bahwa sekitar 60.000 migran baru-baru ini memasuki Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara. Pada 31 Juli malam, ratusan demonstran anti-imigrasi berkumpul di depan Kedutaan Besar Maroko di Madrid untuk mengecam apa yang mereka sebut sebagai “invasi” migran.

Menurut laporan AFP, aparat kepolisian dikerahkan dalam jumlah besar di sekitar Kedutaan Besar Maroko di Madrid. Helikopter dan drone juga digunakan untuk memperketat pengawasan keamanan.

Seorang wartawan AFP melaporkan bahwa para demonstran meneriakkan slogan-slogan seperti: “Spanyol adalah negara Kristen, bukan Muslim” dan “Persatuan Bangsa.”

Banyak peserta aksi mengenakan pakaian serba hitam.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez juga menjadi sasaran kritik para demonstran. Mereka menuduhnya telah “menjual Spanyol kepada umat Muslim” dan menyalahkannya atas apa yang mereka sebut sebagai “krisis yang tidak terkendali.”

Dibandingkan dengan banyak negara Eropa lainnya, pemerintahan Partai Buruh Sosialis Spanyol (PSOE) yang dipimpin Sánchez memang menerapkan kebijakan yang relatif lebih terbuka terhadap imigrasi.

Pihak berwenang di Ceuta menyatakan bahwa sekitar 60.000 migran telah memasuki wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Namun, Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares menulis di platform media sosial X bahwa:”Hampir semua orang yang memasuki Ceuta telah kembali ke Maroko.”

Ia juga menuduh pihak-pihak yang mengkritik pemerintah telah “menyesatkan opini publik.”

Albares menegaskan bahwa setiap orang yang hendak bepergian dari Ceuta atau wilayah kantong Spanyol lainnya, Melilla, menuju daratan utama Spanyol wajib menjalani pemeriksaan identitas oleh kepolisian.

Ia menambahkan : “Integritas kawasan Schengen akan tetap dijaga sepenuhnya.”

Masuknya gelombang migran ke Ceuta juga mendorong Italia untuk sementara waktu memperketat pengawasan di perbatasannya dengan Spanyol.

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani pada 31 Juli sebelumnya mengumumkan bahwa Italia untuk sementara menghentikan penerapan kebebasan lalu lintas berdasarkan Perjanjian Schengen dengan Spanyol. Menurutnya, langkah tersebut merupakan : “Keputusan yang diperlukan untuk melindungi keamanan warga negara kami dan menjaga perbatasan Eropa.”

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine