Ribuan Pekerja Tiongkok dari Proyek Konstruksi Gelar Protes di Rusia, Polisi Dikepung Hingga Terpaksa Membebaskan Pekerja yang Ditangkap

EtIndonesia.com Beredar informasi bahwa para pekerja Tiongkok yang sedang bekerja di sebuah proyek konstruksi di Rusia melakukan aksi protes secara bersama-sama dan mengepung kendaraan polisi. Aparat akhirnya terpaksa membebaskan seorang pekerja yang sebelumnya ditangkap.

Menurut laporan akun media mandiri “Zuotian” (“Yesterday”), yang mengikuti berbagai aksi massa di Tiongkok, pada 9 Agustus terjadi aksi protes besar-besaran oleh pekerja Tiongkok di proyek Kompleks Gas dan Petrokimia Baltik Rusia, yang dibangun oleh China National Chemical Engineering Seventh Construction Co., Ltd.

Menurut keterangan para pekerja, seorang pekerja Tiongkok yang telah lama menuntut pembayaran upah namun tidak kunjung mendapatkannya, setelah minum alkohol memaki pihak pengelola proyek. Pihak proyek kemudian menghubungi polisi.

Polisi setempat datang ke lokasi dengan membawa senjata api dan berusaha membawa pekerja tersebut pergi. Namun, polisi dan kendaraan mereka segera dikepung oleh ribuan pekerja Tiongkok sehingga tidak dapat meninggalkan lokasi.

Pada akhirnya, di bawah tekanan massa pekerja, polisi membebaskan pekerja yang sebelumnya ditangkap tersebut.

Video dari lokasi memperlihatkan ribuan pekerja Tiongkok dalam keadaan emosi dan marah, mengepung kendaraan polisi sambil meneriakkan berbagai slogan.

Menurut informasi publik, China National Chemical Engineering Seventh Construction Co., Ltd. berkantor pusat di Distrik Longquanyi, Kota Chengdu, Provinsi Sichuan. Perusahaan tersebut merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh China National Chemical Engineering Group Corporation, salah satu perusahaan milik negara besar di bawah pemerintah pusat Tiongkok.

Warganet memberikan berbagai komentar, antara lain: “Berita seperti ini sama sekali tidak akan terlihat di media dalam negeri Tiongkok.”

“Masalah perusahaan BUMN dan perusahaan milik negara yang namanya diawali ‘China’ tidak membayar upah, termasuk perusahaan kontraktor tingkat kedua dan ketiga serta upah pekerja migran, bukan masalah satu atau dua tahun. Ini sudah menjadi masalah lama selama puluhan tahun.”

“Jarang sekali melihat pemandangan orang-orang bersatu seperti ini. Kalau kami, rakyat di ‘negeri cekung’ ini, juga bisa bersatu seperti mereka, mungkin hidup kami tidak akan begitu melelahkan.”

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Terlalu Banyak Kegiatan Bisa Membebani Anak, Saatnya Menata Ulang Jadwal Mereka

Jadwal yang penuh tidak selalu berarti masa kanak-kanak yang penuh pengalaman jika hal itu justru menyisakan sedikit waktu untuk kehidupan keluarga yang paling berarti Annie...

Jangan Terjebak Lautan Nasihat Parenting, Percayalah pada Naluri Anda

Setiap orang, bahkan bibi mereka di Instagram, punya pendapat tentang cara membesarkan anak. Namun, tidak ada yang mengenal anak Anda seperti Anda sendiri Walker Larson Si...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine