Perang Rusia-Ukraina Terus Berkecamuk, Peritel Rusia Ozon Menjadi Target Baru

EtIndonesia.com  Pada akhir pekan, sebuah stasiun kereta api dan pusat perbelanjaan di Ukraina diserang oleh drone Rusia. Setidaknya 16 orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka.

Ukraina kemudian membalas dengan menyerang sebuah kilang minyak dan sebuah gudang di Rusia. Berikut laporannya.

Seorang pejabat senior perkeretaapian Ukraina mengatakan, pada Sabtu dini hari, sebuah drone Rusia menyerang sebuah stasiun kereta api di dekat Odesa. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.

Sehari sebelumnya, sebuah pusat perbelanjaan di Kryvyi Rih, kota kelahiran Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dua kali diserang drone Rusia. Serangan tersebut menewaskan 16 orang, melukai sedikitnya 130 orang, dan menyebabkan 4 orang hilang.

Katerina, perempuan berusia 28 tahun yang terluka: “Saya berlari ke tempat parkir. Terdengar jeritan yang sangat keras, dan di mana-mana ada api besar serta asap tebal. Tidak lama kemudian terjadi ledakan kedua. Ada banyak korban di tempat parkir, darah berceceran di lantai, dan lempengan beton di area parkir hancur berkeping-keping akibat ledakan.”

Ukraina kemudian melancarkan serangan balasan terhadap Rusia.

Pada Sabtu, pihak Rusia mengatakan bahwa Ukraina menyerang pada malam hari sebuah gudang milik Ozon, peritel daring terbesar kedua di Rusia, serta sebuah kilang minyak di Oblast Samara, Rusia bagian barat daya. Sedikitnya 8 orang tewas, meskipun kondisi sebenarnya masih belum jelas.

Ini merupakan serangan pertama Ukraina terhadap Ozon. Sebelumnya, pasukan Ukraina telah beberapa kali menyerang pusat-pusat logistik Wildberries, peritel daring terbesar Rusia, di berbagai wilayah. Ukraina menuduh perusahaan tersebut membantu militer Rusia menangani pasokan militer.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha sebelumnya menegaskan bahwa untuk mewujudkan perdamaian antara Rusia dan Ukraina, keterlibatan Amerika Serikat diperlukan.

“Kami membutuhkan keterlibatan Amerika Serikat yang lebih aktif. Kami menyambut partisipasi dan kepemimpinan yang ditunjukkan Amerika Serikat. Bagaimanapun, dalam situasi seperti ini, tidak realistis untuk mencapai kemajuan dan mewujudkan perdamaian yang adil tanpa keterlibatan Amerika dan rakyat Amerika,” katanya. 

Pada Sabtu, Zelensky melalui platform X mengunggah sejumlah pernyataan. Ia mengatakan telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul, sekaligus menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan Jerman.

Zelensky juga mengatakan bahwa setelah melakukan pembicaraan selama sekitar dua jam, Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji akan mempercepat pengiriman peralatan militer terbaru Prancis. Macron juga bersedia mewakili Ukraina untuk melakukan pendekatan kepada negara-negara sekutu yang memiliki persediaan rudal Patriot, guna membantu Ukraina memperoleh sistem pertahanan tersebut.

Laporan gabungan Tang Li, NTD Television.

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine