EtIndonesia.com Pada 20 September sore, sebuah mobil di Baoding, Hebei, Tiongkok tiba-tiba menerobos masuk ke pusat perbelanjaan Beiguo Xiantianxia, meninggalkan kondisi lokasi yang porak-poranda. Seorang sumber yang mengetahui kejadian tersebut mengatakan bahwa pengemudi melakukan aksi balas dendam terhadap masyarakat, dan setelah kejadian aparat keamanan nasional turut menangani kasus tersebut.
Sejumlah video yang beredar di media sosial Tiongkok menunjukkan bahwa sekitar pukul 17.00, sebuah sedan Volvo berwarna putih menabrak seorang perempuan yang sedang mengendarai sepeda listrik di luar Beiguo Xiantianxia Plaza.
Namun, kendaraan tersebut tidak berhenti. Mobil justru melindas sepeda listrik itu, kemudian mempercepat laju dan menabrak pintu masuk pusat perbelanjaan hingga rusak sebelum langsung menerobos masuk ke dalam mal.
Seorang pria yang berada di lokasi dan menyaksikan seluruh kejadian itu mengatakan: “Gila, dia mundur, masuk ke dalam. Setelah mundur, dia malah mempercepat lagi, lalu masuk begitu saja.”
Dalam rekaman lainnya, terlihat mobil tersebut berhenti setelah menabrak sebuah pilar di dalam mal. Bagian depan mobil mengalami kerusakan parah, sementara pengemudinya tidak terlihat. Pintu masuk pusat perbelanjaan hancur dan pecahan kaca berserakan di lantai.
Seorang pria di dalam mal yang merekam kondisi lokasi mengatakan: “Ini Beiguo Mall. Jangan-jangan meledak? Bagaimana bisa mobil ini masuk ke sini?”
9月20日,河北保定一辆汽车疑似惡意冲撞一家商场,在商場外已經撞倒數人和摩托車。 pic.twitter.com/OPkl8341Cj
— ying tang (@yingtan04410735) September 21, 2026
Saksi lainnya juga terdengar mengatakan dalam video: “Beiguo Xiantianxia, mobil langsung menerobos masuk ke dalam mal.”
Sekitar pukul 22.00 malam itu, Kepolisian Baoding, Hebei, mengeluarkan pemberitahuan yang menyatakan bahwa insiden mobil yang menerobos masuk ke pusat perbelanjaan itu dikarenakan pengemudi bermarga Sun melakukan kesalahan pengoperasian sehingga kendaraan kehilangan kendali.
Kecelakaan itu disebut menyebabkan dua orang mengalami luka ringan. Polisi juga menyatakan bahwa dugaan mengemudi dalam keadaan mabuk maupun di bawah pengaruh narkoba telah disingkirkan, dan penyelidikan serta penanganan lebih lanjut masih berlangsung.
Namun, pernyataan resmi tersebut memicu keraguan di tengah masyarakat. Seorang warga setempat yang disebut dengan nama samaran Xiao Wang mengatakan kepada The Epoch Times bahwa pengemudi memang melakukan aksi balas dendam terhadap masyarakat, tetapi alasan pastinya belum diketahui.
9月20日,河北保定一辆汽车疑似惡意冲撞一家商场,在商場外已經撞倒數人。 pic.twitter.com/JuFZhzurla
— ying tang (@yingtan04410735) September 21, 2026
Saat ini juga belum diketahui ke rumah sakit mana pengemudi tersebut dibawa untuk mendapatkan perawatan. Menurutnya, tidak ada rumah sakit yang memiliki unit gawat darurat di sekitar pusat perbelanjaan tersebut.
Xiao Wang juga mengungkapkan bahwa setelah insiden terjadi, ketika tiba di lokasi, ia melihat mobil yang digunakan pelaku telah ditutupi kain hitam. Penanganan di lokasi, katanya, tidak hanya melibatkan polisi dan aparat keamanan nasional dari Baoding, tetapi juga sejumlah pejabat terkait dari pemerintah Provinsi Hebei.
Wang juga mengatakan, polisi mulai mengusir warga yang berkumpul dan melarang mereka mengambil foto. Bahkan, sejumlah warga disebut diminta menghapus video dan foto yang tersimpan di ponsel mereka.
Di daratan Tiongkok, insiden kekerasan yang disebut sebagai aksi balas dendam terhadap masyarakat kerap terjadi. Beberapa hari sebelumnya, pada 14 September, seorang pria di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Universitas Guangzhou secara acak menikam sejumlah orang. Para korban disebut seluruhnya perempuan, dan beberapa di antaranya mengalami luka tusuk pada mata dan wajah hingga mengeluarkan banyak darah. Terdengar jeritan para korban di lokasi kejadian.
Pada siang 29 Maret, ketika Pasar Dahanji di Distrik Fangshan, Beijing, sedang ramai dan banyak orang berbelanja, seorang pria tiba-tiba mengemudikan sebuah buldoser menerobos masuk ke pasar. Kendaraan tersebut menabrak sejumlah lapak dan warga, menyebabkan suasana pasar dipenuhi teriakan kepanikan.
Menurut para saksi, ada orang yang tewas di tempat dan jumlah korban tewas maupun terluka mencapai puluhan orang. Salah seorang saksi mengatakan bahwa dirinya begitu ketakutan hingga tidak bisa tidur selama dua hari.
Reporter: Luo Tingting; Wen Hui


