Dua pekan menebar inspirasi melalui seni, pameran akan berlanjut ke Jakarta pada Februari 2027 dengan lebih dari 500 lukisan.
SURABAYA — Pameran Tunggal Lukisan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) resmi ditutup pada Selasa (29/9/2026) setelah dua pekan berlangsung di Voza Tower Lt. 25, Surabaya. Pameran bertema “Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Lanskap Hati Susilo Bambang Yudhoyono” itu mencatat lebih dari 11.000 pengunjung, jauh melampaui target awal 5.000 orang.
Pameran tunggal pertama Presiden ke-6 RI tersebut menampilkan 100 lukisan pilihan kurator. Sejak dibuka, antusiasme masyarakat tinggi. Kunjungan diatur dalam lima sesi setiap hari dengan jam operasional 10.00–21.00 WIB. Pada hari pertama, kuota kunjungan langsung penuh. Penyelenggara kemudian menambah kuota secara bertahap agar setiap sesi dapat mengakomodasi masyarakat yang ingin melihat langsung karya SBY.
Rangkaian pameran diawali pembukaan pada Selasa (15/9/2026). Acara itu dihadiri SBY, Hermanto Tanoko selaku inisiator, dan Suwarno Wisetrotomo selaku kurator dan penulis buku monografi. Turut hadir sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri Ekraf RI Teuku Rifky Harsya, Menteri Transmigrasi RI M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor, anggota DPR RI, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, anggota DPRD Jawa Timur, hingga kalangan pengusaha.
Pembukaan tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran buku monografi yang mendokumentasikan perjalanan hidup SBY melalui seni lukis. Kisah dalam buku itu kemudian dihadirkan kembali melalui pameran.
Sepanjang penyelenggaraan, ruang galeri menjadi titik temu masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang: anak-anak, perempuan, keluarga, seniman, siswa dan mahasiswa, pemerintah, profesional, pengusaha, hingga komunitas. Penyelenggara juga menghadirkan acara harian di event space di samping pintu masuk galeri. Kegiatannya meliputi talkshow dan workshop dengan beragam tema, live painting oleh SBY, forum diskusi pengusaha nasional lintas bidang, melukis di atas tas dan keramik bersama content creator dan influencer, mewarnai bersama anak-anak, fashion show wastra Nusantara, pembacaan puisi karya SBY oleh siswa SD, menggambar bersama anak berkebutuhan khusus (autism), hingga media gathering.
Penutupan pameran dinilai bukan sekadar akhir dari rangkaian kegiatan. Penyelenggara berharap semangat yang tumbuh selama dua pekan dapat membawa inspirasi lebih jauh, sekaligus mendekatkan seni kepada masyarakat. Rencananya, pameran lukisan SBY akan digelar lagi pada Februari 2027 di Jakarta dengan menampilkan lebih dari 500 lukisan.


