Surabaya, 5 Oktober 2026 – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membuktikan tajinya di kancah otomotif ramah lingkungan nasional. Tim Nogogeni ITS sukses mempertahankan dua gelar Juara 1 pada ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 yang digelar di Universitas Jember hingga Minggu (4/10).
Kompetisi ini bukan sekadar balapan biasa. KMHE adalah ajang bergengsi yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Di sini, mahasiswa ditantang menciptakan kendaraan yang mampu menempuh jarak sejauh mungkin dengan energi sesedikit mungkin.
Dua Mobil, Dua Gelar Juara
Tim otomotif kebanggaan ITS ini menerjunkan dua mobil andalannya:
1. Nogogeni XI EVO (Nela) – Merajai kelas Urban Listrik dengan efisiensi mencengangkan: 275,57 kilometer per kilowatt jam. Artinya, dengan energi listrik 1 kWh—setara biaya sekitar Rp1.500—mobil ini bisa menempuh jarak hampir 276 kilometer.
2. Nogogeni IX (Bela) – Berjaya di kelas Urban Etanol dengan rekor 594,44 kilometer per liter. Bayangkan, dengan 1 liter etanol, mobil ini bisa melaju dari Surabaya hingga hampir Semarang!
Rahasia di Balik Efisiensi
Hafiz Diandra Pratama, General Manager Tim Nogogeni ITS, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan buah riset sejak November 2025. Peningkatan efisiensi mencapai 10,5 persen dibandingkan tahun lalu.
Salah satu kuncinya adalah pemangkasan bobot. Mobil Nela kini hanya berbobot 72 kilogram—lebih ringan dari rata-rata orang dewasa. Ini dicapai lewat inovasi mikrokontroler dengan pengendalian motor BLDC yang presisi.
BLDC (Brushless Direct Current) adalah jenis motor listrik yang lebih efisien dan awet karena tidak menggunakan sikat karbon. Dengan kontrol yang tepat, motor ini bisa menghemat energi secara signifikan.
Sementara itu, mobil Bela berhasil diturunkan bobotnya menjadi 86 kilogram berkat pembaruan drivetrain (sistem penggerak) dan konstruksi mesin.
Perjuangan di Lintasan
Perjalanan tim ITS di sirkuit tidaklah mulus. Ada perubahan regulasi mendadak dan cuaca hujan deras yang menguji ketangguhan tim.
Jeremi Mantovanio Sibarani, driver mobil Nela, mengaku harus sangat disiplin menjaga strategi di lintasan.
“Satu kesalahan kecil seperti pengereman yang terlalu dalam bisa langsung memengaruhi hasil,” ungkap mahasiswa angkatan 2024 tersebut.
Ini menunjukkan bahwa dalam kompetisi hemat energi, bukan hanya kecepatan yang penting, tetapi juga konsistensi dan ketelitian.
Dukungan dan Harapan
Prestasi gemilang ini turut dikawal ketat oleh dosen pembimbing Tim Nogogeni ITS, Dedy Zulhidayat Noor ST MT PhD.
Inovasi efisiensi energi tersebut sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- Poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau
- Poin ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim
- Poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
“Semoga kami terus konsisten menghadirkan solusi transportasi berkelanjutan di masa depan,” harap Hafiz.
Dengan dua gelar juara ini, Tim Nogogeni ITS tidak hanya mengharumkan nama kampus, tetapi juga menunjukkan bahwa masa depan transportasi ramah lingkungan ada di tangan generasi muda. Selamat untuk Tim Nogogeni! (HUMAS ITS)


