Ribuan Siswa dari Dua Sekolah di Guangdong, Tiongkok Serentak Gelar Aksi Protes, Dobrak Gerbang dan Berarak Sambil Meneriakkan Slogan

EtIndonesia.com Pada 29 Oktober 2026 malam, ribuan siswa dari dua sekolah menengah atas di Provinsi Guangdong, Tiongkok, secara terpisah menggelar aksi protes karena tidak puas dengan peraturan dan pengelolaan sekolah yang dianggap tidak masuk akal.

Menurut informasi yang diungkapkan oleh akun media mandiri bernama “Yesterday”, yang mengikuti perkembangan insiden protes kelompok masyarakat di Tiongkok daratan, pada malam itu terjadi pemadaman listrik selama beberapa jam di Sekolah Menengah Eksperimental Kabupaten Longchuan, Kota Heyuan, akibat kerusakan peralatan.

Sejumlah besar siswa berkumpul di depan gerbang sekolah sambil meneriakkan slogan seperti “Pulang ke rumah!” untuk menuntut agar mereka diizinkan meninggalkan sekolah.

Namun, pihak pimpinan sekolah menolak membuka gerbang. Kedua belah pihak pun terlibat dalam aksi saling berhadapan. Pada akhirnya, para siswa memaksa keluar dengan memanjat gerbang sekolah. Dalam kejadian tersebut, beberapa siswa bahkan menendang sekretaris partai sekolah dan kepala sekolah yang berusaha menghalangi mereka.

Menurut informasi publik, Sekolah Menengah Eksperimental Kabupaten Longchuan didirikan pada 1993 dan merupakan sekolah menengah atas negeri biasa.

Pada 22 Februari 2026, Grup Sekolah Menengah Bao’an Shenzhen secara resmi mengambil alih pengelolaan sekolah tersebut. Pada 20 Mei, sekolah itu menggelar upacara peresmian papan nama baru sebagai Sekolah Menengah Eksperimental Kabupaten Longchuan di bawah naungan Grup Sekolah Menengah Bao’an Shenzhen.

Dalam upacara tersebut, Grup Sekolah Menengah Bao’an Shenzhen, Biro Pendidikan Kabupaten Longchuan, dan Sekolah Menengah Eksperimental Kabupaten Longchuan menandatangani perjanjian kerja sama tiga pihak.

Pada 29 Oktober malam, insiden protes kolektif siswa juga pecah di Sekolah Menengah No. 2 Distrik Gaoyao (Gaoyao No. 2), Kota Zhaoqing, Provinsi Guangdong.

Menurut laporan tersebut, pemicu aksi adalah perintah kepala sekolah untuk mematikan pendingin udara (AC). Suhu ruangan yang pengap dan panas membuat para siswa sangat tidak puas. Mereka kemudian secara bersama-sama berteriak dari dalam asrama, menuntut agar pihak sekolah menyalakan kembali AC.

Setelah itu, sebagian siswa secara paksa mendorong hingga pintu asrama terbuka. Mereka kemudian berbaris mengelilingi area kampus dalam waktu cukup lama sambil meneriakkan berbagai slogan protes.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Cara Menaklukkan Rasa Takut

Menghadapi ketakutan secara langsung, berulang kali, dapat menguranginya hingga ke tingkat yang bisa dikendalikan atau bahkan menghilangkannya.Mike DonghiaTidak ada yang salah dengan merasa takut....

Jangan Biarkan Hal Sepele Merusak Harimu

Tiga perubahan sudut pandang untuk menyikapi kembali situasi yang berpotensi menjengkelkan.Mike DonghiaSalah satu keyakinan saya yang mungkin cukup kontroversial adalah bahwa rasa kesal merupakan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine