EtIndonesia.com Oat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Bubur oat bahkan merupakan salah satu pilihan sarapan sehat yang sangat baik. Namun, beberapa kebiasaan umum dalam mengonsumsinya ternyata dapat mempengaruhi pencapaian tujuan kesehatan Anda.
Situs kesehatan dan gaya hidup ternama Amerika Serikat, Health.com, menerbitkan artikel yang merangkum enam kesalahan umum saat mengkonsumsi bubur oat. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan ini, Anda dapat memperoleh manfaat kesehatan yang lebih optimal.
1. Mengonsumsi dalam Porsi yang Tidak Tepat
Satu porsi oatmeal kira-kira setara dengan satu cangkir oat yang sudah dimasak. Jumlah tersebut menyediakan sekitar 152 kalori, 5,3 gram protein, 27 gram karbohidrat, 4 gram serat pangan, serta vitamin B kompleks dan berbagai mineral.
Namun, banyak orang mengkonsumsi lebih dari satu porsi dalam sekali makan. Hal ini dapat membuat asupan kalori meningkat dengan cepat, sehingga tidak ada lagi ruang untuk mengkonsumsi makanan lain yang kaya nutrisi, seperti telur, buah segar, atau kacang-kacangan.
2. Memilih Jenis Oat yang Kurang Tepat
Oat memiliki berbagai jenis, termasuk rolled oats (oat gulung tradisional) dan instant oats (oat instan).
Jika Anda sedang berusaha menurunkan berat badan atau mengendalikan kadar gula darah, pilihlah oat yang tingkat pengolahannya lebih rendah, seperti oat groats (biji oat utuh).
Jenis oat ini mempertahankan struktur biji-bijian dan kandungan nutrisinya. Selain itu, oat jenis ini dicerna lebih lambat oleh tubuh sehingga membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.
Meskipun oat instan tetap dikategorikan sebagai biji-bijian utuh, tingkat pengolahannya lebih tinggi. Kandungan protein dan seratnya sedikit lebih rendah, serta lebih cepat dicerna.
Penelitian menunjukkan bahwa oat instan lebih mudah meningkatkan kadar gula darah dibandingkan oat biasa. Selain itu, beberapa produk oat instan juga mengandung tambahan gula yang dapat mengurangi nilai gizinya secara keseluruhan.
3. Menambahkan Terlalu Banyak Bahan yang Mengandung Gula
Sebagian orang menambahkan madu, kepingan cokelat, dan bahan lainnya ke dalam oatmeal. Padahal, bahan-bahan tersebut mengandung gula tambahan.
Sebagai alternatif, cobalah menggunakan buah segar atau bahan alami seperti kayu manis
4. Salah Menghitung Perbandingan Cairan dan Oat
Baik memasak oat menggunakan microwave maupun kompor, Anda harus memastikan perbandingan antara cairan, seperti air atau susu, dan oat sudah tepat.
Jika hal ini diabaikan, bubur oat bisa menjadi terlalu kental dan lengket seperti lem, atau justru terlalu encer.
Jika dimasak menggunakan kompor, gunakan perbandingan satu bagian oat dengan dua bagian cairan. Misalnya, setengah cangkir oat dicampur dengan satu cangkir cairan.
Sementara itu, jika menggunakan microwave, perbandingannya adalah 1:1.
5. Kurang Mengonsumsi Protein
Meskipun oat mengandung sejumlah nutrisi, konsumsinya tetap perlu dilengkapi dengan protein, buah-buahan, atau sayuran.
Kombinasi tersebut akan membuat makanan lebih seimbang dan membantu memperlambat proses pencernaan, sehingga kadar gula darah lebih stabil.
Karena itu, Anda bisa mencoba menambahkan satu atau dua butir telur rebus atau kacang-kacangan ke dalam bubur oat untuk meningkatkan asupan protein.
6. Lupa Menambahkan Garam
Sebelum menyantap bubur oat, Anda bisa menambahkan sedikit garam.
Selain memperkaya rasa, garam juga dapat membantu mencegah Anda menambahkan terlalu banyak gula hanya untuk memperbaiki cita rasa bubur oat.
Fungsi garam dalam oatmeal adalah menyeimbangkan sekaligus memperkuat rasa.
Diterjemahkan dan dilaporkan oleh reporter Li Yunfei / Editor Lin Qing – NTDTV.com


