Binance Diguncang Kasus Pencurian Dana Rp 108,72 Triliun dalam waktu 20 Menit, Apakah Uang Nasabah Masih Aman?

EtIndonesia.com Binance, bursa mata uang kripto terbesar di dunia, dilaporkan mengalami serangan peretas yang menyebabkan dana senilai lebih dari US$6 miliar atau Rp108,72 triliun dipindahkan secara ilegal. Pada 30 Oktober, jajaran pimpinan Binance segera memberikan penjelasan mengenai apakah dana milik para nasabah masih aman.

Serangan tersebut terjadi pada Kamis (29 Oktober) sekitar pukul 16.00 waktu setempat dan berlangsung hanya sekitar 20 menit.

Richard Teng, salah satu CEO bersama Binance, merilis sebuah video pada hari ini. Ia mengatakan bahwa perusahaan akan menanggung seluruh kerugian dan dana milik nasabah tidak akan terpengaruh.

Ia menjelaskan bahwa peretas menyerang hot wallet milik Binance sendiri, yaitu dompet digital yang terhubung ke internet dan digunakan untuk memudahkan transaksi serta transfer sehari-hari.

Sementara itu, sebagian besar aset nasabah disimpan dalam cold wallet atau dompet penyimpanan dingin. Dana hanya akan dipindahkan ke hot wallet ketika nasabah perlu melakukan penarikan.

Saat ini, Binance telah mengalokasikan dana sebesar US$5 miliar untuk mengganti kerugian pengguna yang terdampak. Perusahaan juga sedang bekerja sama dengan para mitranya untuk mengumpulkan tambahan US$1,34 miliar guna menutup kekurangan dana akibat pencurian tersebut.

Lantas, bagaimana para peretas berhasil melakukan aksinya?

Richard Teng mengatakan bahwa penyelidikan awal menemukan kemungkinan sebuah komputer laptop telah lebih dahulu diretas. Setelah itu, ditemukan pula sejumlah celah keamanan lainnya.

Yang lebih menyulitkan, para peretas juga menggunakan teknologi yang dapat secara otomatis menghapus alat dan jejak aktivitas mereka, sehingga menyulitkan penyelidik untuk melacak serangan tersebut.

Dengan cara itu, para peretas berhasil melewati prosedur persetujuan normal, memperoleh hak akses untuk mengoperasikan hot wallet, dan dengan cepat memindahkan dana.

Setelah insiden tersebut, Binance menghentikan sementara layanan penarikan dana dan berencana menghabiskan waktu sekitar 40 jam untuk membangun ulang sistem serta memeriksa secara menyeluruh berbagai celah keamanan.

Richard Teng juga mengingatkan para nasabah agar memeriksa akun masing-masing. Binance diperkirakan akan mengumumkan bukti cadangan aset (Proof of Reserves) awal pada Senin depan (2 November), sehingga pihak luar dapat memverifikasi kondisi aset perusahaan.

Selain itu, sejumlah perusahaan analisis blockchain menemukan bahwa metode serangan kali ini sangat mirip dengan pola serangan yang sebelumnya diduga dilakukan oleh peretas Korea Utara.

Setelah kabar tersebut beredar, harga Bitcoin pada hari ini turun lebih dari 5%, menjadi sekitar US$77.000. Beberapa mata uang kripto lainnya bahkan mengalami penurunan hingga 9%.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Cara Menaklukkan Rasa Takut

Menghadapi ketakutan secara langsung, berulang kali, dapat menguranginya hingga ke tingkat yang bisa dikendalikan atau bahkan menghilangkannya. Mike Donghia Tidak ada yang salah dengan merasa takut....

Jangan Biarkan Hal Sepele Merusak Harimu

Tiga perubahan sudut pandang untuk menyikapi kembali situasi yang berpotensi menjengkelkan. Mike Donghia Salah satu keyakinan saya yang mungkin cukup kontroversial adalah bahwa rasa kesal merupakan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine