Sidang Pleno Kelima Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) ke-20 baru saja berakhir. Pemerintah segera mengeluarkan sinyal penting: menjelang pergantian kepemimpinan pada Kongres Nasional ke-21 tahun depan, proses pemilihan pejabat akan semakin menekankan kesetiaan kepada Xi Jinping dan Partai Komunis Tiongkok (PKT). Mereka yang dianggap tidak setia, atau hanya berpura-pura patuh tetapi diam-diam tidak menjalankan perintah, akan disingkirkan tanpa kompromi.
EtIndonesia.com Pada 30 Oktober, PKT menggelar konferensi pers. Hal yang paling menarik perhatian dalam konferensi tersebut adalah angka-angka resmi terkait pemberantasan korupsi.
Wakil Sekretaris Komisi Pusat Inspeksi Disiplin PKT, Zhang Fuhai, mengungkapkan bahwa sejak Kongres Nasional ke-18 PKT, lembaga inspeksi disiplin dan pengawasan di seluruh negeri telah membuka lebih dari 8,1 juta kasus dan menjatuhkan sanksi kepada lebih dari 7,92 juta orang. Jumlah tersebut mencakup 963 pejabat yang berada di bawah pengelolaan langsung Komite Sentral.
Pihak berwenang menyatakan bahwa perjuangan melawan korupsi akan tetap dilakukan dengan tekanan tinggi.
Angka tersebut juga memunculkan pertanyaan penting: seberapa parah sebenarnya masalah korupsi di lingkungan birokrasi PKT? Mengapa setelah bertahun-tahun menjalankan kampanye antikorupsi, pemerintah masih terus menegaskan perlunya mempertahankan tekanan tinggi?
Perlu diperhatikan bahwa dampak gelombang pemberantasan korupsi ini sangat terasa di lingkungan militer.
Dari 44 anggota Komite Sentral yang berasal dari militer dan terpilih dalam Kongres Nasional ke-20, berdasarkan statistik terkait, sebanyak 25 orang telah dipecat dari keanggotaan partai.
Dari 19 orang yang tersisa, sedikitnya empat orang telah dicopot dari jabatan sebagai wakil Kongres Rakyat Nasional. Pihak luar memperkirakan mereka mungkin akan dikenai tindakan lebih lanjut dalam Sidang Pleno Keenam tahun depan.
Selain itu, sejumlah pejabat tinggi militer, termasuk Komandan Komando Teater Selatan Wu Yanan dan Kepala Staf Angkatan Laut Hu Zhongming, belakangan ini sudah lama tidak muncul di hadapan publik. Perkembangan selanjutnya mengenai nasib mereka juga menjadi perhatian.
Dari penekanan pemerintah terhadap kesetiaan para kader hingga pembersihan berkelanjutan terhadap para petinggi militer, terlihat bahwa menjelang Kongres Nasional ke-21, pemberantasan korupsi dan kesetiaan politik masih menjadi fokus perhatian utama para petinggi PKT.
Sumber : NTDTV.com


