Analisis: Krisis Kekuasaan Xi Jinping Kian Mendalam, Ketakutan Menyelimuti Petinggi Partai Komunis Tiongkok

Komunike Sidang Pleno Kelima Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) ke-20 mengonfirmasi bahwa 33 anggota Komite Sentral telah dipecat dari keanggotaan partai. Di antara mereka terdapat sejumlah orang kepercayaan pemimpin PKT, Xi Jinping. Hal ini menyoroti meningkatnya kecurigaan di dalam partai serta ketidakstabilan posisi kekuasaan Xi. Sejumlah analis menilai PKT telah resmi memasuki era pembersihan besar-besaran. Para pejabat kini hidup dalam ketakutan karena tidak seorang pun tahu siapa yang akan menjadi sasaran berikutnya.

EtIndonesia.com Pada 29 Oktober, Sidang Pleno Kelima Komite Sentral PKT ke-20 yang berlangsung selama empat hari secara tertutup resmi berakhir. Setelah itu, komunike resmi yang diterbitkan menyebutkan bahwa sebanyak 34 anggota Komite Sentral dan anggota calon Komite Sentral telah dikenai tindakan disipliner. Sebanyak 16 diantaranya berasal dari militer.

Sebanyak 33 orang dipecat dari keanggotaan PKT, yaitu: Ma Xingrui, Zhang Youxia, Liu Zhenli, Lan Tianli, Liu Jianchao, Wang Lixia, Jin Zhuanglong, Lei Fanpei, Yi Huiman, Wang Xiangxi, Sun Shaocheng, Wang Renhua, Liu Qingsong, Huang Ming, Li Qiaoming, Li Wei, Zhang Hongbing, Wang Haijiang, Zhang Lin, Wang Peng, Liu Faqing, Yang Cheng, Zhong Shaojun, Zhao Xiaozhe, Fei Dongbin, Wu Shenghua, Yu Jianfeng, Yuan Jie, Zhang Zhongyang, Wen Gang, Jin Donghan, Fang Hongwei, dan Fang Yongxiang.

Sementara itu, Li Yunze dijatuhi hukuman pencabutan jabatan dalam partai.

Wartawan senior Yaita Akio menulis di platform X pada 30 Oktober bahwa Sidang Pleno Kelima PKT baru saja berakhir dan komunike yang diterbitkan setelah sidang tersebut benar-benar mengejutkan. Sebanyak 33 pejabat tinggi dipecat dari keanggotaan partai. Bahkan Zhang Youxia dan Zhong Shaojun, yang selama ini dikenal sebagai orang-orang paling dekat dengan Xi Jinping, juga termasuk dalam daftar tersebut.

Ia mengatakan bahwa Zhang Youxia memiliki hubungan keluarga yang erat dengan Xi Jinping. Keduanya telah saling mengenal sejak masih muda. Dalam proses Xi mengonsolidasikan kekuasaannya, Zhang merupakan salah satu sekutu militer terpentingnya dan hubungan mereka dapat digambarkan sebagai hubungan yang sangat erat dan saling percaya.

Sementara itu, Zhong Shaojun telah lama menjadi sekretaris pribadi Xi. Ia mengikuti Xi sejak Zhejiang, kemudian Shanghai, hingga Beijing. Zhong dianggap sebagai salah satu asisten penting Xi dalam berkomunikasi dengan berbagai faksi di dalam partai.

Kini, kedua orang tersebut justru sama-sama dipecat dari keanggotaan partai. Bagaimana mungkin para pejabat PKT tidak merasa terancam?

Yaita mengatakan bahwa dahulu dalam lingkungan birokrasi Tiongkok berlaku prinsip, “Memiliki orang dekat di pusat kekuasaan akan memudahkan seseorang meniti karier.” Namun, sekarang prinsip itu tampaknya berubah menjadi, “Memiliki orang dekat di pusat kekuasaan justru semakin berbahaya.”

Orang yang hari ini menjadi pelindung bisa saja besok menjadi tahanan. Bahkan, orang-orang di sekitarnya juga berisiko terseret. PKT kini secara resmi telah memasuki era pembersihan besar-besaran. Penertiban telah meluas ke berbagai bidang, mulai dari militer, diplomasi, keuangan hingga industri.

Hal yang paling menakutkan adalah tidak seorang pun tahu siapa yang akan menjadi sasaran berikutnya.

Xi Jinping telah berkuasa selama 14 tahun dan memusatkan seluruh kekuasaan partai, pemerintahan, serta militer di tangannya. Lalu, mengapa ia bahkan tidak bisa mempercayai orang-orang terdekatnya sendiri?

Yaita terus terang mengatakan bahwa orang yang paling tidak merasa aman di Tiongkok saat ini mungkin justru Xi Jinping sendiri. Semakin besar kekuasaan yang dipusatkan, semakin besar pula ketakutan akan kehilangan kekuasaan. Semakin takut kehilangan kekuasaan, semakin sulit mempercayai orang lain.

Xi Jinping yang kini telah menjadi sosok yang terisolasi, kemungkinan hanya memikirkan satu hal: “Selalu saja ada rakyat jelata yang ingin mencelakakan diriku!”

Akademisi Australia Feng Chongyi menanggapi tulisan tersebut dengan mengatakan bahwa benar, semakin Xi Jinping memusatkan kekuasaan, semakin ia takut kehilangan kekuasaan; semakin takut kehilangan kekuasaan, semakin ia tidak mempercayai orang lain.

Ia menambahkan bahwa sejak naik ke tampuk kekuasaan, Xi telah melakukan pembersihan secara kejam terhadap berbagai kelompok, termasuk orang-orang kepercayaannya sendiri. Karena sangat khawatir akan menghadapi pembalasan jika kehilangan kekuasaan, Xi hanya akan semakin meningkatkan pembersihan untuk mempertahankan kekuasaan dan menyelamatkan dirinya, hingga akhir hayatnya.

Xi Jinping telah memerintah selama 14 tahun, tetapi masih terus menekankan pentingnya mempertahankan posisi sentral dan kesetiaan politik kepadanya. Hal ini mencerminkan kecemasannya terhadap ketidakstabilan kekuasaan.

Penulis dan komentator politik Tiongkok yang tinggal di Amerika Serikat, Chen Pokong, baru-baru ini mengatakan kepada Epoch Times bahwa sebagian besar pembersihan ini sebenarnya telah diperkirakan oleh pihak luar. Namun, yang patut mendapat perhatian khusus adalah beberapa pejabat yang tersingkir memiliki hubungan dekat dengan Xi Jinping.

Zhong Shaojun dan Fang Yongxiang, misalnya, merupakan orang-orang kepercayaan Xi dalam lingkungan militer. Sementara itu, Qin Shengxiang, yang pada masa awal karier Xi pernah menjadi sekretaris militernya, juga telah lebih dahulu tersingkir.

Chen Pokong mengatakan bahwa hampir semua orang yang pernah menjabat sebagai sekretaris utama militer Xi, kepala pengelola di lingkungan militernya, serta pejabat pengawas tertinggi militer telah tumbang.

Xi Jinping terus membersihkan jajaran pimpinan tinggi militer. Bahkan, orang-orang yang diangkat dan dipercayainya sendiri tidak luput dari penyingkiran. Hal ini memperlihatkan kesulitan yang dihadapinya dalam memilih orang dan mengendalikan militer.

Ia mengatakan bahwa Xi menggunakan kampanye antikorupsi sebagai dalih, bukan hanya untuk menutupi perebutan kekuasaan, tetapi juga untuk menyembunyikan ketidakmampuannya dalam memerintah, kegagalannya menilai karakter pejabat, serta kekeliruannya dalam memilih orang.

Jika seorang pemimpin tertinggi terus mengangkat orang-orang kepercayaannya, tetapi kemudian berulang kali membersihkan mereka, persoalannya tidak lagi sekadar menyangkut korupsi individu pejabat. Hal itu mungkin juga berkaitan dengan cara kerja keseluruhan sistem kekuasaan.

Menurutnya, pembersihan pejabat tinggi yang terus berlanjut, kekosongan jabatan penting, serta kecurigaan di antara para petinggi dapat meningkatkan ketidakpastian politik.

Xi terus memperkuat kewenangan pribadinya, tetapi tidak membangun mekanisme suksesi kekuasaan yang stabil dan dapat diprediksi. Kondisi ini berpotensi membuat seluruh sistem politik semakin rapuh. Rezim PKT mungkin tampak sebagai kekuatan yang sangat besar, tetapi sewaktu-waktu bisa runtuh dalam sekejap.

Pada 15 Oktober, majalah PKT Qiushi menerbitkan pidato Xi Jinping yang disampaikan pada Januari tahun ini dalam sidang pleno Komisi Pusat Inspeksi Disiplin. Artikel tersebut menyatakan bahwa perlu diwaspadai keberadaan “orang bermuka dua”, yaitu pejabat yang di depan umum meneriakkan kesetiaan politik, tetapi diam-diam justru bersikap munafik dan tidak menjalankan perintah. Sebagian pejabat, menurut artikel itu, bahkan selalu siap untuk “melompat dari kapal”.

Sumber di Beijing baru-baru ini mengungkapkan kepada Epoch Times bahwa setelah Sidang Pleno Kelima berakhir, Xi Jinping akan melancarkan gelombang pembersihan baru di kalangan pejabat tinggi. Penyelidikan menyeluruh akan dilakukan terhadap “orang-orangnya sendiri”, disertai peringatan dan intimidasi lebih lanjut terhadap para sesepuh politik yang masih memiliki pengaruh.

Xi Jinping sama sekali tidak akan membiarkan kekuatan atau individu mana pun tumbuh terlalu besar. Kasus Wang Qishan menjadi contoh peringatan. Bahkan Cai Qi, salah satu orang kepercayaan inti Xi, juga tidak mungkin sepenuhnya terbebas dari ancaman tersebut.

Tang Zheng – NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Cara Menaklukkan Rasa Takut

Menghadapi ketakutan secara langsung, berulang kali, dapat menguranginya hingga ke tingkat yang bisa dikendalikan atau bahkan menghilangkannya.Mike DonghiaTidak ada yang salah dengan merasa takut....

Jangan Biarkan Hal Sepele Merusak Harimu

Tiga perubahan sudut pandang untuk menyikapi kembali situasi yang berpotensi menjengkelkan.Mike DonghiaSalah satu keyakinan saya yang mungkin cukup kontroversial adalah bahwa rasa kesal merupakan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine