Trump Bahas Langkah Selanjutnya terhadap Iran: Saya Tidak Ingin Banyak Menyebabkan Korban Jiwa

EtIndonesia.com Apakah militer AS akan melancarkan serangan yang lebih besar terhadap Iran? Pada 3 November, Presiden AS Donald Trump memberikan jawaban yang cukup mengundang tanda tanya ketika diwawancarai oleh Fox News: “Kita lihat saja nanti.”

Trump mengatakan, “Saya tidak ingin menyebabkan banyak korban jiwa. Namun, jika memang harus dilakukan, maka kita tidak punya pilihan selain melakukannya. Tetapi, saya tidak ingin sampai harus mengambil langkah itu. Saat ini, posisi kita sangat kuat.”

Selanjutnya, Trump mengatakan bahwa Iran merupakan negara pendukung terorisme nomor satu di dunia dan sangat kejam dalam menjalankan aksinya. Kini, ia memahami mengapa negara-negara Timur Tengah selama ini takut terhadap Iran. Namun, menurutnya, kepemimpinan Iran sudah dihancurkan.

Trump juga mengatakan bahwa Iran sebelumnya memiliki 288 pesawat, tetapi kini semuanya telah dihancurkan. Kapal-kapal perangnya juga sudah ditenggelamkan, sementara sistem pertahanan udaranya mengalami kerusakan parah.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada malam sebelumnya, militer AS kembali melancarkan serangan berskala kecil.

Menurut Trump, Iran telah menghabiskan waktu sekitar dua bulan untuk membangun fasilitas pertahanan udara baru. Militer AS terus memantau pembangunan tersebut. Namun, begitu fasilitas itu selesai dibangun, militer AS langsung menghancurkannya.

Sementara militer AS terus memberikan tekanan, pemerintah Iran juga mulai melakukan perekrutan besar-besaran.

Menurut laporan media semi-resmi Iran, pada 2 November, Teheran mengoperasikan pusat pelatihan militer ketiganya.

Organisasi Basij, yang berada di bawah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), menyatakan akan melatih satu juta relawan yang bersedia berkorban di 1.500 pangkalan di seluruh negeri.

Sebelumnya, Teheran telah membuka dua pusat pelatihan serupa masing-masing pada Agustus dan September tahun ini.

Selain itu, Trump hari ini juga mengumumkan bahwa bantuan sekitar 4 miliar dolar AS yang diberikan Amerika Serikat kepada Israel setiap tahun akan dihentikan pada akhir tahun ini.

Namun, hal tersebut tidak berarti hubungan AS dan Israel sedang mendingin.

Trump menegaskan bahwa Israel merupakan salah satu sekutu terpenting Amerika Serikat. Ia juga mengatakan bahwa kekuatan ekonomi Israel kini cukup besar sehingga negara itu sepenuhnya mampu membeli persenjataannya sendiri.

Trump mengungkapkan bahwa penghentian bantuan tersebut sebenarnya merupakan usulan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sendiri. Keduanya telah mencapai kesepakatan mengenai hal itu.

Namun, persoalannya adalah perjanjian bantuan keamanan AS-Israel yang berlaku saat ini sebenarnya baru akan berakhir pada 2028. Belum jelas bagaimana penyesuaian perjanjian tersebut akan dilakukan selanjutnya.

Trump terus meningkatkan tekanan terhadap Iran, sekaligus menyesuaikan bantuan Amerika Serikat kepada Israel. Apakah situasi di Timur Tengah akan mengalami perubahan yang lebih besar dalam waktu mendatang? 

INSPIRASI ERABARU

Nasib Dinasti Berutang Kesuksesannya pada Penghormatan Kaisar dan Persembahan Kurban kepada Langit

Di Tiongkok kuno, ritual persembahan kurban bukan sekadar upacara seremonial. Ritual tersebut berlandaskan sebuah prinsip yang dipetik Dinasti Zhou dari keruntuhan dua dinasti sebelumnya:...

Memahami Bersyukur: Menemukan Kembali Keindahan Hidup yang Penuh Apresiasi

Oleh Shoba Rajamani Di dunia yang semakin terhubung secara digital dan terus mendorong kita untuk meraih lebih banyak prestasi, memperoleh lebih banyak penghasilan, serta menjadi...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine