Operasi Besar Dimulai! Pusat Antariksa Iran Hancur, Ribuan Marinir AS Bergerak dari Jepang ke Timur Tengah

EtIndonesia. Operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran kini telah memasuki pekan ketiga sejak konflik besar ini dimulai pada awal Maret 2026. Intensitas pertempuran terus meningkat, baik di darat, udara, maupun laut, sementara kekuatan militer tambahan mulai dikerahkan ke kawasan Timur Tengah.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa konflik tidak lagi terbatas pada serangan udara, tetapi juga telah berkembang menjadi operasi strategis yang menyasar jalur energi, pusat penelitian militer, serta infrastruktur penting Iran.


Amerika Serikat Kerahkan Marinir ke Sekitar Selat Hormuz

Pada Sabtu, 14 Maret 2026, Amerika Serikat mulai melakukan pengerahan pasukan Marinir di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling vital di dunia.

Penempatan pasukan ini diperkirakan mencakup beberapa wilayah strategis, antara lain:

  • Pulau Qeshm
  • Pulau Hormuz
  • sejumlah pulau kecil lain di sekitarnya

Langkah ini bertujuan untuk:

  1. Mengamankan jalur pelayaran internasional
  2. Mencegah gangguan terhadap distribusi minyak global
  3. Memantau aktivitas militer Iran di kawasan Teluk Persia

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, sehingga setiap gangguan di kawasan ini berpotensi mengguncang pasar energi global.


Marinir AS dari Jepang Dikirim ke Timur Tengah

Pada saat yang sama, Washington juga meningkatkan kekuatan militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan Marine Expeditionary Unit (MEU) ke-31, yang selama ini bermarkas di Okinawa, Jepang. Hal demikian disampaikan seorang pejabat AS yang mengetahui masalah ini kepada The Epoch Times.

Media lain sebelumnya melaporkan bahwa Unit Ekspedisi Marinir (MEU) ke-31, yang terdiri dari sekitar 5.000 anggota Marinir dan pelaut, telah menerima perintah untuk berangkat ke Timur Tengah.

MEU ke-31 saat ini beroperasi di dekat Jepang, di atas kapal serbu amfibi USS Tripoli, serta kapal dok angkut amfibi USS San Diego dan USS New Orleans.

Pasukan semacam itu dapat membawa kemampuan tempur dan dukungan tambahan di darat, amfibi, dan udara ke wilayah tersebut.

Sebagai kapal serbu amfibi, USS Tripoli mirip dengan kapal induk kecil dan dapat meluncurkan pesawat tempur khusus. Dalam beberapa pekan terakhir, kapal tersebut terekam beroperasi bersama jet tempur siluman F-35B Lightning II varian lepas landas pendek milik Korps Marinir.

Ketiga kapal yang mendukung MEU ke-31 juga mampu meluncurkan berbagai jenis helikopter serang dan angkut pasukan, serta kapal pendaratan amfibi.

Bulan lalu, pasukan Marinir dari 31st MEU melakukan latihan amfibi bekerja sama dengan Pasukan Pertahanan Darat Jepang.

Saat ini armada tersebut dilaporkan sedang berada di perairan dekat Taiwan dan diperkirakan akan tiba di kawasan Timur Tengah dalam satu hingga dua minggu mendatang.

Sementara itu, laporan dari NBC News menyebutkan bahwa Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) juga akan mengirim tambahan 2.500 personel Angkatan Laut ke kawasan tersebut.

Pasukan ini nantinya akan bergabung dengan 2.500 marinir tambahan yang sebelumnya telah diumumkan, sehingga total kekuatan tambahan yang dikirim ke wilayah operasi mencapai sekitar 5.000 personel militer.

Pada awal operasi militer AS melawan Iran, terdapat antara 40.000 hingga 50.000 pasukan AS yang beroperasi di seluruh Timur Tengah.


Israel Bombardir Teheran, 200 Target Dihantam

Di tengah peningkatan kekuatan militer Amerika, Angkatan Udara Israel (IAF) juga terus melancarkan serangan intensif terhadap berbagai target strategis di Iran.

Pada 14 Maret 2026, Israel kembali melakukan serangan udara besar-besaran ke Teheran.

Menurut laporan militer Israel, lebih dari 200 target telah dihantam hanya dalam waktu 24 jam terakhir.

Target yang diserang meliputi:

  • peluncur rudal balistik
  • sistem pertahanan udara
  • fasilitas produksi senjata
  • pusat komando militer

Selain itu, Israel juga menghancurkan pusat penelitian utama Badan Antariksa Iran di Teheran serta sebuah pabrik produksi sistem pertahanan udara.


Pusat Penelitian Antariksa Iran Dihancurkan

Laboratorium strategis di pusat penelitian tersebut selama ini digunakan untuk berbagai proyek militer sensitif, termasuk:

  • pengembangan satelit militer
  • sistem pengumpulan intelijen orbital
  • teknologi penentuan target serangan jarak jauh

Karena fungsinya yang sangat penting bagi kemampuan militer Iran, fasilitas ini dianggap sebagai salah satu target strategis bernilai tinggi.

Sebelumnya, pada 8 Maret 2026, Israel juga telah menghancurkan markas pasukan ruang angkasa Garda Revolusi Iran (IRGC Aerospace Force) di Teheran.

Markas tersebut bertanggung jawab atas:

  • operasi satelit militer Iran
  • komando peluncuran rudal
  • koordinasi sistem pertahanan ruang angkasa

Strategi Serangan Sistematis

Sejumlah analis militer menilai bahwa serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel menunjukkan pola strategi yang sangat sistematis.

Urutan target serangan yang terlihat sejauh ini meliputi:

  1. Menghancurkan kendaraan peluncur rudal
  2. Melumpuhkan jaringan intelijen serta aparat keamanan
  3. Menyerang pelabuhan, pangkalan militer, dan pusat komando

Pendekatan ini bertujuan untuk membongkar mesin perang Iran secara bertahap, sekaligus memutus kemampuan rezim dalam mengkoordinasikan operasi militer.

Di media sosial, seorang warganet menulis: “Jika Marinir AS sudah ditarik dari Jepang, berarti Iran benar-benar hampir tidak mampu bertahan lagi.”

Komentar lain menyebutkan: “Jika pusat penelitian antariksa sudah dihancurkan, program satelit militer Iran bisa langsung berhenti total.”


Trump Serukan Pengawalan Selat Hormuz

Pada 14 Maret 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengeluarkan seruan terbuka melalui media sosial.

Ia mengundang sejumlah negara besar untuk ikut mengirim kapal perang guna mengawal jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Negara yang disebutkan dalam seruan tersebut antara lain:

  • Tiongkok
  • Jepang
  • Prancis
  • Korea Selatan
  • Inggris

Menurut Washington, sejak konflik dimulai, sekitar 16 juta barel minyak Iran telah diam-diam dikirim ke Tiongkok melalui jalur laut.

Hal ini memunculkan pertanyaan besar mengenai kemungkinan Tiongkok mengirim kapal perang ke kawasan tersebut, yang mana dapat menciptakan dinamika diplomatik baru.


Iran Semakin Terisolasi

Di tengah eskalasi konflik, Iran juga menghadapi tekanan diplomatik yang semakin besar.

Menurut laporan Reuters, bahkan sekutu lama Iran mulai menjaga jarak.

Organisasi Hamas, misalnya, memang menyatakan mendukung hak Iran untuk membela diri, namun secara terbuka juga meminta Teheran tidak menyerang negara-negara tetangga.

Banyak pengamat menilai bahwa posisi Iran kini semakin terisolasi di panggung internasional.

Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Jim Risch, dalam sidang terbuka bahkan mengatakan:

“Di seluruh Timur Tengah saat ini hanya ada satu apel busuk, dan itu adalah Iran.”

Ia juga menambahkan bahwa negara-negara yang biasanya mendukung Iran, seperti:

  • Tiongkok
  • Rusia
  • Korea Utara
  • Kuba
  • Venezuela

kali ini tidak secara langsung turun tangan membantu Teheran.


Rumor Kematian Pemimpin Iran

Di tengah bombardir besar-besaran yang terus berlangsung, muncul pula rumor mengenai kondisi pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei.

Sejumlah laporan tidak resmi menyebutkan bahwa ia telah meninggal dunia, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran.

Pada saat yang sama, Reza Pahlavi, putra mahkota Iran yang hidup dalam pengasingan, kembali menyerukan perubahan politik di negaranya.

Pada 14 Maret 2026, ia menyatakan bahwa jika rezim Republik Islam runtuh, pemerintahan transisi telah siap mengambil alih kekuasaan.

Dalam surat yang ditujukan kepada kelompok oposisi bawah tanah di Iran, ia menyerukan agar mereka: melemahkan mesin represif rezim serta membuka jalan menuju pembongkaran sistem penindasan

Ia menegaskan bahwa strategi tersebut bukan sekadar demonstrasi jalanan, tetapi serangan strategis terhadap aparat penindasan rezim. (***)

Militer AS Kirim 10.000 Drone Interseptor, Lebih Hemat untuk Melawan Iran

Media melaporkan bahwa militer Amerika Serikat telah mengirim sekitar 10.000 drone interseptor “Merops” ke Timur Tengah untuk menghadapi drone dan rudal Iran. Drone ini sebelumnya telah digunakan dalam pertempuran di medan perang Rusia-Ukraina dan dianggap sebagai metode pertahanan dengan biaya lebih rendah.

EtIndonesia. Menurut laporan Bloomberg, setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, hanya dalam waktu lima hari drone-drone tersebut sudah dengan cepat dikirim ke medan perang.

Menteri Angkatan Darat AS Dan Driscoll menjelaskan bahwa drone “Merops” dikembangkan dalam proyek “Project Eagle”, yang juga mendapat dukungan dari mantan CEO Google Eric Schmidt. Drone ini mulai dikirim ke Ukraina pada tahun 2024, dengan harga sekitar 14.000 hingga 15.000 dolar AS per unit. Jika diproduksi secara massal di masa depan, biayanya bahkan dapat turun menjadi sekitar 3.000 hingga 5.000 dolar AS.

Sebagai perbandingan, drone “Shahed” buatan Iran diperkirakan setidaknya berharga sekitar 20.000 dolar AS per unit. Artinya, jika drone interseptor yang lebih murah digunakan untuk menembak jatuh drone tersebut, dari sisi biaya justru Iran yang akan lebih merugi.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa jika drone interseptor berbiaya rendah ini digunakan secara luas, cara pertahanan Amerika Serikat dan Israel kemungkinan akan berubah. Sebelumnya, untuk mencegat drone atau rudal sering digunakan sistem Patriot atau THAAD, sementara satu rudal pencegat dari sistem tersebut bisa mencapai harga sekitar 4 juta dolar AS.

Selain “Merops”, militer AS juga telah menempatkan beberapa peralatan anti-drone lainnya di Timur Tengah. Misalnya drone interseptor “Coyote” yang diproduksi oleh perusahaan RTX. 

Selain itu, Angkatan Darat AS juga mengerahkan drone quadcopter bernama “Hornet”, yang dapat membawa bahan peledak, melacak target, dan langsung menabrak drone musuh untuk menghancurkannya. Drone ini juga telah diuji di medan perang Ukraina.

Pada Januari lalu, Angkatan Darat AS juga melalui Satuan Tugas Gabungan Antar-Lembaga 401 yang baru dibentuk oleh Pentagon menandatangani kontrak sekitar 5,2 juta dolar AS untuk membeli sistem “Hornet”. Tugas utama satuan ini adalah mengembangkan, membeli, dan secepat mungkin mengerahkan berbagai peralatan anti-drone ke medan perang. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Militer AS Hancurkan 90 Target di Pulau Kharg, Trump : Kami Sudah Menahan Diri

EtIndonesia. Pada Jumat (13/3/2026) malam, militer Amerika Serikat melancarkan pemboman besar-besaran terhadap pusat ekspor minyak paling penting milik Iran — Kharg Island — dan menghancurkan lebih dari 90 target militer di pulau tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa militer AS dengan sengaja menghindari fasilitas infrastruktur minyak di pulau itu, namun memperingatkan bahwa jika Iran terus mengganggu kebebasan pelayaran di Strait of Hormuz, ia akan mempertimbangkan kembali sikap menahan diri tersebut.

Komando Pusat AS (United States Central Command) kemudian merilis rekaman serangan di Pulau Kharg dan menyatakan bahwa militer AS melakukan “serangan presisi skala besar” terhadap fasilitas militer Iran di pulau itu. Target yang diserang termasuk gudang penyimpanan ranjau laut milik angkatan laut dan bunker rudal serta aset militer penting lainnya.

Trump menulis di Truth Social: “Baru saja, atas perintah saya, Komando Pusat AS melaksanakan salah satu operasi pemboman paling kuat dalam sejarah Timur Tengah, menghancurkan seluruh target militer di ‘permata mahkota’ Iran — Pulau Kharg.”

Ia menambahkan bahwa militer AS memiliki sistem persenjataan paling kuat di dunia, tetapi atas pertimbangan moral ia memilih tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau tersebut. Namun ia menegaskan bahwa jika Iran atau negara mana pun mengganggu kapal yang melintasi Selat Hormuz secara bebas dan aman, keputusan tersebut akan segera dipertimbangkan ulang.

Pulau Kharg Island terletak di lepas pantai selatan Iran dan merupakan pusat penyulingan serta ekspor minyak paling penting bagi Iran. Pulau ini memiliki beberapa terminal minyak besar dan menangani sebagian besar ekspor minyak mentah Iran, sehingga dianggap sebagai urat nadi ekonomi Iran. Karena posisi strategisnya yang sangat sensitif, pulau ini sejak lama menjadi salah satu infrastruktur paling penting sekaligus paling rentan bagi Iran.

Namun menghadapi sikap “menahan diri” dari Trump, Iran tidak menunjukkan tanda-tanda menahan diri. Sebaliknya, Iran mengancam akan meningkatkan pembalasan dengan menggunakan senjata yang lebih kuat, termasuk rudal balistik dan senjata berdaya hancur tinggi lainnya. Iran juga menyebut beberapa wilayah di United Arab Emirates sebagai “target yang sah”, termasuk pelabuhan pelayaran, dermaga, dan fasilitas militer.

Pihak UEA menyatakan bahwa pada Sabtu (14/3/2026)  Iran meluncurkan 9 rudal balistik dan 33 drone ke wilayahnya.

Iran juga memperingatkan warga untuk menjauhi Jebel Ali Port, Khalifa Port, dan Port of Fujairah. Iran juga mengklaim bahwa targetnya termasuk cabang bank-bank Amerika di kawasan Teluk.

Kota Fujairah berada di luar Selat  Hormuz dan merupakan pusat ekspor minyak mentah Murban milik UEA. Pelabuhan ini mengekspor sekitar 1 juta barel minyak per hari, sekitar 1% dari permintaan minyak global, sehingga memiliki kepentingan strategis yang sangat besar.

Serangan intensif Iran terhadap negara-negara tetangganya memicu ketidakpuasan kuat. Penasihat diplomatik Presiden UEA Anwar Gargash pada Sabtu (14/3/2026) menulis di platform X:

“Iran terlalu tidak mampu menghadapi serangan Amerika Serikat dan Israel, sehingga justru menargetkan negara-negara Teluk Arab. Strategi ini menunjukkan ketidakmampuan militernya, kebangkrutan moral, dan isolasi politiknya.” (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Pesawat Militer Tiongkok Sempat “Hilang” 13 Hari, “Poseidon” AS Terbang Melintasi Selat Taiwan

EtIndonesia. Pada 11 Maret 2026, Angkatan Laut Amerika Serikat menerbangkan sebuah pesawat patroli anti-kapal selam Boeing P‑8A Poseidon melintasi Selat Taiwan. Karena penerbangan ini terjadi menjelang kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing, waktunya dinilai sangat sensitif.

Selain itu, Kementerian Pertahanan Republik Tiongkok (Taiwan) mengumumkan bahwa dari 27 Februari hingga 11 Maret, Taiwan hampir 13 hari berturut-turut tidak mendeteksi pesawat militer PKT yang mengganggu wilayahnya.

Para analis menilai situasi ini kemungkinan berkaitan dengan pembersihan internal dalam militer PKT, termasuk langkah untuk mencegah pilot membelot.

Pesawat AS Melintasi Selat Taiwan

Armada Ketujuh Angkatan Laut AS menyatakan bahwa misi tersebut menunjukkan komitmen Amerika Serikat terhadap “Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.”

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa militer AS bertindak sesuai hukum internasional untuk menjaga hak navigasi negara-negara.

Isi pernyataan menyebutkan:  “Militer AS akan terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun yang diizinkan oleh hukum internasional.”

Pihak PKT segera menyatakan ketidakpuasan yang kuat atas tindakan Amerika tersebut.

Terjadi Menjelang Kunjungan Trump ke Beijing

Aksi militer ini terjadi menjelang rencana kunjungan Presiden Trump ke Beijing 31 Maret hingga 2 April.

Menurut laporan Reuters yang mengutip diplomat dan analis industri, pihak PKT sedang memberi sinyal kepada Boeing bahwa pesanan besar pesawat komersial mungkin akan bergantung pada sikap Amerika Serikat terhadap isu Taiwan.

Walaupun kedua pihak berusaha menstabilkan hubungan di bidang perdagangan dan pembatasan teknologi, penerbangan militer AS di Selat Taiwan menunjukkan kebijakan “bertarung sambil berunding” dari Washington—yaitu:

  • tetap mendorong kerja sama ekonomi
  • tetapi tidak mengalah dalam isu keamanan wilayah dan geopolitik

Selain itu, analis mengatakan tindakan keras militer AS terhadap Iran baru-baru ini menunjukkan ketegasan pemerintahan Trump dalam menggunakan kekuatan militer. Hal ini kemungkinan meningkatkan kekhawatiran strategis Beijing terkait Selat Taiwan.

Aktivitas Militer PKT Sempat “Hening” 13 Hari

Kementerian Pertahanan Taiwan pada 12 Maret mengumumkan bahwa dalam periode 11 Maret hingga 12 Maret pukul 06.00 pagi, mereka mendeteksi: 5 pesawat militer Tiongkok dan 6 kapal perang yang beroperasi di sekitar Selat Taiwan.

Di antaranya, 3 pesawat melintasi garis tengah Selat Taiwan, memasuki wilayah udara utara dan barat daya Taiwan.

Peristiwa ini mengakhiri periode 13 hari tanpa gangguan pesawat militer PKT.

Sejak Taiwan mulai merilis laporan aktivitas militer harian pada tahun 2020, ini merupakan masa penghentian aktivitas pesawat Tiongkok paling lama.

Dugaan Penyebab “Masa Tenang”

Periode “tenang” yang tidak biasa ini menimbulkan berbagai spekulasi.

Beberapa analis berpendapat:

  1. Beijing mungkin tidak ingin memperkeruh situasi Selat Taiwan sebelum pertemuan antara Xi Jinping dan Trump.
  2. Situasi mungkin terkait eskalasi konflik Israel–Iran di Timur Tengah, yang mempengaruhi pasar energi global.
  3. Bisa juga berkaitan dengan pembersihan internal dalam militer PKT.

Menurut Taiwan Security Association, berkurangnya gangguan pesawat militer PKT kemungkinan terkait dengan pengetatan kontrol internal militer.

Selama beberapa tahun terakhir, Xi Jinping terus melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap pejabat militer tingkat tinggi, yang berdampak pada moral pasukan.

Selain itu, Central Intelligence Agency pada Februari lalu merilis video yang secara terbuka merekrut personel Tentara Pembebasan Rakyat untuk memberikan informasi intelijen.

Faktor-faktor tersebut mungkin membuat Beijing memperketat pengawasan terhadap militernya sendiri.

Para analis menilai bahwa dalam kondisi seperti ini, terutama selama sidang “Dua Sesi” (Liang Hui) di Tiongkok, jika keamanan tidak dapat dipastikan sepenuhnya, pihak militer mungkin mengurangi atau menghentikan sementara sebagian misi penerbangan untuk menurunkan risiko.

Kekhawatiran atas Undang-Undang “Persatuan Nasional”

Sidang tahunan parlemen Tiongkok berakhir pada 12 Maret, dan Kongres Rakyat Nasional mengesahkan “Undang-Undang Promosi Persatuan Nasional.”

Dewan Urusan Daratan Taiwan memperingatkan bahwa undang-undang tersebut:

  • memiliki definisi yang sangat kabur
  • cakupan yang sangat luas
  • dapat ditafsirkan secara sewenang-wenang oleh Beijing

Undang-undang itu dikhawatirkan dapat digunakan untuk:

  • operasi propaganda terhadap Taiwan
  • atau penindasan lintas negara (transnational repression).

Wakil Ketua Dewan Urusan Daratan Taiwan, Shen Youzhong, mengatakan:  Jika seseorang tidak mempromosikan penyatuan nasional atau tidak melakukan sesuatu yang dianggap membantu persatuan, undang-undang ini dapat menjatuhkan hukuman. Konsep “persatuan” sangat abstrak, tetapi hukuman yang dijatuhkan sangat konkret.

Kasus Buku yang Dijadikan Contoh Penindasan

Dalam laporan pengadilan pada sidang parlemen tersebut, pihak berwenang PKT bahkan menyinggung kasus Fu Cha, seorang pasangan warga daratan yang tinggal di Taiwan.

Ia menerbitkan buku tentang sejarah, termasuk kajian mengenai pembantaian terhadap orang Mongolia selama Revolusi Kebudayaan.

Namun bagi Partai Komunis Tiongkok, kajian sejarah seperti itu dianggap tidak dapat ditoleransi.

Wakil Ketua Dewan Urusan Daratan lainnya, Liang Wenjie, mengatakan bahwa bahkan jika buku tersebut bukan ditulis oleh Fu Cha, tetapi hanya diterbitkan olehnya, ia tetap dapat dituduh melakukan kejahatan.

Peringatan untuk Investor Taiwan

Dewan Urusan Daratan juga menyatakan bahwa laporan dari sidang parlemen menunjukkan ekonomi Tiongkok menghadapi banyak tantangan.

Pihak berwenang mengingatkan pengusaha Taiwan untuk berhati-hati dalam berinvestasi di Tiongkok.

Shen Youzhong mengatakan:  Dari berbagai petunjuk dalam laporan “Dua Sesi”, kita dapat melihat bahwa ekonomi Tiongkok pada tahun 2026 kemungkinan menghadapi tantangan besar.

Bagi pengusaha Taiwan, perlu menilai situasi ekonomi Tiongkok secara hati-hati.  Saat ini tampaknya tantangan lebih besar daripada peluang. (Hui)

Mingguan Berita NTD, Huang Yanhua dan Wu Huizhen melaporkan.

Kapal Kargo Tiongkok Terkena Serangan dan Terbakar: “Rudal Iran Tidak Mengenal Wu Jing?”

EtIndonesia. Ketika pemerintah Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, propaganda dari pihak Tiongkok sebelumnya menyebut bahwa kapal-kapal Tiongkok akan dibiarkan lewat. Namun baru-baru ini sebuah kapal kargo Tiongkok juga terkena serangan dan terbakar.

Para warganet pun menyindir dengan mengatakan: “Rudal Iran tidak mengenal Wu Jing.” (merujuk pada aktor film nasionalis Tiongkok Wu Jing, yang identik dengan propaganda patriotik).

Kapal Kargo Tiongkok Terkena Serpihan Rudal

Menurut laporan dari BBC dan Reuters, pada Kamis pagi (12 Maret) waktu setempat, kapal kargo Tiongkok Source Blessing terkena proyektil yang tidak diketahui asalnya.

Serangan terjadi sekitar 35 mil laut di utara Pelabuhan Jebel Ali di Dubai, dekat Selat Hormuz.

Perusahaan pelayaran Hapag-Lloyd menyatakan bahwa kapal tersebut kemungkinan terkena serpihan rudal. Mereka juga mengatakan bahwa kebakaran kecil di kapal telah berhasil dipadamkan.

Kapal Disewa Berlapis-lapis oleh Perusahaan Pelayaran

Laporan menyebutkan bahwa kapal kontainer besar itu:

  • dimiliki oleh perusahaan leasing dari Tiongkok
  • terdaftar di Hong Kong
  • disewakan kepada Hapag-Lloyd
  • lalu kembali disewakan untuk digunakan oleh perusahaan pelayaran Denmark Maersk

Mengumumkan “Pemilik Tiongkok” untuk Menghindari Serangan

Sebelum terkena serangan, kapal tersebut terus menyiarkan informasi melalui AIS (Automatic Identification System) seperti:

  • “Tiongkok Owner” (Pemilik Tiongkok)

Tujuannya adalah menunjukkan keterkaitan dengan Tiongkok agar terhindar dari serangan Iran.

Data AIS juga menunjukkan kapal tersebut diberi label:

“All Chinese Crews” (Semua awak kapal adalah orang Tiongkok).

Namun langkah tersebut tetap tidak mampu mencegah kapal dari serangan.

Warganet Menyindir di Media Sosial

Setelah berita ini beredar di media sosial, banyak warganet memberikan komentar sinis, misalnya:

  • “Iran kalau sudah gila, tidak membedakan kawan atau lawan.”
  • “Mengebom kamu itu sekadar memberi peringatan kepada tuanmu yang pengecut.”
  • “Iran seperti Houthi di Yaman, menembak secara sembarangan.”
  • “Saya ingin melihat semboyan ‘meskipun jauh pasti dihukum’ benar-benar terjadi.”

Banyak Kapal Terjebak di Selat Hormuz

Belakangan ini setidaknya 19 kapal dilaporkan diserang di sekitar Selat Hormuz. Akibatnya: banyak kapal kargo terjebak dan tidak berani melintas. Bahkan, hanya sebagian kecil kapal yang berani mengambil risiko untuk lewat

Hubungan Iran dan Tiongkok

Pemerintah Iran selama ini dikenal memiliki hubungan dekat dengan pemerintah Partai Komunis Tiongkok.

Beberapa laporan menyebut bahwa kapal yang memiliki hubungan dengan Tiongkok biasanya menyiarkan identitas “Tiongkok Owner” saat melintasi Selat Hormuz untuk mencoba menghindari serangan Iran.

Namun kenyataannya tidak semua kapal berhasil lolos dengan aman.

Di tengah situasi tembakan dan serangan yang kacau, tidak ada jaminan komunikasi atau perlindungan yang benar-benar efektif.

Saat ini banyak kapal Tiongkok masih terjebak di Teluk Persia dan tidak berani mencoba melewati selat tersebut.

Awak Kapal Mengaku Hampir Kelaparan

Pada 11 Maret, sehari sebelum kapal Source Blessing terkena serangan, beredar rekaman percakapan telepon antara penanggung jawab kapal kargo Tiongkok dengan rekan kerjanya di perusahaan.

Dalam rekaman itu, orang tersebut mengatakan bahwa mereka hampir kelaparan dan sedang mempertimbangkan menerobos Selat Hormuz dengan risiko besar.

Ia bahkan bertanya kepada rekannya:  “Lebih aman lewat pada siang hari atau malam hari?” (hui)

Menghindari Penipuan Modus File APK Jelang Periode Libur Lebaran BRI Imbau Nasabah Waspada

Jakarta – Mendekati periode libur lebaran ketika intensitas komunikasi dan transaksi digital cenderung meningkat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau masyarakat agar tetap berhati hati menjaga keamanan rekeningnya, terutama terhadap file yang berasal dari sumber tidak dikenal.
Dalam praktiknya, modus ini kerap diawali pesan WhatsApp dari oknum yang mengaku berasal dari instansi tertentu, dengan narasi meyakinkan dan lampiran file .APK, undangan digital, surat yang mengatasnamakan layanan perpajakan, resi pengiriman paket, serta dokumen lain yang dikemas seolah informasi penting.
Ketika korban mengunduh dan memasangnya, file tersebut dapat menjadi pintu masuk program berbahaya (malware) yang dirancang untuk mencuri data, merusak sistem, hingga mengambil alih perangkat tanpa sepengetahuan pengguna. Aplikasi .APK dari sumber tidak tepercaya juga dapat meminta izin akses tertentu pada perangkat dan dimanfaatkan untuk memantau aktivitas pengguna, sehingga membuka ruang penyalahgunaan akses layanan keuangan yang tersimpan pada perangkat.
Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi menjelaskan bahwa pola kejahatan digital terus berkembang dan menuntut penguatan kewaspadaan bersama.
“Perseroan terus menyempurnakan kapabilitas pengamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap dinamika ancaman. Penguatan pengamanan dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah. Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi perhatian yang dijalankan secara konsisten,” ujarnya.
BRI mengimbau nasabah untuk tidak mengklik, mengunduh, atau menginstal aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya, serta tidak meneruskan pesan, file, maupun tautan yang mencurigakan kepada pihak lain. Jika menerima pesan yang tampak janggal, misalnya menggunakan nada mendesak, menawarkan hadiah, meminta pembaruan atau “verifikasi” data, atau menyertakan lampiran file dari nomor yang tidak dikenal meskipun mengatasnamakan bank atau layanan penting lainnya, nasabah diminta memastikan

kebenaran pengirim dan melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. Pengaktifan fitur keamanan tambahan seperti Two-Factor Authentication (2FA) juga dianjurkan untuk menambah perlindungan pada akses layanan digital.
Apabila nasabah terlanjur mengunduh atau menginstal file .APK yang mencurigakan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mematikan koneksi data seluler dan Wi-Fi, kemudian menghapus aplikasi yang terpasang. Selanjutnya, nasabah dapat segera mengubah username, PIN, dan password akun BRImo maupun akun email yang terhubung, serta melakukan reset setelan pabrik melalui pengaturan perangkat untuk memastikan perangkat bersih dari potensi kendali pihak tidak dikenal. Nasabah juga perlu melakukan pemblokiran nomor pengirim apabila pesan terindikasi penipuan, dan jika ditemukan aktivitas mencurigakan dapat segera menghubungi Contact BRI 1500017.
“BRI menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyaring informasi, terutama pesan yang disertai file atau tautan dari sumber tidak dikenal. Pengenalan indikasi ancaman sejak awal menjadi langkah penting untuk mencegah akses tidak sah terhadap data nasabah. Kolaborasi antara BRI dan nasabah menjadi fondasi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan nyaman,” pungkas Saladin.

Saat Protes Terbesar Meletus di Kuba, Kantor Partai Komunis Diserang Hingga Massa Teriakkan “Kebebasan”

EtIndonesia. Pada Sabtu (14 Maret) dini hari, terjadi aksi protes publik yang sangat jarang terjadi di Kuba. Para demonstran anti-pemerintah menyerang sebuah kantor Partai Komunis di kota Morón, di wilayah tengah Kuba, sambil meneriakkan slogan “Kebebasan!”.

Aksi ini disebut sebagai protes terbesar di Kuba sejak Fidel Castro mengambil alih kekuasaan pada tahun 1959.

Dipicu Pemadaman Listrik

Kerusuhan ini dipicu oleh pemadaman listrik yang meluas.

Para pengunjuk rasa mengeluarkan perabot dan berbagai barang dari kantor Partai Komunis pemerintah kota Morón, lalu membakarnya di jalanan.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan orang-orang melempar batu ke jendela sebuah gedung sambil meneriakkan “Kebebasan!”

Dari Demonstrasi Damai Menjadi Kerusuhan

Menurut laporan surat kabar Kuba Invasor, pada Jumat (13 Maret) malam di Morón, sebuah aksi protes terhadap pemadaman listrik dan kekurangan makanan awalnya berlangsung secara damai.

Namun pada Sabtu dini hari, situasi berubah menjadi bentrokan kekerasan.

Para demonstran juga menyerang beberapa lembaga milik negara, termasuk: sebuah apotek dan sebuah pasar milik pemerintah.

Krisis Energi Memicu Kemarahan Publik

Sejak Januari tahun ini, setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, tekanan terhadap Kuba juga meningkat.

Selama ini Venezuela merupakan sekutu dan pendukung ekonomi utama Kuba.

Presiden AS Donald Trump memutus pasokan minyak Venezuela ke Kuba dan memperingatkan bahwa negara mana pun yang menjual minyak ke Kuba akan dikenai tarif tambahan.

Krisis minyak ini memperparah kekurangan yang sudah lama terjadi di Kuba, termasuk:

  • makanan
  • bahan bakar
  • listrik
  • obat-obatan

Kondisi tersebut akhirnya memicu kemarahan masyarakat dan gelombang protes.

Protes Meluas di Havana

Dalam seminggu terakhir, di ibu kota Kuba Havana, sejumlah warga terlihat memukul panci dan wajan (cacerolazo) sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik berkepanjangan.

Trump: Kuba “Sudah di Ujung Jalan”

Pada Sabtu pekan lalu (7 Maret), Presiden Trump dalam pertemuan pemimpin Amerika Latin Shield of the Americas Summit menyatakan:“Kuba sudah berada di ujung jalan,”
dan ia berharap akan terjadi perubahan besar di negara itu.

Pemerintah Kuba pada Jumat menyatakan bahwa mereka telah memulai negosiasi dengan Amerika Serikat untuk mencoba meredakan krisis.

Reporter Televisi NTD, Li Qingyi dan Zhang Ruiqi melaporkan.

Nenek Buta Memungut Sampah dengan Mendengar Suara Demi Mengobati Anaknya

(Kisah Renungan Kehidupan dari Orang Biasa dengan Makna Luar Biasa)

Pada 26 September 2013, sebuah tulisan di forum Rednet berjudul
“Ibu Buta Berusia 74 Tahun Memungut Sampah dengan Mendengar Suara untuk Mengobati Anaknya, Sehari Hanya Mendapat Dua Yuan”
mengundang perhatian dan keharuan para warganet.

Tulisan tersebut menampilkan sejumlah foto yang memperlihatkan kehidupan miskin Li Fangzhi dan putranya.

Rumah mereka terbuat dari kayu, sangat sederhana dan sudah rusak. Di dalam rumah tampak berantakan dan penuh keterbatasan.

Dalam foto itu terlihat Li Fangzhi memikul karung penuh sampah di punggungnya sambil berjalan di jalanan. Tubuhnya kurus dan tampak sangat renta.

Putranya, Wang Aiyong, berdiri di depan rumah papan mereka dengan wajah kosong dan pipi yang sangat tirus.


Kehidupan yang Penuh Penderitaan

Li Fangzhi yang kini berusia 74 tahun tinggal di Desa Baishexi, Kota Lifuta, Kabupaten Sangzhi, Provinsi Hunan.

Suaminya meninggal lebih dari 20 tahun yang lalu.

Dalam hidupnya, ia pernah memiliki enam orang anak, tetapi lima di antaranya telah meninggal dunia:

  • Tiga anak meninggal ketika masih kecil
  • Dua anak meninggal karena bunuh diri setelah dewasa

Kini hanya tersisa satu anak laki-lakinya, Wang Aiyong, yang menderita tumor pada tulang leher dan telah lama terbaring sakit di tempat tidur.

Kesedihan yang berkepanjangan membuat Li Fangzhi hampir kehilangan penglihatannya.
Kini matanya hanya mampu merasakan sedikit cahaya.

Pemerintah setempat memasukkan keluarga mereka dalam program bantuan sosial, sehingga setiap bulan mereka menerima 280 yuan untuk biaya hidup.

Namun biaya pengobatan Wang Aiyong mencapai sekitar 600 yuan per bulan.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, Li Fangzhi setiap hari keluar rumah untuk memungut sampah yang bisa dijual.


Memungut Sampah dengan Mendengar Suara

Tidak ada yang dapat membayangkan penderitaan yang telah dialami oleh ibu tua ini.

Ia membawa keranjang di punggungnya dan memegang sebilah pisau melengkung.
Karena ia hampir tidak bisa melihat, ia menggunakan pisau itu untuk memukul-mukul tumpukan sampah.

Dari suara yang dihasilkan, ia mencoba menebak mana barang bekas yang masih memiliki nilai jual.

Dengan cara itulah ia memungut sampah setiap hari.

Penghasilannya sangat kecil.

Ia sendiri mengatakan bahwa sehari ia hanya bisa mendapatkan sekitar dua yuan.

Karena biaya pengobatan anaknya terus berjalan, ia juga harus sering meminjam uang.
Hingga saat itu, ia telah menanggung utang lebih dari 7.000 yuan.

Bagi Li Fangzhi, hidup dan mati seolah sudah tidak memiliki batas lagi.
Semua penderitaan telah ia lalui.


Kisah yang Menggetarkan Hati Banyak Orang

Kisah ini membuat banyak warganet merasa sangat tersentuh.

Beberapa komentar yang muncul antara lain:

  • “Saya tidak bisa membayangkan seorang ibu harus mengalami lima kali kehilangan anak.”
  • “Ini sangat mengguncang hati. Ia adalah ibu yang paling kuat.”
  • “Nenek ini membuat saya kembali memikirkan arti kehidupan.”
  • “Kasih ibu adalah yang paling besar dan paling tanpa pamrih. Saya sangat menghormati beliau.”

Kunjungan Wartawan

Pada 27 September, seorang wartawan menghubungi pemerintah Kota Lifuta.

Bersama Wakil Sekretaris Pemerintah Kota, Wang Wenke, mereka mengunjungi rumah Li Fangzhi.

Ketika berbicara tentang kondisi putranya, Li Fangzhi berkata dengan dialek setempat:

“Sekarang kondisi anak saya sudah sedikit lebih baik. Ia sudah bisa turun dari tempat tidur dan berjalan, tetapi masih harus menjalani pengobatan. Karena itu saya harus terus memungut barang bekas untuk mendapatkan uang.”

Ketika ditanya di mana biasanya ia memungut sampah, ia menjawab:

“Biasanya di desa tetangga atau di kota kecil. Saya hanya mengetuk-ngetuk sampah dengan pisau, lalu dari suaranya saya tahu mana yang bisa dijual.”

Menurut Sekretaris Wang, kondisi keluarga Li Fangzhi memang sangat miskin seperti yang diberitakan di internet.

Meskipun mereka telah menerima bantuan hidup minimum, masalah terbesar tetaplah biaya pengobatan.

Pemerintah sebenarnya ingin memasukkan mereka ke dalam program bantuan medis untuk penyakit berat, tetapi program tersebut mensyaratkan pasien harus membayar sendiri 10.000 yuan terlebih dahulu, sesuatu yang sama sekali tidak mampu mereka lakukan.

Sekretaris Wang berkata dengan nada penuh keprihatinan:

“Sebagian orang tidak punya uang untuk berobat di rumah sakit. Tetapi ada juga orang yang bahkan tidak punya uang untuk masuk ke rumah sakit sekalipun.”

Ia menambahkan bahwa pemerintah kota saat ini tidak memiliki program lain yang bisa membantu mereka secara signifikan.

Kadang-kadang ketika Li Fangzhi datang ke kantor pemerintah, mereka hanya bisa memberikan bantuan kecil beberapa ratus yuan.

Karena itu, mereka berharap lebih banyak orang baik yang mau membantu keluarga ini.


Kasih Ibu yang Menggetarkan Dunia

Di dunia ini, kata yang paling agung mungkin adalah “ibu”.

Kita sering kali tidak mampu membayangkan betapa luas makna yang terkandung di dalam kata itu.

Dengan sisa pendengarannya, Li Fangzhi memungut sampah dari jalanan demi mendapatkan uang untuk mengobati anaknya yang telah lama terbaring sakit.

Ibu tua yang telah memasuki usia senja ini menyentuh hati begitu banyak orang.

Sumbangan dari berbagai tempat mulai berdatangan, sebagai bentuk penghormatan dan kekaguman kepada seorang ibu yang luar biasa.


Perkembangan Terbaru

Setelah kisah Li Fangzhi mendapat perhatian luas, berbagai pihak memberikan bantuan.

Total donasi yang terkumpul mencapai sekitar 160.000 yuan.

Selain itu, Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Kabupaten Sangzhi juga memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi ibu buta berusia 74 tahun tersebut. (jhon)

Harapan Adalah Sebuah Pelita

EtIndonesia. Di tepi laut hiduplah sepasang suami istri muda yang bekerja sebagai nelayan.
Sang suami sering melaut untuk menangkap ikan, sementara sang istri tinggal di rumah mengurus pekerjaan rumah tangga.

Hari-hari mereka berjalan sederhana, namun terasa penuh dan bermakna.

Biasanya, sebelum fajar menyingsing, sang suami sudah bangun untuk bersiap pergi melaut.
Setiap kali sebelum suaminya melangkah keluar rumah, sang istri selalu bertanya dengan penuh perhatian:

“Jam berapa kamu akan kembali?”

“Menjelang senja,” jawab sang suami singkat, sebelum sosoknya menghilang dalam cahaya fajar yang masih samar.

Selama ini, perkataan sang suami selalu tepat.
Setiap kali ia melaut, ia selalu kembali saat senja tiba.

Tidak peduli sejauh apa kapalnya berlayar atau berapa lama waktu berlalu, ia selalu memilih pulang dan merapat ke pantai pada waktu senja.
Kebiasaan itu telah ia jalani selama bertahun-tahun, dan tidak pernah berubah.

Sang istri pun sangat memahami kebiasaan suaminya itu.
Setiap kali senja datang, ia akan berjalan seorang diri ke tepi laut, menunggu kepulangan suaminya.

Tidak peduli berapa hari suaminya berada di laut, ia selalu menunggu dengan sabar.

Namun suatu hari, setelah sang suami pergi melaut, angin kencang tiba-tiba bertiup di permukaan laut.
Hujan deras disertai badai pun datang.

Setelah badai itu berlalu, perahu sang suami tidak pernah lagi muncul di tepi pantai saat senja.

Namun sang istri tetap datang ke tepi laut setiap senja.
Dengan mata yang penuh kecemasan, ia memandang satu per satu kapal nelayan yang kembali ke daratan, berharap suaminya akan muncul di antara mereka.

Hari demi hari berlalu.
Tahun demi tahun pun berganti.

Suaminya tidak pernah kembali.
Namun sang istri tidak pernah berhenti menunggu.

Baik saat angin bertiup kencang maupun hujan turun, setiap senja ia tetap datang ke tepi laut tepat pada waktunya.

Suatu hari, seseorang yang merasa heran bertanya kepadanya:

“Kamu sudah tahu dia tidak akan kembali. Mengapa kamu masih terus menunggu?”

Dengan penuh keyakinan sang istri menjawab:

“Karena setiap senja bagi saya adalah sebuah harapan.
Harapan itu seperti sebuah lampu yang menuntun hidup saya untuk terus berjalan di tengah malam yang penuh keputusasaan.”


Renungan Hidup

Bunga kehidupan hanya dapat mekar jika disirami oleh harapan.

Hidup ini ibarat sebuah panggung besar.
Dan hanya dengan adanya harapanlah, panggung kehidupan itu dapat menjadi begitu indah dan penuh makna. 🌅

Kata Cinta Seorang Bisu

EtIndonesia. Ada sebuah kisah yang sederhana, namun begitu menyentuh hati.

Di sebuah daerah pedesaan, dataran tinggi itu sangat kekurangan air.
Penduduk setempat harus berjalan pulang-pergi lebih dari sepuluh li (sekitar beberapa kilometer) melewati jalan pegunungan hanya untuk memikul air.

Suatu hari, seorang gadis yang sedang memikul air terpeleset dan jatuh.
Seseorang lewat… lalu orang lain lewat lagi… tetapi mereka semua berpura-pura tidak melihat.

Hanya seorang pria bisu yang kebetulan lewat di sana.
Ia melihat gadis itu, lalu segera menghampiri dan membantu memikul airnya.

Sejak hari itu, setiap hari di jalan gunung tersebut selalu terlihat dua sosok:
seorang pria bisu dan seorang gadis.

Pria bisu berjalan di belakang, sementara gadis itu di depan.
Setiap kali gadis itu tersenyum, rasa lelah pria bisu itu seakan menghilang.

Seiring waktu berlalu, kebersamaan mereka saat memikul air menjadi sebuah kebahagiaan kecil.
Lama-kelamaan, pria bisu yang memikul air, sedangkan gadis itu berjalan menemaninya.
Di hati gadis itu pun tumbuh perasaan hangat yang sulit dijelaskan.

Cinta bukanlah tentang memikul air.
Namun bagi pria bisu itu, memikul air untuk gadis itu adalah cara ia menunjukkan cinta.

Ia memikul dua ember air yang sangat berat, tetapi ia tidak pernah bisa berkata:

“Kalau merasakan cinta, siapa yang akan merasa lelah?”

Suatu hari gadis itu berkata dengan polos:

“Kalau kamu memikul satu pikulan air, aku akan mencium kamu.”

Kalimat yang sederhana dan lugu itu membuat beban di bahu pria bisu terasa jauh lebih ringan.

Saat pria bisu memikul air, gadis itu memetik sehelai daun dari pohon.
Air di dalam ember pun tidak lagi bergoyang.

Namun di hati gadis itu, riak-riak perasaan terus bergetar.

Di sepanjang jalan gunung itu, jari-jari pria bisu yang bergerak—
menggeleng, mengangguk, dan memberi isyarat dengan tangannya—
bagi gadis itu terdengar seperti kata-kata cinta yang paling lembut.

Tidak ada bunga, tidak ada cahaya bulan romantis,
tidak ada tanggul panjang di bawah pohon willow.

Yang ada hanyalah jalan gunung yang mereka lalui bersama.

Pria bisu itu tidak pernah menghadiahkan gadis itu gunung emas.
Namun ia memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga—
sebuah perhatian tulus yang menggetarkan hati.

Bahkan kehangatan itu mampu menyentuh hati orang lain yang mendengar kisah mereka dari kejauhan.

Mengapa ketulusan yang sederhana, tanpa hiasan dan tanpa kepura-puraan,
bisa begitu menggugah hati manusia?


Renungan Hidup

Saya tidak tahu apakah sebuah tatapan yang penuh keheranan dapat benar-benar memahami arti cinta.

Namun satu hal pasti:
cinta tetaplah cinta.

Kadang-kadang, hanya dengan sehelai daun hijau,
seseorang bisa menghadirkan kembali seluruh musim semi dalam hidup orang lain. 🌿

Remaja Jerman Nekad Mengemudikan Bus Curian Sejauh 130 Km Demi Menjemput Pacarnya ke Sekolah

EtIndonesia. Pada 13 Maret 2026, terjadi kasus pencurian bus yang cukup aneh di Jerman. Seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun mencuri dan mengemudikan sebuah bus di Wiesbaden, lalu mengendarainya sejauh sekitar 130 kilometer ke Karlsruhe, hanya untuk menjemput pacarnya yang berusia 14 tahun agar pergi ke sekolah.

Hal yang membuat polisi bingung adalah bagaimana remaja tersebut mendapatkan kunci bus, dan mengapa ia mampu mengemudikan kendaraan besar seperti bus dengan sangat terampil.

Mengambil Bus dari Garasi Tanpa Merusak Pintu

Menurut laporan media Jerman, polisi mengatakan bahwa pada Jumat (13 Maret) dini hari, remaja tersebut masuk ke tempat parkir bus di Wiesbaden.

Tanpa merusak pintu kendaraan, ia menggunakan kunci universal untuk membuka pintu bus, kemudian menyalakan mesin dan mengemudikan bus keluar dari lokasi.

Perusahaan Baru Menyadari Bus Hilang Pagi Hari

Karyawan perusahaan bus sekitar pukul 06.00 pagi menyadari bahwa salah satu bus hilang.

Awalnya mereka mengira seorang sopir mungkin salah membawa kendaraan, tetapi setelah mendekati siang hari dan situasinya terasa tidak wajar, mereka akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan petunjuk bahwa bus tersebut berada lebih dari 100 kilometer jauhnya, di Karlsruhe.

Polisi Menghentikan Bus Saat Berpatroli

Sekitar tengah hari, polisi setempat menemukan bus tersebut saat melakukan patroli dan segera menghentikannya.

Pengemudinya ternyata memang remaja berusia 15 tahun tersebut.

Polisi mengatakan bahwa tidak lama sebelum dihentikan, remaja itu baru saja menjemput pacarnya yang berusia 14 tahun di dekat lokasi, dan berencana mengantarnya ke sekolah.

Bus Tetap Utuh Setelah Perjalanan Jauh

Juru bicara polisi mengatakan hingga saat ini belum diketahui bagaimana remaja itu memperoleh kunci universal bus.

Yang mengejutkan, setelah perjalanan jarak jauh tersebut: bus tetap dalam kondisi baik dan tidak terjadi kecelakaan apa pun selama perjalanan

Viral di Media Sosial

Peristiwa yang aneh namun terkesan romantis ini segera menjadi topik hangat di media sosial Jerman.

Banyak warganet bercanda dengan komentar seperti:

  • “Ini mungkin penjemputan paling gila dalam sejarah.”
  • “Romantisme tidak pernah mati.”
  • “Sepertinya remaja ini sudah menemukan pekerjaan masa depannya.”

Ada juga yang bercanda:  “Harga bensin sekarang mahal sekali, tapi uang sakunya masih cukup untuk mengemudi bus sejauh 130 km demi menjemput pacar.”

Remaja Diserahkan kepada Wali

Remaja tersebut kini diselidiki oleh polisi atas dugaan pencurian dan mengemudi tanpa izin.

Setelah pemeriksaan awal, ia diserahkan kembali kepada wali atau orang tuanya.

Namun penyelidikan polisi masih berlanjut, terutama untuk mengetahui bagaimana ia mendapatkan kunci bus tersebut. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Kuba Juga Mengalah — Analisis: Aliansi Anti-AS yang Dibangun Partai Komunis Tiongkok  Mulai Runtuh

EtIndonesia. Di bawah tekanan maksimum dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pemimpin tertinggi Kuba Miguel Díaz-Canel mengakui bahwa negaranya telah memulai perundingan dengan Amerika Serikat.

Sejumlah analis menilai bahwa menjelang kemungkinan pertemuan antara Trump dan Xi Jinping, “aliansi otoriter anti-Amerika” yang selama bertahun-tahun dibangun oleh Beijing kini mulai runtuh.

Analisis: “Trump kembali mencabut satu sekutu Xi”

Penulis yang tinggal di Taipei, Wang Hao, pada 13 Maret menulis di Facebook bahwa:

“Trump kembali mencabut satu ‘teman Xi’.”

Dalam tulisannya ia menyatakan bahwa setelah Nicolás Maduro dari Venezuela ditangkap oleh militer AS, dan rezim Iran melemah akibat operasi militer yang disebut “Epic Fury”, kini pemimpin Kuba Díaz-Canel juga terpaksa melunak dan bernegosiasi dengan Amerika Serikat.

Menurut Wang Hao, hal ini bukan sekadar perkembangan biasa, tetapi:

  • menandai akhir sisa-sisa Perang Dingin, dan
  • merupakan strategi Washington untuk memutus titik penopang global Beijing.

Kuba Terisolasi Setelah Maduro Jatuh

Wang Hao mengatakan bahwa “penyerahan” Kuba bukanlah kebetulan.

Setelah militer AS menangkap Maduro dan memutus rantai pasokan bagi kelompok kiri di Amerika Selatan, pemerintah di Havana menjadi terisolasi dan hampir tidak memiliki dukungan.

Ia juga menyoroti bahwa pada saat kritis, menteri luar negeri Kuba meminta bantuan kepada Menteri Luar Negeri PKT Wang Yi, tetapi yang didapat hanya dukungan verbal dari Beijing tanpa bantuan nyata.

Kritik terhadap Beijing

Menurut Wang Hao, peristiwa ini menunjukkan bahwa ketika menghadapi kekuatan militer Amerika, pemimpin PKT Xi Jinping tidak memiliki pilihan selain mengorbankan sekutu kecil untuk menyelamatkan diri sendiri.

Ia menilai keputusan Kuba untuk:

  • membebaskan 51 tahanan politik, dan
  • memulai negosiasi dengan Amerika Serikat

menunjukkan bahwa Havana telah menyadari strategi “Belt and Road Initiative” tidak dapat memberikan jaminan keamanan.

Menurutnya, bagi Kuba menerima realitas dan mendekati Amerika Serikat menjadi pilihan untuk bertahan hidup.

Aliansi Anti-AS Disebut Mulai Runtuh

Wang Hao menyatakan bahwa dari Iran di Timur Tengah hingga Kuba di Amerika Latin, aliansi rezim otoriter anti-AS yang selama ini didukung Beijing kini mulai runtuh.

Ia juga mengatakan bahwa kebijakan Trump menunjukkan bahwa:

Amerika Serikat mampu menggulingkan rezim mana pun yang menentangnya.

Ketika sekutu-sekutu penting Beijing satu per satu melemah, komunitas internasional disebut sedang menyaksikan isolasi strategis terhadap Tiongkok.

Reaksi Netizen

Tulisan Wang Hao memicu diskusi luas di media sosial. Beberapa komentar netizen antara lain:

  • “Amerika biasanya memberi peringatan dulu sebelum menggunakan kekuatan.”
  • “Begitu polisi dunia turun tangan, para penguasa tiran langsung mundur.”
  • “Jika sekutu-sekutu kecil PKT dipotong, PKT tidak bisa lagi bersikap agresif.”
  • “Bukan sekadar rezim yang ‘tidak patuh’, tetapi banyak dari negara ini adalah diktator yang melanggar kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Protes Besar di Kuba

Pada 13 Maret malam waktu setempat, di kota Morón di wilayah tengah Kuba, terjadi demonstrasi anti-pemerintah.

Para demonstran memprotes:

  • pemadaman listrik berkepanjangan
  • kekurangan makanan

Pada dini hari 14 Maret, sebuah kantor komite Partai Komunis setempat dilempari batu dan dibakar oleh massa.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan api besar di lokasi kejadian, sementara terdengar teriakan “Kebebasan!” dari para demonstran.

Kuba Mengakui Sedang Berunding dengan AS

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada 13 Maret, Díaz-Canel mengakui bahwa perwakilan Kuba baru-baru ini telah memulai dialog dengan perwakilan Amerika Serikat untuk menyelesaikan perbedaan dan “menjauh dari konfrontasi.”

Tekanan AS terhadap Kuba

Setelah militer AS menangkap Maduro pada awal Januari melalui operasi militer, pemerintahan Trump meningkatkan tekanan terhadap Kuba dengan memblokade pasokan minyak ke negara tersebut.

Trump sebelumnya juga menyatakan bahwa setelah operasi militer AS terhadap Iran, Kuba mungkin menjadi rezim berikutnya yang runtuh. (Hui)

Dilaporkan oleh Luo Tingting/Disunting oleh Wen Hui

Trump Menolak Negosiasi dengan Iran, Siapkan Pengawalan Kapal di Selat Hormuz

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (14 Maret) menyatakan bahwa kemungkinan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran telah dikesampingkan.

Ia juga memperingatkan bahwa jika Iran terus menyerang kapal dagang di Selat Hormuz, maka fasilitas minyak di Pulau Kharg dapat dihancurkan.

Sehari sebelumnya, pemerintah AS menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS bagi siapa saja yang memberikan informasi tentang 10 pejabat yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam, termasuk pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei. Langkah ini bertujuan menghancurkan kepemimpinan puncak rezim Iran.

AS Fokus pada Serangan Militer

Menurut laporan Reuters yang mengutip seorang pejabat Gedung Putih tanpa nama, Trump telah menolak kemungkinan negosiasi dan kini fokus pada opsi militer terhadap Iran.

Sementara itu, United States Central Command menyatakan bahwa pada Jumat  (13 Maret) malam militer AS telah melancarkan serangan terhadap Pulau Kharg, menghancurkan lebih dari 90 target militer Iran.

Ancaman Serangan ke Fasilitas Minyak Iran

Trump juga memperingatkan bahwa jika Iran terus menyerang kapal yang melintasi Selat Hormuz, Amerika Serikat akan langsung menyerang fasilitas minyak di Pulau Kharg.

Pulau tersebut merupakan terminal ekspor utama Iran, dengan sekitar 90% minyak Iran diekspor melalui pulau ini, dan sebagian besar di antaranya dikirim ke Tiongkok.

AS Siapkan Pengawalan Kapal

Ketika ditanya kapan kapal militer Amerika akan mulai mengawal kapal dagang yang melewati Selat Hormuz, Trump menjawab kepada wartawan: “Itu akan segera terjadi, sangat segera.”

Trump juga menulis di platform media sosialnya Truth Social: “Demi alasan tertentu yang masih memberi kesempatan, saya memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu. Namun jika Iran atau siapa pun mencoba mengganggu kebebasan navigasi kapal di Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan itu.”

Reaksi Warga Amerika terhadap Kenaikan Harga Bensin

Konflik dengan Iran telah menyebabkan kenaikan harga bensin di Amerika Serikat, dan warga memiliki pandangan yang berbeda.

Seorang warga Atlanta, Miles Mosley, mengatakan: “Itu harga pasar yang adil. Pasar bebas menentukan harga pada waktu tertentu. Harga sekarang seperti ini. Harga rendah itu adil, harga tinggi juga adil, semuanya ada alasannya.”

Warga Atlanta lainnya, Devon Savage, mengatakan: “Tidak ada yang benar-benar adil. Hidup memang tidak adil, Anda tahu maksud saya. Tapi dia adalah pemimpin dunia kita. Entah kita memilihnya atau tidak, kita harus bersatu dan menghormati keputusan yang ia buat sebagai pemimpin.”

Israel dan Lebanon Diperkirakan Menggelar Pembicaraan

Sementara itu, menurut laporan surat kabar Israel Haaretz pada Sabtu (14 Maret), Israel dan Lebanon diperkirakan akan mengadakan pembicaraan langsung dalam beberapa hari ke depan.

Amerika Serikat juga akan mengirim perwakilan, yaitu Jared Kushner, yang merupakan menantu Trump.

Pembicaraan tersebut akan fokus pada mengakhiri konflik di wilayah Lebanon serta melucuti persenjataan organisasi Hezbollah. 

Reporter NTD Television Qiu Yue dan Tian Yuan melaporkan.

Kurir Wanita Muda Pengantar Makanan Terjatuh Saat Membawa Pesanan Tengah Malam Sambil Membawa Bayi, Ia Menangis Sambil Memeluk Anaknya

EtIndonesia. Beredar sebuah video yang menyedihkan di internet yang memperlihatkan seorang perempuan muda di Tiongkok mengantar makanan pada tengah malam sambil membawa bayinya. Ia diduga terpeleset saat berbelok karena jalan yang licin akibat es, lalu terjatuh dan mengalami luka.

Dalam video tersebut terlihat perempuan itu mengalami luka pada lengan dan kaki hingga berdarah. Ia duduk di pinggir jalan sambil memeluk bayinya dan menangis.

Untungnya, ada orang yang lewat dan membantu. Bahkan orang tersebut membantu membayar ganti rugi pesanan makanan yang terlambat. Setelah itu perempuan tersebut tidak pergi ke rumah sakit, melainkan tetap mengendarai sepeda motor dan pergi meskipun masih terluka.

Sebelumnya, di internet juga sering beredar video yang menunjukkan kurir pengantar makanan pria maupun wanita yang membawa anak mereka saat bekerja.

Banyak netizen merasa prihatin dan berkomentar bahwa kejadian itu “sangat menyedihkan.”

Ada juga netizen yang dengan marah menyatakan bahwa hanya dengan menggulingkan pemerintahan Partai Komunis barulah penderitaan rakyat Tiongkok dapat berakhir. (Hui)

Seorang Pria Penyelundup dari Tiongkok Membawa 2.000 Lebih Semut “Mutiara Hitam” Hidup-hidup ke Pesawat

Pekan ini, seorang pria asal Tiongkok ditangkap di bandara Jomo Kenyatta International Airport di Nairobi, Kenya. Di dalam bagasinya ditemukan lebih dari 2.200 ekor semut taman Afrika hidup. Semut yang dijuluki “mutiara hitam Afrika” ini merupakan organisme yang sangat diminati oleh para penyelundup satwa.

EtIndonesia. Seorang pria Tiongkok berusia 27 tahun bernama Zhang Kequn ditangkap pada Selasa (10 Maret) di bandara tersebut. Petugas keamanan menemukan 2.238 ekor semut taman lokal hidup di dalam bagasinya.

Sebanyak 1.948 ekor dimasukkan ke dalam tabung reaksi, sementara sisanya disembunyikan di dalam tiga gulungan tisu toilet.

Semut “taman” dari Kenya merupakan spesies semut berukuran relatif besar dan cukup unik. Serangga ini sangat populer di kalangan kolektor serangga di Asia dan Eropa, bahkan dijuluki “mutiara hitam”.

Para kolektor biasanya menempatkan semut-semut tersebut di dalam wadah transparan besar untuk mengamati serta mempelajari kehidupan sosial dan perilaku mereka.

Namun, semut-semut ini dilindungi oleh perjanjian internasional tentang keanekaragaman hayati, sehingga perdagangan dan peredarannya diawasi dengan sangat ketat.

Pihak Kenya Wildlife Service menyatakan bahwa mereka masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan penyelidikan dan ingin mengetahui apakah pria tersebut memiliki rencana lain terkait penyelundupan tersebut.

Reporter NTD Television Liu Jiajia melaporkan dari Amerika Serikat.